Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

16/02/2020

Mahasiswa KKN Berikan Bimbingan Belajar Siswa SDN 1 Sukorejo




Jember,Kabarejember.com
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Kelompok 10 Universitas Muhamadiyah Jember mengadakan bimbingan belajar (Bimbel) di SDN negeri 1 sukorejo. Materi yang diajarkan adalah mengenai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 khusus untuk kelas 6 SD dan buta aksara untuk usia dini.

Tujuan kegiatan ini untuk membantu siswa kelas 6 dalam mengahadpi UTBK 2020 dan membantu siswa yang kurang fasih membaca.

bimbel dilakukan setiap hari selasa, jumat dan sabtu jam sekolah 07.00 – 09.10 WIB.  Siswa tetap bisa melakukan bimbingan tambahan pada pukul 15.00 WIB.
Kepala Sekolah SDN 1 Sukorejo, Suliayun (55) menyebutkan jumlah siswa yang buta aksara masih banyak walaupun telah diajari dasarnya.

“Khusus yang buta aksara masih sangat banyak, meskipun telah diajari dari materi dasarnya, karena keterbatasan guru bimbel yang telaten, saya sangat berterimakasih telah membantu siswa-siswa saya untuk belajar membaca.”ucapnya. 

siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu murid kelas 4, Janna (10) mengaku senang dengan kegiatan ini. Menurutnya, kakak-kakak mahasiswa sangat baik dalam mengajar. 

“Kakak-kakak mahasiswa baik saat mengajari saya, saya kesulitan membedakan huruf m dan n, f dan v, ujarnya.” Ungakapnya dengan polos.

15/02/2020

Mahasiswa Berikan Penyuluhan Kesehatan untuk Masyarakat Desa Sukorejo



Jember,Kabarejember.com - Mahasiswa KKN kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember bersama dengan perawat di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember memberikan penyuluhan kesehatan tentang diabetes dan hipertensi untuk ibu-ibu lansia yang tingal disekitar kantor Balai Desa Sukorejo. Selain itu juga diadakan penyuluhan untuk Virus Corona Guru dan Wali Murid TK Berdikari Sukorejo,Kecamatan Sukowono. Dan penyuluhan Tuberculosis untuk ibu-ibu Dusun Tamanrejo.

Rangkaian kegiatan ini merupakan program tematik kesehatan yang disusun oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan ini dilaksanakan tempat dan waktu yang berbeda.

Penyuluhan Diabetes dan Hipertensi diadakan pada hari Selasa (4/2/2020) di Puskesmas Pembantu  Desa Sukorejo, Penyuluhan mengenai Virus Corona diadakan pada hari  Jum’at (7/2/2020) di Gedung Aula Balai Desa Sukorejo dan pada hari Selasa (11/2/2020) dilakukan penyuluhan Tuberculosis dirumah Bapak Sujoko yang merupakan perangkat desa setempat.



Setelah berkonsultasi dengan Ibu Junaida yang merupakan perawat di desa setempat mengenai ruang lingkup kesehatan di desa Sukorejo, Aldi selaku Kordes (Kordinator Desa) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Jember memilih penyuluhan diabetes untuk lansi karena pada usia lanjut cenderung memiliki penyakit diabetes dan hipertensi.

“Kami Memilih lansia untuk penyuluhan diabetes dan hipertensi karena penyakit itu banyak ditemukan di usia lanjut.” Terangnya.

Aldi menambahkan, untuk penyuluhan virus corona karena untuk menjawab rasa ingin tahu Ibu Guru dan Walimurid TK Berdikari. 



“Kalau untuk penyuluhan Virus Corona yang saat ini sedang banyak diberitakan di media, karena kami ingin menjawab rasa ingin tahu Guru dan Walimurid mengenai Virus Tersebut.” Tambahnya.
Sedangkan, menurut hasil pengamatan yang dilakukan langsung oleh mahasiswa didapati bahwa ada 2  keluarga yang pernah terjangkit Tuberculosis dan dinyatakan meninggal dunia.

Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan alat peraga berupa leaflat juga dengan menggunakan alat bantu proyektor serta diakhir penjelasan diberikan sesi tanya jawab dan diskusi.

“Semua kegiatan menggunkan alat bantu dan juga menggunakan proyektor untuk menjelaskan tentang materi-materinya dan juga di akhri dengan sesi tanya jawab.”tutupnya. (tam)

14/02/2020

Mahasiswa KKN Kelompok 10 dan Warga Desa Sukorejo Hadiri Pengajian Akbar




Jember,Kabarejember.com
--Mahasiswa Kuliah Kerja Kyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember kelompok 10 bersama warga desa menghadiri pengajian akbar yang rutin digelar oleh Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember pada hari kamis (14/02/2020).

