05/06/2020

UTBK SBMPTN di UNEJ Ikuti Protokol Kesehatan


Jember,kabarejember.com
--Universitas Jember bersiap menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menggelar UTBK sesuai protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19. Kesiapan tersebut diantaranya dengan pemberlakuan aturan setiap lokasi UTBK hanya diisi peserta separuh dari kapasitas asal, penyediaan fasilitas cuci tangan bagi peserta, pembersihan perangkat komputer setiap kali digunakan dan petugas yang memeriksa suhu tubuh peserta setiap kali UTBK akan dimulai. Persiapan UTBK di Universitas Jember ini disampaikan oleh Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember (5/6).
Menurut Iwan Taruna, Universitas Jember sudah mempersiapkan diri sebagai pusat UTBK SBMPTN sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. “Nantinya di setiap sesi UTBK kami hanya menampung 360 peserta yang disebar di delapan belas ruang UTBK di sebelas lokasi. Jadi disetiap lokasi UTBK di setiap sesinya hanya akan ada dua puluh peserta saja. Lokasi UTBK diantaranya di Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Kedokteran Gigi dan lokasi lainnya. Total selama pelaksanaan UTBK dari tanggal 5 hingga 12 Juli 2020, ada 30 sesi, yang artinya UTBK SBMPTN di Universitas Jember maksimal diikuti oleh 10.800 peserta UTBK,” jelas Rektor.
Kapasitas peserta UTBK di Kampus Tegalboto ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 25.560 peserta.
Kesiapan menggelar UTBK di Kampus Tegalboto juga ditunjukkan dengan penempatan fasilitas cuci tangan, penyemprotan disinfektan untuk ruangan dan perangkat komputer setiap kali usai pelaksanaan UTBK, penempatan tenaga kesehatan yang memeriksa peserta, hingga pemakaian face shield bagi pengawas dan panitia UTBK. “Kami juga berkoordinasi dengan setiap gugus tugas penanganan Covid-19 dan kepolisian di beberapa daerah yang menjadi asal calon peserta UTBK SBMPTN agar memberikan kesempatan bagi calon peserta untuk menuju ke Jember dan balik ke daerah asalnya, mengingat peserta UTBK umumnya tidak hanya dari Jember saja. Kami juga mewajibkan peserta UTBK menggunakan masker saat mengikuti UTBK dan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ada,” tegas Iwan Taruna.
Sementara itu dari data tanggal 5 Juni 2020 jam 14.00 WIB, sudah ada 5.265 peserta yang akan mengikuti UTBK di Universitas Jember. Jumlah peserta tersebut terdiri dari 3.736 peserta reguler dan 1.529 peserta dengan status calon penerima beasiswa KIP-Kuliah. “Bagi peserta UTBK SBMPTN, mohon agar melihat terlebih dahulu kesesuaian antara jurusan saat sekolah dengan syarat yang ditentukan oleh program studi yang dipilih. Mengingat tahun ini UTBK hanya mengujikan Tes Potensi Skolastik saja. Bagi peserta UTBK SBMPTN yang ingin berkonsultasi, dapat mengunjungi Pusat Informasi SBMPTN di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa pada tiap jam kerja,” imbuh Rokhmad Hidayanto, Kasubag Humas Universitas Jember. Untuk diketahui, pendaftaran UTBK SBMPTN akan berakhir pada 20 Juni 2020 nanti. (mia/iim/hms)

Dampak Pandemi Covid-19, Banyak Warga Terlilit Hutang


Jember, kabarejember.com
- Saat ini, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia,  kondisi perekonomian kian sulit. Dampak ekonomi dirasakan semua pihak, mulai pejabat, pengusaha, buruh, petani, nelayan, pedagang, sampai masyarakat miskin. Untuk mengatasi kesulitan ekonomi lantaran penghasilan berkurang, masyarakat banyak yang meminjam uang kepada lembaga perbankan, BPR atau koperasi.

Salah satu elemen masyarakat yang memanfaatkan jasa keuangan adalah penjual nasi / warung kaki lima. Harapannya dengan bermodalkan uang pinjaman tersebut  ekonomi akan membaik. Tetapi kenyataannya penghasilan semakin berkurang.

