Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

02/04/2021

Polres Lumajang Terima Kunjungan Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim

 


Lumajang, merdekanews.net. -----. Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si secara langsung menyambut Rombongan Tim III Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021 aspek perencanaan dan pengorganisasian di Polres Lumajang, bertempat di ruang Eksekutif Polres Lumajang, Kamis (1/4/2021) pukul 08.00 Wib.


Tim III Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021 dipimpin oleh Ketua Tim AKBP Elijas Hendrajana S.H., S.I.K., M.Si (Irbid Itwasda Polda Jatim) diwakili oleh Kompol Rahmat Wijaya, S.E. (Auditor IV Itbid Itwasda Polda Jatim), berserta Anggota Tim lainnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si, PJU, dan Anggota Polres Lumajang. 


Kapolres Lumajang selaku tuan rumah menyampaikan sambutannya, ucapan selamat datang kepada Tim III Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021, “Saya ucapkan terimakasih atas kehadirannya dan selamat datang di Polres Lumajang”.


AKBP Eka Yekti menuturkan, proses audit merupakan salah satu upaya kontrol terhadap pelaksanaan tugas dilapangan sehingga jalan untuk meningkatkan profesionalisme kerja bagi anggota Polri semakin terbuka


“Semua bagian agar menyiapkan dokumen pendukungnya yang menjadi obyek riksa, setiap temuan yang ada akan kami lakukan evaluasi dalam rangka perbaikan untuk kinerja yang lebih baik” Ucap AKBP Eka


Selanjutnya Kompol Rahmat Wijaya, S.E. mewakili Ketua Tim mengatakan bahwa pelaksanaan Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021 yang dilaksanakan di Mapolres Lumajang, untuk mengetahui sejauh mana penyusunan perencanaan mulai dari IKU, renstra, renja, rengiat dan lainnya. 


Perbaikan diperlukan agar visi misi selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta Polri Presisi dapat diimplementasikan secara optimal.


“Dari hasil pemeriksaan, secara umum semua sudah berjalan dengan baik. Beberapa hal perlu dilakukan perbaikan dan tindak lanjut.” Tuturnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman oleh auditor kepada masing-masing satuan kerja didampingi masing-masing pejabat dan penanggungjawab bidang administrasi, operasional dan keuangan. ( misdi )

26/04/2019

Warga Diharapkan Tanggap Bencana


Lumajang, 26 April 2019 --- Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperwati, M. Si., (Bunda Indah) menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan tanggap apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Hal tersebut diutarakan saat bertindak sebagai pembina Apel pada Gladi
Lapang atau Evakuasi Bencana Alam Tsunami 2019, Jum'at (26/4/19).

 Gladi Lapang kali ini dilaksanakan di dua titik, yaitu di Dusun Dampar Desa Bades dan di Lapangan Desa Bades Kec. Pasirian.

Nampak hadir pada kegiatan tersebut, Jajaran Anggota Forkopimda Kab. Lumajang, Asisten Pemerintahan Setda Kab. Lumajang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim.

Wabup mengungkapkan, bahwa Gladi Lapang atau Simulasi
Evakauasi bencana alam tersebut, merupakan bentuk pelatihan kepada masyarakat, supaya waspada dan tanggap setiap saat dalam mengahadapi bencana Alam.

Menurutnya, simulasi ini sangat penting bagi masyarakat, untuk melatih diri apabila seolah-olah bencana alam terjadi. Bahkan, agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menanggapi bencana alam.

"Ini wajib diantisipasi dan ini harus dimiliki oleh semua warga masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana," ujarnya.

Ia meminta, kepada BPBD Kab. Lumajang untuk segera merespon cepat, apabila terjadi bencana alam. Hal itu bertujuan, untuk memberi rasa aman terhadap masyarakat, supaya tidak panik apabila dilanda bencana alam.

Di sisi lain, Wabup menyinggung faktor penyebab terjadinya bencana alam. Dikatakan bahwa, salah satu faktor penyebab terjadinya bencana alam adalah kurangnya perhatian masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, seperti misalnya, penebangan pohon secara liar.

