18/08/2020

Status Tanah Yang Ditempati KUD Sumber Rejeki Jarit Candipuro Dipertanyakan Ahli Waris


Lumajang,  Kabarejember.com 

--- KUD ” Sumber Rejeki” yang berada di desa Jarit Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang mulai persoalkan dan di pertanyakan oleh para ahli waris, Karena sertifakat tanah yang ditempatinya KUD itu masih atas nama Pemilikannya almarhum Ngademo Djoyo Soegito.

Sumargiono, sebagai anak dari almarhum pemilik sertifikat tanah tersebut datang ke Bank Jatim untuk melakukan kepengurusan dan mengkroscek keberadaan sertifikat tersebut.

Pada hari kamis (06-08-2020) setelah melakukan pengecekan dan mempertanyakan ke Bank Jatim Lumajang, ternyata memang benar adanya bahwa sertifikat atas nama (Ngademo,Djoyo suegito) pemiliknya dan sertifikat tersebut sudah lama berada di bank Jatim bahkan sampai koleb bertahun tahun dan akhirnya ditanyakan nilai tebusannya oleh ahli warisnya

Sebagai ahli waris saya akan segera melakukan penebusan sertifikat tersebut, karena bapak saya sudah meninggal dunia bahkan anak anaknya tinggal saya sendiri yang masih hidup untuk itu, besuk saya segera mengurus surat keterangan ahli waris ke desa sekalian surat kematian,”tegas sumargiono.

Pegawai bank Jatim bagian kredit sempat memberikan pelayanan yang baik atas penjelasan mengenai keberadaan sertifkat almarhum Ngademo Djoyo Soegito bahwa dalam penebusan sertifikat tersebut harus Ahli warisnya

” Didalam penebusan sertifikat atas nama almarhum Ngademo Djoyo Soegito ini harus Ahli waris, ini harus dan tidak boleh ada pengurus,yang bukan ahli warisnya pengacara atau orang lain, ” tutur bagian kredit.

Setelah di lakukan investigasi ke pengurus dan pendiri KUD tersebut ternyata pengurus dan pendiri tidak bisa berbuat apa apa bahkan tidak berkutik lantaran tidak punya bukti serah terimah aset aset lainnya termasuk tidak adanya PPAT.

Dalam permasalahan ini sudah jelas dan dalam waktu dekat “KUD Sumber Rejeki ” Desa Jarit Kec Candipuro Lumajang dapat dipastikan akan berpindah tangan sama pemilik tanah aslinya. di samping itu Kepala Dinas Koperasi pernah mengatakan bahwa koperasi tersebut vakum dan 10 tahun lebih tidak pernah RAT (Rapat Anggota Tahunan) bahkan orang lain atau pengurus ada yang mengatakan KUD tersebut sudah mati. Jadi, terkait penyewa di gunakan stok file atau jual beli pasir atau yang menempati saat ini pasti akan terusik.   ( Atman )

297 WBP Lapas Kelas II B Lumajang Dapat Remisi


Lumajang, Kabarejember.com 

  – Peringatan HUT ke-75 RI menjadi berkah bagi ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas II B Lumajang. Sebanyak 297 WBP mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman, Senin (17/8).


Di Lapas Kelas II B Lumajang sendiri, dihuni 475 org terdiri dari 130 tahanan laki-laki, 3 tahanan anak laki-laki, dan 12 tahanan perempuan. Sementara itu, jumlah WBP laki-laki sebanyak 323 orang, 3 WBP anak laki-laki, dan 4 WBP perempuan, 4 orang. Sedangkan yang diusulkan remisi 301 orang WBP,  dan disetujui 297 orang. Sisanya empat orang  masih proses.


Para WBP  mendapat remisi setelah dinyatakan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Mereka juga dinilai telah berkelakuan baik selama menjalani pidana jika dihitung 6 bulan sejak tanggal penahanan sampai 17 Agustus 2019.


