Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

23/04/2021

Kapolres Lumajang Bersama Pelajar Papua Bagi-bagi Takjil

 


LUMAJANG, merdekanews.net ---- Menjelang berbuka puasa, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno bersama pelajar Papua dan pelajar Indonesia Timur melaksanakan bagi-bagi takjil di depan Stadion Semeru Lumajang Jalan Gajah Mada, Kamis (22/4/2021).


Bersama pelajar asal Papua dan Pelajar Indonesia Timur, Kapolres dan PJU Polres Lumajang langsung turun ke jalan memberikan takjil untuk berbuka puasa kepada warga pengguna jalan yang melintas di Jalan Gajah Mada depan Stadion Semeru.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, kegiatan bagi takjil kepada pengguna jalan Polres Lumajang menggandeng pelajar Papua dan Pelajar Indonesia Timur dari Yayasan Regina Pacis LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Dusun Pondok Kobong, Desa Kedungrejo Kecamatan Rowokangkung.


"Mereka ini adalah non muslim jadi inilah bentuk toleransi umat beragama 

Kita mengajak anak-anak pelajar Papua dari LKSA di Rowokangkung untuk bersama-sama membagikan takjil berbagi kepada umat muslim," ujarnya.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, kegiatan bagi takjil di bulan suci Ramadhan dilaksanakan ini sebagai bentuk pembinaan bagaimana bertoleransi sekaligus mempererat hubungan Kapolres Lumajang sebagai Orang tua asuh pelajar Papua yang tinggal di LKSA  Regina Pacis.


"Dengan program orang tua asuh diharapkan komunikasi serta silaturahmi kami dengan warga Papua terus terjalin, sehingga anak-anak pelajar Papua merasa nyaman dan aman saat berada di Lumajang," Ujar AKBP Eka Yekti Hananto Seno.


Polres Lumajang menyediakan 100 bungkus takjil yang habis diberikan kepada warga pengguna jalan dalam waktu singkat.


"Selain itu, personel juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat, agar selalu mematuhi protokol Kesehatan supaya terhindar dari penularan covid-19, dan himbuan larangan mudik lebaran," terang AKBP Eka Yekti.


Pembagian takjil oleh jajaran Polres Lumajang bersama pelajar Papua ini disambut antusias oleh masyarakat. Mereka menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada kapolres Lumajang yang ikut membagikan takjil.


Hanya sekitar setengah jam, seluruh takjil yang dipersiapkan habis dibagikan kepada masyarakat, kegiatan ini berakhir sebelum waktu buka puasa dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mematuhi protokol kesehatan. (Humas) 


27/12/2019

Koramil 0824 /20 Gumukmas Bersama Puskesmas Gelar Bakti Sosial Khitanan Massal


Jember, Kabarejember.com
-- – Sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya Ke 71 Tahun 2019, Koramil 0824/20 Gumukmas  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab Jember dan Instansi terkait lainnya, menggelar bakti sosial berupa khitanan massal.

Hadir pada khitanan massal tersebut diantaranya Camat Gumukmas Imam Sudarmaji, Anggota DPRD Jember Asal gumukmas Dewi Asmawati, Kepal Desa Gumukmas Bambang Winarko, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Kec Gumukmas.

Khitanan massal tersebut diikuti oleh 36 anak dari keluarga kurang mampu disekitar Makoramil 0824/20 Gumukmas, dengan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Gumukmas, pada kesempatan tersebut Komandan Koramil 0824/20 Gumukmas Kapten Inf Abd Muntholib saat kami konfirmasi menyampaikan,  bahwa Dalam rangka HUT Kodam V/Brw ke 71 Tahun 2019. 

Koramil 0824/20 Gumukmas bekerja sama dengan Puskesmas Gumukmas  melaksanakan Bakti
Sosial Khitanan Massal sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, Dalam hal ini kita  ingin berbuat untuk warga masyarakat yang membutuhkan," jelas Kapten Inf Abd Muntholib.

Sedangkan, Kepala Desa  Gumukmas Bambang Winarko, saat diwawancara menyampaikan bahwa dirinya  sangat mendukung kegiatan Koramil 0824/20 Gumukmas dalam acara bakti sosial  Khitanan Massal. Sebagai wujud sinergisitas  Tiga Pilar tingkat desa dalam membantu anak yatim, fakir miskin dan kaum duafa di wilayah Kec. Gumukmas dan sekitarnya.

Pada kesempatan itu juga diberikan pemberian bantuan berupa baju koko, sarung dan songkok serta uang saku, yang secara bergiliran diserahkan oleh Koramil 0824/20 Gumukmas Kapten Inf Abd Muntholib, Dewi Asmawati dan Bambang Winarko kepada 36 anak peserta khitanan massal tersebut.

Menyikapi kegiatan tersebut Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin mengapresiasi upaya Komando Rayon Militer (Koramil) jajarannya dalam membantu warga masyarakat yang kurang mampu tersebut, melalui bakti sosial (Baksos) berupa TNI Khitanan Massal.

"Pada setiap kesempatan itu sudah saya perintahkan kepada jajaran agar keberadaannya di wilayah memberikan manfaat dan mampu membantu kesulitan masyarakat. Sehingga keberadaan TNI dan kita sebagai aparat kewilayahan selalu mendapatkan simpati dari masyarakat, dan semakin memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat," pungkas Letkol Inf La Ode M Nurdin Komandan Komando Distrik Militer ( Kodim ) 0824 Jember. (Paidi Indrawan)