Menurutnya, hal itu dapat menyebabkan terjadinya bencana alam, berupa tanah longsor dan banjir.

Untuk itu, Wabup menghimbau kepada masyarakat agar peduli terhadap alam dan menjaga alam dengan baik supaya terhindar dari bencana alam.

Sementara itu, Dandim 0821, Letkol, Achmad Fauzi, SE., mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan Gladi lapang tersebut. Menurutnya, kegiatan Gladi Lapang itu, dapat menumbuhkan sikap tanggap dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

"Gladi Lapang ini sangat penting ya. Karena dapat menumbuhkan sikap tanggap dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, bagaimana yang akan dilakukan masyarakat dan apa yang harus diperbuat. Jadi dengan adanya Gladi ini masyarakat bisa tahu apa yang harus mereka lakukan," ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lumajang, Ir. Teguh Widjayono, MM., melaporkan, Kesiapsagaan bencana tersebut, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dengan cara membangun partisipasi dengan semua pihak melalui kegiatan Simulasi Evakuasi Bencana Alam Tsunami.

Kegiatan Simulasi kali ini, melibatkan kurang lebih 700 peserta, terdiri dari, TNI, Polri, BPBD, TRC, PMI, mahasiswa pelajar,  Relawan PB, Dinas terkait serta warga setempat.

Pada kesempatan tersebut, Wabup beserta jajaran anggota Forkopimda menyaksikan Gladi Lapang / Evakuasi bencana alam yang diperagakan oleh TNI, Polri, BPBD, TRC, PMI serta warga setempat (suatman)

25/03/2019

Bupati Thoriq Tinjau Banjir di Dusun Banter


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Banter Desa Rowokangkung Kecamatan  Rowokangkung, Ahad (24/3/2019).

Bupati meninjau lokasi itu, sesaat setelah menerima laporan adanya banjir. Bupati yang akrab dengan sapaan Cak Thoriq itu, turun langsung ke masyarakat mengendarai motor trail didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten  Lumajang, Kasatpol PP Kabupaten Lumajang, Camat Rowokangkung dan beberapa staf BPBD Kabupaten Lumajang.

Cak Thoriq meminta, agar kebutuhan air bersih, sembako dan kebutuhan lainya segera dipenuhi.

 "Kebutuhan  air bersih dan sembako dibantu melalui BPBD ya, dan kebutuhan popok bayi mungkin dibantu melalui Dinkes atau nanti Puskesmas," ujarnya kepada Kalaksa BPBD Kab. Lumajang.

Cak Thoriq meminta, agar BPBD Kab. Lumajang segera melakukan koordinasi untuk menanggulangi kemungkinan meluasnya kawasan yang terdampak.

Sejauh ini, BPBD Kab. Lumajang sudah mengirimkan bantuan air bersih dan menyiagakan beberapa tim unit reaksi cepat di sekitar lokasi genangan air.

Sebagaimana banjir sebelumnya  genangan air itu, sebagai akibat naiknya debet air di  Sungai Banter, sehingga meluber  ke lahan tebu dan pemukiman penduduk. (suatman)

Gunung Kapur Puger Longsor



Jember, KaJe
Gunung Kapur yang di Desa Grendeng kecamatan puger kabipaten Jember tadi pagi Longsor, Satu Penambang Dilaporkan Tewas Tertimbun
Longsoran Gunung Kapur di Jember
Hasil Informasi sementara, satu orang menjadi korban tertimpa longsoran yang terjadi di sebelah utara Pabrik Semen Puger, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Sementara korban lainnya yang mengalami luka dibawa ke Klinik Graha Sehat puger untuk mendapat perawatan. Selain  korban jiwa dan luka, 6 motor penambang juga tertimbun. Peristiwa longsor  tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 WIB pagi tadi (Senin 25/03/2019)

Satu  korban yang tertimbun longsoran atas nama Sucipto (48) warga Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Sementara dua korban luka lainnya, atas nama Ucok (28) warga Palembang Medan yang tinggal di Perumahan Kecamatan Puger, dan Hasan (30) warga Desa Kasiyan,Warsito, Arip,desa, Ishak,Gimo semua asal desa Grenden Kecamatan Puger. (sbr)

