Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan

18/03/2023

Wabup Timbul Launching Satgas BUS PATAS

Kraksaan, Merdekanews.id - Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko bersama Forkopimda dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto melaunching Satgas program Bersama Untuk Sinergi Empat Tas atau disingkat Satgas BUS PATAS di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (17/3/2023) siang.

Satgas BUS PATAS merupakan jargon yang menjadi motto untuk memompa semangat kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari loyalitas, kualitas, efektifitas dan tuntas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Kraksaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo, Camat dan anggota Forkopimka, Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo, Ketua dan anggota Inti Satgas BUS PATAS tingkat kecamatan se-Kabupaten Probolinggo serta ormas keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

Launching Satgas BUS PATAS ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta penekanan tombol sirine oleh Wabup Timbul, Pimpinan DPRD, Sekda Ugas, Pengadilan Agama, Kemenag, MUI, Pengadilan Negeri Kraksaan, Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Kejaksanaan Negeri Kabupaten Probolinggo dan BPS Kabupaten Probolinggo.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengharapkan dengan adanya program BUS PATAS ini nantinya supaya Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat bisa terfokus kepada program-program prioritas yang sudah ditetapkan mulai dari masalah kemiskinan, masalah stunting dan masalah pendidikan.

“Kami inginnya tahun 2023 ini hasil program ini sudah bisa terlihat. Karena kalau urusan pendidikan, kesehatan dan kemiskinan serta yang lainnya memang tidak mudah. Sebab hal itu menyangkut budaya dan lain sebagainya. Tetapi percepatan ini harapan saya tentunya ada kesadaran dari masyarakat sehingga program ini bisa segera teratasi,” harapnya.

Lebih lanjut Wabup Timbul meminta Satgas BUS PATAS yang telah terbentuk mulai dari tingkat kabupaten hingga desa segera cepat bergerak, bersinergi dan berkolaborasi dengan OPD terkait bersama segenap stakeholder untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan penanganan bidang prioritas tersebut.

“Untuk itu diperlukan ketersediaan data mutakhir dan sinkronisasi data di tingkat kabupaten. Selanjutnya lakukan inventarisasi, koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program konvergensi yang dilakukan perangkat daerah koordinatif. Susun jadwal pemantauan ke lapangan. evaluasi terhadap laporan yang disampaikan oleh satgas kecamatan dan desa,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto selaku Ketua Satgas BUS PATAS mengaku sangat bersyukur karena mampu melaunching slogan atau jargon BUS PATAS. Simbol BUS PATAS ini merupakan simbol percepatan.

“Kita akui Kabupaten Probolinggo dalam hal kemiskinan secara sistem dari masalah stunting, pendidikan, pernikahan dini maupun kemiskinan ekstrim masih rendah. Kalau kita hanya terlena dengan zona nyaman dengan jalan rata-rata air itu tidak bisa. Dengan slogan ini saya membentuk Satgas dengan percepatan bersama dan sinergi kita ingin percepatan penurunan kemiskinan cepat tercapai,” ujarnya.

Menurut Sekda Ugas, dengan kondisi keuangan yang terbatas di Pemkab Probolinggo, maka tidak bisa kalau hanya bekerja sendiri-sendiri. “Kalau hanya tekadnya tekad biasa kita harus dengan kekuatan penuh dan motivasi tinggi nanti bisa tercapai,” terangnya.

Sekda Ugas menerangkan program BUS PATAS ini tujuan awal memang untuk mengentaskan kemiskinan. Tapi dampak dari kemiskinan ini banyak sekali kegiatan yang diangkat. Salah satunya kemiskinan itu banyak pengangguran dan stunting.

“Pengangguran berhubungan dengan investasi, makanya mulai minggu kemarin kita sudah beberapa kali berkomunikasi dan menghadirkan para investor yang serius. Kita ingin membuat satu kawasan termasuk industri-industri ini supaya pengangguran bisa terkurangi. Makanya kekuatan kemiskinan ini membuat kita akan terpuruk kalau kita biarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekda Ugas menegaskan sebenarnya potensi Kabupaten Probolinggo sangat luar biasa. Hanya saja sementara ini masih belum berfikir bersinergi dengan kekuatannya. “Memang OPD-OPD sudah jalan tetapi kekuatannya masih belum menyatu. Makanya kadang-kadang ada simbol bersama dan bersinergi kita pasti bisa,” tambahnya.

Sekda Ugas menerangkan Satgas Kabupaten dan Satgas Kecamatan sudah terbentuk. Sementara Satgas Desa beberapa sudah terbentuk. Dari satgas itu nantinya akan dievaluasi secara periodik.

“Di saat rapat Kabupaten Probolinggo mengumpulkan satgas kecamatan, maka akan kita berikan data. Data-data itu akan kita evaluasi dan akan kita tarik laporannya apa yang sudah dilakukan oleh Satgas. Saat mereka melaporkan kegiatannya sesuai data yang sudah terupdate maka akan kelihatan capaian dan kinerjanya bagus, sedang-sedang dan lambat,” tegasnya.

Oleh karena itu tambah Sekda Ugas, yang lambat dan sedang ini perlu ditracing lagi dan ada kontrol tersendiri. Kalau tidak membentuk satgas maka akan kesulitan dalam mengontrolnya.

“Kalau saya sudah tanya camat, maka camat tidak akan bisa masalah stunting dan akan tanya ke puskesmas. Kalau tanya masalah pendidikan pasti tanya ke korwil pendidikan dan kebudayaan. Ini sinergi dan integrasi sehingga di saat saya membutuhkan data apapun maka akan terealisasi dan secepatnya terupdate,” pungkasnya. (Mis/Adv)

16/06/2021

Forkopimda Jatim Gelar Rapat Koordinasi Strategi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sampang

SAMPANG,- Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta setelah meninjau pelaksanaan vaksinasi di Sampang Rabu (16/6/2021) siang, melaksanakan Rapat Koordinasi Terkait Antisipasi dan Strategi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sampang bertempat di Ruang Rapat Pendopo Kabupaten Sampang.


