Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

19/02/2020

Mahasiswa Bersama Perangkat Desa Berikan Edukasi Tentang Stunting



Jember - Warga antusias dengan kegiatan posyandu bersama kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) kelompok 01 Universitas Muhammmadiyah Jember senin (3/02/2020).

Mahasiswa bersama tim posyandu Desa Sukosari Kecamatana Sukowono dibawah naungan Rumah Desa Sehat (RDS) yang digagas langsug oleh Kepala Desa Sukosari dilakukan setiap awal bulan dan dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Meliputi penimbangan berat badan, imunisasi, pendatan terkait ketersedian beberapa aspek pendukung kesehatan di rumah, balita yang tergolong dalam kategori stunting, dan pendataan ibu hamil yang berpotensi mengalami stunting atau bayi kerdil.

Kepala desa Sukosari menerangakan tentang masalah kesehatan yang ada di desa Sukosari. Menurutnya yang jadi masalah utama ada masalah stunting dan ibu hamil yang berpotensi mengalami stunting saat kelahiran si bayi nantinya.


“Yang menjadi masalah utama saat ini tentang kesehatan khususnya di Desa Sukosari Kecamatan Sukowono adalah masalah stunting. Kami memiliki data tentang bayi kerdil dan juga ada beberapa ibu hamil yang berpotensi mengalami stunting, untuk itu perlu adanya program sosialisasi stunting yang dapat dibantu oleh mahasiswa KKN.” Ungkap Ahmad Romadlon S.IP selaku kepada desa sukosari.

Windayani selaku Asisten bidan desa Sukosari menegaskan bahwa bayi mengalami stanting itu disebabkan oleh pola asuh dan faktor dari keluarga yang sebagian besar adalah buruh tani dan gudang sehingga kurang memperhatikan keadaan anaknya.

”Beberapa peristiwa stunting disini disebabkan oleh pola asuh kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, ini disebabkan karena sebagian besar bekerja sebagai buruh tani dan gudang, sehinggga mereka kurang memperhatikan keadaan anaknya.”, ungkapnya.
Ia menambahkan ada langkah pencegahan dengan memberi makanan yang bergizi.

“Untuk pecegahan kami berikan bantuan makanan bergizi tinggi, makanan tambahan (BMT), biskuit, susu, serta vitamin” pungkasnya. ()

02/09/2019

Tahun Ini, Pos Istirahat Gerak Jalan Tajemtra Diperbanyak di Masjid


Jember, Kabarejember.com
----. Gerak jalan Tanggul - Jember Tradisional (Tajemtra ) acara rutin tahunan yang digelar di Kabupaten Jember , ternyata masih menjadi magnet warga untuk andil acara tersebut yang dikgelar pada Sabtu (31 Agustus 2019)

Sekitar 10 ribu peserta mengikuti acara rutin tahunan ini. Seperti biasa acara Tajemtra kali ini mengambil start di Tanggul dan finis di Alun alun kota Jember yang menempuh jarak 30 kilo meter

. Untuk acara Tajemtra tahun ini ada yang berbeda dari tahun kemarin.Seperti yang dikatakan Bupati wanita pertama di kabupaten Jember Faida

",Tidak ada yang meninggalkan sholat karena panjangnya kegiatan. Oleh karena itu, pos-pos kita pindahkan ke masjid masjid yang halamannya luas," ujar Bupati Jember.

 Sehingga peserta bisa menjalankan sholat bagi yang beragama Islam. dan kita libatkan remaja masjid ,kalau biasanya stempel hanya dari panitia tajem saja telah kita tambahkan dari remaja masjid untuk memberikan stempel.
Bagi mereka yang ketika di pos masuk ke masjid melakukan sholat Dhuhur, Asyar, Magrib dan Isya dengan stempel lengkap

Untuk hadiah, ada kriteria khusus untuk mendapatkan hadiah utama yang diperebutkan, berupa 6 sepeda motor dan hadiah uang Rp 80 juta serta hadiah hadiah hiburan yang jumlahnya sangat banyak.

Untuk Tajemtra tahun ini  peserta bukan hanya dari kabupaten Jember tapi ada juga peserta dari jauh diantaranya Jakarta, Papua, NTT dan Jawa Tengah Jogjakarta dari Kulonprogo

Pada gerak jalan Tajemtra kali ini juga diikuti oleh peserta yang telah berumur 113 tahun menjadi peserta rutin ,dan ada yang sudah 30 kali mengikuti tajemtra secara rutin," ungkap bupati Faida pada  awak media. (mul )

22/06/2019

Bupati Apresiasi Berdirinya Klinik Pratama PMI Jember



Jember, kabarejember.com
Klinik Pratama PMI Jember di Jubung, Kecamatan Sukorambi, menjadi salah satu inovasi PMI Cabang Jember dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan.
Inovasi ini pun mendapatkan apresiasi Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, yang disampaikan ketika memberikan sambutan peresmian klinik, Sabtu, 22 Juni 2019.