10/11/2019

192 Anak Ikut Khitan Massal


Jember, Kabarejember.com
---Sebanyak 192 anak dari seluruh pelosok Kabupaten Jember ikut dalam khitanan massal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu, 09 November 2019.
Khitanan ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW 2019. Pelaksanaanya berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.
Bupati Jember dr. Faida, MMR dalam kesempatan itu menjelaskan, khitanan massa ini melibatkan 40 tenaga medis yang berasal dari berbagai Puskesmas di Jember.
Pada kegiatan khitanan massal ini, semua elemen masyarakat mulai dari camat hingga mahasiswa juga berperan. Mereka ikut mengawal pelaksanaan khitanan massal ini.
“Ini artinya pemerintah juga hadir di tengah-tengah masyarakat, dan ikut langsung melayani masyarakat,” kata bupati.
Diantara ratusan peserta khitan, ada satu peserta seorang difabel. Anak ini pun dikhitan di rumahnya, di Kecamatan Jenggawah.
“Ini sebagai suatu perhatian dan kasih sayang dari Pemerintah Kabupaten Jember,” kata bupati.
“Karena kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda, jadi pemerintah harus membuat kebijakan yang detail dan menyeluruh,” imbuhnya.
Ada pula anak yang berusia satu tahun yang berani ikut khitan. “Khitan sekarang sudah tidak sakit dan sembuhnya cepat,” ujar bupati.
Bupati juga mengungkapkan adanya keterlibtan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember.
Dinas ini muncul melayani anak-anak yang ikut khitanan massal dengan memberikan permainan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga aktif dengan layanan pembuatan akte kelahiran sekaligus Kartu Identitas Anak (KIA).
Juga ada mahasiswa kedokteran gigi, dengan hiburan Panggung Boneka yang memberikan edukasi untuk anak. Sajian ini dapat sambutan antusias dari anak-anak hingga menghilangkan rasa takut akan khitan.
Kepada semua elemen masyarakat, bupati mengungkapkan masih ada kuota bagi sekitar 200 anak untuk ikut khitanan massal.
“Akan ada pengumuman dan pendataan kembali untuk anak yang mau dikhitan gratis. Masih ada kesempatan sampai akhir Desember,” pungkas bupati. (mul/mia/hms)

Pemkab Jember Terjunkan 40 Tim Medis, Gelar Sunat Gratis


Jember, Kabarejember.com
---- Dilaksanakan di Aula PB Sudirman pada Sabtu, 9 November 2019, Pemkab Jember menyediakan kuota 400 anak dengan batasan usia 5 - 12 tahun. Kegiatan sunatan massal gratis ini merupakan rangkaian Hari Santri ke-5 tahun 2019. Tidak tanggung-tanggung, panitia juga menerjunkan 40 tenaga medis yang berpengalaman.

Setiap anak yang disunat/dikhitan mendapatkan souvenir, obat dan uang saku dari Pemerintah Kabupaten Jember. Uniknya, panitia juga menyediakan ruang bermain dan ruang baca anak, yang bisa dimanfaatkan agar mereka bisa mengisi waktu luangnya sebelum dikhitan.

Peserta berasal dari 22 kecamatan di Kabupaten Jember dan tercatat peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Patrang yakni 43 anak. Kegiatan ini nampaknya juga mendapat respon tersendiri, bukan hanya dari pendudukan Kabupaten Jember saja. Terbukti, ada 1 anak yang orang tuanya berpenduduk Kabupaten Brebes dan 1 anak lainnya berpenduduk Kabupaten Tulungagung.

Khusus untuk anak yang dikhitan dari kalangan disabilitas, panitia bersama tim medis mendatangi rumahnya langsung dan melakukan proses khitan di rumahnya. Seperti yang dilakukan pada salah satu anak disabilitas asal Jenggawah, yang dikhitan di rumahnya untuk memudahkan dan meringankan beban mereka.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkab Jember terhadap masyarakat, khususnya generasi penerus dan sekaligus meringankan beban orang tua. Bupati Faida juga berpesan agar mereka kelak mampu menjadi orang yang bermanfaat, bagi orang tua, agama dan negara. (mul/mia/hms)

30/10/2019

PTPN X Salurkan CSR Bentuk Bedah Rumah dan Jambanisasi


Jember, Kabarejember.com
----Bertempat di Dusun Dawuhan Desa Kawangrejo Kecamatan Mumbulsari PTPN X Ajung gayasan  menyerahkan bantuan bedah rumah kepada ibu Nursi,ah 70 th melalui bantuan CSR (corporate social responsibility ), Rabu (30 / 10 / 2019) 

Dwi Satriyo Annurogo, Direktur utama PTPN X turun langsung ke lapangan untuk ikut membantu pemugaran rumah janda tua,dimulai dengan penurunan genting atap rumah. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran dari PTPN X Kebun Ajung Kertosari, Muspika, Kepala Desa serta tokoh masyarakat Desa Kawangrejo.

Penerima bantuan bedah rumah milik ibu Nursi,ah, memang tergolong parah.Dinding samping yang terbuat dari anyaman bambu sudah banyak yang rusak alias bolong. Ibu Nursi,ah janda tua ini sudah jarang bekerja karena usia sudah lanjut .

Menurut Dwi Satriyo Annurogo, bahwa  biaya untuk bedah rumah adalah 50 juta rupiah.  Sementara ini masih satu unit. Dan untuk jambanisasi ada sebelas 11 titik. Masing masing titik senilai  Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta."

Dwi berharap, bantuan yang diberikan melalui CSR PTPN X ini betul betul bisa bermanfaat bagi masyarakat,karena PTP X juga bagian dari masyarakat. Bantuan ini diberikan untuk bisa lebih meningkatkan kesehatan bagi warga masyarakat. Dengan masyarakat yang sehat tentunya akan berdampak sangat baik bagi kemajuan.

Bantuan CSR PTP X, ini bukan yang pertama tapi kegiatan kali ini lebih difokuskan. Sehingga lebih betul betul terasa bagi masyarakat. Dan untuk selanjutnya,  masih akan terus dilakukan bantuan semacam ini. Karena CSR adalah kewajipan bagi perusahaan. Dirut berharap semoga PTPN X kedepan semakin  maju.

Ibu Nursi,ah selaku penerima bantuan bedah rumah mengatakan,terima kasih kepada PTPN X yang telah membantu membangun rumahnya. Dan semoga Allah menggantinya dengan rejeki yang lebih besar. Begitu pula, P Hakim warga Dusun Peji RT 1 RW 7 Desa Lengkong sebagai  penerima bantuan jambanisasi mengatakan,  " kasoon dek ka pak PTP X ampon apareng bantuan wc malar mogeh PTP X sajen lancar tor majuh" ( terima kasih ke PYPN X sudah memberikan bantuan jambanisasi semoga PTPN X semakin lancar dan maju ). (Mul )

08/10/2019

Pemkab Jember Salurkan Bantuan Stimulan Kepada Kalangan Disabillitas dan Kelompok Minoritas


Jember, Kabarejember.com
----Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR konsisten melakukan terobosan untuk pemberdayaan masyarakatnya, tak terkecuali kalangan disabilitas dan kelompok minoritas Jember.