Selain forkopimda jatim, hadir pula dalam kegiatan tersebut yakni, Sekda Prov. Jatim, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Pejabat utama Polda Jatim, Ka OPD Prov. Jatim, Bupati Sampang, Dandim 0828 Sampang, Kapolres Sampang, Dirut R.S. Sutomo, Dirut R.S. Saiful Anwar dan Dirut R.S.J. Menur.


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa semua harus meningkatkan langkah mitigasi melalui vaksinasi seiring dengan kita melaksanakan protokol kesehatan.


"Strain India sudah masuk ke indonesia, penularannya sangat cepat perlu diambil langkah langkah cepat oleh Forkopimda Sampang untuk mengantisipasi atau mencegah masuknya virus varian baru ini ke wilayah Sampang," kata Khofifah Indar Parawansa, Rabu (16/6/2021) siang.


Sementara itu Pangdam V/Brawijaya menyebutkan, terkait kepatuhan prokes masyarakat sampang harus terus ditingkatkan Untuk itu Forkopimda Sampang harus terus bersinergi agar penyebaran covid bisa ditekan.


"Pelaksanaan Vaksinasi agar terus dilakukan dan pelaksanaannya jangan terpusat tapi bisa dibagi dibeberapa tempat. Laksanakan pengetatan penyekatan dengan penambahan personil di titik batas daerah terutama dengan bangkalan karna berbatasan langsung," sebut pangdam.


Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam pertemuan itu menyebutkan, perlu sinkronisasi data dan lakukan anev secara rutin sehingga bisa ambil langkah penanganan Covid-19 yang tepat. Laksanakan analisa data untuk menentukan zonasi PPKM mikro guna mencegah menyebarnya penularan Covid-19.


"Terkait pendataan, tolong betul-betul detail, setelah pelaksanaan antigen agar yang reaktif dan non reaktif dipisahkan dan setelah itu tindak lanjutnya dibawa ke tempat karantina sambil menunggu hasil PCR," sebutnya.


Selain itu Bupati Sampang Slamet Junaidi menyatakan, Forkopimda Sampang serius dalam menangani permasalahan Covid-19 di Kabupaten Sampang. Untuk meningkatkan Kesadaran masyarakat kami melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama untuk membantu membangun kesadaran masyarakat.


"Kami juga sudah mulai melakukan penyekatan dibeberapa titik perbatasan dengan Bangkalan di Kecamatan Banyu Ates yang berbatasan langsung dengan Bangkalan. Selain itu juga sudah membangun komunikasi dengan Bupati Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep terkait Langkah langkah antisipasi yang harus dilakukan ke depannya," pungkasnya.

27/03/2020

Walikota Bersama Tiga Pilar Mayangan membagikan Ratusan Masker dan Hand Sanitizer


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-Dua pasar di wilayah Kecamatan Mayangan, yakni Pasar Mangunharjo dan Pasar Kronong menjadi sasaran Tiga Pilar Mayangan untuk bagi-bagi ratusan masker dan hand sanitizer, Jumat (27/3) pagi. 
Mengapresiasi itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun ikut turun ke pasar.

dengan logat bahasa Madura dalam penyampaiannya “Jek kelopaen a betcoh tangan, teros anggui maskerah. Teros mon tak sempat semprot agih cairan ruah gih.. (Jangan lupa cuci tangan, terus pakai maskernya. Terus kalau tidak sempat (cuci tangan) semprotkan cairan itu,” ujar Wali Kota Habib Hadi sambil memberikan masker dan hand sanitizer ke sejumlah pedagang buah di Pasar Mangunharjo atau yang dikenal dengan Pasar Babian oleh masyarakat setempat.

 Dengan kedatangan Wali Kota Habib Hadi bersama Camat Mayangan M Abas, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman dan Danramil Mayangan Kapten Eko Saputro disambut oleh pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berkerumun meminta pembagian masker dan hand sanitizer hand made tersebut.

Selain bagi-bagi masker dan hand sanitizer, para lurah di wilayah Kecamatan Mayangan pun menyemprotkan cairan disinfektan ke area pasar yang juga menjual barang-barang bekas itu. Disana didapati tidak banyak masyarakat yang menyadari pentingnya penggunaan masker dan cuci tangan. Untuk itu, tim kecamatan-polsek dan koramil pun memberikan edukasi serta membacakan imbauan dari Kapolri.

Disamping itu, Camat Mayangan M Abas menceritakan, upayanya selama ini mengumpulkan bahan untuk hand sanitizer tidak sia-sia. “Alhamdulillah, kami berusaha membuat sendiri mengikuti tutorial yang disarankan pihak kesehatan. bersama tiga pilar kami menyiapkan 200 botol hand sanitizer dan 300 masker kain,” katanya.

Selain itu, masker dan hand sanitizer menjadi benda yang paling dibutuhkan di tengah mewabahnya COVID 19 di Indonesia. Untuk itu, menjawab keresahan masyarakat, Tiga Pilar Kecamatan Mayangan membagikan kedua benda dengan sasaran pedagang dan pengunjung pasar.

  “ Saran Ini sesuai petunjuk Bapak Wali Kota Probolinggo, karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dan bisa menjadi salah satu sarana penyebaran COVID 19. Paling tidak, dengan upaya ini kita bisa mengedukasi warga untuk pencegahan melalui tangan,” terang Abas yang selalu kompak dengan kapolsek dan danramil di wilayahnya.

Di samping  itu, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman mengungkapkan, sejak merebaknya Covid 19 pihaknya melakukan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat bahwa virus ini tidak boleh dianggap enteng.

"Kami tidak bosan bosannya memberi Edukasi mencegah virus ini tidak sampai di Kota Probolinggo. Alhamdulillah saat ini semua masyarakat sudah memahami. serta banyak tempat keramaian yang sudah di tutup, game online, warung lesehan memilih stay at home. Dan, kami tetap akan melakukan imbauan secara terus menerus,” jelas Kapolsek. (M.H) 

Desa Kelenang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---- Merebaknya Covid-19 ( Corona )
 Pemerintah Desa Kelenang Kidul  Kecamatan Banyuanyar Kab. Pribolinggo beserta perangkat , Bidan serta dihadiri Dani Andrianto selaku anggota  F-PDIP   yang ikut dalam kegiatan penyemprotan Disinfektan, Jumat (27/3/2020). 

