19/12/2020

PMI Jember Antarkan 193 Jenazah Selama Pandemi Covid-19

 

 




Jember, kabarejember.com 

 -- Petugas pengantar jenazah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember Jawa Timur bekerja sangat keras selama 9 bulan pandemi Covid-19. Hingga saat ini tim pengantar jenazah PMI Kabupaten Jember telah mengantarkan 193 jenazah terkait Covid-19. Sebagian, terkonfirmasi positif Covid-19, sebagian lainnya belum diketahui karena hasil tes PCR-nya belum diketahui. 


Pengantaran jenazah ini dengan protokol Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Kecuali untuk jenazah yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR yang negatif juga. Pengantaran Jenazah tersebut Tidak hanya di Jember saja, relawan juga mengantarkan jenazah ke kabupaten tetangga seperti Sidoarjo, Bondowoso, Lumajang dan Banyuwangi.


Jumlah tersebut tercatat sejak diluncurkannya layanan ambulance jenazah Covid-19 PMI Jember pada 20 april hingga hari ini, Sabtu (18/12/20). Bahkan sejak September hingga Desember ini mengalami lonjakan tingkat kematian di Jember Semuanya dilakukan  relawan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan jenazah covid-19. 


"Seluruh jenazah yang diantarkan menggunakan protokol kesehatan,  tidak semuanya positif Covid-19. Ada juga jenazah yang tercatat sebagai suspek maupun pasien dengan status lainnya," tutur H EA Zaenal Marzuki, SH, MH, Ketua PMI Jember usai memimpin rapat percepatan sertifikasi CPOB BPOM. 


Sejak pandemi Covid-19 menyebar di Kabupaten Jember,  PMI Jember mengambil langkah cepat dan kontinyu dengan membentuk posko dan tim khusus yang bertugas mengantarkan jenazah, utamanya jenazah pasien yang terindikasi terkonfirmasi covid-19 dari rumah sakit menuju tempat pemakaman umum (TPU) atau jenazah yang meninggal di rumah duka  untuk dimakamkan sesuai protokol kesehatan. 


Bahkan sampai sekarang, PMI Jember terus melakukan penyemprotan disinfektan secara masif dengan mendatangkan dua unit mobil gunner bersama tim PMI untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Tempat-tempat wisata, perkantoran, tempat ibadah, jalan raya bahkan kecamatan yang masuk zona merah hingga zona Oranye kami lakukan penyemprotan disinfektan," tambah Zaenal.


Penyemprotan disinfektan juga diikuti dengan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti yang telah dilakukan penyemprotan desinfektan dengan gunakan dua gunner dan 30 personil PMI Jember dikerahkan menyisir di 17 Kecamatan yang masuk zona resiko tinggi. Harapan kegiatan tersebut,  untuk terus menerus mengingatkan kesadaran masyarakat bisa meningkat dan penderita covid 19 berkurang.(her/hms) 


Seorang Nelayan yang Hilang Akhirnya Diketemukan

 









Jember,kabarejember.com 

 -- Tubuh seorang nelayan berinisial S (40) warga Dusun Kapitan desa Menampu Kecamatan Gumukmas kabupaten Jember yang hilang tenggelam terserat arus laut saat menjala ikan di kawasan pantai Cemara dusun Getem desa Mojomulyo kecamatan Puger pada hari Jumat (18/12/'20) pagi, akhirnya diketemukan oleh tim Basarnas Jember sudah dalam keadaan tidak bernyawa sekitar jam 4 sore pada hari Minggu (19/12/'20).


Jenazah S awalnya diketemukan oleh seorang pemancing yang sedang mancing di tengah laut selatan dengan menggunakan perahu.  Mereka melihat ada sesosok tubuh terapung-apung dimainkan gelombang di tengah laut selatan kawasan pantai Cemara.