21/03/2019

Jalur Lumajang - Malang Lumpuh Total Akibat Tanah Longsor Setinggi 8 Meter Menutup Akses Jalan




Lumajang, KaJe
Mulai dini hari tadi sekitar pukul 01.30 wib, Kamis ( 21 Maret 2019) jalur  wilayah Lumajang-Malang lumpuh total. Hal ini terjadi karena longsoran tebing yang berada di sisi jalan longsor dan menutup seluruh badan jalan. Hal ini terjadi di KM 57 Piket Nol, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

  Meskipun tak ada korban jiwa, para pengendara baik roda dua maupun roda empat harus berhenti hingga pembersihan bahu jalan dari tumpukan tanah serta bebatuan selesai dikerjakan oleh pihak Polri, TNI, BPBD, maupun warga sekitar yang juga turut membantu dalam kegiatan ini. Tak sedikit pula para pengendara dari arah Lumajang, memutar balik kendaraan nya serta mencoba jalur alternatif menuju Malang via Ranupani yang mana juga kemarin (20/3)mengalami longsor namun telah bisa diakses oleh pengendara.

  Dari pihak Polres Lumajang sendiri, sejak mendengar berita longsornya tersebut juga telah mengirimkan anggotanya yang tergabung dalam satgas siaga bencana untuk mempercepat proses normalisasi wilayah tersebut. Selain itu, pihak TRC PB BPBD Kabupaten Lumajang juga mengirimkan 2 alat berat sekaligus agar mempercepat proses pembersihan jalan tersebut.

  AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengatakan satgas siaga bencana sejak pagi tadi telah dikirim untuk membantu  pembersihan material longsor di jalur piket nol. “Tim kami yang tergabung dalam satgas siaga bencana telah kami kirim untuk membantu rekan rekan yang telah berada di lokasi bekerja sama dengan TRC PB BPBD Kabupaten Lumajang dan TNI. Harapan kami, secepatnya jalur tersebut dapat digunakan kembali. Mengingat jalur tersebut adalah jalur utama, sehingga kendala sedikit saja dapat menghentikan perekonomian warga. Semoga Secepatnya jalur tersebut dapat diakses kembali. Semua elemen sudah bahu membahu bekerja, Karena material yang sangat banyak, butuh waktu 1 hari penuh untuk menyingkirkan material longsor,” ungkap pria yang memiliki symbol dua buah melati di pundak tersebut.

  Ditempat lain, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH menghimbau kepada para pengguna jalan untuk tidak melintasi jalur tersebut. “Kami tidak bisa memprediksi kapan jalur tersebut dapat diakses kembali, mengingat material yang menutupi jalan mencapai  8 meter tebalnya. Saya menghimbau agar pengendara untuk memilih jalur Ranu Pani, atau menggunakan sisi utara lewat Probolinggo jika memang akan keluar wilayah Kabupaten Lumajang,” ungkap Giri. (Suatman)

Tim Siaga Bencana Polres Lumajang Bersama Elemen Buka Jalur Tertutup Longsor


Lumajang, KaJe
Jalur Lumajang Malang jurusan  Ranupani, Watu tulis, Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang,  sekitar  pukul 14.30, Selasa (20/03/2019)  terjadi longsor bervolume panjang ±20 meter tinggi 3 meter dan lebar ±7 meter.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah ini membuat akses jalan sementara tertutup, namun dengan sigap Tim Siaga Bencana Polres Lumajang beserta Kodim 0821 Lumajang, Babinsa Koramil Senduro, TRC-PB BPBD KABUPATEN LUMAJANG, Relawan Ranupane Senduro, TNBTS Lumajang dan Masyarakat Ranupani bahu membahu untuk dapat segera membuka jalan yang tertutup tanah longsor.