Menurut Sariyanto selaku Kepala Desa Kelenang Kidul adanya wabah Covid -19, pihaknya sebagai kepala pemerintahan desa  lebih tanggap untuk melakukan pencegahan tersebut. "Sehingga kami beserta jajaran turun langsung ke 5 Dusun 17 Rt yang ada di Desa Kelenang Kidul untuk melakukan penyemprotan Disinfekta," paparnya. 

  Penyemrotan tidak hanya fokus pada 5 dusun dan 17 Rt saja melainkan di beberapa Mosolla, Masjid dan SD juga MI yang ada di desa. 
Dalam kegiatan tersebut di dukung pula oleh anggota DPRD Pribolinggo dari F-PDIP saudara Dani Andrianto yang juga menanggapi positif .
dirinya mengharap masyarakat tidak untuk keluar rumah kalau tidak begitu penting dalam tujuanya dan menghimbau agar menjaga kebersihan terutama mencuci tangan setiap mulai atau sesudah beraktifitas dengan tujuan mencegah adanya Covid-19 masuk pada  kita sendiri juga keluarga.
 dengan adanya penyemprotan Disinfektan warga masyarakat kelenang Kidul menyambut dengan gembira serta semangat bersenergi dengan petugas puskesmas  juga perangkat desa .

harapan kami dengan di semprotnya Disinfektan virus Corona tidak ada di kampung kami dan kami bisa beraktifitas seperti semula tidak kuwatir lagi tuturnya salah satu warga saat di tanya .(M.H) 

17/03/2020

Kokohkan Sendi Keamanan Pemerintahan Melalui Silaturahim


Probolinggo, Kabarejember.com 
----  Paguyupan Kades Banyu Anyar Kabupaten Probolingggo untuk sekian kalinya mengadakan kegiatan mempererat hubungan antar Desa se Kecamatan Banyuanyar, sedangkan H.Latifuddin Sag MM ditunjuk sebagai ketua paguyuban Kepala Desa Kecamatan Banyuanyar.

 Acara rutin yang di selenggarakan tiap bulan sudah berlangsung enam tahun berjalan sejak 2014 yang silam.

Menurut H.Latifuddin adanya kegiatan ini banyak faidahnya. Selain mempererat silaturrahim mengingatkan antar Kepala Desa tentang kegiatan yang sekarang sedang dijalani seperti ADD, benar transparansi agar kegiatan tersebut semua masyarakat mengetahui penyelesaian SPJ dan keamanan.  Diantaranya yang menjadi pembahasan tiap pertemuan di setiap tempat di mana kepala desa yang di tempati.

 pembahasan bulanan yang 
kebetulan di bulan ke III tgl 17, hari Selasa bertempat di rumah Kepala Desa Gunung Geni M.Aly. 

"Kegiatan tersebut disambut dengan senang hati mendapat giliran desanya menjadi tempat musyawarah," tuturnya.

Apalagi dalam kesempatan tersebut  juga hadir AKP Muhammad Dugel, Kapolsek Banyuanyar.

Kegiatan rutin tiap bulan ini mendapat tanggapan positif dan mengharap kegiatan silaturahim dan rembuk antar desa ini menjadi tambah baik pada kualitas kerja di desa sehingga sinergi dalam kegiatan kegiatan yang lain seperti keamanan dan kebersihan antar lingkungan," tuturnya AKP M.Dugel. (M.H)

15/03/2020

Berambisi Punya Perwakilan di Jember, Bupati Akan Temui Pimpinan KPK


Jember, Kabarejember.com 
----- Bupati Jember, dr. Faida, MMR., menyatakan akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat ini. 

Rencana ini untuk memperkuat perang terhadap korupsi yang telah lama dikumandangkan sejak kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief.

Capaian yang diharapkan dari pertemuan dengan pimpinan KPK itu berupa perwakilan komisi antirasuah tersebut di Bumi Pandhalungan. 

"Bila diperbolehkan oleh undang-undang, Pemkab Jember akan buat kantor perwakilan KPK,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at, 13 Maret 2020. 

Perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember ini berharap keberadaan KPK di Jember akan semakin melengkapi keberadaan aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.

Bagi bupati, keberadaan KPK di Jember akan mampu membantu pencegahan dan pemberantasan korupsi di Jember. 

"Karena saya dan KPK serta aparat penegak hukum lainnya, memiliki semangat perjuangan yang sama, yakni pemerintahan tanpa korupsi," tegasnya. 

Istri Abdul Rachim ini mengaku sangat senang dengan agenda pencegahan dan pemberantasan korupsi di Jember oleh KPK. 

Keberadaan KPK ini nantinya, harap bupati, juga bisa membantu mendorong lancarnya pembahasan APBD Kabupaten Jember. 

Terkait APBD Kabupaten Jember, bupati berharap anggaran untuk rakyat ini tidak tersandera oleh tarik ulur problematika politik, padahal aspek hukumnya sudah selesai.

Jika anggaran tersebut tersandera, maka akan mengecewakan lebih 2,6 juta rakyat Jember yang senantiasa menanti pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Jember. 

"Kepentingan Pemkab atas APBD 2020 hanya satu, tidak mau kebutuhan rakyat terabaikan," ungkapnya. 

Seperti telah diketahui, Pemerintah Kaupaten Jember telah mengajukan Raperkada APBD Kabupaten Jember tahun 2020 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Pengajuan tersebut karena DPRD Kabupaten Jember belum membahas Raperda APBD Kabupaten Jember tahun 2020. Pengajuan tersebut juga sesuai Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (Mul/hms/*)

14/03/2020

Polresta Probolinggo Bersama Tiga Pilar Lakukan Bersih-bersih Lingkungan

Probolinggo, Kabarejember.com
----Virus Covid 19 sudah resmi diumumkan WHO menjadi pandemi global. Karena itu, butuh bantuan dan kepedulian dari semua pihak untuk secara bersama – sama mencegah penyebaran Covid 19 agar tidak semakin meluas. 