Mengetahui hal tersebut pemancing tersebut berusaha mendekatkan perahunya. Setelah berusaha di antara derasnya ombak laut selatan, akhirnya perahu berhasil mendekati tubuh tersebut. Selanjutnya tubuh tersebut dapat dinaikkan ke atas perahu sudah dalam keadaan meninggal,  dan selanjutnya jenazah dibawa ke daratan pantai Cemara.


Sesampai di pantai Cemara jenazah S langsung diserahkan kepada tim Basarnas Jember yang sejak Jumat pagi melakukan pencarian bersama elemen masyarakat lainnya.


Isak tangis keluarga dan handai taulan yang ikut melakukan pencarian sontak pecah setelah jenazah S berhasil diketemukan. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah S tidak di bawa ke Puskesmas, melainkan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. (her) 


18/12/2020

Ledakan Tabung Gas Hanguskan Kandang Ayam

 



Jember,kabarejember.com 

 -- Akibat meledaknya tabung gas LPJ 3 kilogram, sebuah kandang ayam yang berada di Dusun Muneng, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember Jawa Timur, milik Mustakim (52) hangus terbakar tak bersisa.


Kejadian tersebut tentu saja mengagetkan warga, pasalnya, kebakaran yang dipicu oleh kebocoran gas ini terjadi di pagi hari, sekitar pukul 05.30 pada hari Jumat 18 Desember 2020. 


Dari informasi yang dihimpun,  diperoleh keterangan bahwa kebakaran yang terjadi adalah akibat dari bocornya gas saat pergantian dari tabung lama ke tabung gas yang baru. " Pagi itu saya dapat perintah untuk mengganti tabung gas yang sudah habis, gas ini diperuntukan buat penghangat ayam ". ujar salah seorang karyawan yang tidak mau disebutkan namanya. 


Dalam keterangan selanjutnya, karyawan ini mengatakan bahwa ayam ayam yang sedang dalam perawatannya ini sejenis ayam blower dan masih berumur sekitar 10 hari, jadi sama sekali tidak boleh dalam kondisi kedinginan, karena bisa berakibat fatal. Tak lama berselang, sekitar setengah jam dari waktu penggantian tabung, tiba tiba ada api yang menyala dan secara cepat membesar, hingga para karyawan yang berjibaku memadamkan, tidak berhasil mengendalikannya, dan terjadilah kebakaran yang meluluh lantakan kandang ayam tersebut yang memang terbuat dari bambu, bahan yang sangat mudah terbakar. 


"Jumlah ayam yang sedang dalam proses pembesaran ini berjumlah 12.000 ekor, jadi kerugian yang harus saya tanggung, semuanya sekitar 500 juta ". keluh Mustakim. 


Kapolsek Gumukmas, Resort Jember, Iptu Subagyo SH ketika di konfirmasi, membenarkan tentang kejadian tersebut. " Benar. Memang ada kejadian seperti yang diberitakan, kami pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan, tentang penyebab kebakaran ". kata Subagyo. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang di derita oleh Mustakim, dirasakan sangat berat, apalagi di era pandemi ini, dimana semua lapisan masyarakat merasakan betapa sulitnya mengatasi beban hidup. (her/dop) 


Ribuan Warga Paseban Tolak Tambang dan Tambak



Jember, kabarejember.com 

 - Ribuan lelaki dan perempuan warga desa Paseban kecamatan Kencong Kabupaten Jember beramai-ramai  turun ke jalan sepanjang jalur lintas selatan (JLS) dengan memikul  pos security berbahan galvalum  dari pantai Kedung Garinten menuju kantor desa Paseban yang jaraknya sekitar 7 km pada Jumat (18/12/'20). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan  aktifitas penambangan pasir besi yang akan dilakukan  PT ADS (AGTIKA DWISEJAHTERA) Jember.


