25/05/2022

Bersama Titik Temu Consulting, Pemdes Dapet Gelar Visitasi Lapang Guna Penyusunan Fasibility Study Wisata Desa


GRESIK, 
Pemerintah Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik dibawah Kepemimpinan Siswadi, SP.,  terus menunjukan existensinya dalam mewujudkan pembangunan khususnya rencana mewujudkan desa Wisata Budaya guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang pada akhirnya membawa kemajuan desa dengan masyarakat yang Sejahtera.
Seperti yang terpantau hari ini (Rabu, 25/5/2022) bersama dengan team TITIK TEMU CONSULTING, Pemdes Dapet selenggarakan rapat koordinasi dan survey lapangan Dalam rangka Visitasi lapang dalam penyusunan Fasibility Study atau study kelayakan Wisata Desa.
Kegiatan tersebut selain Kades Siswadi dan perangkat desa juga didampingi oleh Ketua BPD Poniran, Pengurus Bumdesa dan Pengurus Pokdarwis Desa Dapet, serta team dari Titik Temu Consulting (Murjito, SH, Indra Krishernawan, SE, MSM., Teguh Sulaksono, SE., Umi Maslufah, SE., Okta, Hilmi dan Sulaiman Wello).

Sebelum menuju lokasi Kades Dapet Siswadi menyampaikan paparan tentang sejarah singkat perjalanan gagasan  rencana mewujudkan desa Wisata Budaya. 

Selain itu Siswadi yang juga Ketua AKD Kecamatan Balongpanggang ini berharap kepada team Titik Temu Consulting untuk secara inten dalam melakukan pendampingan guna terwujudnya desa wisata budaya tersebut.
Siswadi juga berharap kepada semua unsur desa agar senantiasa pro aktif dalam setiap proses dan tahapan, agar tercipta satu kebersamaan dalam mewujudkan program program desa, pungkasnya.

Sementara Koordinator team Titik Temu Consulting Murjito, SH., memberikan paparan tentang tahapan dan prosedur yang harus dilalui baik dari pihak desa maupun dari pihak team Titik Temu Consulting.

Selanjutnya Murjito juga menjelaskan bahwa Titik Temu Consulting ini tidak hanya sekedar menghasilkan produk yang berupa konsep dan pembangunan saja, namun lebih jauh Titik Temu Consulting juga akan memformulasi konsep pengembangan khususnya pada sisi pangsa pasar guna terwujudnya destinasi wisata yang produktif didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni.

Selain itu Murjito juga menjelaskan tahapan selanjutnya adalah pengolahan data empiris dengan kajian akademis dan uji publik untuk menghasilkan dokumen study kelayakan yang layak secara yuridis, sosialis dan politis.


Semoga kebersamaan ini mampu menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi desa dan masyarakat, pungkasnya, Sembari berharap semua bergerak sesuai dengan tugas yang telah dibagi.
Selanjutnya kegiatan berlanjut ke lokasi yang menjadi target program

Ngopi bareng berlangsung hangat “KAPOLRESTA BANYUWANGI DENGAN AWAK MEDIA “

Banyuwangi, Merdekanews.id
Bertempat di Restaurant Tree B,  Kapuran Kec Kalipuro,  Banyuwangi,  Rabu siang (25/6/22) , Kapolresta Banyuwangi Kombes Deddy Fours Melliaw ,SH.SIK mengadakan “Ngopi bareng awak media dan Polresta Banyuwangi “ dengan maksud merajut silatur rahmi dengan sejumlah awak media di Banyuwangi.  Dalam kegiatan silatur rahmi dengan awak media itu,  Kapolresta Banyuwangi yang baru di lantik 13 Mei 2022 di Polda Jatim itu mengajak awak media untuk ikut menjaga Banyuwangi yang sudah kondusif melalui pemberitaan .  
“jika Banyuwangi kondusif,  maka masyarakat nya produktif “ungkap pria kelahiran Makassar itu . kenapa itu di inginkan imbuh Deddy dengan pemberitaan yang sifat nya membangun, otomatis tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat . 
“ayo kita bangun Banyuwangi bersama secara sinergi agar lebih maju “tandas pria yang pernah menjabat Kapolres Bangkalan itu dengan humor yang khas .
Unik nya dalam sambutan di besut humoris dan hangat tersebut, Kapolresta Banyuwangi unjuk kemampuan di depan awak media berupa hipnotis yang membuat audiens yang hadir berdecak kagum . (Anw)

Gelar Perkara Terkait Skandal Buku LKS Milik Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto


MOJOKERTO.,Merdekanews.id  Wakil wali murid "Hadi Purwanto" menghadiri gelar perkara terkait pelaporannya atas dugaan skandal buku LKS Milik Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Berinisial AKY  di Satreskrim Polres Mojokerto, Rabu (25/5/2022).