Sabtu (14/03/2020) pagi, jajaran Polres Probolinggo Kota yang dipimpin Wakapolres Kompol Teguh Santoso SE melakukan kerja bakti bersama tiga Pilar Mayangan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Korona di Stasiun Kota Probolinggo.

Kegiatan ini diikuti Andika Bagus Permadi, Kepala Stasiun, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman W SE SH, Danramil 01/0820 Kapt.Cpl.Eko Saputro, Jajaran Kasat Polres Probolinggo Kota, Sekcam Kecamatan Mayangan, para Lurah se Kecamatan Mayangan, petugas kesehatan Puskesmas Sukabumi, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Mayangan,  anggota Polres Probolinggo Kota dan anggota Linmas Kecamatan Mayangan.

“Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dari jajaran Polres Probolinggo untuk secara bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus Covid 19 agar sebisa mungkin tidak masuk ke wilayah Kota Probolinggo,” ucap Kompol Teguh.

Kompol Teguh menjelaskan, selain dari jajaran polres dan Polsek Mayangan, kegiatan ini juga melibatkan unsur tiga pilar di Kecamatan Mayangan sebagai bentuk sinergitas untuk secara bersama –sama semaksimal mungkin  mencegah peredaran virus Covid 19 agar tidak masuk ke Kota Probolinggo.

Waka menerangkan, sampai sekarang ini belum ada laporan warga Kota Probolinggo yang terjangkit virus Covid -19. Hal ini sebagai salah satu bentuk klarifikasi atas beredarnya berita hoax beberapa hari lalu beredar di media sosial  ada warga Kota Probolinggo yang terjangkit Covid 19 yang dirawat di RSUD M. Saleh Kota Probolinggo.

“Foto yang beredar di media sosial beberapa hari yang lalu tersebut merupakan simulasi penanganan virus covid 19 yang dilakukan oleh pihak RSUD sebagai antisipasi apabila ada warga yang terjangkit Covid 19,” ucap Wakapolres.

Lebih lanjut, Wakapolres juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan secara rutin melakukan olahraga agar kesehatan warga tetap terjaga.

“Kegiatan kami di stasiun kota Probolinggo kali ini, kami bersama dengan jajaran dan tiga pilar Mayangan membersihkan beberapa tempat di stasiun agar menjadi bersih,” terang Wakapolres. ( M.H)

13/03/2020

HUT Damkar ke 101, Satpol PP ke 70 dan Satlinmas ke 58 Gelar Gowes dan Berbagai Lomba

Probolinggo, Kabarejember.com 
--- Dalam rangka meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Damkar ke 101, Satpol PP ke 70 dan Satlinmas ke 58 nampak pada tahun ini. Sebagai buktinya,  Pemerintah kota Probolinggo mempunyai cara lain untuj
K memeriahkan momen setahun sekali ini.  Yaitu, dengan menggelar gowes bareng Wali kota dan lomba tarik mobil Damkar seberat 12.050 kg di depan kantor wali kota, Jumat (13/3) pagi. 

Gowes yang diikuti ribuan peserta ini diikuti Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Sekda drg Ninik Ira Wibawati dan sejumlah pejabat serta komunitas dan kalangan masyarakat. 

Rute gowes bareng wali kota melintasi Jalan Panglima Sudirman – Jalan Soekarno Hatta - Jalan Brantas – Jalan Kapuas – Jalan KH Dewantara – Jalan Slamet Riyadi – Gladak Serang – Jalan Cokroaminoto – Jalan Pahlawan – Jalan Panglima Sudirman – finish kembali ke kantor wali kota. 

Berbagai hadiah seperti sepeda, televisi, kipas angin dan hadiah hiburan lainnya dibagikan melalui kupon yang sudah tersebar. Salah satu anggota Satpol PP berhasil membawa pulang sepeda, saking senangnya sampai ia rela push up sebelum hadiah diserahkan. 

Lomba tarik mobil damkar semakin memeriahkan kegiatan pagi itu. Tidak hanya instansi vertikal dan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, para wartawan pun ikut jadi peserta lomba tarik truk damkar jenis Isuzu 240 PS dan gowes. 

Salah satu peserta dalam giat lomba tarik mobil Damkar yakni Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-Wamipro) yang mendapat nomor urut peserta 21. “Kita berupaya mendukung kegiatan yang diadakan Pemkot Probolinggo, termasuk pada even lomba. Diharapkan dengan partisipasi kita di momen ini akan semakin terjalin sinergitas antara F Wamiprodengan Pemkot.”Ujar Suhri, ketua F Wamipro. 



Aturan dalam lomba tarik truk damkar, satu tim berisi enam orang dengan ketentuan harus berhasil menarik truk sepanjang 17 meter. Durasi waktu tercepat, ialah yang menjadi pemenang. Keseruan, teriakan histeris dan memberi semangat selalu terjadi ketika tim mulai menarik tambang.  

Tiga tim yang menjadi pemenang adalah tim Sekretariat Daerah dengan kecepatan 17,88 detik mendapat uang tunai Rp 1,5 juta; juara kedua dengan waktu 18,13 detik diraih Kodim 0820 yang mendapat hadiah Rp 1 juta dan ketiga tim gabungan (Bappeda Litbang, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata) mencatat waktu 18,18 detik berhasil membawa hadiah Rp 750 ribu. 

Agenda gowes dan lomba ini dilaksanakan agar keberadaan Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas lebih dirasakan masyarakat.

Di HUT ini, Wali Kota Habib Hadi berharap ke depan Damkar, Satpol PP dan Satlinmas bisa lebih baik. 
Dari kemarin sudah baik dan bagus. Dengan adanya pelayanan dan perhatian terhadap keluhan masyarakat melalui call center 112 yang dimotori Satpol PP dengan tanggap. Tahun ke depan harus lebih baik lagi,” tutur Habib Hadi sebagai Wali kota Probolinggo saat ini.

untuk memaksimalkan pelayanan damkar, fasilitas mobil damkar rencananya akan ditambah khususnya kendaraan yang dapat menyuplai air ke jalan-jalan kecil di Kota Probolinggo. 
“Semoga bisa terwujud, sehingga tidak ada lagi keterlambatan penanganan pemadam kebakaran,” imbuh wali kota. 

