18/08/2021

Polda Jatim laksanakan Vaksinasi komunitas terhadap 1000 Bonek Mania



Forkopimda Jawa Timur mengecek pelaksanaan percepatan vaksinasi Merdeka terhadap supoter Persebaya atau Bonek, di warkop Pitulikur jalan Bagong Surabaya, pada Selasa (17/8/2021). 


Dalam kegiatan vaksinasi kali ini Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Kapoksahli Kodam V/Brawijaya, Kabinda Jatim, Kadiskes Koarmada II Forkopimda, Pejabat utama polda jatim dan didampingi Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya dan Presiden Persebaya Surabaya, melakukan pengecekan mulai dari tahap pendaftaran, skrining, vaksinasi serta Observasi. 


Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka diperuntukan bagi masyarakat kota Surabaya khususnya Suporter Persebaya Surabaya dengan mengambil tema "Bonek Wani Vaksin Menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh". Pelaksanaan vaksin tahap ke I dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Kegiatan vaksinasi ini didukung dengan Tenaga kesehatan dari Bid Dokkes Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya dan Dinkes sebanyak 30 personel vaksinator. 


Kapolda Jatim mengatakan. Hal ini tidak berhenti di sini saja, melainkan informasinya disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Surabaya, dan tentunya seluruh masyarakat Jawa Timur. Supaya mau divaksin dan tetap melaksanakan prokes. 


"Semua yang sudah dikerjakan ini akan menampakkan hasil, kalau apa yang dikerjakan oleh pemerintah didukung oleh masyarakat," ujar Kapolda Jatim dihadapan awak media. 


"Komunitas Bonek menjadi salah satu bagian dari masyarakat di Surabaya, dan tentunya Jawa Timur, kalau ini disuarakan, saya yakin nanti program penanganan covid-19 di Jawa Timur juga sukses," tambahnya Jenderal Polisi yang juga asli arek Suroboyo ini. 


Presiden Persebaya Azrul Ananda menambahkan, rekan-rekan Bonek sejak awal sudah bergerak melakukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti program sejuta masker, Bonek Rescue dengan menjemput pasien covid-19 untuk dibawa ke rumah sakit, dan berbagi sembako, vitamin kepada warga yang sedang isoman. 


"Jadi semua itu memang kegiatan teman-teman bonek yang kita harus berikan apresiasi," ucap Presiden Persebaya.


Presiden Persebaya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Jatim, dan Forkopimda Kota Surabaya, yang mendukung kegiatan vaksinasi bagi suporter Persebaya Surabaya.

Kapolres Lumajang Mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke- 76 Tahun 2021, Tingkat Kabupaten Lumajang

 


LUMAJANG-Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang mengikuti Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.


Peringatan upacara HUT RI Ke 76 Th 2021 mengambil tema " Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh ".


Dimana upacara tersebut, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq bertindak selaku inspektur upacara, bertempat di Halaman Pemkab Lumajang, Selasa (17/8/2021).


Sementara Perwira Upacara, Kasat Resnarkoba Polres Lumajang AKP. Ernowo, dan Komandan Upacara, KBO Sat Intelkam Polres Lumajang, Ipda Adhi Indra Septa.


Upacara digelar cukup sederhana, mengingat pandemi masih mewabah di tanah air tanpa mengurangi makna dari peringatan hari kemerdekaan RI tersebut dengan penerapan protokol kesehatan .


Hadir dalam upacara tersebut, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, MML, Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi. A Wibowo, S.Sos.,M.I.Pol, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, SIK.M.Si, Ketua DPRD Kab. Lumajang H. Anang Ahmad Saifudin, Ka Kejari Kab. Lumajang An. E. R. Wiranto SH, Ka PN Kab. Lumajang Gde Sunarjana, SH.MH, dan Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si.


Adapun peserta upacara terdiri Kodim 0821 Lumajang, Polres Lumajang, Satpol PP, Dishub, Korpri Pemkab. Lumajang dan Korsik Wira Bhakti Lumajang.


Pelaksanaan upacara berjalan lancar dan tetap khidmat meski ditengah pandemi. Memasuki tahun ke dua pandemi Covid-19, sesuai dengan tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.


