21/05/2026

Bergerak Secara Swadaya Warga Gang Melati Gotong Royong Bangun 50 Titik Lampu Demi Keamanan Lingkungan




Jember, Merdekanews. Id Malam di Gang Melati, Dusun Sidomulyo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, kini tak lagi gelap seperti sebelumnya. Cahaya lampu yang membentang di sepanjang jalan pemukiman menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong warga RT/RW 02/05 yang memilih bergerak bersama tanpa menunggu bantuan dari pihak mana pun.
Di tengah meningkatnya kebutuhan penerangan lingkungan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), warga Gang Melati justru menunjukkan wajah lain dari kehidupan desa: solidaritas yang hidup dan tumbuh dari kesadaran bersama.
Dipimpin Ketua RT Sucipto bersama lima koordinator aksi yakni Supriadi, Ardiansyah Putra Pratama, Purwanto, Nurul, dan Sukandar, warga menggelar kegiatan swadaya mandiri dengan iuran sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan operasional pemasangan lampu jalan.
Dana tersebut digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan, mulai dari kabel, kap lampu, hingga bohlam yang dipasang di sepanjang lingkungan Gang Melati.
Yang menarik, warga bahkan mencari sendiri pohon randu di belakang rumah dan area persawahan sekitar pemukiman untuk dijadikan tiang lampu. Dengan jarak sekitar 16 meter antar tiang, akhirnya berhasil terpasang sekitar 50 titik penerangan jalan.
Suasana kebersamaan begitu terasa selama proses berlangsung. Warga dari berbagai usia tampak saling membantu, mulai dari memotong batang pohon, mengangkut material, hingga memasang instalasi lampu secara bergotong royong.
Ketua RT Sucipto menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat mampu bergerak secara mandiri ketika memiliki tujuan bersama.
“Ini bukan hanya soal lampu penerangan, tetapi tentang bagaimana warga memiliki rasa peduli terhadap lingkungannya sendiri. Ketika kebersamaan masih terjaga, maka hal-hal besar bisa diwujudkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu koordinator aksi, Ardiansyah Putra Pratama, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari kesadaran kolektif warga demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Gerakan ini merupakan kesadaran dan kekompakan bersama demi kamtibmas di lingkungan Gang Melati terkait penerangan. Harapannya, kami sebagai warga Gang Melati Dusun Sidomulyo akan terus menjaga marwah kekompakan ini sebagai tindakan positif dan berkelanjutan dalam momentum yang lain,” ungkap Ardiansyah.
Baginya, keberhasilan pemasangan puluhan lampu jalan bukan sekadar hasil kerja fisik, melainkan simbol eratnya persaudaraan antarwarga yang masih terpelihara hingga hari ini.
Setelah seluruh rangkaian pemasangan selesai, warga Gang Melati menutup kegiatan tersebut dengan kenduri dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan.
Tak hanya itu, suasana malam pun berubah menjadi penuh kegembiraan ketika Orkes GB Musik hadir menghibur masyarakat. Tawa, musik, dan kebersamaan melebur menjadi satu dalam euforia sederhana warga desa yang berhasil mewujudkan harapan mereka dengan tangan sendiri.
Di tengah zaman ketika banyak orang mulai sibuk dengan urusan masing-masing, apa yang dilakukan warga Gang Melati menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong belum benar-benar padam. Dari lorong kecil di Dusun Sidomulyo, cahaya itu kini bukan hanya menerangi jalan, tetapi juga menyalakan kembali arti kebersamaan. (Mis)

Iskandar Siap Mimpin SWI Periode 2026 s/ d 2031


Glorah Jatim Puji syukur selalu kepada Tuhan yang maha Esa,
Atas segala nikmat dan karunianya, 
Congratulations! 

Kami Atas Nama DPD SWI Kab.Tangerang Mengucapkan Congratulation, Kpd Bpk.H.Iskandar,S.Sos.Yang baru terpilih menjadi Ketum SWI periode 2026-2031,Semoga amanah, membawa kemajuan, dan semakin sukses dalam mengemban tugas yang dipercayakan. 