Kasatpol PP. Agus Effendi mengatakan even ini meupakan satu kegiatan utamanya di internalnya yang bertujuan menambah motivasi dalam melaksanakan tugas bagi anggota Damkar. 

Terkait keikutsertaan jajaran samping dalam momen lomba tersebut Agus menjelaskan “Adanya sinergi dengan jajaran lain tentunya akan meningkatkan kinerja yang mantab. Dengan menjalanakan tugas bersama, tentunya akan lebih mantab dan tugas akan terselesaikan dengan baik. Untuk tahun depan tentunya kegiatan semacam ini akan lebih ditingkatkan," ujarnya.(M.H) 

04/10/2019

Tahap III Penyaluran Jaslut dan BLU 2019 Dipusatkan di Kec. Arjasa


Jember, Kabarejember.com
---- Penyebaran daerah penyaluran untuk tahap III Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantu Lanjut Usia (BLU) 2019 yang dipusatkan di Balai Desa Arjasa Kecamatan Arjasa meliputi Kecamatan Arjasa, Patrang, Sumbersari dan Panti. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 5 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB.

Pada tahap ini ada 218 keluarga penerima manfaat untuk program Jaslut dan 12 keluarga penerima untuk BLU (penerima dari Kecamatan Panti).

Jaslut dan BLU ini merupakan kolaborasi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember yang bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pemeliharaan kesehatan lanjut usia, serta memelihara taraf kesejahteraan sosial lanjut usia agar mereka dapat menikmati taraf hidup yang wajar.

Sasarannya adalah mereka yang berusia 70 tahun ke atas (semakin tua semakin diprioritaskan), kepala atau anggota rumah tangga miskin sesuai basis data terpadu (BDT), tidak memiliki penghasilan tetap baik dari dirinya sendiri ataupun orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Selain itu, lansia yang sakit-sakitan dan bukan penyandang cacat berat yang akan atau telah menerima bantuan dari pemerintah atau lembaga sosial. KTP dan surat keterangan dari luarh/kades juga menjadi salah satu syarat penerima bantuan ini. Mereka juga tidak termasuk dalam perintis kemerdekaan atau janda perintis kemerdekaan, bukan klien pantia sosial tresna werdha atau panti sosial serta jika mereka suami isteri, maka yang berhak mendapatkan adalah salah satu diantara mereka.

Dalam hal ini, Pemkab Jember memberikan Jaminan Kesehatan Daerah, dokumen adminduk, dan beberapa lansia  akan memperoleh catering lansia 3 x sehari diantar setiap hari ke rumah dan beras daerah/rastrada.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap dengan adanya penyaluran ini, kualitas hidup dan jaminan sosial lansia di Kabupaten Jember dapat meningkat, karena mereka juga adalah bagian dari masyarakat yang pernah dan masih memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan.

Selain itu, hal ini merupakan perwujudan janji kerja Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan bagi lansia, anak-anak dan difabel di Kabupaten Jember.  (mul/mia/hms)

Pemdes di Jember Wajib Jamin Penangganan Stunting Oleh RDS dan KPM Masuk APBdes


Jember, Kabarejember.com
---- Pemerintah Desa ( Pemdes)Wajib menjamin terlaksananya penanganan Stunting yang digagas oleh Rumah Desa Sehat (RDS) dan Kader Pembangunan Masyarakat (KPM). Sehingga, program tersebut harus masuk dalam dokumen APBDES.
    Demikian ditegaskan Adi Wijaya, staf Bidang Pengelolaan Keuangan Desa Pemkab Jember, Dalam pelatihan Peningkatan Sumber daya manusia (PSDM) Program Inovasi Desa 2019, dihadapan 226  Skretaris Desa(Sekdes), di kantor Universitas Islam Jember (UIJ), Minggu siang (29/9/2019).
     Dia menjelaskan, sesuai regulasi, yang melaksanakan kegiatan penanganan stunting, adalah RDS yang salah satu unsur di dalamnya adalah KPM. Namun untuk menjamin terlaksananya program tersebut, perlu adanya jaminan tersedianya anggaran yang memadai.
"Karena itu yang saya harapkan sekdes, bisa memahami arti penting RDS. Karena usulan program penangan Konvergensi pencegahan Stunting desa akan dibahas di RDS. Sehingga Program ini, harus didukung oleh Dokumen perencanaan Desa, RKPDes dan RAPBDesa,"tutur Adi.
      Karena itu, Pemerintah Desa Wajib membuat laporan pencegahan  stunting desa, yang diinput dari kegiatan RDS dan KPM.
 