Informasi yang dihimpun media ini,  aksi warga Paseban ini dipicu ditemukannya bangunan posko securuty di pesisir pantai Kedung Garinten dusun Bulurejo desa Paseban oleh warga, Kamis  (17/12/'20)  sore, karena beberapa warga melihat posko galvalum atau  pos security berada di pesisir pantai Kedung Garinten, tanpa diketahui siapa yang memasangnya.


Warga curiga bahwa posko tersebut adalah milik PT ADS karena pada hari Kamis (17/12/'20) kemarin juga  berhembus kabar di masyarakat, surat dari PT ADS tertanggal 15 Desember 2020, yang berisi bahwa PT ADS  akan melakukan penambangan pasir besi dengan berbasis pemberdayaan masyarakat di Tanah Negara Desa Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember Jawa Timur.


Menyikapi temuan posko tersebut PLH Kepala Desa, Zakaria, bersama BPD, RT/RW dan tokoh masyarakat segera merapatkan barisan dengan mengadakan rapat. Hasilnya masyarakat sepakat tetap menolak adanya segala bentuk pertambangan, dan akan memindahkan posko semula di pantai Kedung Garinten ke kantor desa Paseban untuk diamankan.


Selanjutnya, semua RT/RW bersama warga segera menuju ke pantai Kedung Garinten untuk menguasai dan menjaga posko pada Kamis malam (17/12/'20). Baru keesokan harinya posko tersebut digotong beramai-ramai ke kantor desa. 


Menurut seorang RT dusun Balekambang desa Paseban, Pawuh (45) mengatakan, masyarakat mengetahui ada posko di pantai Kedung Garinten tapi tidak tahu siapa yang memasang, selanjutnya melaporkan kepada pemerintah desa. Dan pagi ini kita usung posko itu ke kantor desa. 'Intinya kami masyarakat Paseban menolak segala bentuk pertambangan, terutama pasir besi karena akan merusak lingkungan," ungkapnya. 


Hal senada juga disampaikan  seorang pemuda yang ikut memikul posko, bernama Topa (24), warga dusun Bulurejo desa Paseban kecamatan Kencong. "Kami sebagai pemuda desa Paseban menolak adanya tambang dan tambak. Penolakan tambang merupakan harga mati dan tidak dapat ditawar lagi."katanya sambil menyeka keringatnya  sebesar biji jagung.


Sementara PLH Kades Paseban, mengatakan bahwa dengan ditemukannya posko tersebut membuat warga resah, sehingga melaporkan kepada pemerintahan desa. 


"Dengan otoritas desa Paseban, semua perangkat desa, BPD Paseban dan Ampel karena dilewati akhirnya  diputuskan  untuk memindahkan posko tersebut ke kantor desa."kata Zakaria.


 "Kami berharap tidak terjadi penambangan, karena pasti akan terjadi gejolak di masyarakat yang sudah tenang, kami tidak ingin tragedi Paseban dahulu terulang kembali,"ucapnya. 


"Pada intinya kami masyarakat Desa Paseban menolak segala bentuk tambang dan tambak karena berdampak kepada rusaknya lingkungan."pungkas Zakaria. 


Di tempat terpisah Camat Kencong, Bambang Edwin Setono  didampingi Kapolsek Kencong dan Danramil Kencong mengatakan kepada media, beberapa hari terakhir Muspika Kencong disibukkan dengan permasalahan tambang Paseban, guna menjaga kondusifitas wilayah Paseban.


"Investor harus punya ijin dan nuwun sewu ke Muspika, selama ini dari Investor tidak pernah ada ijin ke Muspika maupun ke desa, sehingga apa yang dilakukan mereka ini sepertinya liar," ujar Bambang. (heri/afandi) 



Menurutnya, pihak investor baru tadi malam memberitahukan ke Muspika. "Kalau ijin itu benar, saya kira Muspika mematuhi aturan seperti itu, namun kami kembalikan kepada masyarakat bila tidak menerima maka Muspika juga tidak menerima, sehingga jangan sampai terjadi gejolak di kemudian hari," tegasnya.(heri) 


17/12/2020

Dua Unit Gunner Semprotkan Cairan Disinfektan ke Pelosok Desa

 



Jember,kabarejember.com 

---  Pasien terkonfirmasi positif covid-19 sejak sepekan terakhir, membuat Jember masuk dalam salah satu kabupaten yang memiliki resiko tinggi atau zona merah di Jawa Timur. Melihat kondisi tersebut, PMI Jember menggunakan kekuatan penuh melakukan penyemprotan cairan dsainfektan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di masyarakat.