Selamat mengemban amanah baru, Bpk.H.Iskandar,Setiap tantangan adalah kesempatan untuk kita sama-sama belajar. Semoga selalu diberikan kemudahan dan kebijaksanaan dalam memimpin rekan-rekan semua DPP/DPW/DPD"

Semoga langkah awal ini membawa perubahan Untuk SWI yang luar biasa dan menginspirasi banyak orang,Sukses selalu untuk kepengurusan yang baru Semangat! 

Dan atas nama pribadi saya ucapan Selamat atas tuntasnya masa bakti Kepengurusan periode ini.2021-2026, Terima kasih yang sebesar-besarnya Untuk semuanya,Arahan Sehingga bisa terbentuknya DPD SWI Kab.Tangerang.Semoga Pengabdian, pengorbanan dan kontribusinya Allah Catat menjadi Amal baik,Aamin.Sehat-semuanya.

Wassalamu'alaikum wr wb.

SWI Solid- SWI Bisa - SWI Luar Biasa

Salam Hormat:  Bambang

Iskandar Nahkodai Baru SWI, Akhiri 2 Tahun Kekosongan Ketua Umum yang Diisi PLT





Merdekanews.id Boyolali|Setelah lebih dari dua tahun berjalan dalam status kekosongan ketua umum definitif dan dijalankan oleh Pelaksana Tugas (PLT), Serber Wartawan Indonesia (SWI) Hery Budiman, akhirnya memiliki nakhoda baru. Iskandar, S.Sos terpilih secara voting sebagai Ketua Umum SWI dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar di Boyolali, Selasa-Rabu (19-20/5/2026).

Munas yang berlangsung di Boyolali ini dihadiri oleh empat DPW dan DPD SWI dari Indonesia. Kolaborasi panitia pusat dan daerah berjalan meski sidang sempat diwarnai dinamika perdebatan sengit untuk menghasilkan keputusan terbaik.

Proses pemilihan berjalan sesuai tata tertib yang disiapkan panitia. Setiap anggota delegasi berhak bersuara dan boleh mengusulkan diri menjadi calon ketua umum. Panitia sidang yang dipimpin A Muhklis Renaldi menerima dua nama calon. Namun satu calon dinyatakan gugur karena belum memenuhi tahapan persyaratan.

Dengan demikian, Iskandar menjadi calon tunggal. Sidang dilanjutkan ke tahap voting. Hasilnya, Iskandar meraih suara mutlak 49 suara dan 5 abstain, mengukuhkannya sebagai Ketua Umum SWI periode mendatang.

Misi Bawa SWI Setara Dewan Pers dan Siapkan Kantor Sendiri

Dalam pidato perdananya, Iskandar menegaskan komitmennya untuk mengendalikan kesejahteraan organisasi dan anggota SWI. Ia menyebut amanah ini akan dijalankan maksimal hingga akhir hayatnya.

"Kami bisa duduk di sini karena rekan semua. Untuk itu saya, jika diberikan amanah ini akan saya maksimalkan sisa umur hidupku. Kita 60 tahun  kedepan  tidak tahu yang seharusnya tidak ada perdebatan, maka mari SWI kita bawa bersama, dari kita untuk kita," ujarnya di hadapan peserta Munas.

Menariknya, Iskandar memimpikan SWI bisa sejajar dengan organisasi pers lainya yakni menjadi organisasi yang kontituen Dewan Pers. Ia juga menyatakan telah menyiapkan kantor sekretariat SWI sesuai wilayah yang ditunjuk panitia di Jabodetabek.

"Saya sudah menyiapkan kantor untuk SWI," ujar sosok yang dikenal bersahaja namun tegas ini.

Kepiawaian dalam Pemaparan visi dan misi serta rencananya, untuk pemenuhan sarana organisasi tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh peserta sidang.

Delegasi Jatim: Munas Ini Buktikan Organisasi Masih Hidup

Keberhasilan Munas melahirkan pimpinan baru disambut lega oleh para delegasi daerah. Hadi Sumarto, SH, Ketua DPW SWI Jawa Timur, menyebut dinamika perdebatan justru menjadi bukti organisasi ini hidup.