 Hal senada disampaikan Tim Ahli Dispemasdes Kabupaten Jember, Ahmad Faourzan, usai menyampaikan Simulasi Pelaporan Konvergensi Pencegahan Stunting Desa.
     Dia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 193/07.PMK/2018 tentang Pengelolaan Dana Desa, bahwa pengajuan Dana Desa Tahap 3 tahun 2020 nanti harus menyertaikan Laporan Konvergensi Pencegahan Tingkat Desa.
"Setelah kegiatan ini, kami harapkan,  agar Sekretaris Desa memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam membuat laporan tersebut,"ujar pria yang biasa disapa Itok dalam pelatihan dengan Thema pokok Zero Tolerance Stunting ini.
     Itok juga menegaskan, Perlu diketahui bersama bahwa Laporan Konvergensi Pencegahan Stunting disusun dengan menggunakan data yang berasal dari Rumah Desa Sehat (RDS). Data ini meliputi:
1. Jumlah Sasaran 1.000 HOW (Ibu Hamil dan Anak Usia 0 - 23 Bulan),
2. Hasil Pengukuran Tikar Pertumbuhan (Deteksi Dini Stunting),
3. Kelengkapan Konvergensi Paket Layanan Pencegahan Stunting Bagi 1.000 HPK (Ibu Hamil, Anak Usia 0 - 23 Bulan, dan Anak Usia 2 - 6 Tahun)
4. Tingkat Konvergensi Desa
5. Penggunaan Dana Desa Dalam Pencegahan Stunting.
       Sedangkan ketua Cluster 2, Mohamad Hafit, bahwa kegiatan ini dilakukan 3 panitia  Cluster, yakni Cluster 1, Cluster 2 dan Cluster 3. Kegiatan selama 2 hari berturut dengan peserta Sekdes dan KPM se Kabupaten Jember, yang terdiri 226 Sekdes dan 226 KPM.
"Salah Tujuan kegiatan pelatihan ini, yakni  Memberikan transformasi pengetahuan kepada Pemerintah Desa dan KPM  tentang stunting. Merubah Perilaku Pengambil Keputusan di Desa bahwa membangun SDM (Kesehatan dan Pendidikan) itu lebih penting. Selain itu Pemerintah Desa, diharapkan memiliki ketrampilan untuk mengelola Dana Desa berbasis data masalah dan data potensi,"ujar pria yang juga ketua TPID Mayang.
    Kegiatan pelatihan PSDM Program Inovasi Desa ini, mendapatkan apresiasi dari Tim Ahli Infrastruktur Desa (TA.ID) Despemasdes, Ennik Yudhayanti,  yang menjadi pengarah kegiatan ini. Sebab, kegiatan yang digelar sejak tanggal 17, 28 dan 29 September 2019, berjalan lancar dan sukses. Hampir 100 persen peserta hadir memenuhi undangan panitia, sudah berkomitmen untuk merealisasikan hasil dari pelatihan Program Inovasi Desa 2019.
" Diucapkan banyak Terima Kasih kepada Seluruh Panitia Pelatihan PSDM yg telah sukses menyelenggarakan Pelatihan PSDM dengan baik, Selamat beristirahat dan jangan lupa bahagia,"tutur ibu ennik dalam pesan WhatsAppnya. (iza/tok/ulu)

27/09/2019

Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis, AKAR Jember Gelar Aksi Solidaritas


Jember, Kabarejember.com
----- Aksi anarkis dan kekerasan yang dilakukan oknum aparat terhadap jurnalis di beberapa wilayah, mendapat reaksi keras jurnalis Jember. Jurnalis Jember yang terdiri dari Persatuan Wartawan  Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televesi Indonesia (IJTI) dan Forum Wartawan Lintas Media  (FWLM) menggelar aksi solidaritas di Alun alun Jember dan Mapolres Jember, Jumat (27/9/2019). 

Aksi jurnalis dimulai sekitar pukul  09.00 Wib di Alun alun Jember langsung melakukan orasi, Orasi itu dilakukan organisasi wartawan yang ada di Jember secara betgiliran. Pada intinya, jurnalis Jember mengkutuk keras aksi anarkis dan kekeerasan terhadap jurnalis di beberapa wilayah di Indonesia. Karena itu, jurnalis Jember mendesak institusi Polri dan Kapolri untuk memproses hukum oknum aparat telah berbuat kasar dengan kekerasan terhadap jurnalis.

Bentuk kekerasan dan anarkis yang dialami  sejumlah jurnalis di beberapa daerah terjadi saat aparat  menghalau dan memukul mundur pendemo yang menyuarakan tuntutan tentang perubahn .RKUHP dan RUU KPK di beberapa daerah.  Rupanya, sikap represi polisi tak berhenti pada demonstran saja, tapi juga menyasar jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

Aparat tak hanya menghalang-halangi tugas jurnalistik, tapi juga merampas peralatan bahkan melakukan kekerasan. Sejumlah jurnalis di berbagai daerah dilaporkan terluka dalam peristiwa tersebut.

Laporan sementara yang diterima, ada tiga daerah yang terjadi kekerasan dan menimpa jurnalis. Di antaranya, di Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Korban yang tercatat ada 10 jurnalis dari 10 media berbeda.

Bentuk kekerasan yang diterima juga bermacam-macam. Ada yang diintimidasi, dirampas alat kerja, hingga mendapat kekerasan fisik. Bahkan, jurnalis pendiri Watchdog Dandhy Dwi Laksono ditangkap dan disangka menyebarkan kebencian. Dhandy dijerat pasal karet UU ITE. Ananda Badudu, penggalang dana untuk membantu mahasiswa yang menggelar aksi di Jakarta juga ditangkap polisi.

Tindakan ini sudah jelas melanggar hak berekpresi dan menyampaikan pendapat warga yang dijamin undang-undang. Pemerintah terkesan antikritik, sehingga menggunakan alat negara untuk membungkam warganya.

Di sisi lain, kekerasan yang dilakukan polisi dan massa terhadap jurnalis juga merupakan tindakan pidana sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tentang Pers, Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

Padahal, setiap jurnalis memiliki hak untuk mencari, menerima, mengelola, dan menyampaikan informasi sebagaimana dijamin secara tegas dalam Pasal 4 ayat (3) UU RI No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Khususnya terkait peliputan yang menyangkut kepentingan umum sebagai bentuk kontrol publik.

Menyikapi kekerasan terhadap jurnalis tersebut, AKAR Jember menyatakan sikap:

1. Mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan anggotanya dan massa aksi di berbagai daerah.

2. Mendesak kepolisian menghentikan segala bentuk represi yang mengancam kerja jurnalis, serta mendukung kebebasan berpendapat dan berkespresi yang dilakukan masyarakat.


3. Menuntut kepolisian menghukum anggotanya yang terlibat kekerasan kepada jurnalis. Dan penanganan kasusnya dibuka untuk publik.

4. Menuntut kepolisian melucuti senjata para anggotanya yang bertugas menghalau massa. Dan menghentikan semua upaya sweeping kepada peserta aksi maupun jurnalis yang sedang bertugas.

5. Menuntut kepolisian membebaskan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu dari sangkaan pasal karet UU ITE.

6. Menuntut kepolisian menghentikan penangkapan-penangkapan aktivis yang melakukan kritik dan menyuarakan kepentingan publik.

7. Tuntaskan reformasi di tubuh Polri.

8. Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat sedang meliput. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU Pers.

