Langsung ke konten utama

Prof. Nizam: Belajar Tidak Harus Di Kelas


Jember, kabarejember.com
---Kebijakan kampus merdeka pada intinya adalah dalam rangka menyiapkan generasi unggul yang siap memasuki dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja. Dalam kebijakan kampus merdeka ini akan memberikan ruang belajar yang sangat luas kepada para mahasiswa.
“Ruang belajar menjadi semakin luas karena belajar tidak lagi harus selalu di dalam ruang kelas dan di kampus saja. Mereka (mahasiswa) bisa mengambil hak untuk belajar di program studi lain dalam satu kampus dan bisa juga belajar diluar kampus mereka.”
Pernyataan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof. Ir. Nizam, M.Sc. DIC, Ph.D, saat menjadi narasumber dalam acara webinar dengan tema “Kampus Merdeka, Merdeka Belajar Dalam Tatanan Normal Baru” yang diselenggarakan oleh  Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember melalui aplikasi zoom, (17/6).
Menurut Prof. Nizam, implementasi dari kebijakan kampus merdeka akan semakin mendekatkan sektor industri dengan perguruan tinggi. Karena menurut Prof. Nizam, dalam kebijakan kampus merdeka ini mahasiswa diperbolehkan melakukan magang di tempat-tempat industri selama maksimal dua semester yang nilainya setara dengan 40 SKS.
“Sementara ini magang yang berjangka pendek kurang dari 6 bulan sangat tidak cukup untuk memberikan pengalaman dan kompetensi industri bagi mahasiswa. Perusahaan yang menerima magang pun menyatakan magang dalam waktu sangat pendek tidak bermanfaat, bahkan mengganggu aktivitas di Industri,” imbuh Prof. Nizam.
Oleh karena itu Prof. Nizam berharap, dengan durasi magang selama dua semester mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja di industri atau dunia profesi nyata. Sehingga saat lulus nanti mereka siap masuk dunia kerja.
“Dengan magang 1 sampai 2 semester, maka mahasiswa mendapatkan pengalaman yang cukup. Pun demikian dengan industri, mereka akan mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya bisa langsung di-recruit, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal,” jelas Prof. Nizam.
Sementara itu Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menyampaikan, sebenarnya selama ini Universitas Jember telah melakukan praktek kampus merdeka. Magang industri misalnya, beberapa program studi telah mewajibkan mahasiswa magang di tempat-tempat industri.
“Seperti halnya FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Fakultas Teknik. Hanya saja selama ini durasinya memang berkisar 40 hari saja. Jadi tinggal disesuaikan saja masalah durasi dan konsep yang ada dalam kebijakan kampus merdeka,” ujar Iwan sesaat setelah mengikuti paparan materi dari Prof. Nizam.
Menurut Iwan, dalam menerapkan konsep merdeka belajar diperlukan banyak penyesuaian. Oleh karena itu menurut Iwan, perguruan tinggi perlu membangun konsep kurikulum yang baik terkait penerapan merdeka belajar di kampus masing-masing.
“Alhamdulillah Universitas Jember sudah selesai menyusun panduan implementasi merdeka belajar. Target kami semoga bisa kami implementasikan pada semester gasal tahun ajaran 2020/2021,” tutup Iwan. (mia/moen/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...