"Baru kali ini saya ikut Munas. Meskipun diwarnai dinamika perdebatan, namun justru organisasi ini hidup, hidup SWI, SWI Jaya," kata Hadi emosional

Ia berharap pengurus DPP yang baru mampu menunjukkan integritas SWI dan membawa organisasi semakin solid ke depan. "Saya yakin ke depan SWI semakin solid," ungkapnya.

Bentangkan Bendera 100 Meter, Gandeng Kementan dan Kemendes

Rangkaian Munas juga diisi dengan kegiatan simbolis pembentangan bendera Merah-Putih sepanjang 100 meter. Kegiatan ini bekerja sama dengan desa penggerak ketahanan pangan dan dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, serta Forkopimda Boyolali.

Munas pertama SWI ini menjadi tonggak baru bagi organisasi untuk konsolidasi internal dan memperkuat peran wartawan anggota di seluruh Indonesia. Dengan kepemimpinan definitif, SWI kini bersiap menata rumah tangga organisasi dan merumuskan program kerja ke depan.( Misdi )

Iskandar Nahkodai Baru SWI, Akhiri Vakum 2 Tahun Tanpa Pimpinan Definitif, SWI, Munaslub SWI,




Merdekanews.id  Boyolali| Setelah lebih dari dua tahun berjalan tanpa ketua umum definitif, Serikat Wartawan Indonesia (SWI) akhirnya memiliki nakhoda baru. Iskandar, S.Sos terpilih secara pilihan  sebagai Ketua Umum SWI dalam Musyawarah Nasional pertama yang digelar di Boyolali, Selasa-Rabu (19-20/5/2026).

Munas yang berlangsung di Boyolali ini dihadiri oleh empat DPW dan DPD SWI dari Indonesia. Kolaborasi panitia pusat dan daerah berjalan meski sidang sempat diwarnai dinamika perdebatan sengit untuk menghasilkan keputusan terbaik.

Proses pemilihan berjalan sesuai tata tertib yang disiapkan panitia. Setiap anggota delegasi berhak bersuara dan boleh mengusulkan diri menjadi calon ketua umum. Panitia sidang yang dipimpin A Muhklis Renaldi menerima dua nama calon. Namun satu calon dinyatakan gugur karena belum memenuhi tahapan persyaratan.

Dengan demikian, Iskandar menjadi calon tunggal. Sidang dilanjutkan ke tahap voting. Hasilnya, Iskandar meraih suara mutlak 54 suara dan 7 abstain, mengukuhkannya sebagai Ketua Umum SWI periode mendatang.

Misi Bawa SWI Setara Dewan Pers dan Siapkan Kantor Sendiri

Dalam pidato perdananya, Iskandar menegaskan komitmennya untuk mengendalikan kesejahteraan organisasi dan anggota SWI. Ia menyebut amanah ini akan dijalankan maksimal hingga akhir hayatnya.

"Kami bisa duduk di sini karena rekan semua. Untuk itu saya, jika diberikan amanah ini akan saya maksimalkan sisa umur hidupku. Kita 60 tahun  kedepan  tidak tahu yang seharusnya tidak ada perdebatan, maka mari SWI kita bawa bersama, dari kita untuk kita," ujarnya di hadapan peserta Munas.

Menariknya, Iskandar memimpikan SWI bisa sejajar dengan organisasi pers lainya yakni menjadi organisasi yang kontituen Dewan Pers. Ia juga menyatakan telah menyiapkan kantor sekretariat SWI sesuai wilayah yang ditunjuk panitia di Jabodetabek.

"Saya sudah menyiapkan kantor untuk SWI," ujar sosok yang dikenal bersahaja namun tegas ini.

Kepiawaian dalam Pemaparan visi dan misi serta rencananya, untuk pemenuhan sarana organisasi tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh peserta sidang.