9. Mengimbau perusahaan media untuk memberikan alat pelindung diri kepada jurnalis mereka yang meliput aksi massa yang berpotensi terjadi kericuhan.


10. Mendesak Dewan Pers membentuk Satgas Anti Kekerasan guna menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang aksi penolakan RKUHP dan Revisi UU KPK di berbagai daerah.

AKAR Jember merupakan aksi solidaritas para jurnalis di Jember menyikapi kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi sepanjang pekan ini. AKAR Jember terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),  FWLM (Forum Wartawan Lintas Media ),IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Tapal Kuda ,serta AJI ( Aliansi Jurnalis Independen. ( Mul )

25/07/2019

Polres Jember Raih Prestasi dari Kemenpan RB di Jakarta



Jember, Kabarejember.com
----Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi pada seluruh satuan kerja yang bernaung dibawah Kemenpan RB terkait Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah  Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada selasa siang (23/7/19).

Hajatan 2 tahunan dari Kemenpan RB tersebut dihelat di Hallroom Candi Mendut yang masih berada pada kawasan Hotel Grand Sahid Jaya di Jakarta Pusat, serta turut dihadiri oleh Asisten Deputi Kemenpan RB, Agus Puji serta Srena Mabes Polri, yakni Kombes Pol. Meilina Dirianti Tambuna sebagai representasi dari tim desk monitoring dan evaluasi dari Kemenpan RB.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Kapolres Jember AKBP.  Kusworo Wibowo SH., S.I.K., MH beserta seluruh jajarannya telah tiba pada acara yang dihelat hotel Said tersebut. Rangkaian panjang acara monitoring dan satuan kerja tersebut berakhir pada pukul 16.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Polres Jember yang terpilih menjadi salah satu Satker untuk mengikuti acara Desk Monitoring dan Evaluasi Zona Integritas Berpredikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), pada akhirnya dinobatkan menjadi Satker yang layak mempertahankan predikat Satker yang tergolong sebagai wilayah birokrasi bersih dan melayani. (Ulu)

21/07/2019

Bupati Berharap Lomba Mancing Jadi Destinasi Wisata Baru



Jember, Kabarejember.com
----Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. berharap lomba memancing bisa menjadi destinasi wisata baru, sehingga ada alternatif hiburan bagi masyarakat Jember.
Ini disampaikan Bupati setelah melihat antusias peserta lomba memancing memperingati HUT ke-20 Radar Jember di Omega Fishing di kompleks Jember Edu Garden (JEG) di Kecamatan Ajung, Minggu, 21 Juli 2019.
"Karena peminatnya banyak, saya harap kegiatan ini bisa diperluas. Tidak hanya diperlombakan di wilayah kota Jember, tetapi juga di wilayah sekitarnya," kata Bupati.
Selain memperluas wilayah perlombaan, Bupati berharap lomba memancing ini diselenggarakan secara temporal dan terjadwal.
Jadwal penyelenggaraan lomba memancing tersebut diperlukan bagi komunitas pemancing. Sedangkan penyelenggaraan lomba secara rutin atau temporal itu akan mendorong lomba memancing menjadi destinasi wisata.
"Sehingga, komunitas mancing bisa mengetahui jadwal penyelenggaraan, dan bisa menjadi event destinasi wisata kekhasan di Kabupaten Jember," lanjut Bupati.
Kata bupati, memancing dapat melatih kesabaran, konsentrasi, dan jalinan persaudaraan. Bahkan jaringan bisnis pun muncul di kolam pancing.
Selain berbicara tentang lomba pancing, Bupati menyebut kolam pancing merupakan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan.
"Kolam pancing ini bukan sekedar hobi. Ternyata, saya melihat ini bisa dikembangkan menjadi suatu area pemasaran yang luar biasa. Ini bisa juga menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Jember," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengapresiasi kreativitas Radar Jember sebagai penyelenggara kegiatan ini. Karena antara pemancing, terdapat jalinan yang bisa dirajut panitia dengan luar biasa.
Orang pertama di Jember ini mengungkapkan, memancing di acara ini merupakan kali pertama dilakukannya. Meski tidak mendapat ikan, Bupati mengaku tetap gembira saat duduk bersama komunitas pemancing.
"Saya mancing pertama kali, tapi belum dapat ikan. Namun duduk bersama komunitas pemancing itu gembira, rileks. Yang menang ceria, yang tidak menang juga ceria," tuturnya.
Dalam acara pembukaan lomba itu, Bupati diberi kesempatan untuk melepas ikan ke kolam pancing. Bupati juga berkesempatan ikut memancing bersama suami, drg. Abdul Rochim, serta pejabat lainnya.
Sementara Direktur Radar Jember, Abdul Choliq Baya, menyampaikan, lomba memancing diselenggarakan supaya dapat bermanfaat bagi yang punya hobi memancing.
"Memancing adalah kegiatan yang positif, karena kita memancing ikan bukan memancing keributan," katanya mengundang tawa. (mul/mia/hms)

20/07/2019

Pilkades Rambipuji Masuk Tahap Penelitian dan Verifikasi Berkas Persyaratan Calkades



Jember, Kabarejember,com
 -- Penelitian dan verifikasi berkas persyaratan bakal calon Kepala Desa Pilkades serentak Tahun 2019 di Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember, sedang berlangsung , Sabtu ( 20/7/2019 )

Acara dimulai pada pukul  08.30 Wib sampai selesai dan dihadiri dari 6 calon kepala desa yang diantaranya, Rambipuji Curah malang, Nogosari, Rambipuji, Pecoro, Rowotamtu, Kaliwining.

Acara dipimpin langsung oleh Bapak Camat Rambipuji  Ir MAD Satuki, M.Si , Danramil  Kapten Inf Abdul Latif,  Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo dan Kasi Pem Kecamatan Rambipuji ( Yuni Suhono ), Semua Panitia Masing - masing desa yaitu  Rowotamtu dan Gugut tahun depan, artinya yang pilihan kepala desa cuman enam desa.