Melalui APBD 2019, ada 72 penerima bantuan stimulan yang terdiri dari 48 kalangan disabilitas dari 23 kecamatan, dan 24 kelompok minoritas dari 13 kecamatan.

Bertujuan untuk memberikan bimbingan sosial, keagamaan, pengetahuan dan keterampilan sesuai bakat minat, meningkatkan edukasi masyarakat terhadap disabilitas dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, bantuan stimulan ini juga sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember agar mereka mampu hidup mandiri serta memiliki semangat dan kecintaan kerja setelah membuka usaha.

Berbagai jenis pelatihan diberikan, diantaranya untuk kalangan disabilitas ada pelatihan menjahit (16 orang, bantuan stimulan berupa 1 paket alat menjahit), pelatihan tata boga (16 orang bantuan stimulan berupa 1 paket peralatan membuat kue basah dan kering) dan pelatihan tata rias (16 orang diberikan bantuan berupa 1 paket alat tata rias). Sedangkan untuk kalangan minoritas ada pelatihan tata rias (24 orang bantuan stimulant 1 paket alat tata rias).

Dengan waktu pelatihan yang bervariatif, yakni untuk kelompok disabilitas pelatihan tata boga dan tata rias selama 7 hari, menjahit selama 15 hari. Sedangkan untuk kelompok minoritas, pelatihan dilaksanakan selama 5 hari.

Pelatihan ini dipusatkan di UPT Latihan Kerja Disnakertrans Propinsi Jawa Timur, dengan berbagai sumber dan tenaga pelatihan yang berkompeten.

Bupati Faida berharap, dengan adanya bantuan stimulan ini dapat mempersiapkan dan mematangkan kemampuan mereka sehingga mampu bersaing dan memberikan kontribusi yang positif kepada pembangunan daerah, karena kalangan disabilitas dan kelompok minoritas juga memiliki potensi yang besar untuk memajukan daerahnya. (mul/mia/hms)


04/10/2019

Wabup Muqit Ajak Semua Pihak Bantu Lansia


Jember, Kabarejember.com
----Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief, mengajak semua pihak hendaknya membantu para lansia semata-mata sebagai bentuk panggilan kemanusiaan, dengan niat beribadah.

“Sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Kalau kita senang menolong orang lain, insya Allah kita juga akan ditolong Allah,” kata Wabup di Balai Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari.

Wabup di Desa Paleran untuk penyaluran Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantuan Lanjut Usia (BLU) tahun 2019. Penyaluran pada Jum’at, 04 Oktober 2019, ini merupakan tahap kedua.

“Jadikan itu jalan untuk masuk surga, dengan merawat ayah dan ibu yang sudah sepuh,” tutur Wabup. “Seperti inilah balas budi anak kepada orangtua insyaallah mendapatkan pahala yang besar,” lanjut Wabup.

Jaslut dan BLU, Wabup menjelaskan, merupakan program kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Untuk Kabupaten Jember, pada tahun 2019 terdapat 1.199 penerima Jaslut. Mereka menerima Rp. 2.000.000 setahun. Untuk BLU, terdapat 87 lansia Jember yang menerima Rp. 200 ribu per bulan.

Pemkab Jember memberikan Jaminan Kesehatan Daerah, pelayanan dokumen adminduk, dan bantuan katering makan tiga kali sehari untuk lansia , serta bantuan beras daerah (Rastrada).

“Bantuan beras sebanyak 20 kg selama satu tahun, untuk 7.852 penerima manfaat. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan data yang menyusul sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Wabup juga menegaskan, bahwa pemerintah wajib hadir untuk lansia yang tidak punya keluarga, sering sakit-sakitan. “Ada lansia yang sudah sangat sepuh, maka kepada pendamping atau segenap masyarakat, diminta untuk benar-benar memberikan perhatian terhadap lansia,” harapnya.

Plt. Kepala Dinas Sosial, Wahyu Setyo H. S.KM,M.Si, menyampaikan bahwa Jaslut dan BLU merupakan kolaborasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember.

“Tujuan dari pemberian jaminan ini, untuk mencukupi kebutuhan dasar lansia, jaminan kesehatan, dan jaminan taraf ekonomi,” terangnya.

Untuk tahap kedua, Jaslut dan BLU 2019 diberikan kepada lansia di Kecamatan Jombang, Umbulsari, Jenggawah, Gumukmas, Puger, dan Mumbulsari.

Pada tahap ini ada 461 keluarga penerima manfaat program Jaslut dan 11 keluarga penerima manfaat progam BLU.

“Jaminan kesehatan untuk lanjut usia dibagi dalam empat tahap. Jumlah totalnya 2 juta dalam satu tahun. Untuk bantuan lanjut usia juga dibagi menjadi tiga tahap,” pungkasnya. ( mul/mia/hms)

03/10/2019

563 Warga Lansia Terima Jaslut dan BLU


Jember, Kabarejember.com
----- Sedikitnya 563 warga lanjut usia (lansia) dari enam kecamatan di Kabupaten Jember menerima bantuan berupa Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantuan Lanjut Usia (BLU). Penyerahan bantuan tersebut oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief di Balai Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Rabu, 02 Oktober 2019.

“Ini yang pertama. Akan ada empat tahap pencairan bantuan untuk para lansia,” terang Wabup kepada wartawan usai penyerahan bantuan.

Wabup mengungkapkan, bantuan yang diserahkan merupakan bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Bantuan yang berasal dari pemerintah pusat dan pemeritah provinsi berupa dana yang salurkan melalui rekening bank.

Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan berupa alat kesehatan, diantaranya kursi roda, alat bantu jalan, dan alat bantu dengar.

Dalam kesempatan tersebut, para lansia juga mendapatkan pelayanan pengurusan adminduk oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada para lansia,” kata Wabup.

Di Kabupaten Jember, lanjutnya, ada lebih 7.800 lansia. Kondisi mereka beragam. Mulai dari yang masih produktif secara ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya.

Namun, sebagian besar para lansia tersebut tidak lagi produktif. Mereka ini sering sakit. Bahkan mereka berada di tengah-tengah keluarga yang miskin.