“Untuk penghuni lapas,sejumlah 449  orang, padahal kapasitas 249 orang. Jadi ini overkapasitas,” ujar Kalapas Kelas II B Lumajang Agus Wahono.


Menurut dia, pemberian resmisi ini sudah sesuai dengan perundang-undangan Pasal 12 UU Nomor 12 tahun 1945 tentang Permasyarakatan.


“Di mana semua warga binaan sepanjang memenuhi syarat sesuai ketentuan di berlaku maka diberikan remisinya,” pungkas Agus Wahono. 


Reporter : Suatman

Lapas Kelas II A Jember Loloskan 415 Warga Binaan Ikut Program Asimilasi

 

Jember,kabarejember.com 

--- HUT RI Ke-75 Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember memberikan Remisi Umum 2020. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna H Laolly putuskan lewat Dirjen Lembaga Pemasyarakatan. 

Remisi adalah program pengurangan masa tahanan yang diberikan Pemerintah kepada narapidana. Yandi Suyandi, Kalapas Jember mengatakan, ada dua pembinaan yang ia terapkan, pertama pembinaan kepribadian dan kemandirian. "Mereka masih bisa memperoleh kepercayaan masyarakat, " kata Yandi pada Senin, 17 Agustus 2020. 

Dasar hukumnya yakni Permen no. 35/2020 tentang dasar pemberian asimilasi pada masa pandemi. Yandi fokus pada pembinaan perubahan perilaku warga binaan. Mereka mendapat kepercayaan dari Kalapas. Bukti karya nyata yakni membangun ruangan terpadu dan membangun sebuah masjid.

Total warga binaan yang ikut program  asimilasi 415 orang. Yandi berterimakasih kepada Bupati atas dukungannya pada program asimilasi. Hanya 3 orang yang kembali melakukan tindak pidana.

Remisi pada HUT RI Ke-75 yang telah diusulkan Lapas Jember sebanyak 291 nama. Yang paling banyak para napi tindak pidana umum 99 orang. Di Lapas Jember, tidak ada yang langsung bebas tetapi hanya pengurangan masa tahanan. Yang paling besar mendapat remisi yakni Saudara Raden selama 3 bulan. 

Sementara itu, ideal penghuni Lapas Jember hanya 390 orang tetapi setelah dikurangi asimilasi tinggal 693 orang lebih.

Usai acara, Bupati Jember mengatakan, remisi merupakan apresiasi pemerintah atas capaian prestasi kepada warga binaan. 

Menurut Faida, banyak perubahan yang dialami di lapas klas II A Jember sejak dipimpin Suyandi. 

"Kami akan berikan mesin jahit apabila ada warga binaan yang memiliki ketrampilan menjahit dan dikasih order masker," kata Faida kepada Kalapas jika ada warga binaan yang ingin menjadi penjahit. (sgm)

17/08/2020

PASOEKAN Peringati HUT RI Ke-75

 

Jember, kabarejember.com 

-- Berbagai macam acara diselenggarakan penduduk Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke-75. Mulai dari berdoa bersama, tasyakuran sampai pesta yang meriah diselenggarakan sebagai wujud nasionalisme dan kecintaannya kepada RI.

Beberapa komunitas sepeda onthel yang tergabung dalam Persatuan Sepeda Onthel Kasiyan Timur (PASOEKAN) bersama warga merayakan HUT RI ke-75 dengan menggelar acara bersepeda keliling, Senin (17/08) pagi.


Sejak jam 06.00 wib, peserta sepeda onthel keliling yang  berjumlah sekitar 100 orang   berkumpul di lapangan desa Kasiyan Timur kecamatan Puger. Para peserta yang terdiri dari laki-laki dan  perempuan, anak-anak sampai dewasa, menggunakan berbagai kostum. Ada yang berkostum pejuang,  Belanda, pegawai, olahragawan  ataupun berkostum masyarakat jelata. Yang jelas mereka menggunakan pakaian yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan, membawa bendera Merah Putih.