Dalam hal ini "Hadi Purwanto" mengatakan kepada awak media, bahwa gelar perkara ini tak lain  adalah menindaklanjuti keberatan pihaknya atas  Kompolnas terkait protes pihaknya karena tanggal 3 Agustus 2021 dikarekan perkara buku LKS ini dihentikan oleh Satreskrim Polres Mojokerto.

Lebih lanjut, kami menyampaikan keberatan ke Kompolnas dan keberatan tersebut diterima. Maka untuk itu gelar perkara dibuka kembali dan perlu diketahui kasus ini sebenarnya kompleks,  jadi kasus ini menyangkut sebuah jaringan mafia buku, pemalsuan ISBN, pembayaran pajak tidak ada, penggunaan isi buku LKS orang lain alias hanya mengganti sampulnya saja dan diperdagangkan oleh salah satu Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dengan ini sial AKY, apalagi anggota DPRD itu sebenarnya membidangi Pendidikan. 

Dikatakan pula Pak Dewan ini hampir menguasai 89% satuan pendidikan. Jadi kurang lebih ada 380 SD se-Kabupaten Mojokerto, jelas Hadi Purwanto. 

Disampaikan pula bahwa Gelar Perkara tadi diikuti oleh 16 Perwira yang siap menindaklanjuti dengan memutuskan hasil Gelar Perkara hari ini. Insha Allah ada tersangka dalam kasus ini dan penyelidikan yang dilakukan dahulu kabur karena tidak runut menjadi paparan. Tidak ada kejahatan yang sempurna, tidak ada seorang pejabat yang kebal hukum mari kita kupas, Kita percayakan sepenuhnya kepada Polres Mojokerto untuk segera melakukan tindakan tegas, terukur untuk menemukan pelaku yang menyuruh memasukkan ISBN pada buku Penjasorkes kelas 6. 

Dikatakan pula oleh "Hadi Purwanto" salah satu wali murid bahwa laporan pertama kami yang dihentikan itu dengan alasan sederhana, tidak ditemukan unsur pidana, dari awal disampaikan bahwa pada buku ini tertulis ISBN palsu karena dari Perpustakaan Nasional sudah menyatakan bahwa nomor itu tidak valid. Jadi ISBN itu rekayasa atau dusebut palsu. Sedangkan penulis buku tidak pernah dipanggil dan itu dibuktikan dengan tidak adanya di SP2HP otomatis Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dengan inisial AKY tidak pernah membayar pajak usaha LKSnya.

Dikatakan juga oleh"Hadi Purwanto“ kami selaku konsumen, kekuatan kami ada di Pasal 62 Ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17
ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 bisa dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.
2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).pungkasnya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya terkait gelar perkara  Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang berinisial AKY mengatakan tidak apa apa, dan saat ditanya terkait pemalsuan ISBN dan tidak adanya pembayaran pajak, AKY menjelaskan, ISBN tidak ada hubungannya dengan pajak, pajak percetakan itu urusannya percetakan sedangkan isi buku dengan isi yang sama dengan penerbit lain tidak masalah dikarenakan sudah ada MOU dengan penerbit tersebut. 

Dan bilamana percetakan beli naskah dan diterbitkan oleh beberapa penerbit tidak jadi masalah dikarenakan hak dari percetakan tersebut, kalau isi materi menyimpang dari kuri kulum maka penerbit wajib menarik semua produk yang tidak sesuai, pungkasnya. (EVA)

"NING ITA DI SEKOLAH" DI APRESIASI KEMENAG RI


 
 
Kota Mojokerto -Merdeka-news.id  Program Peningkatan Iman dan Taqwa di Sekolah "Ning Ita di Sekolah" mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI.


Apresiasi berupa tanda mata ini diberikan oleh Wakil Menteri Agama RI. DR. Zainut Tauhid Sa'adi M.Si pada hari Jumat tanggal 20 Mei 2022 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, bertempat di Denpasar – Bali.