"Meski pun dalam dunia kemanusiaan, tetapi inovasinya tidak kalah dengan dunia lainnya," tutur bupati.

Inovasi ini pun dilanjutkan sinergi antara klinik dengan beberapa rumah sakit, toko, dan gerai dalam operasional PMI. Bahkan memberikan diskon khusus untuk para relawan donor darah PMI. "Pendonor darah bukan ingin diskonnya, tetapi punya kartu pendonor darah artinya juga mendapat fasilitas ekstra sebagai rakyat yang peduli sesama," tuturnya.

Klinik Pratama PMI Cabang Jember, lanjutnya, bisa menjadi pelengkap klinik-klinik di Jember dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan.
Bupati pun berharap klinik ini dapat dioperasionalkan secara professional. Karena harus ada jaminan mutu dan kualitas, jelasnya. Klinik juga diharapkan mengikuti akreditasi.

PMI Jember menjadi contoh untuk skala nasional. Hal ini layak, karena inovasi-inovasinya. Diantaranya, kemandirian dalam pembiayaan, layanan menghargai waktu respon, bank darah dengan menyiapkan kendaraan roda dua untuk servis mengantar darah ke tempat yang memerlukan.

Ketua PMI Jember, H.E.A Zaenal Marzuki, SH, M.H, menjelaskan, klinik telah dibangun pada tahun 2013. Dalam perjalanan waktu, pengurus PMI berkomitmen mengembangkan fungsi klinik pratama.

Kedepan klinik akan menambah ruang rawat jalan untuk pasien kecelakaan yang menampung 8-10 orang.Nantinya juga akan mendirikan apotek, yang akan dikelola koperasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cukup baik."Sementara ini apotek ada di dalam. Masih banyak lagi bangunan yang akan dikembangkan," kata Zaenal.

Lebih jauh Zaenal mengungkapkan, dengan dukungan bupati dan dorongan masyarakat Jember, laboratorium PMI Jember telah menjadi laboratorium tercanggih untuk PMI se-Jawa Timur.

PMI Jember pun diminta PMI pusat untuk menjadi percontohan nasional tentang sistem manajemen praktis, tentang pelayanan R2 Emergency Black Jet, dan tentang wajib adanya Korps Suka Rela (KSR PMI) untuk perguruan tinggi. (Mul/Mia/hms)

06/05/2019

Bupati Evaluasi Puskesmas Mangli dan Kaliwates




Jember, KaJe
Di lokasi ketiga kunjungannya Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengevaluasi Puskesmas Mangli Kecamatan Kaliwates.  Evaluasi itu mulai dari ruang rawat inap tambahan hingga banyaknya laporan pasien kehilangan motor dan barang.
"Ada satu ruang yang mestinya untuk ruang rawat inap tambahan. Sudah ditugaskan untuk segera difungsikan," katanya.

Berikutnya adalah soal pagar pembatas puskesmas dengan tetangga. Bupati meminta Bappeda untuk ikut turun tangan.  "Bappeda untuk ikut langsung merencanakan, agar dicek bagian aset karena tanahnya perbatasan dengan tanah kelurahan, supaya jelas fungsi-fungsinya," pintanya. 

Bupati juga mengungkapkan tetangga sebelah puskesmas adalah mantan pegawai puskesmas bagian cleanning service dan penjaga malam. Mantan pegawai yang sudah berjasa mengurus puskesmas ini sudah lansia, berusia 60 tahun keatas. Bupati meminta dipastikan mendapatkan layanan lansia.

Puskesmas Mangli menggunakan E-rekam Medis, yang juga diujicobakan di beberapa fasilitas kesehatan lainnya. "Untuk fisik rekam medis tetap harus ada," jelasnya.

Evaluasi terakhir yakni soal kriminalitas. Ada laporan seringnya pasien kehilangan sepeda motor.  Saat tengah malam ada yang keluar - masuk kamar pasien dengan leluasa.  Pasien pun kehilangan barang. "Ini menjadi perhatian khusus, dan menjadi evaluasi," tegasnya. (mul/mia/hms)

Tip Puasa, Jaga Pola Makan Saat Buka dan Sahur


Lumajang, KaJe
(6 Mei 2019) -- Memasuki hari pertama Ramadhan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius, mengingatkan, agar ASN yang menunaikan ibadah puasa (shiyam), menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang, saat berbuka dan sahur.