Delegasi Jatim: Munas Ini Buktikan Organisasi Masih Hidup

Keberhasilan Munas melahirkan pimpinan baru disambut lega oleh para delegasi daerah. Hadi Sumarto, SH, Ketua DPW SWI Jawa Timur, menyebut dinamika perdebatan justru menjadi bukti organisasi ini hidup.

"Baru kali ini saya ikut Munas. Meskipun diwarnai dinamika perdebatan, namun justru organisasi ini hidup, hidup SWI, SWI Jaya," kata Hadi emosional 

Ia berharap pengurus DPP yang baru mampu menunjukkan integritas SWI dan membawa organisasi semakin solid ke depan. "Saya yakin ke depan SWI semakin solid," ungkapnya.

Bentangkan Bendera 100 Meter, Gandeng Kementan dan Kemendes

Rangkaian Munas juga diisi dengan kegiatan simbolis pembentangan bendera Merah-Putih sepanjang 100 meter. Kegiatan ini bekerja sama dengan desa penggerak ketahanan pangan dan dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, serta Forkopimda Boyolali.

Munas pertama SWI ini menjadi tonggak baru bagi organisasi untuk konsolidasi internal dan memperkuat peran wartawan anggota di seluruh Indonesia. Dengan kepemimpinan definitif, SWI kini bersiap menata rumah tangga organisasi dan merumuskan program kerja ke depan.( Misd )

Warga Bondowoso Terus Berswadaya Tambal sulam jalan Rusak


Bondowoso , Merdekanews.id Gerakan aksi swadaya masyarakat untuk menambal jalan berlubang dan rusak di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso terus bermunculan. Warga dari beberapa desa hingga relawan komunitas secara mandiri mengumpulkan dana dan material untuk memperbaiki jalan rusak demi keselamatan pengguna jalan.
Salah satu aksi dilakukan warga Desa Tlogossri yang memperbaiki jalan penghubung Desa Tlogosari–Kembang menggunakan dana swadaya masyarakat  yang dihimpun melalui donasi sukarela.

Koordinator Relawan, Surawi, mengatakan jalan yang rusak ditemukan hampir di sepanjang ruas jalan dengan panjang sekitar 3,5 kilometer dan diameter jalan rusak bervariasi antara 6 meter hingga 15 meter.

“Sepanjang jalan itu yang kami rabat cor kira-kira sepanjang 3,5 kilometer,” ujarnya.

Dana penambalan jalan berasal dari iuran para relawan, juga menerima bantuan material koral serta peminjaman peralatan untuk proses penambalan.

Surawi menambahkan, aksi tersebut dilakukan karena banyaknya pengendara yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak. 

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Meski tidak mengetahui kendala yang dihadapi pemerintah, para relawan hanya ingin membantu memperbaiki kondisi jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Seorang warga berinisial AM mengatakan, perbaikan jalan tersebut merupakan inisiatif warga Desa Tlogosari dan sekitar karena jalur tersebut menjadi akses utama menuju desa mereka.

“Kami warga Desa Tlogosari berinisiatif memperbaiki jalan ini sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara administratif jalan poros tersebut berada di wilayah Desa Tlogosari dan Desa kembang. Namun warga Tlogosari tetap bergotong royong memperbaiki jalan karena menjadi satu-satunya akses menuju desa mereka serta penghubung ke wilayah Tlogosari,Kembang dan Gunosari. 

Kegiatan serupa juga dilakukan warga Desa sulek dan Desa Trotosari kecamatan Tlogosari

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik. Warga juga memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini, pungkasnya.

11/05/2026

Polres Gresik Tingkatkan Keamanan dan Pelayanan Masyarakat Melalui Respon Cepat Aduan


GRESIK.MERDEKANEWS.ID. - Polres Gresik di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Ramadhan Nasution aktif meningkatkan keamanan dan pelayanan masyarakat melalui respons cepat aduan (platform "Cak Rama"), pemberantasan narkoba, dan pengawasan gizi, dengan fokus pada Jogo Gresik (menjaga Gresik) agar aman dan kondusif.
Berikut adalah poin-poin narasi utama Polres Gresik saat ini:
Respons Cepat Aduan Masyarakat (Cak Rama): Polres Gresik aktif merespons laporan warga, seperti penggerebekan penyakit masyarakat (warung miras) berdasarkan laporan di platform aduan digital "Cak Rama".