Ironisnya lagi  dalam situasi yang sulit,  petugas penagihan semakin mengganas, seakan tutup mata dengan kesulitan ekonomi para penjual nasi. Tingkah laku collector yang arogan cenderung kasar, mengeluarkan kata bernada ancaman dan intimidasi membuat resah dan takut para penjual nasi. Petugas penagih tidak mau tahu dengan kondisi ekonomi yang terdampak covid-19, yang penting para pedagang harus membayar angsuran/cicilan.

Seorang penjual nasi, Mg,(55) yang warungnya  berada di kuburan Cina Gebang Jember,  merasa ketakutan dengan  petugas mindring yang datang menagih utang di kondisi ekonomi yang sulit karena dampak pandemi covid-19.

Mg meminjam uang ke salah satu koperasi sebesar 1,5 juta rupiah, sedangkan uang yang diterima 1,2 juta rupiah dipotong administrasi. Angsuran dibayar sebanyak 10 X sejumlah 195 ribu perminggu.
"Buat makan sehari-hari saja masih kesulitan, apalagi untuk membayar angsuran 195 rb. Saya takut dan bingung harus mengadu ke mana?."ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bu Yl, pemilik warung di jalan Brantas Jember. Dirinya terpaksa meminjam uang lantaran warung miliknya kini sepi pembeli. Penghasilan Yl semenjak masa pandemi merosot. "Cara penagih utang meminta uang angsuran sangat meresahkan. Mau ke mana lagi mencari jalan keluarnya."katanya melas.

Mengamati fenomena kinerja penagih hutang yang kurang simpatik sehingga membuat masyarakat merasa takut dan resah. Anggota LSM Gencar, Heri S berkomentar, di masa pandemi Covid-19 ini seharusnya pihak perbankan, koperasi atau lembaga keuangan lain memberikan kelonggaran pembayaran angsuran bagi nasabahnya. Seperti yang diketahui,  presiden Jokowi sudah menghimbau penundaan pembayaran kredit , untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi covid-19.

Menurut Heri, seharusnya pemkab Jember segera mengambil langkah, dengan membuat aturan atau melakukan tindakan untuk melindungi penduduknya dari para penagih hutang. "Kami berharap Bupati Jember segera melakukan penertiban atau mengambil tindakan tegas terhadap lembaga keuangan (koperasi) yang ngotot menagih hutang di tengah situasi pandemi covid-19, sehingga masyarakat tidak merasa resah," katanya. (Mel/her)

04/06/2020

Bupati Faida Hadiri Acara Buka Giling Di PG Semboro


Jember,Kabarejember.com
--Sudah menjadi tradisi turun temurun sejak berdirinya Pabrik Gula Semboro Kabupaten Jember, setiap mengawali produksi, pihak pabrik serta masyarakat setempat menggelar acara buka giling atau masyarakat menyebutnya  Royalan.Kamis (4/6)

Tradisi royalan adalah semacam pesta rakyat yang dirayakan dengan pesta yang sangat meriah sebagai pertanda bahwa produksi gula telah dimulai dan berharap hasil panen akan melimpah.

Namun semua sadar, dimasa pandemi Covid-19  seperti saat ini kegiatan tersebut tidak mungkin bisa dipaksakan.Kegiatan Royalan yang berlangsung sejak jaman kolonial Belanda, kini terpaksa dirayakan secara sederhana dengan ritual potong tumpeng  dan gelar doa bersama.

Berlangsung di Pendopo Haji Arum Sabil Tanggul pada Rabu malam (3/6), acara buka giling hanya di hadiri oleh pihak manajemen pabrik dan tokoh masyarakat yang terwakili.Tampak hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Jember Dr. Prima Idwan Mariza, S.H., M. Hum dan para tokoh gula dan tebu di Jember.


Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR yang juga hadir di acara tersebut, berkesempatan membuka acara buka giling yang ditandai potong tumpeng bersama manager PG Semboro.

Bupati yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember  dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses atas dimulainya proses giling PG Semboro.