Dalam sambutannya, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah berupaya untuk mengimplementasikannya dengan menyelesaikan setiap persoalan akibat pandemi Covid-19.


"Tangguhnya kita bisa bertahan dan menyelesaikan persoalan Covid-19, ekonomi harus tetap tumbuh karena harus tumbuh, saya berkonsentrasi pada kebutuhan infastruktur yang ada di Kabupaten Lumajang," tuturnya (Humas Polres Lumajang)

17/08/2021

Pengendara diminta berhenti saat detik-detik Proklamasi dan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya



Guna menghormati jasa para pejuang pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia. Tepat pukul 10.17 WIB, para pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, atau kawasan Bundaran Taman Pelangi, dihentikan oleh anggota kepolisian dengan membagikan bendera merah putih, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Selasa (17/8/2021).


Tak cuma berhenti. Para pengendara, terutama pengendara roda empat, juga diminta keluar, untuk berdiri sejenak di dekat kendaraannya.


Beberapa pengendara yang baru saja menarik tuas rem motornya sempat bertanya-tanya dengan aksi penghentian itu. Ia mengira ada razia pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan.


Tapi setelah melihat beberapa anggota kepolisian perempuan mendatanginya, lalu memberikan bendera merah putih berukuran kecil lengkap dengan pegangannya, ternyata ada prosesi penghormatan bendera dan menyanyikan lagu wajib nasional Indonesia Raya.


"Saya kira ada razia. Ternyata upacara," celetuk pria berjaket warna cokelat itu.


Hari ini, pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menghentikan ratusan pengendara yang melintas untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan hormat bendera merah putih.


Pengendara mobil sedan, Rizal mengaku salut dengan para petugas kepolisian yang menggelar prosesi upacara penghormatan bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 NKRI, dengan mengajak para pengendara.


"Saya salut sama bapak ibu polisi sukses selalu. Jangan lupa pakai masker," kata Rizal.


Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol M Latif Usman menuturkan, proses penghentian pengguna jalan ini untuk menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, merupakan bentuk kecil penghargaan terhadap jasa para pahlawan pendahulu yang memperjuangkan kemerdekaan NKRI.


Apalagi saat ini perayaan kemerdekaan tersebut, terpaksa dihelat ditengah Pandemi Covid-19. Ia berharap masyarakat tetap semangat dan tetap berbahagia.


"Tentunya menumbuh kembangkan rasa bangga terhadap bendera terhadap kemerdekaan bangsa ini," ujar Dirlantas Polda Jatim. 


Tak hanya mengajak menyanyikan lagu wajib nasional. Latif juga memberikan bendera merah putih kepada para pengendara yang melintas.


Agenda pembagian bendera tersebut, juga menjadi kelanjutan program yang telah dilangsungkan sejak Senin (16/8/2021) kemarin. 


Yakni, Kapolda Jatim telah membagikan 76.000 lembar bendera merah putih buatan UMKM warga Jatim, kepada masyarakat secara gratis.


"Ada 76.000 Kita sudah bagikan oleh Kapolda Jatim bersama polres jajaran, 76.000 seluruh Jatim," pungkasnya.

Tingkatkan Keamanan Wilayah, Polres Lumajang BKO-kan Personelnya Setiap Malam ke Polsek Jajaran



Lumajang- Personel Polres Lumajang diperbantukan ke jajaran Polsek untuk menggelar patroli malam wujudkan situasi kamtibmas kondusif, Senin (16/8/2021) malam.


Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari mulai pukul 19.00 WIB hingga dini hari, BKO Polres Lumajang melaksanakan kegiatan penyaluran beras, Operasi Yustisi, tracing kepada warga yang tertular Covid-19, Pengamanan prosesi pemakaman jenazah pasien Covid-19, dan patroli di lokasi rawan.


Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, dalam kegiatan tersebut, BKO Polres Lumajang bersama jajaran Polsek melakukan operasi Yustisi dalam rangka pelaksanaan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Wilayah Kabupaten Lumajang.


"Operasi yustisi menyasar tempat keramaian seperti cafe, angkringan dan Pedagang Kaki lima," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, lanjut dia, petugas memberikan himbuan prokes dan terkait pemberlakuan PPKM Level 4. Selain itu membagikan masker kepada warga yang tidak menggunakan masker.


