Jember, Merdekanews. Id Malam di Gang Melati, Dusun Sidomulyo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, kini tak lagi gelap seperti sebelumnya. Cahaya lampu yang membentang di sepanjang jalan pemukiman menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong warga RT/RW 02/05 yang memilih bergerak bersama tanpa menunggu bantuan dari pihak mana pun.
Di tengah meningkatnya kebutuhan penerangan lingkungan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), warga Gang Melati justru menunjukkan wajah lain dari kehidupan desa: solidaritas yang hidup dan tumbuh dari kesadaran bersama.
Dipimpin Ketua RT Sucipto bersama lima koordinator aksi yakni Supriadi, Ardiansyah Putra Pratama, Purwanto, Nurul, dan Sukandar, warga menggelar kegiatan swadaya mandiri dengan iuran sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan operasional pemasangan lampu jalan.
Dana tersebut digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan, mulai dari kabel, kap lampu, hingga bohlam yang dipasang di sepanjang lingkungan Gang Melati.
Yang menarik, warga bahkan mencari sendiri pohon randu di belakang rumah dan area persawahan sekitar pemukiman untuk dijadikan tiang lampu. Dengan jarak sekitar 16 meter antar tiang, akhirnya berhasil terpasang sekitar 50 titik penerangan jalan.
Suasana kebersamaan begitu terasa selama proses berlangsung. Warga dari berbagai usia tampak saling membantu, mulai dari memotong batang pohon, mengangkut material, hingga memasang instalasi lampu secara bergotong royong.
Ketua RT Sucipto menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat mampu bergerak secara mandiri ketika memiliki tujuan bersama.
“Ini bukan hanya soal lampu penerangan, tetapi tentang bagaimana warga memiliki rasa peduli terhadap lingkungannya sendiri. Ketika kebersamaan masih terjaga, maka hal-hal besar bisa diwujudkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu koordinator aksi, Ardiansyah Putra Pratama, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari kesadaran kolektif warga demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Gerakan ini merupakan kesadaran dan kekompakan bersama demi kamtibmas di lingkungan Gang Melati terkait penerangan. Harapannya, kami sebagai warga Gang Melati Dusun Sidomulyo akan terus menjaga marwah kekompakan ini sebagai tindakan positif dan berkelanjutan dalam momentum yang lain,” ungkap Ardiansyah.
Baginya, keberhasilan pemasangan puluhan lampu jalan bukan sekadar hasil kerja fisik, melainkan simbol eratnya persaudaraan antarwarga yang masih terpelihara hingga hari ini.
Setelah seluruh rangkaian pemasangan selesai, warga Gang Melati menutup kegiatan tersebut dengan kenduri dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan.
Tak hanya itu, suasana malam pun berubah menjadi penuh kegembiraan ketika Orkes GB Musik hadir menghibur masyarakat. Tawa, musik, dan kebersamaan melebur menjadi satu dalam euforia sederhana warga desa yang berhasil mewujudkan harapan mereka dengan tangan sendiri.
Di tengah zaman ketika banyak orang mulai sibuk dengan urusan masing-masing, apa yang dilakukan warga Gang Melati menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong belum benar-benar padam. Dari lorong kecil di Dusun Sidomulyo, cahaya itu kini bukan hanya menerangi jalan, tetapi juga menyalakan kembali arti kebersamaan. (Mis)

0 Comments