Alat berat bergerak menuju lokasi dengan pengawalan personel TRC-PB karena proses pembersihan manual kurang efektif serta hanya berhasil membuka ruang agar R2 dapat melintas. Untuk selanjutnya Tim Siaga Bencana Polres Lumajang melakukan penutupan jalur dan menyarankan jalur alternatif melalui jalur selatan yakni Piket nol untuk masyarakat yg akan menuju Malang dikarenakan semua stake holder yg terlibat ingin segera membuka jalur ini tanpa hambatan dan agar jalur dapat segera dilalui kembali.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memberikan keterangan terkait hal ini yaitu “Alhamdulilah tidak ada korban dalam bencana alam kali ini meski longsor menutup jalan kurang lebih sejauh 20 Meter, Tetapi dengan gotong royong semua elemen baik dengan cara manual maupun dengan bantuan alat berat berhasil mengurangi volume longsor dan jalur akan segera dibuka kembali.  Saat ini saya sudah mendapat laporan jalur tersebut sudah bisa dilalui karena alat berat sudah diturunkan di titik terjadinya longsor dan jalur Lumajang Malang Via Ranupani dapat dilalui seperti sediakala kembali. Namun saya himbau kepada masayarakat agar berhati-hati karena derasnya intensitas hujan membuat area licin dan perlu konsentrasi penuh dalam perjalanan. Jalur Malang Lumajang Via Ranupani dapat dilalui baik R2 maupun R4 sudah dapat melintasi jalur tersebut," ujar Arsal. (Suatman)

19/02/2019

PLN Area Jember Ekstra Kerja Keras Perbaikkan



Jember, KaJe
Bencana alam  angin puting beliung yang melanda kawasan Jember,menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik kerugian yang diderita warga masyarakat ,pihak swasta maupun pemerintah.

Salah satu perusahaan pemerintah yang menderita kerugian adalah PLN ( Perusahaan Listrik Negara).

Menurut keterangan salah satu petugas PLN area Jember yang tak mau disebutkan namanya mengatakan" pada bencana puting beliung hari Sabtu sekitar tiga puluh lima tiang listrik patah dan roboh.

Untuk puting beliung hari ini (Selasa 19/2) ada dua tiang roboh di dekat toko galaxsi tertimpa kayu jati.jadi seluruhnya diperkirakan tiga puluh tujuh tiang listrik yang roboh.Tadi malam kami bekerja sampai jam 23 wib

 .Area terparah kerusakan tiang listrik milik PLN terletak diarea sub rayon ambulu ,ada sekitar tiga puluh lima tiang listrik yang patah dan roboh

.Kami usahakan nanti malam seluruh area yang terkena dampak bencana angin puting beliung sudah bisa hidup( menyala)pungkasnya .(mul/Mia)

Angin Puting Beliung Terjang Jember Selatan


Jember, KaJe
Bencana angin puting beliung kembali melanda beberapa daerah di kawasan Jember selatan dan sekitarnya. Diantaranya,  Dusun Sumber Tengah Desa Mumbulsari, Desa Lengkong dan kawasan Desa Kawangrejo dan Padukuhan Talang Babatan Desa Jenggawah.

Kali ini, bukan cuma angin puting beliung, tapi juga disertai hujan es dan petir. Kejadian terjadi pada hari Selasa 19 Februari 2019 sekitar pukul 13,30 wib. Memang, kejadian tersebut tak separah kejadian pada hari Sabtu lalu, namun warga merasa ketakutan.

Menurut B Juharia warga Padukuhan Kamboja Dusun Sumber tengah Desa Mumbulsari, bahwa  angin bercampur hujan es dan petir datang secara tiba tiba. Keluarganya,  berhamburan keluar rumah karena takut kalau rumah roboh. "Kami bersyukur rumah kami tidak roboh, hanya beberapa genting hancur," ungkapnya.

Dibeberapa tempat di Desa Lengkong dan Kawangrejo terlihat gudang tembakau milik PTP 27 roboh, juga beberapa kayu di pinggir jalan dan di persawahan tumbang disapu angin. Semoga saja kejadian angin puting beliung, tak kembali melanda Jember. (mul/Mia)

17/02/2019

TRC Jember Langsung Tangani Bencana





Jember, KaJe
Bencana angin puting beliung yang menerjang sebagai daerah Jember kali ini terbilang cukup parah.Mulai sebagian daerah kota dan juga dibeberapa titik didesa desa.