Hal itu disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera di halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (6/5/2019) pagi.

Dijelaskan dr. Bayu, Gizi yang seimbang, yaitu asupan Karbohidrat 60%, asupan lemak dan protein 20%. Pola makan itu, lanjutnya, lebih baik  diimbangi dengan makan buah dan sayur.

"Buah dan sayur itu, zat gizi penting, yang memberikan efek kenyang  lebih lama," ujarnya.

Menurut dr. Bayu, konsumsi gula dan garam harus juga diperhatikan, agar terhindar dari penyakit hipertensi, diabetes atau kencing manis.

Selama menjalani ibadah puasa (shiyam) ramadhan, katanya,  penting dilakukan olahraga rutin untuk menjaga stamina. Olahraga rutin dapat meningkatkan aktifitas positif dalam tubuh, sehingga tidak lemas dan tetap fit dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Pada kesempatan itu, dr. Bayu mengajak ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. (suatman)

Kungker Bupati Lanjut Ke Puskesmas Ajung




Jember, KaJe
Setelah mengunjungi Puskesmas Jengawah, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melanjutkan peninjauan di lokasi kedua, yakni Puskesmas Ajung. Dalam kesempatan ini, bupati memberikan pengarahan kepada pegawai Puskemas Ajung terkait dengan revitalisasi dan layanan kesehatan.

"Salah satu dari 22 Janji Kerja Bupati Faida dan Wabup Kiai Muqit, yakni merevitalisasi Puskesmas di Jember, "kata bupati, Minggu 5 Mei 2019.

Dari 50 Puskesmas di Jember, lanjutnya, tahun lalu yang sudah tuntas direvitalisasi sebanyak 27 Puskesmas, dan sisanya 23 akan dituntaskan tahun 2019. Untuk Puskesmas Ajung, menurut bupati, bangunan telah sepenuhnya digunakan.

"Namun karena luas tanahnya berbeda, sehingga kelengkapan fasilitas standarnya harus sama tapi ada ekstranya," ungkap bupati.

Fasilitas ekstra tersebut diantaranya,  pojok bermain untuk bermain pasien anak-anak. Fasilitas sudah berjalan baik, yang dibuktikan dengan ada dua petugas promosi kesehatan. Dua petugas promosi kesehatan ini yang mengajak bermain anak-anak. Permainannya diantaranya wayang.

Di puskesmas ini, juga ada akses khusus untuk poli typhi, akses difabel, kursi roda juga disiapkan. ruang rawat inap juga bersih. Pasien juga mengaku tidak ada tarikan lain-lain.  "Saya melihat puskesmas sudah sangat menyesuaikan keinginan masyarakat di masa sekarang," ujarnya. (mul/mul/hms)

05/05/2019

Bupati Kungker di Tiga Puskemas





Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan kunjungan kerja di tiga puskesmas, Minggu 05 Mei 2019, yang menjadi sasaran perbaikan.
Perbaikan fasilitas kesehatan ini merupakan salah satu realisasi 22 Janji Kerja Bupati  Wakil Bupati yang telah dilaksanakan pada tahun 2018.
Realisasi revitalisasi itu untuk 27 puskesmas dari 50 puskesmas di Jember. Sementara sisanya sebanyak 23 puskesmas akan dituntaskan pada tahun ini.
Seperti di Puskesmas Jenggawah, yang menjadi lokasi pertama kunjungan kerja bupati. Bangunan yang lama dirombak total.
Ditata ulang, sehingga seluruh standar fasilitas puskesmas kecamatan sudah terealisasi," terangnya. Kamar rawat inap, alur emergency, dan UGD sudah sesuai standar.
Bupati menjelaskan, ada beberapa evaluasi pascahuni. Diantaranya ada di rem, belum ada relnya, belum ada paving, dan belum ada garasi untuk ambulans dan mobil jenazah.
Pada tahun 2018 dianggarkan Rp. 127 milyar untuk revitalisasi puskesmas, termasuk Pustu dan Polides. Tahun 2019 kembali diluncurkan kurang lebih Rp. 93 milyar untuk menyelesaikan fasilitas yang belum diperbaiki.
"Semua fasilitas umum bernuansa merah putih, karena memang fasilitas umum dan untuk semua kalangan, juga sebagai bentuk semangat nasionalisme," tuturnya.
Revitalisasi fasiltas kesehatan ini juga untuk memberikan pilihan kepada masyarakat. Bupati menginginkan fasilitas kesehatan pemerintah menjadi pilihan utama masyarakat Jember, utamanya di pelosok-pelosok.
Untuk hal itu perbaikan fasilitas kesehatan mendapat prioritas. Perbaikan ini diimbangi dengan perbaikan SDM, manajemen, serta fasilitas di dalamnya.
Upaya perbaikan itu juga terbukti dengan adanya 1 Desa 1 Ambulans, akses yang mudah ke Puskesmas, dan kereta jenazah.
Diungkapkan pula oleh bupati, pengelolaan Puskesmas juga melibatkan OPD lainnya. Seperti sinergi dengan Dinas PU Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Jember  untuk urusan kebersihan bangunan maupun evaluasi pasca huni.
"Karena urusan Puskesmas tidak hanya diurusi Dinas Kesehatan. Contohnya bangunan bertingkat, tidak mungkin orang puskesmas mengurusi pemeliharaannya  dan pembersihannya," bupati. (Mia/Mul/ded/hms)