Selain program "Ning Ita di Sekolah", kebijakan lain yang juga mendapat apresiasi adalah pemberian sarana dan prasarana bagi siswa MI dan MTs, pemberian subsidi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru PAI jenjang TK, SD dan SMP, dan pemberian hibah honorarium Guru RA, MI, MTs sebesar Rp. 1.000.000,- per bulan per orang.


"Saya mengucapkan terimakasih atas tanda mata yang diberikan oleh Kemenag yang merupakan apresiasi kepada pemerintah kota atas kontribusi yang diberikan dalam bidang pendidikan agama Islam," ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Senin (23/5/2022) di Rumah Rakyat.


Lebih lanjut petinggi Pemkot Mojokerto tersebut menjelaskan akan terus berkomitmen dalam pengembangan dan kebijakan positif bagi Pendidikan Agama Islam di sekolah guna mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekualitas dan berakhlahul karimah.


"Semoga upaya yang kami lakukan ini bisa mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan juga berakhlahul karimah, sehingga generasi emas di tahun 2045 menjadi cita- cita Indonesia yang bisa diwujudkan di Kota Mojokerto," imbuhnya.


Sebagai informasi, selain kepada Ning Ita, apresiasi tanda mata dari Kemenag RI ini juga diberikan kepada Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Bupati Pamekasan, Bupati Jombang, dan Bupati Lumajang.yn.

"KEPEDULIAN NING ITA TERHADAP PAI DI SEKOLAH, KEMENAG RI ANUGERAHI TANDA MATA


 
 

Kota Mojokerto - Merdeka-newsKepedulian dan komitmen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam pengembangan dan kebijakan positif bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah sepanjang tahun 2021, mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.


Apresiasi berupa tanda mata tersebut diberikan atas kontribusi Pemerintah Kota Mojokerto dalam pemberian sarana dan prasarana bagi siswa MI dan MTs, pemberian subsidi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru PAI jenjang TK, SD dan SMP, pemberian hibah honorarium Guru RA, MI, dan MTs sebesar Rp. 1.000.000,- per bulan per orang, serta muatan lokal pembelajaran peningkatan Iman dan Taqwa di Sekolah melalui program Peningkatan Iman dan Taqwa di Sekolah (Ning Ita di Sekolah).


Ditemui di Rumah Rakyat, Jl. Hayam Wuruk No. 50 Kota Mojokerto, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menjelaskan, upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto selama ini dalam rangka mensetarakan seluruh pendidikan baik yang menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun dibawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).


"Upaya ini kami lakukan dalam rangka mensetarakan, bahwa seluruh pendidikan tidak hanya yang menjadi kewenangan kami dibawahnya Kemendikbud, namun yang dibawah kewenangan Kemenag pun, karena ini menyangkut pendidikan anak- anak bangsa, SDM warga Kota Mojokerto maka kami pun ambil peran disini dengan memberikan berbagai bantuan yang kami alokasikan tersebut," ungkap Wali Kota.


Lebih lanjut ia berharap, upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto selama ini akan dapat mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekualitas dan berakhlahul karimah, menyongsong Indonesia generasi emas tahun 2024.


"Semoga upaya yang kami lakukan ini bisa mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan juga berakhlahul karimah, sehingga generasi emas di tahun 2045 menjadi cita- cita Indonesia yang bisa diwujudkan di Kota Mojokerto," imbuhnya.


Tanda mata diberikan oleh Wakil Menteri Agama RI. DR. Zainut Tauhid Sa'adi M.Si pada hari Jumat tanggal 20 Mei 2022 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, bertempat di Denpasar – Bali.


Tanda mata penghargaan tersebut diberikan kepada Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Bupati Pamekasan, Walikota Mojokerto, Bupati Jombang, dan Bupati Lumajang.yn

SILATURAHMIBERSAMA WALI KOTA, PENGURUS NU SAMPAIKAN ASPIRASI


 

Kota Mojokerto-Merdeka-news.id Dalam setiap pertemuan dengan warga maupun komunitas, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari senantiasa membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan unek-uneknya. Termasuk saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Mojokerto mulai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Pengurus Ranting se-Kota Mojokerto di Pendopo Sabha Krida Tama Rumah Rakyat pada Senin (23/5).


Disamping itu Ning Ita juga mensosialisasikan program-program pembangunan yang tentunya setiap pembangunan itu membawa manfaat bagi warga, dan meninggalkan kebaikan selama menjabat sebagai wali kota. “Saya ingin menyelesaikan dengan khusnul khotimah, karena itulah saya berharap ada masukan dari njenengan, dalam rangka menyempurnakan apa yang jadi tugas saya,"tutur orang nomor satu di Kota Mojokerto ini.