Termasuk daerah yang meliputi Desa Lengkong kecamatan Mumbulsari.Tak kalah parahnya akses jalan besar yang menghubungkan kecamatan Mumbulsari dengan Kecamatan Tempurejo

Sepanjang jalan tersebut memang banyak pohon besar, hampir semuanya roboh. Karena itu , untuk beberapa waktu akses jalan utama tersebut tak bisa dilalui pengguna jalan.

Beruntung, BPBD Jember mempunyai TRC (tim reaksi cepat) bukan hanya selogan saja, tapi langsung terjun ke lokasi bencana. Setelah mendengar ada informasi ada bencana angin puting beliung di beberapa tempat,TRC langsung meluncur ke TKP.

Tanpa mengenal lelah anggota bahu membahu bersama masyarakat polri beserta tim kecamatan membersihkan kayu kayu yang  roboh yang menghalangi jalan. Mereka menggunakan zenso dan beberapa alat tradisional untuk memotong kayu.

Sedangkan, balai Desa Lengkong juga tak luput dari terjangan angin puting beliung, karena merobohkan beberapa fasilitas


 Untuk fasilitas pendidikan juga ada yang rusak yaitu  di SD Lengkong I, perumahan guru roboh ditimpa pohon. Dan pohon beringin di depan SD juga roboh.

.Menurut Zaenudin anggota TRC BPBD mengatakan, setelah mendengar kabar pihaknya langsung meluncur ke TKP. " Kami terbagi menjadi tiga kelompok, sasarannya yang pertama adalah melancarkan akses jalan," ujarnya

Ditanya masalah kerugian dan korban jiwa, kata dia,  saat ini belum bisa menghitung dan belum tahu, "Karena kami fokus untuk membuka akses jalan yang tertutup," pungkasnya. (mul/Mia)

16/02/2019

Puting Beliung Terjang Kawasan Kota Jember dan Jalur Arah Bandara Notohadinegoro


Jember, KaJe
Sekitar pukul 14,00 wib terjadi hujan deras disertai angin puting menerjang kawasan kota Jember dan sejumlah desa. Bencana itu terjadi yang paling parah di wilayah Wirowongso  Kecamatan Ajung. Bahkan, sepanjang jalan mulai Gladak  Pakem arah ke Tempurejo mengalami rusak parah. Kayu kayu besar di sepanjang jalan roboh menutup arus lalulintas.

Selain itu, akses jalan menuju Bandara Notohadi Negoro juga tak bisa dilewati pengguna jalan. Akses jalan menuju bandara yang sebagian kawasan perkebunan tak bisa dilewati, karena kayu kayu besar roboh menutup  jalan.

Begitu juga daerah Dusun Talang Babatan ke arah Jenggawah,  selain banyak kayu kayu besar roboh di sepanjang jalan, dan tiang tiang utama listrik sepanjang jalan tersebut juga roboh.

Diperkirakan, akan memakan waktu lama untuk listrik PLN  kembali teraliri listrik karena hampir seluruhnya roboh.

Menurut Rinawati warga setempat, awalnya hujan gerimis kemudian lama lama mulai hujan agak deras berbarengan dengan gemuruh suara angin yang kencang menyerupai suara pesawat terbang.

"Rumah saya juga tak luput dari hantaman hingga genting rumah kamar belakang habis terbawa angin .Untung angin segera berlalu mungkin kalau sampai setengah jam rumah kami bisa rusak parah," ujarnya.

Ketika wartawan mendatangi di lokasi,.kelihatan warga sibuk  bahu membahu memperbaiki rumah yang  gentingnya rusak terbawa angin kencang.

Warga berharap pemerintah melalui PLN segera memperbaiki sarana listrik agar secepatnya teraliri setrum,dan warga bisa hidup tenang seperti sedia kala. (mul/mia)