Kegiatan yang rutin digelar setiap malam jum’at kliwon ini, tak hanya dihadiri oleh warga desa Sukorejo. Ada warga dari desa sekitar yang turut ikut serta dalam acara ini. Semua bersholawat, bertawasul serta menyimak ceramah dari penceramah dengan khidmat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan mahasiswa yang hadir. Menurut Husnul Sohibul Bayan atau yang akrab disapa Husnul Brewok mengungkapkan, kegiatan seperti ini sangat baik untuk menjaga dan mempererat hubungan silaturahmi warga desa.

“Kegiatan ini sangat baik, dapat mempererat hubungan antar masyarakat di Desa Sukorejo.”, Ucapnya.

Ehwan selaku Sekretaris Desa mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud menjaga kebersamaan masyrakat desa serta doa bersama untuk kesejahteraan desa.

“ Ya, Acara (pengajian) ini rutin digelar setiap bulannya di balai Desa Sukorejo, tepatnya setiap malam jum`at kliwon”tuturnya. (tam)

04/02/2020

Peringati HUT IWJ ke 3, Warga Desa Sukorejo dan Mahasiswa Ikuti JJS



Jember,Kabarejember.com - Warga desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember bersama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan jalan-jalan sehat (JJS) minggu pagi, 27 Januari 2020. Kegiatan ini dalam rangka memperingati ulang tahun Info Warga Jember (IWJ) yang ke-3.

Rangkaian jalan-jalan sehat ditutup dengan musik dangdut yang mendatangkan artis dari Kabupaten Lumajang. Masyarakat tumpah ruah dan larut berjoget bersama.

Menurut kepala Desa Sukorejo Rudianto mengatakan kegiatan  ini mendatangkan dampak positif.

“Kegiatan ini sangat baik, karena bisa menjalin kerukunan dan keakraban antar warga sini.”,ungkapnya.

Perwakilan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember , Aldi Fadilah mengungkapkan pihaknya sangat senang dilibatkan dalam kegitan seperti ini. Menurutnya kegiatan seperti ini adalah media pemersatu lintas generasi karena yang berpartisipasi dari semua kalangan.

 “Saya selaku perwakilan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember sangat senang sekali dilibatkan diacara seperti ini. Kami sangat bangga dan senang bisa membantu kegiatan ini. Menurut saya, kegiatan ini adalah alat untuk mempersatukan warga dari anak kecil hingga orang tua.” Tuturnya.

Pria yang akrab disapa Aldi kumis ini menambahkan, kegiatan ini dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember untuk mengenal lingkungan dan karakteristik Warga Desa Sukorejo.

“Teman Mahasiswa disini memanfaatkan kegiatan ini untuk bisa berbaur bersama warga, dan juga kita bisa mengenal satu dengan yang lainnya. Jadi lebih akrab.” pungkasnya. (tam)

08/12/2019

Mayat Laki - Laki Ngambang di Sungai Belakang Jack Load Baratan


Jember, Kabarejember.com
Mayat seorang laki laki diketemukan warga di sungai belakang kampung Jack Load Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, Minggu, (8/12/2019).  Kini,  mayat yang tak berpakain itu telah dievakuasi angoota Polsek Patranga bersama warga setempat lalu dibawa ke rumah sakit Dr Soebandi Jember. Hingga berita ini ditayangkan, masih belum diketahui identiasnya oleh aparat Polsek Patrang. (ridho/tok)

30/09/2019

Bupati Faida Gagas Diklat Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara





Jember, Kabarejember.com
----- Pe didikan dan Latihan (Diklat) ini diselenggarakan pada 30 September 2019 di Balai Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya manusia (SDM) Gedung Olah Raga ( GOR) Kaliwates Jember, diikuti Aparat sipil negara ( ASN ) bidan dan dokter pada fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit daerah di lingkup Pemkab Jember sebanyak 40 orang.

Kegiatan yang berlangsung mulai 30 September hingga 5 Oktober 2019 ini merupakan gagasan dari Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR,  mengingat tingginya penderita kanker leher rahim dan kanker payudara di Indonesia yang menempati rangking tertinggi di dunia versi WHO. Kedua kanker ini juga merupakan ancaman terbesar kematian bagi perempuan, dan menurut data dari Departemen Kesehatan RI, kanker leher Rahim menempati urutan pertama daftar penyakit kanker yang diderita kaum wanita Indonesia.