Kesempatan dari Ning Ita, sapaan akrab wali kota ini pun disambut baik oleh jajaran pengurus NU di Kota Mojokerto. Diantara usulan yang disampaikan adalah perbaikan tempat ibadah yang ada di beberapa lingkungan serta kepastian pelebaran jalan di beberapa ruas jalan seperti di Jalan Ketidur dan di Jalan Prapanca.



Ketua PCNU Kota Mojokerto KH. Sholeh Hasan usai menghadiri pertemuan ini menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Wali kota Mojokerto karena sudah mau bersilaturahmi dengan PCNU. Menurutnya, dengan kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana menyampaikan aspirasi.


"Ini merupakan suatu kejutan dan manfaatnya insyaallah besar sekali karena dari PCNU, MWC, Ranting bisa menyampaikan uneg-uneg yang selama ini tidak bisa ketemu dengan Wali kota," ungkapnya.


Menurutnya, Ning Ita merupakan orang yang sangat terbuka dalam menerima masukan dan saran yang membangun. Khususnya bagi pembangunan Kota Mojokerto kedepan."Bu Wali menyampaikan kebebasan kepada teman-teman untuk bicara apa yang disampaikannya, bahkan terakhir tadi yang kali ini belum tersampaikan bisa disampaikan di waktu yang akan datang yang tidak seformal ini," katanya.


Ia berharap, agar pertemuan serupa dapat kembali digelar sehingga PCNU dapat terus bersinergi dengan Pemkot Mojokerto. "Mudah-mudahan pertemuan ini ada manfaatnya, dan akan ketemu kembali pada kesempatan yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya," tuturnya.


Disamping menerima aspirasi dan sosialisasi program pembangunan, dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyampaikan bahwa Kota Mojokerto menjadi salah satu yang mendapatkan apresiasi dari Kementrian Agama (Kemenag) RI atas partisipasi dalam pengembangan dan kebijakan positif bagi pendidikan agama islam di sekolah yang diberikan pada 20 Mei 2022 lalu.yn.

24/05/2022

Pastikan Insfrastruktur World Surf League, Bupati Ipuk dan Forpimda Banyuwangi Tinjau G-Land


Banyuwangi, Merdekanews.id Kompetisi selancar paling prestisius di dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour bakal digeber di Pantai Plengkung (G-land), 28 Mei-6 Juni. Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi tinjau memastikan kesiapan insfrastruktur ajang yang diyakini bakal berimbas positif terhadap pemulihan ekonomi Banyuwangi dan Indonesia tersebut.
Bupati Ipuk Festiandani, Kapolresta AKBP Deddy Flory Millewa, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono datang langsung ke G-Land untuk meninjau kesiapan WSL, Senin (23/5). Mereka didampingi Balai Besar Taman Nasional Alas Purwo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Tipi Jabrik dan Manajer Operasional WSL, Steve. 
"Kita kontrol lapangan agar semua kesiapan bisa tepat waktu. Semua kesiapan perlu kita cek, karena ini event internasional yang tentunya membawa nama baik Indonesia juga," kata Ipuk. 
Mereka meninjau pembangunan judge tower yang sudah hampir rampung. Selain itu tribun penonton juga sudah berdiri. Akses internet dan listrik juga telah terpasang. 
"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras saling bahu membahu untuk kesuksesan acara ini," kata Ipuk.
Bukan hanya meninjau kesiapan infrastruktur penunjang, tetapi juga kesiapan pelaksanaan event internasional dengan social media engagement terbesar ketiga di dunia untuk ajang olahraga tersebut.
Bupati Ipuk mengatakan, melalui peninjauan lapangan, pihaknya ingin memastikan bahwa semua infrastruktur yang dibutuhkan untuk menyukseskan ajang WSL bisa diselesaikan oleh pihak pelaksana proyek. 
“Hasilnya, sejauh ini proses pengerjaan berjalan on the track. Inshaallah berjalan dengan lancar di hari H nanti,” ujarnya.
"Dengan pengalaman Banyuwangi menjadi tuan rumah ajang sport tourism kelas dunia seperti Tour de Ijen, kita akan menyukseskan ajang selancar WSL ini untuk menjadi milestone baru bagi Banyuwangi, khususnya untuk mendorong pemulihan pariwisata,” tambah Ipuk.
(hms/anw)