"Operasi Yustisi dilakukan untuk mendukung PPKM Level 4, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan Sosialisasi kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan serta membagikan masker gratis," jelas Shinta.


Ia menambahkan, selain melaksanakan operasi Yustisi, BKO Polres bersama Polsek juga memberikan bantuan beras kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan PPKM Level 4.


"Kami berharap semoga bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan kebutuhan pokok sehari hari,” tutur Shinta.


Dengan diterjukannya Personel Polres Lumajang membackup dan membantu kegiatan Polsek Jajaran diharapkan situasi kamtibmas semakin konduif baik dalam hal kriminalitas maupun penerapan PPKM Level 4. (Humas Polres Lumajang)

Sambut HUT RI Ke 76, Kapolres Lumajang Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Sejumlah Tempat Menakjubkan

 


Lumajang - Banyak cara dilakukan menyemarakkan HUT RI ke-76. Salah satunya aksi Polres Lumajang kibarkan bendera Merah Putih raksasa di sejumlah tempat yang menakjubkan di wilayah Kabupaten Lumajang, Selasa (17/8/2021).


Bendera merah putih raksasa berukuran 100x6 cm dikibarkan sejumlah tempat seperti di wisata air terjun Coban Sriti yang berada di Kecamatan Pronojiwo, jembatan Pandawangi Kecamatan Tempeh, Jembatan gantung Kali Regoyo Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro. dan Kamar A, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang


Selain itu juga dilakukan di Bukit Cinta, Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Wisata Air Terjun Coban Sewu Panorama Tumpak Sewu, Ponojiwo, Ranu Kumbolo Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.


Kegiatan pengibaran bendera raksasa ini dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K, M.Si dan diikuti oleh Kasat Samapta AKP Jauhar Maarif S.Sos, M.H., Kasat Lantas AKP Bayu Halim Nugroho, S.H., S.I.K., l dan 20 personel gabungan Satsamapta dan Satlantas Polres Lumajang.



Tidak mudah tentunya dalam menempuh perjalanan menuju lokasi seperti, Tumpak Sewu, Coban Sriti, Ranu Kumbolo, cukup jauh serta menghadapi medan yang terjal untuk mencapai lokasi air terjun.


Dengan penuh perjuangan, Kapolres Lumajang bersama anggotanya akhirnya bisa mengibarkan bendera sang merah putih raksasa.


"Untuk memperingati hari kemerdekaan, saya bersama anggota Polres Lumajang melakukan pengibaran bendera raksasa di sejumlah tempat, seperti di Ranu Kumbolo, Kamar A, Bukit Cinta, Jembatan Kali Regoyo, Jembatan Pandanwangi, Tumpak Sewu dan Coban Sriti." Ujar Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno.


Kapolres menjelaskan, Tujuannya untuk menggelorakan semangat nasionalisme para anggota Polri yang masih muda ini.


"Selain itu juga promosikan Pariwisata di kabupaten Lumajang agar dikenal oleh masyarakat luas, karena memang bagus pemandangan dan keindahan alamnya," ujar Eka Yekti.


Sementara itu, menurut Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, pengibaran bendera merah putih di sejumlah obyek wisata ini sebagai langkah untuk kembali membangkitkan semangat nasionalisme kepada generasi penerus bangsa untuk selalu mencintai bangsa ini.


"Selain itu, pengibaran merah putih juga untuk mengobarkan semangat melawan Covid 19, semoga pandemi ini segera berakhir." ungkapnya. (Humas Polres Lumajang)

Ratusan Pengendara Di Lumajang Berhenti Saat Detik Detik Proklamasi



Lumajang-Tepat pukul 10.17 WIB, petugas Satlantas Polres Lumajang menghentikan semua kendaraan yang melintas, Selasa (17/8/2021).


Penghentian arus lalu lintas dalam upaya mengajak masyarakat menghormati detik-detik proklamasi itu berlangsung selama 3 menit. Dimana terdapat beberapa petugas yang melakukan sikap sempurna di Perempatan Lampu Merah Adipura, Kabupaten Lumajang.


Para pengendara yang dihentikan petugas langsung mengambil sikap hormat sambil mendengarkan lagu Indonesia Raya


Selain itu, warga yang berada di pertokoan pun terlihat ikut mengheningkan cipta, memperingati Detik-detik Prokalamasi.


Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengungkapkan sikap sempurna menghormati detik-detik proklamasi memang diberlakukan di empat titik di wilayah persimpangan Lumajang. Empat titik ini yaitu di simpang Adipura, Klojen, ST dan Simpang Toga.


"Kami dari kepolisan bekerjasama dengan instansi terkait dari TNI dari Pemkab Lumajang, kemudian dari beberapa komunitas juga kita gandeng untuk melakukan penghormatan bendera," ujarnya.


Penghentian warga masyarakat yang mengendarai motor dan mobil ini diawali oleh bunyi sirine, kemudian petugas langsung menghentikan kendaraan bermotor.


"Sirine di bunyikan, semua kendaraan kami berhentikan, termasuk juga di toko-toko pinggiran diajak untuk mengambil sikap sebagai bentuk penghormatan detik-detik Proklamasi," tuturnya.


Bayu menjelaskan, Jadi kegiatan ini adalah kegiatan untuk menghormati jasa-jasa pahlawan yang selama ini di lakukan dengan upacara bendera. Tapi karena masa pandemi ini dirubah dengan menghentikan semua kendaraan untuk memberikan penghormatan kepada bendera merah putih.


"Dengan simbol kecintaan kita yang paling mendasar penghormatan kita kepada bangsa dan negara ini dengan memberikan penghormatan kepada bendera merah putih," ungkapnya.


Dengan kegiatan itu, Kasat Lantas berharap seluruh lapisan masyarakat bisa meningkatkan kesadaran atas perjuangan para pahlawan bangsa terdahulu.


'Harapannya dengan kita bersama-sama ya nantinya menimbulkan rasa kebersamaan, kebanggaan dan rasa cinta tanah air dan saling tolong menolong akan bangkit disini. Rasa nasionalismenya tumbuhlah nanti," pungkasnya. (Humas Polres Lumajang)

Harimau Majapahit Akan Kejar Terus ASN Yang Terlibat Jual Beli Jabatan Walau Sudah Dilantik



Mojokerto - Harimau Majapahit sebagai kekasih dan pengawal Ikbar ( Ikfina-Barraa) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto saat ini, melakukan pengecekan Pos Pelayanan Pengaduan Masyarakat ( Posyan Dumas) di desa Sumbertebu kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto.(16/8). 


Nantinya pos pelayanan pengaduan itu menerima siap Laporan atau Pengaduan Masyarakat terkait segala bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan jabatan dan kewenangan ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. 


Bisa berupa Jual Beli Jabatan, pengaturan fee proyek, mark up anggaran, korupsi, kolusi dan nepotisme. Bagi masyarakat yang mengadu atau melaporkan adanya jual beli saat ini dengan alat bukti dan Barang bukti yang cukup dan sahih dan atau valid A1 mampu membongkar kasusnya. Mendapat hadiah sebuah mobil. 


Ditemui wartawan media ini pos tersebut diatas. Sekjen DPP Harimau Majapahit, Rudy Wahyudiana mengatakan : " Saya kejar terus ASN yang memperoleh jabatan dengan cara jual beli jabatan walau telah dilantik dan menduduki jabatan itu. Jadi jangan enak-enakan ".


" Kalau sudah terbukti jual beli jabatannya baik alat bukti cukup, barang bukti dan saksi-saksinya. Kami akan minta supaya dibatalkan pengangkatannya dan dipecat dari ASN ", lanjut Rudy. 


" Dan saya bekerja sama dengan KPK dan APH ( Polisi, Kejaksaan, Inspektorat), mengajukan berkas-berkas delik pidananya untuk diproses hukumnya dengan ancaman penjara ", sambung Rudy. 


Masih kata Rudy, saya mengingatkan kepada saudara-saudaraku jangan sampai tergoda ikut dalam permainan jual beli jabatan. Karena akibatnya berat bisa dicopot, dipecat dan dipenjara. 


" Hidup tak tenang, gelisah, ketakutan terus dan tak nyaman. Bisa jadi tak bisa tidur, kepikiran terus, makan tak enak dan jatuh sakit ", pungkas Rudy. (Anik)