Bahkan, ada di antara mereka yang tidak memiliki keluarga, sakit, serta tidak produktif. “Nah, negara dalam hal ini harus hadir. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan jatah makan tiga kali sehari,” ungkap Wabup.

Untuk saat ini ada sekitar 100 lansia di 12 kecamatan yang telah mendapatkan bantuan Pemerintah Kabupaten Jember itu. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan data yang sedang diverifikasi dan validasi.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Wahyu Setyo Handayani, SKM, M.Si. menjelaskan, kreteria penerima Jaslut adalah lansia dengan usia minimal 70 tahun.

Mereka juga merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yang di dalam keluarganya terdapat komponen PKH, seperti ibu hamil, balita, anak sekolah.

Sedangkan, Bantuan Lanjut Usia yang berasal dari pemerintah pusat memiliki sasaran lansia minimal 70 tahun. “Semakin tua, semakin diperhatikan. Mereka juga lansia yang sudah tidak potensial lagi atau tidak bisa mencari nafkah lagi,” terangnya.

Pada tahap pertama ini, lansia yang menerima bantuan tersebut berasal dari Kecamatan Jelbuk, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Silo,  dan Mayang.

Setelah menerima bantuan, para lansia bisa mencairkan dana rekening tabungan. Petugas bank telah berada di lokasi penyerahan.

Untuk proses pencairan ini, para lansia dibantu oleh para pendamping dari Propgram Keluarga Harapan (PKH) masing-masing kecamatan. (mul/mia/hms)

02/10/2019

Jaslut dan BLU 2019 Mulai Dibagikan


Jember, Kabarejember.com
----Penyaluran Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantu Lanjut Usia (BLU) 2019 mulai dibagikan di Kabupaten Jember,  menjadi 4 bagian daerah penyaluran, yakni Jelbuk, Arjasa, Umbulsari dan Mumbulsari. Untuk daerah penyaluran 1 dengan pusat pembagian di Balai Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk, meliputi daerah penyebaran bantuan untuk Kecamatan Silo, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, Sukowono dan Jelbuk yang dilaksanakan pada Rabu, 2 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB.

Sedangkan untuk daerah penyaluran 2, akan dipusatkan di balai desa Paleran Umbulsari untuk daerah penyebaran penyaluran Puger, Umbulsari, Jenggawah, Jombang dan Gumukmas.

Untuk daerah penyaluran 3 dilaksanakan di Balai Desa Arjasa Kecamatan Arjasa untuk wilayah penyaluran Arjasa, Panti, Sumbersari dan Patrang.

Terakhir, penyaluran akan diwujudkan dengan home visit atau kunjungan ke sejumlah rumah lansia yang ada di Kecamatan Mumbulsari.

Jaslut dan BLU ini merupakan kolaborasi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember yang bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pemeliharaan kesehatan lanjut usia, serta memelihara taraf kesejahteraan sosial lanjut usia agar mereka dapat menikmati taraf hidup yang wajar. Sasarannya adalah mereka yang berusia 70 tahun ke atas (semakin tua semakin dipiroritaskan), kepala atau anggota rumah tangga miskin sesuai basis data terpadu (BDT), tidak memiliki penghasilan tetap baik dari dirinya sendiri ataupun orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar. Selain itu, lansia yang sakit-sakitan dan bukan penyandang cacat berat yang akan atau telah menerima bantuan dari pemerintah atau lembaga sosial. KTP dan surat keterangan dari luar/kades juga menjadi salah satu syarat penerima bantuan ini. Mereka juga tidak termasuk dalam perintis kemerdekaan atau janda perintis kemerdekaan, bukan klien pantia sosial tresna werdha atau panti sosial serta jika mereka suami isteri, maka yang berhak mendapatkan adalah salah satu diantara mereka.

Dalam hal ini, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial, memberikan Jaminan Kesehatan Daerah, dokumen adminduk, dan beberapa lansia  akan memperoleh catering lansia 3 x sehari diantar setiap hari ke rumah dan beras daerah/rastrada.

Data  penerima Jaslut  (Pemprov Jatim) sebanyak 1.199 orang menerima Rp. 2.000.000 / setahun. Untuk program Bantu LU (Kemensos) sebesar Rp.200.000/bulan dengan total penerimaan Rp. 2.400.000/tahun untuk 87 lansia.

Sedangkan Pemkab Jember, melalui Rastrada memberikan bantuan beras sebanyak 20 kg selama 1 tahun untuk 7.852 penerima manfaat.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap dengan adanya penyaluran ini, kualitas hidup dan jaminan sosial lansia di Kabupaten Jember dapat meningkat, karena mereka juga adalah bagian dari masyarakat yang pernah dan masih memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan.

Selain itu, hal ini merupakan perwujudan janji kerja Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan bagi lansia, anak-anak dan difabel di Kabupaten Jember. (mul/mia/hms)

01/10/2019

Jaslut dan BLU 2019 Mulai Digulirkan




Jember, Kabarejember.com
----Penyaluran Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantu Lanjut Usia (BLU) 2019 di Kabupaten Jember akan dibagi menjadi 4 bagian daerah penyaluran. Yakni Jelbuk, Arjasa, Umbulsari dan Mumbulsari. Untuk daerah penyaluran 1 dengan pusat pembagian di Balai Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk, meliputi daerah penyebaran bantuan untuk Kecamatan Silo, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, Sukowono dan Jelbuk yang dilaksanakan pada Rabu, 2 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB.

Sedangkan untuk daerah penyaluran 2, akan dipusatkan di balai desa Paleran Umbulsari untuk daerah penyebaran penyaluran Puger, Umbulsari, Jenggawah, Jombang dan Gumukmas.

Untuk daerah penyaluran 3 dilaksanakan di Balai Desa Arjasa Kecamatan Arjasa untuk wilayah penyaluran Arjasa, Panti, Sumbersari dan Patrang.

Terakhir, penyaluran akan diwujudkan dengan home visit atau kunjungan ke sejumlah rumah lansia yang ada di Kecamatan Mumbulsari.

Jaslut dan BLU ini merupakan kolaborasi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember yang bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pemeliharaan kesehatan lanjut usia, serta memelihara taraf kesejahteraan sosial lanjut usia agar mereka dapat menikmati taraf hidup yang wajar.