Menurut Camat Rambipuji (Ir MAD Satuki,M.Si), mengenai penelitian dan verifikasi berkas persyaratan bakal calon kepala desa Pilkades serentak 2019, pertama desa curah malang, kedua Rowotamtu, ketiga kaliwining, keempat Rambipuji, kelima Nogosari,  keenam Pecoro. Mengenai verifikasi ini untuk rambi ada satu desa dari 5 calon kepala desa yang yang nantinya tes di kabupaten. " Terus ada satu desa lagi yang calonnya nantinya antara bapak dengan putrinya. Dan, inilah yang dinamakan tidak sama dengan desa lainnya.

"Masalah persyaratan ada yang kurang dan ada yang lengkap, hal ini sudah biasa dan yang penting nantinya sesuai dengan perbub yang jangka waktunya lima hari. artinya masih ada waktu untuk melengkapinya. ucap camat rambipuji pada saat dikonfirmasi awak media setelah selesai acara penelitian dan verifikasi persyaratan berkas bakal calon kepala desa.

Lanjut Satuki, mengenai persyaratan yang kurang lengkap cuman masalah yang ringan- ringan saja, seperti kurang pernyataan saja dan ini masih ada waktu lima hari artinya masih bisa diperbaiki untuk lebih diperlengkapi.

" Kami selalu sinergi dengan semua panitia, dengan pihak keamanan baik kepolisian Koramil dan lain sebagainya. harapan kami  kedepannya, tetep sinergi dengan panitia, dan langkah-langkah yang perlu kita lakukan agar supaya Pilkades ini dapat berjalan sukses, kondusif dan aman," pungkasnya. ( Erwin )

12/07/2019

Komisi C DPRD Jember Langsung Sidak PT BiS


Jember, Kabarejember.com
 -- Ketua komisi C DPRD Kabupaten Jember, Siswono dan LH Kabupaten Jember melakukan sidak ke PT Bis Pralon sukses/ Mpoin. Kedatangan  anggota Komisi C dan LH, Dishub, Bapenda tersebut berdasarkan atas pengaduan buruh kerja yang didampingi oleh Sarbumusi. Jum,at (19/07/2019)

Sidak dipimpin langsung Komisi C DPRD Jember, Siswono beserta LH ,Dishub, Bapenda yang didampingi petugas Polres Jember.

Pada saat melakukan sidak, Siswono  ketua Komisi C dan LH, Dishub, Bapenda, yang didampingi anggota Polres Jember, pertama lanngsung melakukan kroscek ke lokasi  gudang tersebut, selanjutnya melakukan investigasi  langsung dengan pekerja yang ada didalam gudang, begitu ditanya masalah keselamatan bekerja pihak pekerja menjawab kita bekerja sudah seperti ini pak, ditanya masalah masker, dan sarung tangan, dia jawab ada, tapi tidak dipakai.

" Berhubung pimpinan PT Bis Pralon suksesi atau Mpoin tidak bisa hadir artinya paling tidak kita akan melakukan panggilan. Artinya kita tanyakan SIUP, IMB dan lainnya terkait perusahaan ini, dan selanjutnya kita akan tindak tegas," tutur Siswono , ketua Komisi C DPRD Jember.

Umar Faruk sebagai kuasa pekerja (Sarbumusi) pada saat dikonfirmasi awak media di halaman depan perusahaan PT Bis Pralon sukses / Mpoin mengatakan, terkait pelanggaran yang dilakukan PT Bis Pralon sukses/ Mpoin milik Paulus,  pimpinan/ manejer, sangat banyak sekali pelanggarannya, seperti gaji upah pekerja dibawah (UMK) upah minim Kabupaten Jember.

Selain itu, pekerja tidak didaftarkan ke BPJS, perusahaan melakukan PHK sepihak dan tidak prosedural. 22 pekerja yang di PHK oleh perusahaan tidak jelas. "Padahal, kalau dilihat dari segi lama bekerja, ada yang mulai 2 tahun sampai 11 tahun dan ini sudah melanggar undang-undang nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja,"  ujarnya serius.

Sementara,  Ika selaku Admin perusahaan PT Bis Pralon suksesi atau Mpoin ketika dikonfirmasi awak media dikantornya, menyatakan, pimpinannya tidak bisa hadir dikarenakan ada kepentingan di luar kota. (Erwin)

11/07/2019

HUT Bhayangkara ke 73, Polres Jember Dapat Kado Istimewa


Jember, Kabarejember.com
 ---- Kepolisian Resort Jember yg dikomando oleh AKBP Kusworo Wibowo, S.H, S.I.K,M.H pada momentum peringatan Hari Bhayangkara ke 73 mendapat kado istimewa sebagai catatan prestasi terbaik. Rabu (10/1/2019)

Penghargaan tersebut diberikan dikantor perbendaharaan Negara (KPPN) jember dalam bentuk apresiasi serta motivasi satker untuk mencapai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). acara penghargaan ini digelar dilantai II Gedung KPPN jember. (9/1/2019)

Dari 70 Satker lingkup KPPN jember, penghargaan diterima oleh 9 satker terbaik dalam 3 kategori. dan parameter penilaiannya berdasarkan realisasi anggaran/ penyampaian data kontrak, pengelolaan dana UP dan TUP. ketepatan penyampaian SPM paling tidak berkas SMP yang ditolak dan ketepatan penyampaian LPJ.

Sementara Kabagren Kompol Nurhadi Suseno,SE bersama  bendahara satker polres jember Aiptu Nita Harwiyani telah menerima penghargaan dalam kategori satker yang memperoleh penilaian terbaik kategori besar pagu anggaran Up x 6 dengan nilai IKPA 98,69.

Kepala KPPN jember Arif Khuzaini mengatakan KPPN sendir memiliki indikator khusus dalam penilaian, mulai dari penyusunan laporan yang akuntabel dan lainnya.selain indikator tersebut, kami juga rutin memantau / mengingatkan satker untuk disiplin. ungkapnya

Kapolres Jember dengan ucapan yang senang mengucapkan, "Selamat dan sukses, untuk bendahara satker polres Jember yang mendapatkan penghargaan IKPA terbaik semester 1 tahun 2019, terus tingkatkan spirit kinerja untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi kesatuan polres jember. ( Erwin )