23/04/2019

Masalah Sampah, Memerangi Secara Bersama




Lumajang, KaJe
 Sampah merupakan masalah bersama. Peran serta masyarakat adalah kunci keberhasilan untuk memerangi masalah sampah tersebut. Hal itu diutarakan Ketua TP PKK Kab. Lumajang Musfarinah Nuryatin Thoriq, M. Pd., saat sosialisasi pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), di Desa Sumberjo, Kecamatan Candipuro, Senin (22/4/2019).

"Penyelesaian masalah sampah bukan hanya pada pemerintah saja, melainkan juga keikut sertaan masyarakat, sebagai kunci keberhasilan untuk memerangi sampah," katanya.

Ny. Musfarinah mengungkapkan, bahwa, faktor penyebab utama rendahnya pengurangan sampah, adalah kurangnya peran serta masyarakat dalam mengelola sendiri, seperti pengolahan sampah organik maupun anorganik.

Dilihat dari hasil Evaluasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Lumajang pada 2018, kegiatan pengurangan sampah tergolong rendah, yaitu 3,7% atau 15.200 Ton per tahun. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya sampah yang masuk ke TPA tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Ny. Musfarina mengatakan, bahwa, pihaknya akan terus mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah melalui program, "Merak Berlipstik" (Mengajak Rakyat bersihkan Limbah Plastik).

Ia menghimbau,  agar warga masyarakat, berperan aktif memerangi sampah yang ada di lingkungan maaing-masing.

Ia berharap, dengan adanya Sosialisasi tersebut, para peserta dapat mensosialisasikan kepada warga lain, untuk  mengurangi dan mengolah sampah plastik dengan baik.

"Mengelola sampah plastik sangat penting. apabila pengolahan sampah dapat dikelola dengan baik. Itu bisa menjadi sumber hasil perekonomian tersendiri bagi masyarakat," jelasnya. 

Tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. dengan pengelolaan sampah menggunakan sistem 3R.
Kepala Desa Sumberejo candipuro Bowo Prayitno mengatakan giat ini diikuti oleh Gerbang mas.  PKK, RT RW beserta perangkat desa,  agar semua dapat dan bisa berinofasi terhadap sampah menjadi kerajinan agar sampah bisa jadi emas. (woko)

20/04/2019

Dua Anggota LINMAS Saat Pemilu Meninggal Dunia

Lumajang, KaJe
Pelaksanaan pemilu serentak 2019 ada 2 petugas keamanan dari Linmas yang meninggal dunia, yang pertama adalah M Sholihin (46 Th), anggota Linmas TPS 24 Desa Pulo Kec Tempeh. Ia sempat mengaku pusing saat rekapitulasi pemungutan suara berlangsung sekitar pukul 15.00 wib. Kemudian dibawa ke puskesmas Gesang,  akan tetapi di puskesmas  menghembuskan nafas yang terakhir.
Yang kedua anggota Linmas bernama  Sukri (60 th) yang bertugas di TPS 13 Dusun Krajan D
esa Kaliuling Kec Tempursari. pada tanggal 16 april 2019 saat sedang mengawal pendistribusian kotak suara dari PPS ke TPS,

Almarhum mengeluh sakit, sehingga sesampai di TPS, Almarhum kemudian kembali lagi ke balai desalaha dan minta untuk diganti karena merasa sudah tidak kuat jaga. selama dirumah kesehatannya terus memburuk dan pada tanggal 18 april 2019 beliau menghembuskan nafas terakhir di puskesmas Pronojiwo.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH,SIK,MM, MH menyampaikan  bahwa anggota Linmas yang meninggal bagi dirinya,  mereka adalah pahlawan-pahlawan demokrasi. Karena mereka ikut andil dalam mensukseskan pemilu serentak tahun 2019.