Lebih parahnya lagi, kedua jenis kanker ini cukup sulit dideteksi, dan rata-rata baru diketahui setelah penyakit tersebut sudah mencapai tahap stadium lanjut. Meski demikian, Bupati Faida menegaskan bahwa kedua jenis kanker ini bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan sama sekali. Salah satu upaya penting yang bisa dilakukan adalah pendeteksian dini penyakit. Bekerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Propinsi Jawa Timur, diharapkan nantinya akan lebih banyak tenaga medis khususnya di Kabupaten Jember yang memiliki kompetensi dalam mendeteksi kanker leher Rahim dan payudara secara dini dengan menggunakan fasilitas dan metode yang tersedia.

Selain itu, peserta juga dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya serta dapat mempersiapkan SOP pencegahan kanker stadium lanjut apabila ditemukan kasus di masyarakat. Untuk itu Bupati Faida berharap, peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan nantinya dapat mengaplikasikannya sesuai SOP yang ditetapkan. (mul/mia/hms)

24/08/2019

Keseruan Warga Griya Putri Kencana Meriahkan 17-an



Jember,kabarejember.com
Agustus, adalah bulan dimana bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah. Peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 17 Agustus identik dengan upacara bendera, di sekolah, kantor maupun di istana negara.

Pemasangan bendera juga biasanya dilakukan oleh masyarakat di depan rumah masing-masing sebagai simbol bahwa mereka masih menghargai perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Tapi, hari peringatan kemerdekaan republik Indonesia akan jadi kurang lengkap tanpa adanya lomba 17-an yang biasanya dilakukan setelah upacara bendera.

Warga Perumahan Griya Putri Kencana RT 03 RW 37 contohnya. Setiap tahun rutin mengadakan lomba untuk memperingati sekaligus memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia. Beragam lomba seperti makan kerupuk, mengempit balon, menyanyikan lagu kebangsaan, menangkap bebek dan beberapa jenis lomba seru lainnya.

Aldi selaku kordinator lapangan menuturkan  bahwa kegiatan 17-an rutin diadakan di Perumahan Griya Putri Kencana setiap tahunnya.

"Setiap tahun warga sini selalu mengadakan lomba 17an. Warga disini selalu semangat kalau ada kegiatan seperti ini".kata Aldi.

Warga selalu antusias berpartisipasi disetiap lomba. Disisi lain Kegiatan seperti ini juga dijadikan ajang silaturahmi antar warga dan sarana refreshing untuk warga.

"Warga disini cukup antusias dalam mengikuti lomba, semua kalangan ikut serta. Kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk melepas penat setelah seminggu berkatifitas". Tambahnya. (Tam)

24/06/2019

Gudang Pengopenan Kacang Ludes Terbakar


Jember, Kabarejember.com
Kejadian memilukan menerpa sebuah gudang tempat pengopenan kacang tanah milik  H. Mahmud ( 68) warga Jalan Merbabu Dusun Curah Bamban Desa  Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul hangus dilalap si Jago merah.  Kebakaran terjadi diduga karena kelalaian pekerja yang mengakibatkan  5 ton kacang tanah, ludes terbakar.

     Menurut Kapolsek Tanggul AKP Harjito, pekerjaan pengopenan dimulai Kamis pukul 8  pagi  di gudang miliknya sendiri yang terbuat dari dinding tembok dan beratapkan seng.  Ketiga pekerja bekerja seperti biasanya dalam bangunan berukuran 12 m x 25 m bertugas melakuan pengovenan. Dengan menggunakan kayu bakar untuk mengeringkan  5 ton kacang tanah yang masih dengan kulitnya.

     Karena sudah memasuki waktu Duhur,  sekira pukul 11. 45  siang,  ketiga pekerja melaksakan Sholat Duhur bersama-sama.  Baru 5 menit berjalan, tiba-tiba api di dalam gudang tersebut sudah membesar.

      "Warga sekitar berdatangan memadamkan api dengan alat seadanya.  Api baru bisa dikuasai setelah mobil pemadam kebakaran datang memadamkan api, sekitar pukul 2 Kamis siang," kata Harjito.

