Langsung ke konten utama

Walikota Bersama Tiga Pilar Mayangan membagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-Dua pasar di wilayah Kecamatan Mayangan, yakni Pasar Mangunharjo dan Pasar Kronong menjadi sasaran Tiga Pilar Mayangan untuk bagi-bagi ratusan masker dan hand sanitizer, Jumat (27/3) pagi. 
Mengapresiasi itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun ikut turun ke pasar.

dengan logat bahasa Madura dalam penyampaiannya “Jek kelopaen a betcoh tangan, teros anggui maskerah. Teros mon tak sempat semprot agih cairan ruah gih.. (Jangan lupa cuci tangan, terus pakai maskernya. Terus kalau tidak sempat (cuci tangan) semprotkan cairan itu,” ujar Wali Kota Habib Hadi sambil memberikan masker dan hand sanitizer ke sejumlah pedagang buah di Pasar Mangunharjo atau yang dikenal dengan Pasar Babian oleh masyarakat setempat.

 Dengan kedatangan Wali Kota Habib Hadi bersama Camat Mayangan M Abas, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman dan Danramil Mayangan Kapten Eko Saputro disambut oleh pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berkerumun meminta pembagian masker dan hand sanitizer hand made tersebut.

Selain bagi-bagi masker dan hand sanitizer, para lurah di wilayah Kecamatan Mayangan pun menyemprotkan cairan disinfektan ke area pasar yang juga menjual barang-barang bekas itu. Disana didapati tidak banyak masyarakat yang menyadari pentingnya penggunaan masker dan cuci tangan. Untuk itu, tim kecamatan-polsek dan koramil pun memberikan edukasi serta membacakan imbauan dari Kapolri.

Disamping itu, Camat Mayangan M Abas menceritakan, upayanya selama ini mengumpulkan bahan untuk hand sanitizer tidak sia-sia. “Alhamdulillah, kami berusaha membuat sendiri mengikuti tutorial yang disarankan pihak kesehatan. bersama tiga pilar kami menyiapkan 200 botol hand sanitizer dan 300 masker kain,” katanya.

Selain itu, masker dan hand sanitizer menjadi benda yang paling dibutuhkan di tengah mewabahnya COVID 19 di Indonesia. Untuk itu, menjawab keresahan masyarakat, Tiga Pilar Kecamatan Mayangan membagikan kedua benda dengan sasaran pedagang dan pengunjung pasar.

  “ Saran Ini sesuai petunjuk Bapak Wali Kota Probolinggo, karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dan bisa menjadi salah satu sarana penyebaran COVID 19. Paling tidak, dengan upaya ini kita bisa mengedukasi warga untuk pencegahan melalui tangan,” terang Abas yang selalu kompak dengan kapolsek dan danramil di wilayahnya.

Di samping  itu, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman mengungkapkan, sejak merebaknya Covid 19 pihaknya melakukan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat bahwa virus ini tidak boleh dianggap enteng.

"Kami tidak bosan bosannya memberi Edukasi mencegah virus ini tidak sampai di Kota Probolinggo. Alhamdulillah saat ini semua masyarakat sudah memahami. serta banyak tempat keramaian yang sudah di tutup, game online, warung lesehan memilih stay at home. Dan, kami tetap akan melakukan imbauan secara terus menerus,” jelas Kapolsek. (M.H) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...