Sasarannya adalah mereka yang berusia 70 tahun ke atas (semakin tua semakin dipiroritaskan), kepala atau anggota rumah tangga miskin sesuai basis data terpadu (BDT), tidak memiliki penghasilan tetap baik dari dirinya sendiri ataupun orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Selain itu, lansia yang sakit-sakitan dan bukan penyandang cacat berat yang akan atau telah menerima bantuan dari pemerintah atau lembaga sosial. KTP dan surat keterangan dari luar/kades juga menjadi salah satu syarat penerima bantuan ini. Mereka juga tidak termasuk dalam perintis kemerdekaan atau janda perintis kemerdekaan, bukan klien pantia sosial tresna werdha atau panti sosial serta jika mereka suami isteri, maka yang berhak mendapatkan adalah salah satu diantara mereka.

Dalam hal ini, Pemkab Jember melalui Dinas Sosial, memberikan Jaminan Kesehatan Daerah, dokumen adminduk, dan beberapa lansia  akan memperoleh catering lansia 3 x sehari diantar setiap hari ke rumah dan beras daerah/rastrada.

Data  penerima Jaslut  (Pemprov Jatim) sebanyak 1.199 orang menerima Rp. 2.000.000 / setahun. Untuk program Bantu LU (Kemensos) sebesar Rp.200.000/bulan dengan total penerimaan Rp. 2.400.000/tahun untuk 87 lansia.

Sedangkan Pemkab Jember, melalui Rastrada memberikan bantuan beras sebanyak 20 kg selama 1 tahun untuk 7.852 penerima manfaat.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap dengan adanya penyaluran ini, kualitas hidup dan jaminan sosial lansia di Kabupaten Jember dapat meningkat, karena mereka juga adalah bagian dari masyarakat yang pernah dan masih memberikan andil yang cukup besar bagi pembangunan.

Selain itu, hal ini merupakan perwujudan janji kerja Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan bagi lansia, anak-anak dan difabel di Kabupaten Jember. ( mul/mia/hms)

24/08/2019

Keseruan Warga Griya Putri Kencana Meriahkan 17-an



Jember,kabarejember.com
Agustus, adalah bulan dimana bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah. Peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 17 Agustus identik dengan upacara bendera, di sekolah, kantor maupun di istana negara.

Pemasangan bendera juga biasanya dilakukan oleh masyarakat di depan rumah masing-masing sebagai simbol bahwa mereka masih menghargai perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Tapi, hari peringatan kemerdekaan republik Indonesia akan jadi kurang lengkap tanpa adanya lomba 17-an yang biasanya dilakukan setelah upacara bendera.

Warga Perumahan Griya Putri Kencana RT 03 RW 37 contohnya. Setiap tahun rutin mengadakan lomba untuk memperingati sekaligus memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia. Beragam lomba seperti makan kerupuk, mengempit balon, menyanyikan lagu kebangsaan, menangkap bebek dan beberapa jenis lomba seru lainnya.

Aldi selaku kordinator lapangan menuturkan  bahwa kegiatan 17-an rutin diadakan di Perumahan Griya Putri Kencana setiap tahunnya.

"Setiap tahun warga sini selalu mengadakan lomba 17an. Warga disini selalu semangat kalau ada kegiatan seperti ini".kata Aldi.

Warga selalu antusias berpartisipasi disetiap lomba. Disisi lain Kegiatan seperti ini juga dijadikan ajang silaturahmi antar warga dan sarana refreshing untuk warga.

"Warga disini cukup antusias dalam mengikuti lomba, semua kalangan ikut serta. Kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk melepas penat setelah seminggu berkatifitas". Tambahnya. (Tam)

20/07/2019

Ranting Bhayangkari Arjasa Lakukan Bakti Sosial



Jember, Kabarejember.com
 -- Ketua Ranting Bhayangkari Sek Arjasa Ny. Faiko Eko Basuki bersama 5 orang anggota Bhayangkari Arjasa melaksanakan kegiatan bakti sosial di Dusun Sumberjati Rt 02 Rw 03 Desa Candijati Kecamatan Arjasa pada Kamis ( 18 Juli 2019 )

Kegiatan tersebut didampingi langsung Kapolsek Arjasa AKP EKO BASUKI TA,S.H. dengan mendatangi salah satu rumah warga yang tinggal seorang diri , yakni Buani wanita lansia  berumur 83 tahun itu, bertempat tinggal di rumah berukuran 2,5 meter x 3 Meter yang terbuat dari anyaman bambu.

Menurut warga yang tinggal di sekitarnya Buani tidak pernah mau untuk tinggal bersama dengan anak anaknya , dan jika tinggal bersama dengan salah satu anaknya, "Buani suka berteriak teriak ingin tinggal di rumahnya sendiri," ujar warga yang ada di sekitar rumahnya.

Hal senada juga diungkapkan Kasun Marhapi yang pada saat itu ikut serta  mendampingi rombongan Bhayangkari Ranting Arjasa.

Kegiatan bakti sosial ini bukan yang pertama kalinya dilakukan Ketua Bhayangkari Ranting Arjasa , yang sebelumnya juga pernah di akukan di desa desa yang ada di wilayah Arjasa dengan cara memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai .

Disamping itu, Kapolsek Arjasa juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kapolres Jember Sebagai upaya untuk merangkul dan berbagi kebahagiaan terhadap keluarga yang membutuhkan.dan selama kegiatan berlangsung aman dan lancar. ( Erwin )

