Tampilkan postingan dengan label Probolinggo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Probolinggo. Tampilkan semua postingan

15/10/2024

Tim ZR Meluruskan Isu Hoaks yang Menyudutkan Pedagang di Banyuanyar: Justru Membawa Keberuntungan




PROBOLINGGO, Merdekanews.id
Seperti badai yang menghantam tenang lautan, media sosial belakangan ini diwarnai oleh kabar yang mencemaskan hati, seolah membawa awan kelabu di atas kampanye pasangan calon (Paslon) bupati Probolinggo, Zulmi-Rasti (ZR). Pada hari Minggu (13/10), tersebar luas berita yang menyebutkan bahwa kampanye tersebut telah merugikan para pedagang di Pasar Banyuanyar. Kabar ini, bagai sembilu yang menyayat rasa, membuat keresahan di tengah masyarakat.

Namun, bagaikan fajar yang perlahan mengusir gelap malam, tim sukses ZR segera angkat bicara. Mereka tegas menyatakan bahwa berita tersebut hanyalah sebuah hoaks—ilusi yang menyesatkan hati dan pikiran. Kebenaran pun mereka tegakkan dengan penuh keyakinan, dengan cara mengklarifikasi langsung pihak-pihak yang disebutkan dalam video tak benar yang beredar.

Juned St, salah satu anggota tim sukses ZR, dengan nada lembut namun penuh ketegasan menjelaskan bahwa pada awalnya mereka tidak berniat untuk menanggapi isu ini secara mendalam. “Sejujurnya, kami tidak ingin memberi panggung pada isu ini,” katanya pada Selasa (16/10). “Kami memahami, di masa-masa seperti Pilkada ini, framing yang tidak berlandaskan fakta sering kali muncul. Namun, calon kami tak mungkin merugikan rakyat, sebab mereka hadir untuk masyarakat, demi kesejahteraan bersama.”

Tidak berhenti di situ, tim ZR juga menemui seorang perempuan dalam video yang viral tersebut, yang mengklaim bahwa Zulmi telah membeli barang dari pedagang di Pasar Banyuanyar dengan pembayaran yang tidak sepadan. Namun, sekali lagi, kebenaran bersinar terang setelah klarifikasi dilakukan.

“Kami sudah melakukan klarifikasi, dan kenyataannya tidak ada hal seperti yang diberitakan. Malahan, calon kami membayar barang-barang yang dibeli dengan harga lebih dari yang seharusnya. Barang-barang itu kemudian dibagikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian beliau,” ujar Juned st dengan penuh keyakinan, seolah menepis bayang-bayang keraguan yang sempat menyelimuti.

Melalui peristiwa ini, tim ZR mengimbau masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menilai informasi yang beredar, terutama di media sosial, yang kadang menjadi lautan tak bertepi bagi kabar yang menyesatkan.

“Perbedaan pilihan dalam Pilkada adalah hal yang wajar dan tak perlu menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Yang terpenting adalah kita menjaga Pilkada Kabupaten Probolinggo tetap damai, aman, tanpa diselimuti oleh framing negatif yang memecah belah,” tambahnya dengan nada damai, berharap masyarakat bisa melihat Pilkada ini sebagai pesta demokrasi yang membawa kesejukan, bukan perselisihan.

18/03/2023

Wabup Timbul Launching Satgas BUS PATAS

Kraksaan, Merdekanews.id - Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko bersama Forkopimda dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto melaunching Satgas program Bersama Untuk Sinergi Empat Tas atau disingkat Satgas BUS PATAS di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (17/3/2023) siang.

Satgas BUS PATAS merupakan jargon yang menjadi motto untuk memompa semangat kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari loyalitas, kualitas, efektifitas dan tuntas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Kraksaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo, Camat dan anggota Forkopimka, Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ketua Forum CSR Kabupaten Probolinggo, Ketua dan anggota Inti Satgas BUS PATAS tingkat kecamatan se-Kabupaten Probolinggo serta ormas keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

Launching Satgas BUS PATAS ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta penekanan tombol sirine oleh Wabup Timbul, Pimpinan DPRD, Sekda Ugas, Pengadilan Agama, Kemenag, MUI, Pengadilan Negeri Kraksaan, Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Kejaksanaan Negeri Kabupaten Probolinggo dan BPS Kabupaten Probolinggo.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengharapkan dengan adanya program BUS PATAS ini nantinya supaya Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat bisa terfokus kepada program-program prioritas yang sudah ditetapkan mulai dari masalah kemiskinan, masalah stunting dan masalah pendidikan.

“Kami inginnya tahun 2023 ini hasil program ini sudah bisa terlihat. Karena kalau urusan pendidikan, kesehatan dan kemiskinan serta yang lainnya memang tidak mudah. Sebab hal itu menyangkut budaya dan lain sebagainya. Tetapi percepatan ini harapan saya tentunya ada kesadaran dari masyarakat sehingga program ini bisa segera teratasi,” harapnya.

Lebih lanjut Wabup Timbul meminta Satgas BUS PATAS yang telah terbentuk mulai dari tingkat kabupaten hingga desa segera cepat bergerak, bersinergi dan berkolaborasi dengan OPD terkait bersama segenap stakeholder untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan penanganan bidang prioritas tersebut.

“Untuk itu diperlukan ketersediaan data mutakhir dan sinkronisasi data di tingkat kabupaten. Selanjutnya lakukan inventarisasi, koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program konvergensi yang dilakukan perangkat daerah koordinatif. Susun jadwal pemantauan ke lapangan. evaluasi terhadap laporan yang disampaikan oleh satgas kecamatan dan desa,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto selaku Ketua Satgas BUS PATAS mengaku sangat bersyukur karena mampu melaunching slogan atau jargon BUS PATAS. Simbol BUS PATAS ini merupakan simbol percepatan.

