Dampak Corona, Restribusi Pedagang Pasar Leces Ditiadakan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
--- Retribusi yang dipungut dari  pedagang atas penggunaan fasilitas pasar dan pemberian ijin penempatan oleh pemerintah kabupaten berupa Restribusi pasar terdiri dari Restribusi penempatan, Restribusi los, Restribusi kios dan Restribusi dasaran.

Menanggapi tentang wabah Covid -19 kali ini Restribusi pasar Leces ditiadakan mulai 1 April sampai waktu tidak di tentukan. 

Kepala pasar Leces Joni Sukisworo menjelaskan, meniadakan retribusi tersebut sudah dikaji Disperindag Kabupaten Probolinggo , untuk pasar Leces Non Retribusi akan dimulai tanggal 1 April 2020 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan, bisa segera dan bisa jadi lama, tergantung pada wabah virus Corona yang sedang melanda Negara kita tercinta.

Ditiadakan retribusi pasar ini, untuk seluruh pasar yang ada di Kabupaten Probolinggo, juga ada pengurangan jam operasional pasar tradisional oleh para pedagang. Untuk pasar Leces sendiri untuk pasar malam dibuka pukul  01:00 wib - 05:00 wib dan untuk pasar siang 06:00 wib - 13:00 wib dan untuk pasar hewan 10:00 wib - 14 : 00 wib , sesuai dengan putusan pemerintah daerah yang disampaikan oleh Dinas  perindustrian dan perdagangan Kabupaten Probolinggo Drs.Dwijoko Nurjayadi, MM .

"Saya beserta staf pasar akan mengoptimalkan pelayanan sebagaimana mestinya. Meskipun retribusi pedagang libur kami tetap memantau keadaan pasar sampai wabah Covid -19 dengan pemerintah di katakan aman," jelas kepala pasar. 

Menurut H.Sugianto ketua paguyupan pasar rakyat Leces, Non Restribusi ini membuat para pedagang senang, semoga dengan pengurangan jam operasional ini dapat respon yang positif dari para pedagang.  Sebagai ketua paguyupan saya berharap semoga dengan adanya musibah ini, kita bersama sama memerangi penukaran virus Corona," jelasnya pada media Kabarejember.

Ahmad Zaini sebagai pedagang, dirinya sangat bersyukur karena non retribusi ini sangat membantu para pedagang dengan keadaan pasar yang mulai sepi. "Saya yang dagang polo ijo yang dominan untuk bahan Jamu lumayan laku dan sampai jual online juga,"  kata Ahmad.  (MH)

Post a Comment

0 Comments