16/07/2019

Pemkab Jember Bersinergi dengan Baznas Luncurkan SDGs


Jember, Kabarejember.com
Pemerintah Kabupaten Jember bersinergi dengan Baznas Jember meluncurkan Kampung SDGs (Sustainable Development Goals) di Kabupaten Jember.
Kampung SDGs ini pertama kali di Jember, dan diresmikan langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, Senin 15 Juli 2019. Lokasinya di Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember.
"Ini kampung SDGs pertama di Jember, diinisiasi dari pembicaraan dengan Baznas Jember yang begitu inovatif," ungkap bupati.
Ia menjelaskan, sebelumnya Baznas pusat telah bekerjasama tentang SDGs dengan organisasi imternasional di bawah PBB. Peluncuran Kampung SDGs sebagai tindak lanjut hal ini.
"Kampung ini akan menjadi kampung percontohan kampung lain, yang dibina Pemkab bersama Baznas Jember beserta tokoh masyarakat," ujar bupati.
SDGs memiliki beberapa target. Diantaranya, kesetaraan gender, pemerataan akses kesehatan, pemerataan pendidikan, peningkatan ekonomi, dan memberikan kesempatan pekerjaan yang layak, serta menghapus kelaparan dan kemiskinan.
"Tentu saja ini memerlukan waktu. Namun, saya yakin dan percaya, hal ini perlu dimulai, dibuat suatu percontohan untuk pola pengembangan di tempat lain," urainya.
Dengan data yang telah ada, launching SDGs dapat menentukan target sasaran. Seperti masyarakat miskin yang akan dibina dan memberikan beasiswa kepada anak risiko putus sekolah.
"Hal-hal inilah yang menjadi target. Program ini disinergikan dengan Baznas Jember, karena sejatinya, target Baznas juga adalah pemerataan pembangunan," kata bupati.
Dusun Krajan, Desa Sukorejo dipilih sebagai contoh awal kampung SDGs karena menjadi tempat tinggal Ketua Baznas Jember, Misbahus Salam.
"Ketua Baznas ini kampungnya harus menjadi contoh masalah target SDGs dan harus bisa tercapai dengan kolaborasi atau sinergi," kata bupati.
Akan dilakukan evaluasi secara berkala, sehingga ada pola yang bisa disetarakan. Diantaranya, sasaran yang bisa dibagi, mana yang masuk program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Baznas
"Kita akan tunjukkan, membangun akan berhasil dengan sinergisitas," bupati.
Misbahus Salam menyampaikan, Baznas Jember menindaklanjuti program dari Baznas pusat yang bekerjasama dengan UNDP dan TPD, untuk membangun program yang berkelanjutan atau SDGs
"Sehingga, untuk realisasinya, Baznas Jember punya inisiatif untuk membuat kampung SDGs," terangnya.
Terdapat beberapa langkah yang akan dilakukan. Diantaranya, memberikan modal kepada UMKM dan memberikan pekerjaan kepada yang belum bekerja.
"Baznas sendiri mengumpulkan zakat, infaq, sodaqoh dan mendistribusikan bantuan ini kepada yang berhak ketika sudah terkumpul," terangnya.
Untuk menyukseskan program ini, semua pihak bahu membahu. Baik pemerintah, Baznas, ormas, serta tokoh masyarakat bekerja sama.
Salah satu kegiatan Kampung SDGs yakni tentang kesetaraan gender. Memeberikan motivasi untuk giat belajar dan sekolah kepada anak yang dinikahkan di usia dini, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Kami siap memeberikan beasiswa kepada mereka yang mau bersekolah, karena SDGs sendiri merupakan program pembangunan yang berkelanjutan," Mishabus Salam. (Mul/Mia/hms)

31/05/2019

26 hafidz dan Hafidzoh Dapat Talih Asih dari Pemprov Jatim


Jember, kabarejember.com
Sebagai apresiasi, pemerintah memberikan tunjangan kehormatan kepada para penghafal Al Quran 30 juz di Kabupaten Jember.  Penyerahan tunjangan itu berlangsung di Musholla Al Ittihad Pemkab Jember, Rabu, 29 Mei 2019, oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Sedikitnya 26 hafidz dan hafidzoh mendapatkan talih asih dari Pemerimtah Provinsi Jawa Timur melalui program Huffadz Jawa Timur 2019. Dalam kesempatan hataman tadarus Al Quran di mushollah itu, wabup juga menyerahkan talih asih kepada para imam tarawih dan pembaca Al Quran.

Kepada wartawan, wabup menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penghargaan yang diberikan kepada penghafal Al Quran."Dengan  penghargaan yang diberikan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Jember, khususnya para pencinta Al Quran," ujar wabup.

Pengasuh pondok Pesantren Al Falah Silo ini berharap kedepannya ada penambahan jumlah penerima tunjangan kehormatan ini. Pemerintah Kabupaten Jember selama ini telah melakukan upaya untuk menggiatkan hafal Al Quran. Salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi penghafal Al Quran minimal 1 juz.

"Terkait para penghafal Kitab Suci itu, lebih jauh wabup berharap mereka tidak sekedar menghafalkan Al Quran.  Tetapi menerapkan perilaku yang betul-betul menggambarkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Ini untuk mewujudkan masyarakat yang qurani, mewujudkan generasi qurani.
Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa timur Sunaryo, ST. MSi. Menjelaskan, tunjangan itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para penghafal Al-Qur'an.

Demi terwujudnya masyarakat muslim yang cinta dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Tunjangan kehormatan para hafidz dan hafidzah program Huffadz Provinsi Jawa Timur tahun 2019 diberikan kepada 26 orang hafidz dan hafidzah berupa uang sebesar Rp. 750.000,-.

Pada tahun 2019, lanjutnya, ada program dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yakni kuota bantuan tunjangan kehormatan hafidz dan hafidzah seluruh Jawa Timur mencapai 4.000.  "Mudah-mudahan di Jember ini juga melahirkan para qari dan qariah terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia," harap Sunaryo. (Mia/Mul/hms)

29/05/2019

BPJS Beri Santunan Keluarga Dinanz Fariz Sekitar Rp 400 jutaan


Jember, kabarejember.com
Tim Jember Fashion Carnaval (JFC) bertemu Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa, 28 Mei 2019, untuk membahas eksistensi pagelaran fesen ini.
CEO JFC Suyanto menyampaikan, pertemuan dengan bupati untuk keberlangsungan JFC tahun 2019 hingga tahun-tahun berikutnya.

"Bagaimana even ini akan berlangsung secara berkelanjutan, bahkan bisa lintas generasi," jelas Suyanto kepada wartawan.

Suyanto mengatakan, untuk JFC tahun 2019, sebenarnya sudah disiapkan oleh almarhum Dynand Fariz dan sisanya hanya melanjutkan saja, karena persiapan JFC dilakukan satu tahun sebelumnya.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan itu bupati sangat mendukung JFC. Bahkan memiliki pemikiran yang sama untuk JFC kedepan: siapapun kepala dinas dan siapapun bupati bahkan presidennya, JFC harus tetap berlangsung.