Jarak tempuh yang dilewati berjarak kurang lebih 25 km, dengan start dari lapangan Kasiyan menuju arah Puger. Selanjutnya ke arah  Gumukmas, Bagorejo, dan finish kembali di lapangan Kasiyan. 


Sekitar jam 08.00 wib, PASOEKAN mulai start   dan bergerak ke arah Puger. Konvoi diatur dengan tertib sesuai protokol kesehatan yaitu semua peserta wajib memakai masker. Untuk menjaga jarak, dalam bersepeda  peserta tidak boleh bergerombol, melainkan dengan cara berbaris dua sepeda. 


Di sepanjang jalan peserta meneriakkan yel-yel 'merdeka' , dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, serta membunyikan bel sepeda bergantian. Sekitar jam 10.00 wib,  PASOEKAN sampai di sekitar daerah lapangan Kapitan desa Menampu kecamatan Gumukmas. Mereka beristirahat sambil menunggu detik-detik proklamasi melalui hp dan mengheningkan cipta.


Bertepatan dengan dikibarkannya sang Merah Putih di istana negara pukul 10.00 wib, PASOEKAN berdiri sikap sempurna dan memberi hormat kepada bendera merah putih selama 3 menit. Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan sampai ke garis finish di lapangan Kasiyan.


Dedengkot PASOEKAN, Sugeng, mengatakan bahwa PASOEKAN terdiri dari beberapa sepeda onthel di desa Kasiyan, antara lain Kompas, Pesona, dan Garong. "Kegiatan bersepeda yang diadakan PASOEKAN adalah dalam rangka memperingati kemerdekaan RI ke-75, sebagai wujud terima kasih kami kepada para pendiri bangsa dan sebagai bentuk nasionalisme."katanya.  (heri) 

Muspika Puger Kawal Pemakaman Dengan Protokol Kesehatan


Jember, kabarejember.com 

 - Bertepatan dengan hari peringatan kemerdekaan RI ke 75, Muspika Puger lakukan pengawalan dan pengamanan  pemakaman jenazah  seorang perempuan bernama Larasati (52) di tempat pemakaman umum dusun Gadungan desa Kasiyan, Senin siang (17/08).  Pemakaman jenazah dilakukan  dengan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran covid 19 di masa new normal.


Hadir dalam prosesi pemakaman, Kapolsek Puger bersama Danramil Puger, Kades Kasiyan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, personil BPBD kab. Jember, dan petugas medis PKM Kasiyan. 


Dari informasi yang dihimpun, pasien yang meninggal di RS Kaliwates pada Senin pagi sekitar jam 09.00 wib. Almarhumah Larasati dilahirkan di desa Kasiyan, dan sudah lama mengikuti suaminya di dusun Glantangan Rt.05 Rw.08 desa Pondokrejo kecamatan Tempurejo kabupaten Jember.

Sebelum meninggal almarhumah Larasati  menderita sakit kelenjar getah bening, sudah kurang lebih 4 tahun. Untuk mengobati penyakitnya setiap minggu almarhumah  harus melakukan kemotherapy di salah satu RS di Surabaya.


Beberapa bulan yang lalu, dalam kondisi sudah sakit  almarhumah kembali tinggal di tanah kelahirannya di dusun Gadungan desa Kasiyan. Almarhumah dirawat di RS Kaliwates mulai hari Minggu (16/08) karena kondisinya memburuk, dan akhirnya meninggal dunia.


Kepala Desa Kasiyan, M. Mahfud mengatakan pasien dimakamkan di TPU dusun Gadungan karena almarhumah asli kelahiran desa Kasiyan. "Atas permintaan keluarga pasien dimakamkan di Kasiyan. Kami selaku kepala desa dan masyarakat setuju karena almarhumah asli kelahiran Kasiyan."ucapnya. 