Bupati Faida menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya tidak ada kepentingan lain, selain bagaimana gula di jember bisa terpenuhi bahkan bisa mensuplai kota- kota lain.Selain itu bagaimana kinerja PG Semboro ini bisa maksimal dan efektif.

"Kalau sebagai kepala daerah tidak ada cita-cita lain kecuali bagaimana PG Semboro ini bisa memberikan lapangan pekerjaan buat masyarakat jember, "

Selama ini  kapasitas mesin produksi PG Semboro belum dimanfaatkan dengan maksimal, oleh karenanya, dia meyakini jika dikelola dengan lebih serius masih bisa dimaksimalkan.


Sambil proses giling, Bupati mengajak, agar memanfaatkan  lahan-lahan yang masih memungkinkan untuk dikerja samakan.Kepada PG semboro untuk menjalin kerjasama pemanfaatan lahan dengan Pemkab Jember maupun masyarakat.Menurutnya, masih banyak lahan yang kosong yang perlu dimanfaatkan.

"Mari kita cari mana yang bisa kerjakan bersama-sama agar masyarakat bisa kerja, pabrik bisa digunakan maksimal saya yakin semua bisa teratasi, "

Bupati juga menyinggung sebuah tulisan di media beberapa waktu yang lalu, jika Bupati diam-diam melakukan kerja sama dengan PTPN.

"Saya kira tidak ada yang perlu disembunyikan dan tidak ada yang perlu diam-diam, "



"Tidak ada yang diam-diam, dan tidak ada yang sembunyi, kerja sama ini adalah kerjasama yang memang diperlukan dan harus kita lakukan, tentu saja dengan pengawalan kajari kerjasama ini dalam pantauan dan lindungan hukum, "

Tidak ada kepentingan lain bagaimana proses giling ini selamat, lancar, gilingnya sukses dan tidak ada yang tertular covid. Saya senang PG semboro tetap mengambil sikap tetap produksi dan melakukan physical dhystancing dan protokol covid dengan ketat.

"Sekiranya ada kesulitan dalam melaksanakan protokol covid ditengah proses produksi saya siap dihubungi sewaktu-waktu, kerja sama pemkab jember kami akan mensuport PG semboro untuk dapat tetep berproduksi dalam situasi covid,"

Sementara Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia H.Arum Sabil, dalam sambutannya menyampaikan, biasanya pada tahun-tahun sebelumnya acara buka giling dihadiri oleh karyawan, petani tebu dan seluruh masyarakat, bahkan jumlahnya bisa puluhan ribu orang berkumpul jadi satu dalam pesta rakyat Royalan.

Tradisi yang turun menurun itu, sambung Arum, rupanya hanya berlangsung sampai pada tahun 2019.Dengan adanya wabah covid-19, pada tahun 2020 nampaknya tidak memungkinkan digelar secara kolosal seperti biasanya.Walaupun itu sebuah tradisi turun temurun, dengan musibah covid-19 ini mungkin ada hikmahnya juga.


"Hari ini kita berkumpul bersama, besok sore giling dimulai.Tentunya pabriknya untung, masyarakat juga mendapatkan manfaat dari keberadaan PG Semboro,. ( Red / tim )

PMI Kabupaten Jember Sukses Himpun 6.158 Kantong Darah Selama Pandemi Covid-19



Jember,kabarejember.com
 – Pandeni Covid-19 ternyata tidak mengurangi antusiasme relawan pendonor untuk ikut sedekah darah, termasuk  selama Ramadan 1441 H.

 Buktinya, dalam kurun waktu satu bulan lebih sedikit, mulai 16 Maret sampai 22 Mei 2020, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember berhasil menghimpun 6.158 kantong darah. Rinciannya untuk golongan darah A 1.281, B 1.935, O 2.564, dan AB 378.
Kesuksesan menghimpun 6.158 kantong darah itu berkat kerjasama semua pihak. Baik relawan pendonor, petugas dan pengurus PMI tingkat kecamatan yang sangat aktif selama Ramadan 1441 H dan pihak lain yang sangat proaktif seperti Kodim 0824 Jember, Polres Jember dan instansi lainnya.