Ribuan suara,  mereka jaga dengan mempertaruhkan jiwa raga mereka bersama-sama dengan petugas keamanan dari POLRI dan TNI. "Mereka melakukan pengawalan kotak suara dan penjagaan proses penghitungan suara yang waktunya tidak sebentar. Pasti proses tersebut sangat melelahkan, tapi mereka tidak mengeluh karena mereka merasa ini adalah sebuah tanggung jawab besar dan amanah dari negara,” ungkap Arsal

Ditambahkan dia, pihaknya mendapatkan informasi dari media." Ada 10 rekan kami dari kepolisian yang meninggal dunia dalam proses pemilu serentak 2019 ini.  Karena faktor kelelahan dan juga karena faktor kecelakaan saat proses pengawalan kotak suara. Kami turut berbela sungkawa Semoga amal ibadah mereka diterima disisinya dan bagi saya mereka adalah pahlawan-pahlawan demokrasi, Nyawa mereka tidak sia sia karena mereka telah memberikan sumbangsih yang luar biasa buat demokrasi indonesia,” ujar Arsal kembali.

Menyikapi hal tersebut Polres Lumajang menyediakan team kesehatan yang berkeliling ke tiap PPK untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas keamanan disana, baik dari anggota Polri,  anggota TNI, anggota Linmas dan anggota Satgas Keamanan Desa (SKD).

Selain itu juga tim kesehatan Polres Lumajang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada kepetugas PPS dan PPD yang berada dilokasi.  Tim kesehatan dari polres lumajang membawa perlengkapan lengkap yang terdiri dari mobil kesehatan yang berisi peralatan seperti oksigen, obat-obatan, vitamin, tandu untuk pertolongan pertama, maupun EKG untuk mendeteksi detak jantung.

Dalam pemeriksaan kesehatan tampak kaurkes yang dipimpin oleh Pengda Tri murti memeriksa tensi darah, detak jantung dan membagikan vitamin serta madu kepada petugas keamanan yang menjaga PPK. (Suatman)

18/04/2019

Bupati Bahas Rakerda IAI Jatim


Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, menerima kunjungan pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis 18 April 2019.
Kunjungan ini untuk membahas rencana Rapat Kerja Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (Rakerda IAI) Jawa Timur yang akan dilaksanakan di Bumi Pandhalungan.
"Kerena acaranya bulan Juli, jadi kita mengatur bagaimana acara ini sukses dan maksimal," tutur bupati.
Dalam pertemuan itu Bupati memberikan masukan kepada IAI Cabang Jember, agar IAI memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah seperti pencegahan penyalahgunaan narkoba.
"Sekaligus, saya ingin IAI lebih proaktif, karena salah satu pilar ekonomi masyarakat kita itu penyehat tradisional yang terkait dengan budaya," ujarnya.
Ribuan orang berprofesi sebagai penyehat tradisional di Kabupaten Jember. Jika dibina dengan baik, elemen masyarakat yang menjadi bagian dari budaya dan ekonomi ini hasilnya sangat baik.
Ketua Pengurus Cabang IAI Jember, Andar Rajito S.F Apt, menyampaikan, Rakerda IAI akan dilaksanakan pada tanggal 26-28 Juli 2019.
"Agendanya rapat kerja daerah tingkat Propinsi se Jawa Timur. Jadi pengurus cabang dari kabupaten lain akan kumpul di Jember," terangnya. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, dengan seminar nasional menjadi acara puncak.
"Dengan kepengurusan yang baru ini, kita ingin mendukung dan ingin dilibatkan  dalam pelaksanaan program-program Pemda Jember," ungkapnya.
IAI juga ingin menggerakkan Jember dari sektor pariwisata dengan mengenalkan wisata di Jember kepada peserta rakerda nanti.
Tentang pembinaan penyehat tradisional, IAI masih akan mencoba untuk mengerjakan tugas yang diberikan bupati tersebut. "Kita akan mencoba melaksanakan apa yang diminta oleh ibu bupati," janjinya.
Andar  juga mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba atau psikotropika di Kabupaten Jember lumayan ada. "Selama ini kami posisinya pasif, karena regulasi tentang itu ranahnya ada di kepolisian," terangnya.
Ia menegaskan IAI lebih mengarahkan anggotanya, para apoteker, khususnya yang berjaga di apotek untuk bisa mengamankan apa yang menjadi tanggungjawabnya.
"Sehingga, barang yang seharusnya ada di apotek keluar dari apotek sesuai aturan dan tidak menyalai peraturan," pungkasnya. (Mia/fra/hms)

