Bupati Bahas Rakerda IAI Jatim


Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, menerima kunjungan pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis 18 April 2019.
Kunjungan ini untuk membahas rencana Rapat Kerja Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (Rakerda IAI) Jawa Timur yang akan dilaksanakan di Bumi Pandhalungan.
"Kerena acaranya bulan Juli, jadi kita mengatur bagaimana acara ini sukses dan maksimal," tutur bupati.
Dalam pertemuan itu Bupati memberikan masukan kepada IAI Cabang Jember, agar IAI memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah seperti pencegahan penyalahgunaan narkoba.
"Sekaligus, saya ingin IAI lebih proaktif, karena salah satu pilar ekonomi masyarakat kita itu penyehat tradisional yang terkait dengan budaya," ujarnya.
Ribuan orang berprofesi sebagai penyehat tradisional di Kabupaten Jember. Jika dibina dengan baik, elemen masyarakat yang menjadi bagian dari budaya dan ekonomi ini hasilnya sangat baik.
Ketua Pengurus Cabang IAI Jember, Andar Rajito S.F Apt, menyampaikan, Rakerda IAI akan dilaksanakan pada tanggal 26-28 Juli 2019.
"Agendanya rapat kerja daerah tingkat Propinsi se Jawa Timur. Jadi pengurus cabang dari kabupaten lain akan kumpul di Jember," terangnya. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, dengan seminar nasional menjadi acara puncak.
"Dengan kepengurusan yang baru ini, kita ingin mendukung dan ingin dilibatkan  dalam pelaksanaan program-program Pemda Jember," ungkapnya.
IAI juga ingin menggerakkan Jember dari sektor pariwisata dengan mengenalkan wisata di Jember kepada peserta rakerda nanti.
Tentang pembinaan penyehat tradisional, IAI masih akan mencoba untuk mengerjakan tugas yang diberikan bupati tersebut. "Kita akan mencoba melaksanakan apa yang diminta oleh ibu bupati," janjinya.
Andar  juga mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba atau psikotropika di Kabupaten Jember lumayan ada. "Selama ini kami posisinya pasif, karena regulasi tentang itu ranahnya ada di kepolisian," terangnya.
Ia menegaskan IAI lebih mengarahkan anggotanya, para apoteker, khususnya yang berjaga di apotek untuk bisa mengamankan apa yang menjadi tanggungjawabnya.
"Sehingga, barang yang seharusnya ada di apotek keluar dari apotek sesuai aturan dan tidak menyalai peraturan," pungkasnya. (Mia/fra/hms)

Post a Comment

0 Comments