Pemberantasan Narkoba: Komitmen tinggi memberantas narkotika, dibuktikan dengan rilis pers rutin pengungkapan kasus, termasuk residivis dengan barang bukti signifikan. 

Pengawasan Program Nasional: Polres Gresik bersama Tim Satuan Pelayanan Pelayanan Pangan/Gizi (SPPG) memastikan standar gizi makanan gratis di sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik aman dan layak konsumsi. 

Keamanan Umum & Sosial: Unit Resmob aktif mengungkap pencurian, Satlantas menangani insiden cepat, dan pelayanan kepolisian (SKCK/Laporan Kehilangan) di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo berjalan aktif. 

Sinergitas: Menggalang kemitraan dengan media dan komunitas ("Sahabat Media") untuk menciptakan narasi positif demi kemajuan wilayah. 

Narasi ini menonjolkan Polres Gresik sebagai institusi yang presisi, responsif, dan hadir di tengah masyarakat.(EVA).

Berkat Kesigapan Polsek Duduksampeyan, Polisi Gadungan Pemalak Warung Ditangkap

GRESIK.MERDEKANEWS.ID - Gerak cepat jajaran Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan membuahkan hasil. Seorang pria yang nekat menyamar sebagai anggota polisi untuk memalak pemilik warung dengan modus meminta “uang keamanan” akhirnya berhasil diringkus, Sabtu (9/5/2026). 

Pelaku yang telah beraksi selama kurang lebih tiga tahun itu diamankan karena meresahkan sejumlah pedagang di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik.

Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan berhasil meringkus pria berinisial J (42), warga Desa Pandanan, yang diduga melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta sejumlah uang dengan dalih “uang keamanan”.

Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri, membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku diamankan pada Sabtu (9/5/2026) sore setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya pria mencurigakan yang mengaku sebagai anggota Polri dan meminta uang kepada pemilik warung di sepanjang jalur utama Duduksampeyan.

Terungkapnya aksi pelaku bermula saat J mendatangi warung milik K (45) di kawasan Jl. Raya Tumapel, Duduksampeyan. Dengan meyakinkan, pelaku mengaku sebagai anggota Polsek Panceng dan meminta uang keamanan sebesar Rp250 ribu.

“Setelah menerima laporan masyarakat, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil interogasi diketahui bahwa yang bersangkutan bukan anggota Polri alias polisi gadungan,” ujar AKP Bakri.

Dari hasil pemeriksaan, aksi tersebut ternyata bukan kali pertama dilakukan pelaku. Polisi mendapati bahwa modus pemerasan berkedok uang keamanan itu telah dijalankan sejak awal tahun 2023. Salah satu korban, K, mengaku rutin memberikan uang kepada pelaku karena takut dan percaya bahwa J benar-benar anggota kepolisian.

Selama kurang lebih tiga tahun, korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp2 juta. Nominal pungutan yang diminta pelaku pun bervariasi, mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap kali mendatangi warung.

Tak hanya menyasar satu korban, pelaku diketahui mendatangi sejumlah warung di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan untuk melakukan aksi serupa. Polisi kini masih melakukan pendalaman guna mengetahui kemungkinan adanya korban lain.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp250 ribu yang diduga merupakan sisa hasil penipuan, serta sejumlah bukti transfer dari para korban kepada tersangka.

Kini J harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dari balik sel tahanan Polsek Duduksampeyan. Ia dijerat dengan Pasal 492 KUHP terkait tindak pidana penipuan dan gangguan ketertiban umum.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan institusi Polri untuk meminta sejumlah uang tanpa dasar yang jelas.

“Apabila masyarakat mengetahui atau mengalami tindak pidana, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110,” tegas AKP Bakri.

Selain itu, masyarakat Gresik juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan 24 jam LAPOR Cak Rama (Lapor Kapolres Gresik) melalui nomor 0811-8800-2006.(EVA)