BPJS Kesehatan Setor Rp 11 Triliun




Jember, KaJe 
Badan Penyelenggaara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengucurkan dana senilai Rp. 11 triliun guna membayar hutang klain jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit pada Selasa (16/4/2019). Selain itu, BPJS Kesehatan juga turut melakukan transaksi pembayaran senilai RP. 1,1 triliun sebagai dana kapitasi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena adanya dukungan penuh dari Kementrian Keuangan dan Kementrian Kesehatan," ujar tanya Rahayu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember.

setiap bulan pada tanggal 15 merupakan masa pembayaran kapitasi untuk FKTP.  Ada kemungkinan, pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan oleh BPJS Kesehatan pada hari berikutnya, hal tersebut merupakan mekanisme pembayaram rutin yang dilakuan oleh BPJS Kesehatan setia bulan.

sedangkan, dalam wilayah kerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jember yang membawahi Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang, terdapat 201 FKTP, dan 18 FKRTL yang juga telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Setempat. (UR) 

10/04/2019

Bupati Tekankan Bidan CPNS Untuk Bahu Membahu Turunkan AKI dan Ibu




Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR memerintahkan 22 bidan CPNS untuk bahu membahu menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.
Perintah itu disampaikan bupati dalam pertemuan di Pendapa Wahya Wibawa Graha. Para bidan CPNS dari pegawai tidak tetap (PTT) didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Siti Nurul Qomariyah, M.Kes.
Hadir pula Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Ir. Ruslan Abdul Gani.
“Tugas mereka disini bukan tugas yang ringan, yaitu menyukseskan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi," tegas bupati kepada wartawan, Rabu, 10 April 2019.
Tugas tersebut, menurut bupati, merupakan tugas berat. Sebab, mereka harus siap 24 jam untuk masyarakat.
Salah satu bidan CPNS bernama Eka Oktaviana menanggapi perintah bupati itu dengan baik. Bidan asal Kecamatan Puger ini mengaku ikhlas dengan tugas yang diberikan.
“Kita bekerja harus terus ikhlas. Jadi, tidak hanya cukup untuk dari PNS saja, tetapi kita bekerja dengan tulus ikhlas untuk membantu masyarakat," ujarnya.
Eka pun berharap sejawatnya sesama CPNS mampu melaksanakan tugas yang telah dibebankan tersebut.
Sementara itu, terkait penerimaan bidan CPNS ini, bupati mengaku bersyukur rekrutmen ini akhirnya bisa mencapai tahap terakhir untuk pemberkasan. 
Bupati memastikan bahwa semua bidan yang direkrut bebas dari pungli, karena mereka akan melakukan tugas kemanusiaan.
Pengarahan di pendopo, masih kata bupati, merupakan bagian upaya mencegah pungli saat para bidan tersebut bertugas nantinya.
"Saya ingin memastikan, tidak ada alasan untuk memungli di lapangan dengan alasan untuk mengembalikan biaya rekrutmen,” tegasnya.
Biaya rekrutmen CPNS 2019, tegasnya, benar-benar program pemerintah. Peserta rekrutmen tanpa harus membayar.
Jika sampai terbukti ada yang membayar, meskipun pada tahap terakhir, bupati dengan tegas akan meminta pembatalan rekrutmen bersangkutan.
"Intinya harus siap ditempatkan dimana pun. Tidak boleh pilih-pilih. Tidak ada nanti bayar supaya dekat rumah. Dimana masyarakat memerlukan, disitu kita tugaskan," jlentreh bupati.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Siti Nurul Qomariyah, M.Kes. menyampaikan, penempatan 22 bidan akan disesuaikan dengan analisa dan jabatan yang ada di Dinas Kesehatan dengan BKPSDM.
"Jadi, misalnya di suatu daerah tidak ada bidan desa maka ditempatkan di desa itu,” jelasnya kepada wartawan.
Jika dibutuhkan, akan ditempatkan di Puskesmas induk sesuai dengan analisis tempat kerja dan jabatan yang ada di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. (mul/mia/hms)

05/04/2019

Bupati Faida Wujudkan Kekompakan Dengan Senam Bersama




Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR kembali menjalin kekompakan dengan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember. Kekompakan diwujudkan dengan senam bersama di Jalan Sudarman, Jumat 5 April 2019. Memakai kostum dominan merah muda, senam berlangsung mulai pukul 06.30.
Meski tak sampai satu jam berolahraga, keringat dan keceriaan di wajah peserta senam mewarnai pagi yang cerah.

Senam tidak hanya diikuti oleh anggota dharma wanita. Ratusan warga juga terlihat menggerakkan badan mengikuti gerak instruktur senam.