Sementara, Kapolsek Puger, AKP Ribut Budiyono menyatakan bahwa polsek Puger melakukan pengamanan pemakaman dengan protokol kesehatan. "Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid 19 di era new normal seperti sekarang."katanya.


AKP Ribut juga menghimbau  kepada masyarakat Kasiyan dan masyarakat di kecamatan Puger agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam semua kegiatan , yaitu sering mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. (heri).

Meski Pandemi Covid, Gelar Peringatan HUT RI Ke 75 Tetap Khidmat


 

Jember,Kabarejember.com  

---Bertempat di alun alun kota Jember Senin (17/08).Jajaran Forkompinda Kabupaten Jember melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI ke 75. Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Jember, dr Faida MMR menyampaikan terima kasih ke masyarakat Jember yang tetap menyemarakkan HUT kemerdekaan RI ke 75, meski pandemi Covid-19.


"Upacara peringatan HUT kemerdekaan RI ke 75 sedikit berbeda dengan upacara peringatan HUT kemerdekaan RI sebelum - sebelumnya. Meski pandemi Covid-19, upacara peringatan HUT kemerdekaan RI berjalan khidmat," ungkap Faida, seusai upacara.

Lanjut Faida, upacara peringatan HUT kemerdekaan RI tetap memenuhi protokol dari pusat. "Kegiatan peringatan HUT kemerdekaan RI juga tetap dilaksanakan, tapi tetap mematuhi protokol Covid-19," terangnya.


"Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang tetap menyemarakkan peringatan HUT kemerdekaan RI. Saya melihat semangat dan semarak peringatan HUT kemerdekaan RI tidak kalah dengan tahun sebelumnya," jelasnya.


Faida juga berpesan agar masyarakat kembali membangkitkan semangat goyong - royong dan kebersamaan. "Karena kemerdekaan ini buah perjuangan besar para suhadak dan pahlawan kita," pungkasnya. (SGM)

Pemkab Jember Ikuti Upacara HUT RI ke 75 Istana Lewat Live

 

Jember,Kabarejember.com 

---  Setelah melaksanakan upacara memperingati HUT RI Ke-75 di Alun-alun Kota Jember, Forkompinda langsung mengikuti secara live upacara bendera di Istana negara, di Jalan Merdeka Barat di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2020 pukul 10:00.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR,  didampingi Wakil, drs Abdul Muqit Arief, Kapolres, AKBP Aris Supriyono, SH, SIK, Kajari DR. Prima Idwan Mariza, SH, M.H , dua orang Wakil DPRD, Ketua PN Imam.

Bupati dan Wakil Bupati Jember berganti baju menggunakan baju adat Jember, baju Gus dan Ning. Gus Muqit dan Ning Faida nampak anggun dalam penampilan kali ini. 


Ditanya awak media, Faida mengatakan peringatan HUT RI Ke-75 ini terasa sangat istimewa. "Justru dengan syahdu dan hikmadnya ketika mengikuti upacara secara virtual ini dan diikuti secara nasional buat saya pribadi terasa lebih hikmad," kata Faida.

Menurut Faida, dalam suasana keprihatinan ini membuat rasa persatuan semakin terasa lebih lagi. Hal ini pula membuat kami mengingat bahwa kemerdekaan itu tidak terjadi begitu saja. Kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan para pejuang dan syuhada.


Faida berpesan pada moment kemerdekaan ini yakni mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Janganlah sia-siakan perjuangan para pejuang dan syuhada kemerdekaan kita. 


Bupati dan Wabup sengaja memakai baju adat untuk mengeksplor kekayaan budaya Nusantara. Ternyata, terungkap meskipun sudah hampir lima tahun berpasangan sebagai Bupati dan Wakil, Faida baru pertama kali melihat Pak Muqit mengenakan baju "Gus".


"Artinya kita bangga akan keanekaragaman dan kebhinekaan Indonesia, pakaian adat adalah bagian dari mencintai budaya tanah air," pungkas Faida. (SGM)