"Nantinya akan diarahkan pada pembuatan Perda, serta didukung oleh propinsi dan kementerian mengenai even ini,  karena JFC sudah menjadi even nasional," katanya.
Tim yang dibawa oleh Suyanto memaparkan beberapa hal terkait persiapan JFC. Antara lain program jangka panjang dan program jangka menengah.

Dalam dua program tersebut, JFC berperan aktif dalam even-even karnaval dan fesyen hingga tingkat internasional. Salah satu kegiatan barunya adalah Rythm Artwear Carnival.
Pada pergelaran JFC tahun 2019 ini terencana mulai tanggal 1 - 4 Agustus 2019. Terdiri dari Pet Carnival, Kids dan artwear Carnival, WACI Carnival, dan grand carnival.
Usai pertemuan, bupati memberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk keluarga almarhum Dynand Fariz.

Santunan itu, masih kata Suyanto, sangat berarti, karena memang penyelenggaraan JFC tidak lepas dari dana Dynand Fariz sendiri. Dana santunan ini oleh sepuluh bersaudara keluarga almarhum Dynan Fariz sepakat untuk dimanfaatkan sebagai biaya operasional penyelenggaraan JFC.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyampaikan, bahwa almarhum Dynand Fariz lengkap mengikuti empat program, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua dan jaminan kematian, dengan total Rp. 486.993 .000. (Mia/Mul/hms)

28/05/2019

Bagi Sembako Sekitar Sekret PWI, PWI Jember Bareng Kinansyah


Jember, kabarejember.com
Pada Bulan Ramadan 1440 Hijriah ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember membagikan 100 paket sembako kepada warga sekitar kantor sekretariat Jalan Anggrek 12 Lingkungan Paga, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa sore (28/5/2019).

Dalam kegiatan tersebut, PWI Jember juga menggandeng Kinansyah Grup Jember. "Alhamdulillah Ramadan tahun ini, kami bisa membagikan 100 Paket sembako bagi warga sekitar tetangga kami yang membutuhkan," kata Ketua PWI Jember Sigit Maryanto saat dikonfirmasi sejumlah media.

Menurut Sigit, berbagi merupakan cara yang paling baik untuk menjaga silaturrahmi dengan sesama. "Karena selama ini kami berusaha menjaga hubungan baik, agar dalam bersosialisasi dapat saling memberikan manfaat. Karena sebaik-baik manusia, adalah yang bisa saling memberikan manfaat," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya warga sekitar yang mendapatkan sembako. Sejumlah tukang becak, tukang parkir yang berada di sekitar kantor PWI juga mendapatkan paket sembako tersebut.

"Karena kebetulan kantor kami ini berada tidak jauh dari Stasiun Jember, sehingga juga banyak abang-abang becak dan tukang parkir sekitar stasiun yang juga mendapatkan paket sembako ini," ujarnya.

Sementara itu Abdus Salam Owner Kinansyah Grup menjelaskan, sinergi berbagi dengan PWI ini adalah yang pertama kali. "Biasanya di pinggiran, Alhamdulillah kita bisa berbagi bersama wartawan di Kelurahan Jember lor ini," katanya.

"Kita kan tidak tahu dimana saja warga yang membutuhkan, sehingga dibantu PWI kita juga membantu menyampaikan kepada yang berhak. Semoga memberikan manfaat," kata pengusaha pengembang perumahan di Jember ini.
Salam berharap sinergi bersama PWI ini bisa berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, setelah melakukan kegiatan berbagi paket sembako kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh anggota PWI Jember. .(Mia/hms)

25/05/2019

Dharma Wanita Persatuan Jember Gelar Pasar Murah Dipromotori Istri Sekda



Jember, kabarejember.com
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember menggelar Pasar Murah Bersubsidi untuk Dhuafa di Jalan Sudarman atau di depan kantor Pemkab Jember, Sabtu, 25 Mei 2019.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember Iriane Mirfano, menjelaskan, subsidi untuk komoditas yang dijual sebesar Rp. 3.000.

Komoditas yang dijual yakni beras, minyak goreng, gula, dan mie instan. Masing-masing mendapat item komoditas ini mendapat subsidi. Iriane merinci, 1 Kg beras dari harga dasar Rp. 9.800 menjadi Rp. 7.000. Sementara 1 liter minyak menjadi Rp. 8.500 dari harga dasar Rp. 11.500.

Demikian pula dengan 1 Kg gula menjadi Rp. 8.500 dari harga semula Rp. 11.500. Sedang mie instan sebanyak 4 bungkus dijual Rp. 7.000 dari harga semestinya Rp. 10.000. Ia juga mengungkapkan telah mengedarkan kupon pembelian senilai Rp. 10 ribu untuk anak dhuafa yang bisa dipakai untuk membeli paket beras, minyak, gula dan mie instan.

Istri Sekda Jember, Ir. Mirfano ini mengatakan, pasar murah ini bisa digelar atas kerjasama dengan beberapa pihak seperti Bulog, Perwira, donatur perusahaan swasta, donatur perorangan, dan komunitas.

"Jika pembeli tidak mempunyai kupon, sudah disiapkan barang subsidi pemerintah dan semoga dengan uang Rp. 10 ribu berbentuk kupon ini bisa membantu para dhuafa," harapnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember,  Arismaya Parahita, SP, berkesempatan memberikan sambutan pembukaan pasar murah bersubsidi itu.

Arismaya menjelaskan, menyampaikan Pasar Murah Bersubsidi untuk 1000 dhuafa yang berasal dari 3 kecamatan kota ditambah Kecamatan Jelbuk ini  pertama kali dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember. Pria yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik dan Pemerintah Kabupaten Jember sangat mengapresiasi.

"Kegiatan pasar murah bersubsidi tentu akan membantu kebutuhan konsumsi bahan pokok di bulan Ramadhan dan hal ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para dhuafa," ujar Arismaya.