"Masyarakat semuanya bisa mengikuti kegiatan senam pagi ini, ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember Iriane Mirfano.

Iriane menjelaskan, senam bersama dharma wanita yang dihadiri Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR ini merupakan senam rutin sebulan sekali. 

Ia berharap senam ini mampu menjalin silaturahim dan membuat sehat bersama. Senam ini juga bisa menjalin kekompakan.

Kehadiran bupati dan ikut senam bersama bisa menjadi penumbuh semangat. Bupati sendiri merupakan penasehat dharma wanita kabupaten.

Selesai senam, bupati dan peserta senam terlibat bincang-bincang. Tak lupa mereka berfoto bersama. (Mul/Mia/hms)

27/03/2019

Bupati Jember Dukung Program GAIN

Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mendukung program The The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dalam meningkatkan gizi bayi dan ibu hamil.
Upaya ini sesuai dengan kinerja Pemerintah Kabupaten Jember.  Diantaranya, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Program ini memiliki sasaran keluarga dengan baliya stunting. Mereka ini mendapatkan prioritas pemasangan air bersih subsidi dari PDAM Jember.
Melalui peraturan bupati, pemerintah juga melindungi keluarga yang memiliki balita stunting dengan asuransi BPJS Kesehatan.
Warga yang tidak terlindungi BPJS Kesehatan melalui program pemerintah pusat, terang  bupati, maka mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan tersebut dari pemerintah daerah.
Dukungan asuransi bagi ibu hamil juga diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan.
Ini merupakan komitmen bersama yang perlu kesungguh-sungguhan juga konsistensi," ungkap bupati di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Selasa, 26 Maret 2019.
Masalah kesehatan, gizi anak, masalah tumbuh kembang anak, menurut bupati, adalah masalah yang serius.
Semua masalah itu tidak cukup diselesaikan oleh dinas kesehatan kabupaten. Tidak cukup disinergikan dengan dinas kesehatan provinsi, dan tidak cukup dengan program kementerian.
Bupati pun mengapresiasi Dinas Kesehatan Jawa Timur yang telah membangun sinergi yang kuat untuk menangani gizi anak, stunting, serta penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
Kepala Dinas Provinsi Provinsi Jawa Timur Dr.dr.kohar Sp. An, KIC, KAP menyampaikan, Jember salah satu kabupaten besar di Jawa Timur. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian untuk penanganan masalah gizi bayi dan ibu hamil.
Ada beberpa faktor yang mempengaruhi gizi. Pertama, kesediaan pangan. Kedua, daya beli masyarakat. Dan ketiga, pengetahuan masyarakat tentang mengambil makanan yang bagus.
Untuk di Jember, faktor pertama dan kedua tidak memiliki masalah. Namun, faktor ketiga perlu peningkatan.
Menurutnya, kehadiran GAIN yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah gizi bayi dan ibu hamil sangat diperlukan.
Sangat diharapkan untuk  bisa mendongkrak supaya status gizi masyarakat di Jember jauh lebih meningkat," ujarnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timru telah bekerjasama dalam berbagai bentuk kegiatan, yakni dengan melatih kader-kader, membina masyarakat supaya pengetahuannya meningkat.
Gubernur  Jawa Timur juga sudah menyiapkan program pendampingan Poskestren, pendampingan ibu hamil yang kurang gizi, juga kunjungan dari para kader.
Sementara itu, Country Director GAIN Ravi K. Menon menyampaikan, di Jember memiliki potensi yang cukup banyak tetapi perlu adanya perubahan perilaku dan pemikiran.
"GAIN sendiri optimis jika ilmu-ilmu kesehatan diterapkan dengan baik dan cara yang sudah dilatih pasti perbaikan gizi di Kabupaten Jember akan lebih meningkat," jelasnya.
Di Jawa Timur, menurutnya, penanganan gizi anak sudah efektif. Hal ini juga didukung oleh adanya komitmen dari kader.
"Untuk target tidak ada karena berbicara masyarakat, kita hanya bisa suport program. Untuk implementasinya apakah dari masyarakat sendiri percaya informasi yang mereka dapatkan akan bermanfaat untuk mereka dan keluarga, pasti mereka akan berubah sendiri," tuturnya.
GAIN, lembaga nirlaba asal Swiss melakukan audiensi dengan Bupati Jember Faida di Pendapa Wahya Wibawa Graha bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan gizi Bayi Bawah Dua Tahun. (Mia/ags/hms)

17/03/2019

Jember AKI Melahirkan dan BBL Tinggi


Jember, KaJe
Angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan bayi baru lahir (BBL)
di Kabupaten Jember termasuk tertinggi di Jawa Timur. Berbagai pihak harus berperan untuk mengatasi permasalahan itu. Ini dalam rangka komitmen bersama untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Jember, terang dr. Siti Nurul Qomariyah, M. Kes., Selasa, 12 Maret 2019.