Kamis pagi, PMI Jember mengerahkan dua unit Gunner dan satu truk berisi dua tanki cairan disinfektan dengan total keseluruhan 12.000 liter. Cairan tersebut disemprotan di kawasan Kecamatan Semboro.


Dua unit gunner dan truk PMI tersebut keliling seluruh kawasan pedesaan di kecamatan yang terkenal dengan Buah Jeruknya itu, untuk menyemprotkan disinfektan. 


"Kita lakukan penyemprotan di Kecamatan Semboro, sasaranya seluruh desa yang ada, yaitu Desa Sidomkar, Desa Semboro, Desa Rejoagung, Desa Sidomulyo, Desa Pondokjoyo dan Desa Pondokdalem," ujar E.A Zaenal Marzuki, SH, MH Ketua PMI Jember disela sela kegiatan kemanusiaan penyemprotan disinfektan. 



Penyemprotan oleh relawan akan dilakukan di seluruh kecamatan khususnya 20 kecamatan yang saat ini zona merah. 


"Kita prioritaskan ke kecamatan yang zona merah, kemudian dilanjutkan ke yang zona orange dan kuning," tambah Zaenal.


Dua unit gunner ini akan rutin mekakukan penyemprotan selama Jember masih berada pada zona Merah, dengan harapan Jember terbebas dari covid-19 yang tentunya juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 


"Dengan unit gunner yang keliling ini agar masyarakat sadar jika covid 19 itu ada, karenanya harus selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kita berharap jember ini secepatnya bisa zona hijau," harap Zaenal. (heri/afan/hms) 


Mayat mr X Ditemukan Membusuk di Pantai Talangsari

 




Jember, kabarejember.com  

-- Warga sekitar pesisir pantai Tanjungsari dusun Krajan desa Kepanjen kecamatan Gumukmas kembali dibuat geger dengan ditemukannya mayat seorang laki-laki tanpa identitas (mr. X) tergeletak telentang di pasir pantai Tanjungsari, Kamis pagi (17/12/'20) sekitar jam 05.30 wib.


Kondisi mayat mr.X  telentang kaku, hanya mengenakan kaos warna ungu dan terdapat Tato ditangan kiri. Kondisinya sangat mengenaskan, karena badannya sudah membusuk dan mengeluarkan bau busuk. Terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya kemungkinan akibat benturan saat di gulung ombak.


Mayat ini pertama kali ditemukan seorang nelayan bernama Imam, warga Kepanjen yang hendak memancing ikan di sekitar pesisir pantai Tanjungsari. "Tadi pagi ketika saya akan berangkat memancing, dari kejauhan melihat  adanya benda seperti manusia telentang di pasir. Setelah saya dekati ternyata mayat, karena berbau busuk saya tidak mendekat."katanya.


Memperoleh informasi adanya penemuan mayat, polsek Gumukmas segera mendatangi lokasi, melakukan olah TKP dan selanjutnya mengevakuasi mayat mr.X ke Puskesmas Gumukmas.


Penemuan mayat mr.X kali ini merupakan mayat yang kesekian kalinya ditemukan di sekitar pesisir pantai Tanjungsari dalam kurun waktu kurang dari sebulan. 