Ditambahkan dia,  mudah-mudahan menjadi amal ibadah kita, menjadi penyempurna dari perjalanan puasa Ramadhan kita, dan menjadi pintu dibukanya amalan kita. (Mia/Mul/hms)

24/05/2019

Komunitas Driver Gojek Jember Bagikan Takjil



Jember, kabarejember.com
Puluhan driver Gojek dari berbagai komunitas area kampus di Jember melaksanakan kegiatan membagikan takjil kepada para pengendara motor yang melintas di depan kantor Prosalina pada Kamis sore (23/5/2019).
Aksi membagikan takjil tersebut dilaksanakan sebagai ajang untuk memperkuat persatuan dan solidaritas sesama Driver Gojek, serta menyisihkan sedikit penghasilannya kepada masyarakat di Jember yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Sandy, salah satu Driver yang turut mengkoordinir acara bagi takjil tersebut berharap  acara tersebut bisa membuat Gojek semakin familiar bagi masyarakat di Kabupaten Jember. "Harapannya, agar masyarakat di Jember semakin mengenal Gojek." ujar Sandy.
Selain membagikan Takjik kepada para pengendara motor yang melintasi kawasan sekitar kantor Prosalina, Driver Gojek bersama Go-Clean juga melaksanakan agenda bersih-bersih pada salah satu masjid di sekitar jalan Karimata. (Ulu)

17/05/2019

Bulan Ramadan, Kapolres Lumajang Bagikan Kursi Roda Ke Penyandang Cacat



Lumajang, Kabarejember.com
(17/05/2019)---Jumat 17 Mei sekitar pukul 09.30, Kapolres Lumajang memberikan bantuan kepada warga Dusun Krajan Desa Yosowilangun Lor Kec. Yosowilangun yang menderita disabilitas/cacat sejak lahir atas nama Marifatul Ida Lestari akrap dipanggil Shinta (13 th).

Anak ke 4 dari pasangan Nento dan Khusnul tersebut sejak lahir tidak bisa bicara dan tidak bisa berjalan hingga saat ini. Mulai umur 3 bulan mulai terlihat jika kondisi pertumbuhan tubuhnya lambat, diperiksakan ke dr Retno ternyata tulang ekor lemah, syaraf mengalami gangguan, hal ini berlangsung hingga tahun 2007, setelah itu perobatannyapun dihentikan karena terkendala dengan biaya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, ini adalah berkah Ramadhan. berbagi kepada sesama pahalanya jauh lebih besar di banding bulan-bulan lain. Saat saya mendapatkan informasi dari kasat lantas kalau ada anak yang sangat membutuhkan kursi roda, saya langsung menyetujuinya,” jelas  Arsal.

“Saya hanya memberikan sedikit rejeki saya untuk orang yang membutuhkan. Adik Shinta terlahir dengan kekurangan dan selayaknya kita mengulurkan tangan untuk membantunya. Hati saya merasa tersentuh karena kita masih diberi kesehatan sampai saat ini. Kita yang terlahir sempurna harus banyak bersyukur dan tetap menunduk karena masih ada orang dibawah kita yang memerlukan pertolongan kita. semoga dengan bantuan ini keluarga shinta bisa sedikit terbantu,” ungkap Arsal.

Kasat lantas Polres Lumajang AKP I Gede Atma Giri  yang dikonfirmasi menyatakan, pihaknya terenyuh dengan kondisi adik shinta." Makanya saya langsung informasikan ke Kapolres. Ternyata Kapolre sangat merespon untuk membantu.

Bapak Nento yang merupakan orang tua dari Shinta sangat senang dengan bantuan dari kapolres. “Terimakasih pak Kapolres. Saya sangat terbantu dengan adanya kursi roda ini. Shinta suka main posyandu, kadang saya gendong atau saya dorong pakai gerobak ke sana. dengan adanya kursi roda ini, saya lebih terbantu. Tidak susah kalau saya harus antar kemana maunya dia,” ucap Nento dengan wajah senang.(Suatman)

02/05/2019

Transparansi Pengelolaan Zakat di Baznas Sebagai Bagian Edukasi



Jember, KaJe
Transparansi pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember diperlukan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat. Hal itu disampaikan  Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam pembukaan Rapat Kerja Baznas Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis 02 Mei 2019.
"Prinsip keterbukaan dan transparansi serta kewajiban mengedukasi termasuk bagian tanggung jawab pengurus Baznas," terangnya.
Seperti dalam Sistem Manajemen Baznas (Simba) yang memuat program kemanusiaan. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi terkait permasalahan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan zakat.
Bupati juga berpesan kepada segenap kepala dinas supaya anggotanya membayar zakat. "Zakat ini bukan himbauan, tetapi zakat ini wajib," katanya.
Bupati juga mengungkapkan akan membuat program potong penghasilan pegawai Pemkab untuk zakat, sodakoh, dan infaq secara otomatis.
"Pastikan di Bulan Ramadhan ini anak buah kita tidak lengah membayar zakat, pesannya.
Sementara pengurus Baznas Provinsi Jawa Timur, KH. Najib Hamid, menyampaikan, sejatinya zakat tidak bisa hanya menunggu kerelaan orang yang berzakat.
"Secara normatif zakat itu dipungut, bukan menunggu kerelaan," terangnya.
Karena menyangkut otoritas, maka Baznas melakukan upaya yang bersifat persuasive. Sebab, betapa pun zakat itu wajib tidak ada sanksi bagi yang tidak berzakat.
"Terkait optimalisasi zakat, yang terpenting adalah kita memulai dari diri kita sendiri," jelasnya.
Zakat sendiri harus diniatkan bahwa di dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus diberikan.
"Jika kita eman berzakat, maka kita memakan hak orang lain yang ada pada harta kita," ungkapnya.
Pengurus Baznas Jember KH. Lutfi Ahmad menjelaskan, dalam penyelenggaraan pengumpulan zakat dimulai dengan pendataan dan pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat).
"Kami melakukan optimalisasi pengumpulan zakat sodakoh menuju Jember yang mandiri melalui pembentukan UPZ di berbagai tempat," jelasnya.
UPZ bisa dibentuk di berbagai tempat. Baik di lembaga pendidikan, masjid, serta kelompok masyarakat.
"UPZ sendiri merupakan kepanjangan tangan dari Baznas untuk mengumpulkan zakat di masyarakat," terangnya.
Tidak hanya UPZ, Baznas juga melakukan kegiatan sosial dengan membina  masyarakat tentang bisnis hingga membantu pembuatan jembatan serta memberikan santunan bantuan ekonomi. (Mul/Mia/hms)