Ketua PMI Kabupaten Jember H AE Zaenal Marzuki SH MH mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan pendonor, petugas PMI, terutama ketua PMI kecamatan. “Kami ucapkan banyak terima kasih  juga kepada lembaga-lembaga yang mengerahkan anggotanya untuk ikut donor darah seperti Polres, Kodim 0824 Jember, Batalyon 509, Secaba, Armed, Brigif IX, perbankkan dan lembaga lain seperti Kampung Donor,” kata H AE Zaenal Marzuki SH MH.


Menurut dia, perolehan kantong darah selama Pandemi Covid-19, termasuk Ramadan 1441 H, seperti tidak terpengaruh perkembangan virus korona yang terus menyebar. Sebab, hasilnya kegiatan donor darah cukup banyak. “Hasilnya bagus seperti tidak ada Covid-19. Relawan pendonor antusias untuk sedekah darah,” terangnya.


Namun, Zaenal Marzuki mengakui bahwa pada awal Pandemi Covid-19 terasa pengaruhnya. Sebab, saat itu pemerintah melarang kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang. PMI Kabupaten Jember juga sempat khawatir stok darah menyusut seiring berkurangnya animo relawan pendonor untuk donor darah.
Namun, setelah sempat menurun hampir 50 persen, belakangan jumlah pendonor melonjak tajam. Sebab, kegiatan donor darah yang dilkakukan tim mobil unit UDD PMI diizinkan melakukan kegiatan donor darah tentu dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Awal Ramadan kami memang sempat khawatir tetapi setelah itu peserta kegiatan donor darah yang rata rata dilakukan di kantor kecamatan atau masjid jumlahnya banyak. Itu belum termasuk pendonor tertolak yang tensi, Hb-nya tidak standar,’ ujarnya.  ( Red / tim )

Kabupaten Jember Raih Peringkat Tertinggi SPO Se Jawa Timur


Jember,kabarejember.com
-- Sensus Penduduk Online (SPO) di tingkat Kabupaten,  Jember meraih predikat tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jember memaparkan hasil penghitungam dan penilaian Sensus Penduduk Online (SPO). Berkat sinergitas Pemkab Jember, BUMN, Pengusaha dan masyarakat,  Progres capaian pengisian SPO antar kabupaten Se-Jawa Timur, Kabupaten Jember menduduki ranking tertinggi.

Dalam upaya mensukseskan SPO di Kabupaten Jember agar bisa selesai dengan Cepat, Sukses, Tepat, dan Ceria,
Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., telah menggerakkan semua ASN harus bisa mencapai seratus persen mengikuti SPO, agar hasilnya memuaskan dan sesuai target. Selain itu, juga menggerakkan satgas smart city untuk mendampingi masing-masing OPD-OPD.

Bahkan juga operator-operator di desa diberikan Bimtek, untuk bisa membantu masyarakat aktif mengikuti sensus penduduk online.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Ir. Arif Joko Sutejo mengatakan perolehan sekarang secara absolute luar biasa

“Bantuan dari Pemkab Jember sangat bagus, sistematis. Jadi memang sinergitas dari. Pemkab Jember berjalan dengan baik dan sukses,” pungkasnya. ( Red / tim )

03/06/2020

Warga Puger Wetan Menilai BLT-DD Tidak Tepat Sasaran


Jember, Kabarejember.com
- Sejumlah warga desa Puger Wetan kecamatan Puger mendatangi kantor desa Puger Wetan, Rabu (03/06) pagi. Tujuan kedatangan mereka  untuk menanyakan dan minta klarifikasi kepala desa terkait penyaluran BLT-DD kepada 184 KPM dinilai masyarakat tidak tepat sasaran.

Kedatangan warga  pada awalnya disambut dengan emosional oleh pihak desa, sehingga hampir menimbulkan keributan antara kepala desa dan perangkatnya melawan warga. Beruntung keributan karena kesalahpahaman kedua pihak ini tidak berlangsung lama, dan  akhirnya kedua pihak duduk bersama untuk membicarakan maksud dan tujuan masyarakat datang ke kantor desa.