Berbagai pihak, dari pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, serta media massa, menggelar pertemuan di Hotel Bintang Mulya.  Pertemuan ini diprakarsai Jalin Usaid.
Angka kematian ibu pada tahun 2017 sebanyak 49 ibu. Pada tahun 2018 menurun 20 persen menjadi 41 kasus kematian ibu melahirkan.

Jumlah ini tergolong tinggi di banding dengan kabupaten/kota lainnya. Ini karena jumlah penduduk Kabupaten Jember yang cukup banyak, sekitar 2,6 juta.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, diantaranya merehab Puskesmas, transportasi ambulans desa gratis, jaminan pelayanan gratis. "Bupati sudah menginstruksikan untuk mendata ibu hamil agar dijadikan peserta JKN KIS," terang Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember ini.

Dinkes Jember bekerjasama dengan Jalin Usaid telah melakukan pendalaman atas masalah yang muncul di kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
Pendalaman itu menggunakan wawancara mendalam. Hingga ditemukan lima masalah yang akan menjadi fokus guna dicarikan solusinya.

Salah satunya tingkat kepatuhan dari petugas untuk melakukan pelayanan kesehatan sesuai standard operation procedur (SOP). Bukan hanya di Puskesmas. "Ini terjadi di semua fasilitas pelayanan kesehatan di Kabuaten Jember, pemerintah maupun swasta, terangnya. Mereka melakukan semua (SOP) tapi belum optimal," imbuhnya.

Hal lainnya yakni edukasi kepada masyarakat yang belum optimal. Ini memerlukan peran serta media untuk mengedukasi masyarakat. Pemerintah sendiri telah melakulan pertemuan langsung dengan ribuan takmir masjid maupun ibu hamil itu sendiri untuk mendapatkan informasi terkait kegawatdaruratan dan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir.

Bupati sudah menyampaikan, harus ada kongres suami siaga. Karena kadang, ibu sudah diperiksa dan sudah harus dirujuk ternyata suaminya menolak, ungkapnya. Pemerintah bersama stakeholder akan membangun gerakan edukasi terpadu untuk persalinan aman dan bayi lahir sehat. (mia/ ded/ ros/ hms)

06/03/2019

Tim Kesehatan Kodim 0821 Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat


Lumajang, KaJe
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, tim kesehatan Kodim 0821 Lumajang di sela pelaksanaan Latihan Uji Trampil Perorangan yang bertempat di Dusun Darungan Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang, memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan, Selasa (05/03/2019).

Serka Dilly Hermanto, tim kesehatan latihan Kodim 0821 Lumajang mengatakan, pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ini dilakukan di saat selang waktu istirahat latihan.

“Di waktu istirahat, kita sempatkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, hal ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama serta sebagai wujud pelaksanaan pembinaan wilayah,” lanjutnya.

‘Meskipun hanya melaksanakan tensi dan konsultasi tentang kesehatan masyarakat, diharapkan dapat menjadi jembatan untuk lebih dekat dengan masyarakat, sehingga dapat mempererat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” tutur Serka Dilly.

Sementara itu, Kasdim 0821 Lumajang, Mayor Inf Irawan Setyadi, S.H. selaku pengawas latihan mengatakan, dalam pelaksanaan latihan di wilayah, tidak hanya bertujuan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan prajurit saja, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, merupakan salah satu upaya dalam pelaksanaan tugas kewilayahan, sehingga lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” lanjutnya.

“Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan latihan ini, disamping dapat membina keterampilan prajurit, juga dapat mempererat silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat, sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat terwujud dan terjalin lebih erat,” pungkas Kasdim.( Suatman)

19/02/2019

Antisipasi DBD, Perkampungan Warga Difogging



Jember, KaJe
Mengantisipasi adanya korban terkena demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan Jl Sumatra XV , RW 031 Kelurahan /Kecamatan Sumbersari, warga bersama pihak puskesmas setempat melakukan fogging. Karena, langkah fogging ini dilakukan untuk mengantisipasi  lingkungan jadi korban. Karena, lingkungan  tetangga RW,  sudah ada yang jadi korban DBD.
"Dengan difogging ini dapat menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aijegty. Sehingga warga bisa terhindar dari DBD," ujar Eko, Ketua RW setempat
 (Aris)