     Harjito menambahkan, kebakaran terjadi diduga berasal dari percikan  kayu bakar yang digunakan mengoven kacang dan menjalar ke atas membakar kayu atap. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya 3 unit mesin dompeng, 1 unit  alat penggiling kacang 1 buah, 1 unit alat pengering atau blower,  5 ton kacang tanah,  total kerugian  sekitar Rp  220 juta. (Mia/iza)

14/06/2019

Longsor, Akses Jalur Lumajang-Malang Buka Tutup



Lumajang, Kabarejember.com
(Jumat, 14 Juni 2019) Hujan yang mengguyur yang berintensitas tinggi di wilayah Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang menyebabkan longsor tanah disertai batu besar di KM 55 Jl. Raya Piket Nol Desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo. Jalan ini adalah jalur penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

  Polsek Pronojiwo, Satlantas Polres Lumajang dan Koramil Pronojiwo dibantu dengan warga sekitar pun saling bahu membahau membersihkan material tanah maupun batu besar yang menutupi bahu jalan. Tak lama, pihak dari BPBD dengan peralatan yang lebih mumpuni datang membantu pembersihan jalur ini.

  Meskipun demikian, hingga pukul 18.00 wib dilakukan buka tutup jalan, mengingat jalur yang bisa dilalui hanya untuk satu arah saja karena terlihat ada batu yang cukup besar masih belum bisa disingkirkan oleh petugas.

  Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan dalam kejadian tersebut tak mengakibatkan korban jiwa. “Longsor siang tadi yang berada di Piket Nol Kecamatan Pronojiwo untungnya tak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian bencana tersebut menghambat perekonomian dari warga. Pihak Kepolisian bersama dengan instansi terkait akan secepat mungkin membersihkan material agar bisa dilalui dari dua arah lagi,” ungkap Kapolres.

  Dikonfirmasi di tempat lain, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH menghimbau para pengendara agar menghindari jalur tersebut. “Kami prediksi hingga malam ini jalur tersebut masih kami berlakukan buka tutup jalan, mengingat masih belum bisa digunakan untuk dua arah. Saya menghimbau agar para pengendara untuk melewati jalur alternative Ranu Pani maupun jalur utara melalui Probolinggo,” himbau Giri. (Suatman)

Seorang Pria Tewas Dilindas Ban Truk



Jember, kabarejember.com
Hati - hati bagi pengguna jalan berkendara di jalan raya. Seorang pria pengendara sepeda motor tidak dikenal tewas terlindas truk di Jalan Raya Desa Pakusari Kecamatan Pakusari Jumat siang.  Korban mengendarai sepeda motor Honda beat merah-hitan dengan nomor polisi N 8695 SG.
      Menurut Kapolsek Pakusari AKP Yuliati Suviani, korban mengendarai sepeda motor dari arah Banyuwangi atau dari timur jalan raya Pakusari. Sesampai di TKP korban mendahului truk di depannya. Pada saat bersamaan ada sepeda motor muncul sepeda motor dari berlawanan arah.
     Karena terlalu ke kanan, sepada motor tersebut bersenggolan, sehingga kedua sepeda motor sama-sama  terjatuh. Namun nahas, sepeda motor yang kendarai seorang  pria tidak dikenal jatuh ke sebelah kiri, sehingga terlindas truk yang didahului tersebut.  Akibatnya,  korban meninggal dunia di TKP,  karena luka parah," ujar Yuliati.
      Yuliati menambahkan, hingga Jumat sore, identitas korban meninggal dunia belum diketahui. Sebab,  korban tidak membawa kartu identitas.
       Hanya ada keterangan STNK nopol N 6895  SG, atas nama Saidah alamat Jalan Merapi RT: 01, RW: 05, Desa  Triwung Lor, Kademangan Probolinggo, Jatim. Korban langsung dibawa ke kamar mayat RSD Dokter Soebandi Jember. (Iza/Mia)

26/05/2019

Ketua Fraksi PKB Apresiasi Gerakan PMII Jember



Jember,kabarejember.com
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Mohammad Hafidi pada jumat kemarin (25/9) memberikan apresiasi didepan massa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember.
Dalam sambutannya, Hafidi mengapresiasi semangat dan pengabdian puluhan aktivis PMII Jember ditengah suasana bulan puasa, serta mendukung gerakan yang telah digalang oleh PMII Jember.
"Kami F-KB akan mengawal tuntas atas selesainya penolakan tambang di Silo. Bagi kami, apapun alasannya karena itu adalah suara rakyat yang menjadi harga final yang tidak boleh diutak-atik oleh siapapun." tegas Muhammad Hafidi dihadapan puluhan massa PMII Jember.
Persoalan tambang menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh PMII Jember, mengingat di Jember terdapat beberapa titik area pertambangan antara lain di Silo, Puger, serta di Gunung Manggaran. Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), terdapat sekitar 608.193 hektare hutan di Jawa Timur yang sedang dalam kondisi krisis akibat aktifitas eksploitasi pertambangan. (Ulu)