Kepada media, seorang warga bernama Mohammad Jupri,(41) nelayan, alamat Dusun Mandaran Rt16 Rw.02 Desa puger wetan, menyampaikan bahwa maksud kedatangannya adalah meminta klarifikasi kepala desa Puger Wetan terkait pembagian BLT-DD yang dinilai tidak tepat sasaran. Masih banyak masyarakat miskin yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi tidak menerima BLT-DD, tetapi saat ini penerima BLT-DD desa Puger Wetan banyak dari masyarakat yang mampu.

Menurut Jupri, dirinya paham bahwa warga penerima BLT-DD adalah warga miskin yang belum terdaftar dalam program bantuan  pemerintah lainnya, misal PKH, BPNT ataupun lainnya.

"Masak rumahnya gedung, bertingkat dan dipandang mampu menerima BLT-DD, sementara masyarakat miskin yang keadaan  memprihatinkan tidak menerima. Ini sangat memprihatinkan dan perlu tidak lanjut dari kepala desa Puger Wetan,"katanya.

Selain itu, Jupri berharap supaya pemdes Puger Wetan transparan dan terbuka tentang siapa saja penerima BLT-DD. "Kalau perlu pemerintah desa membuat banner bertuliskan nama-nama penerima BLT-DD dan memasangnya di tempat strategis supaya masyarakat dapat dengan mudah membaca,"imbuhnya.

Sementara, kepala desa Inwannullah ketika dikonfirmasi media menjelaskan bahwa penerima BLT-DD merupakan hasil penjaringan yang ketat mulai dari tingkat Rt/Rw. Tentu sesuai aturan, dan sudah disepakati dalam Musdes Puger Wetan. Selain itu, pemdes  melihat kondisi nyata dari warga miskin terdampak covid-19 menjadi prioritas utama. "Dulu mungkin orang kaya, tetapi karena perputaran ekonominya sekarang jatuh, jadi layak menerima BLT-DD," katanya.

Ketika ditanya media tentang adanya RT dan RW yang  menerima BLT-DD, Inwanullah membenarkan hal tersebut. Tidak semua RT/Rw merupakan orang mampu, banyak yang kondisi ekonominya memprihatinkan.

 "Jadi mereka kami anggap layak menerima BLT-DD, Honor Rt/Rw hanya sejumlah Rp.200.000,- masih dipotong pajak, tentu tidak dapat dipakai sebagai acuan bahwa dia mampu," ujarnya.

Inwan menambahkan bahwa penerima BLT-DD Puger Wetan sudah tepat sasaran. "Apabila ada masyarakat yang kurang puas, silahkan datang ke kantor desa  dengan baik-baik dan kami akan memberikan penjelasan. Semua yang kami lakukan adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat Puger Wetan," katanya. (heri)

Bupati Lantik 20 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab


Lumajang, Kabarejember.com
 -Bupati Lumajang Lantik 20 pejabat yang terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2020).
Empat nama menduduki jabatan baru kepala dinas, diantaranya Ir. Mohamad Sunardi, MM sebagai Inspektur Inspektorat Lumajang, Dra. Hertutik, M.Si sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo, S.STP sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, dan Drs. Agus Salim, M.Pd sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq M.ML yang melantik para pejabat tersebut berharap dengan jabatan baru nantinya bisa memberikan kinerja yang maksimal serta mampu berinovasi untuk kemajuan Kabupaten Lumajang.
“Saya ingin semua bisa berinovasi agar mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Lumajang, terima kasih atas dedikasi,” ujarnya.
Bupati juga meminta para pejabat yang baru dilantik tersebut untuk segera menyesuaikan diri dengan satuan kerja masing-masing. Dirinya juga meminta secara khusus kepada Camat dan Lurah yang baru dilantik untuk melakukan konsolidasi dengan jajaran dibawahnya untuk melakukan upaya pencegahan Covid-19 di wilayah masing-masing.
Menurut Ahmad Taufik Hidayat selaku kepala bagian BKD kabupaten Lumajang berharap kepada pejabat yang sudah di lantik agar terus memperbaiki kinerjanya dan mampu mengemban amanah yang di berikan.
“Harapan saya agar pejabat yang di lantik agar terus memperbaiki kinerjanya kedepan dan mampu mengemban amanah” jelasnya.
Reporter : Suatman