Sebelumnya mayat perempuan seorang wanita yang diduga meninggal karena sengaja menceburkan diri ke laut. Keesokan harinya seorang laki-laki kurang waras ditemukan terbujur kaku di semak-semak pesisir pantai Tanjungsari. (her) 


Edy Bawono Desa Petung Spesialis Cat Motor/Mobil Bergaransi


Jember,kabarejember.com 

---- Seiring waktu dan pemakaian, bodi mobil bisa rusak baik karena usia ataupun tergores karena senggolan di jalan. Bila demikian maka mau tidak mau terpaksa  kita harus melakukan perbaikan body dan cat ulang.Sebelum melakukan body repair dan cat mobil yuk kita hitung dulu estimasi biaya yang dibutuhkan.


Banyak bengkel body dan cat yang bisa melakukan repair and repaint yang menyediakan jasa body repair, namun kita harus tau kualitas pengerjaan dan harga yang mereka tawarkan.


Jangan sampai harga yang diminta terlalu mahal namun kualitas garapan asal - asalan.


Bengkel yang memberikan jaminan kualitas dengan harga yang masuk akal tentunya kedepan akan diserbu oleh banyak konsumen.


Dalam memilih bengkel body repair kita tidak bisa asal pilih, sebab akan berdampak langsung pada hasil pengerjaan cat atau body mobil yang kurang rapi.Tidak jarang terkadang hasil garapannya belang antara cat bawaan mobil dengan panel yang baru di rapaint.


Seringkali setelah mobil keluar dari bengkel cat pasti ada cacat yang terjadi dalam hitungan bulan atau beberapa hari setelah proses pengecetan. Kerusakan seperti ini biasa terjadi karena banyak faktor, misalnya  proses pengecetan yang tidak sempurna, ini bisa disebabkan karena pencampuran cat yang tidak tepat, proses pengecetan  yang amatir hingga kondisi lingkungan pengecetan yang buruk dan kecerobohan tukang catnya alias tidak profesional.


Tentu sebagai konsumen sama sekali tidak mau

 " tahu" mengenai masalah tekhis tersebut.


Bagaimanapun juga sebagai konsumen tidak mau rugi waktu, rugi biaya dan bahkan rugi pikiran jika akhirnya melihat hasil cat mobilnya tidak sesuai dengan yang diidamkan.


Jangan berkcil hati

Kini hadir di wilayah jember untuk menjawab tantangan dan kekhawatiran tersebut .


M.Edy Bawono yang biasa dipanggil  Bowo, bengkel Cahaya Anugrah Metalik

 ( C - A - M ) yang merupakan spesilis cat motor dan mobil yang beralamat di Desa Petung - Bangsalsari- Jember ( 200 meter ) barat Kantor Desa Petung, Telp/WA  085238131439.


Bowo pria kelahiran 1982 ini  awalnya  merantau ke pulau dewata untuk adu nasib. Dengan penuh semangat pantang menyerah akhirnya Edy Bawono ( Bowo ) dipercaya untuk bekerja  di bengkel cat mobil Sepanjang  di Bali selama 23 tahun. 


Bengkel cat motor/mobil terkemuka milik seorang pengusaha H. Abdurohman Wahid yang dikendalikan oleh oleh Amrullah Syahid di Bali.


 Akhirnya dengan pengalaman yang cukup lama  itu, Bowo tertarik untuk membuka usaha sendiri " Alhmadulillah  sekarang kami sudah bisa buka bengkel cat motor/mobil sendiri disini, dan ini sudah berjalan 1, 5 tahun" Ucap pria yang sudah beranak 3 ini. 


Dengan peralatan yang cukup unik yang dimiliki oleh pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 1 SMP ini, membuat konsumen puas dan kagum dengan hasil pekerjaannya.


" Kami akan selalu profesional dan sportif dalam pekerjaan perbaikan body dan pengecatan motor/mobil , serta kami berjanji akan memberikan kepuasan yang prima terhadap para konsumen, " ujar Edy Bawono.  (A. Mulyono )