“Kita akui Kabupaten Probolinggo dalam hal kemiskinan secara sistem dari masalah stunting, pendidikan, pernikahan dini maupun kemiskinan ekstrim masih rendah. Kalau kita hanya terlena dengan zona nyaman dengan jalan rata-rata air itu tidak bisa. Dengan slogan ini saya membentuk Satgas dengan percepatan bersama dan sinergi kita ingin percepatan penurunan kemiskinan cepat tercapai,” ujarnya.

Menurut Sekda Ugas, dengan kondisi keuangan yang terbatas di Pemkab Probolinggo, maka tidak bisa kalau hanya bekerja sendiri-sendiri. “Kalau hanya tekadnya tekad biasa kita harus dengan kekuatan penuh dan motivasi tinggi nanti bisa tercapai,” terangnya.

Sekda Ugas menerangkan program BUS PATAS ini tujuan awal memang untuk mengentaskan kemiskinan. Tapi dampak dari kemiskinan ini banyak sekali kegiatan yang diangkat. Salah satunya kemiskinan itu banyak pengangguran dan stunting.

“Pengangguran berhubungan dengan investasi, makanya mulai minggu kemarin kita sudah beberapa kali berkomunikasi dan menghadirkan para investor yang serius. Kita ingin membuat satu kawasan termasuk industri-industri ini supaya pengangguran bisa terkurangi. Makanya kekuatan kemiskinan ini membuat kita akan terpuruk kalau kita biarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekda Ugas menegaskan sebenarnya potensi Kabupaten Probolinggo sangat luar biasa. Hanya saja sementara ini masih belum berfikir bersinergi dengan kekuatannya. “Memang OPD-OPD sudah jalan tetapi kekuatannya masih belum menyatu. Makanya kadang-kadang ada simbol bersama dan bersinergi kita pasti bisa,” tambahnya.

Sekda Ugas menerangkan Satgas Kabupaten dan Satgas Kecamatan sudah terbentuk. Sementara Satgas Desa beberapa sudah terbentuk. Dari satgas itu nantinya akan dievaluasi secara periodik.

“Di saat rapat Kabupaten Probolinggo mengumpulkan satgas kecamatan, maka akan kita berikan data. Data-data itu akan kita evaluasi dan akan kita tarik laporannya apa yang sudah dilakukan oleh Satgas. Saat mereka melaporkan kegiatannya sesuai data yang sudah terupdate maka akan kelihatan capaian dan kinerjanya bagus, sedang-sedang dan lambat,” tegasnya.

Oleh karena itu tambah Sekda Ugas, yang lambat dan sedang ini perlu ditracing lagi dan ada kontrol tersendiri. Kalau tidak membentuk satgas maka akan kesulitan dalam mengontrolnya.

“Kalau saya sudah tanya camat, maka camat tidak akan bisa masalah stunting dan akan tanya ke puskesmas. Kalau tanya masalah pendidikan pasti tanya ke korwil pendidikan dan kebudayaan. Ini sinergi dan integrasi sehingga di saat saya membutuhkan data apapun maka akan terealisasi dan secepatnya terupdate,” pungkasnya. (Mis/Adv)

29/01/2022

Saksikan Serah Terima Aset Polsubsektor Kanigaran, Wakapolda : Kantor Ini Milik Sampean*


        Kota Probolinggo, merdekanews.id - Pembangunan Polsub Sektor Kanigaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo telah selesai ditandai dengan acara serah terimanya tanah dan bangunannya kepada Polres Probolinggo Kota. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan Wagub Jatim Emil Dardan,kemarin Rabu (26/01/2022).

        Polsub Sektor Kanigaran dibangun di tanah seluas 750 meter persegi, dengan luas bangunan 520 meter persegi. Rencananya, setelah kantor ini digunakan sebagai Polsek Kanigaran sebagaimana pemekaran wilayah yang ada pada Pemerintah Kota Probolinggo karena sebelumnya wilayah ini masuk di wilayah hukum Polsek Mayangan.

        Brigjen Slamet yang hadir mewakili Kapolda Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemkot Probolinggo, dengan membangun Polsub Sektor Kanigaran. Ia berharap, dengan adanya kantor polisi baru, pelayanan kepolisian dapat ditingkatkan. Polisi bisa mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat lebih baik.

        "Permintaan maaf Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa diwakili. Memerintahkan untuk menghadiri serah terima kantor Polsub Sektor Kanigaran. Kami harap Kapolres Probolinggo Kota dan anggotanya bisa memberikan kontribusi tugas pelayanan masyarakat yang maksimal di Kota Probolinggo," ujarnya saat menyaksikan penandatanganan penyerahan aset dari Walikota Probolinggo kepada Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi SA’bani.

        “Kantor Polisi yang ada ini semata mata bukan untuk polisi. Kantor ini milik sampean (masyarakat). Ini digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian”, tambahnya.
        Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengapresiasi perbaikan perekonomian yang dicapai dalam 3 tahun kepemimpinan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Juga soal pembangunan Polsub Sektor Kanigaran.

        "Dengan refleksi 3 tahun perekonomian yang cukup baik selama pemerintahan Habib Hadi, kami apresiasi. Semoga bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan perbaikan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo, dan sinergitas antara pemerintah dan pihak kepolisian dengan membangunkan kantor Polsub Sektor Kanigaran. Semoga pelayanan untuk masyarakat semakin baik," kata Emil. (*)

05/11/2021

Pemkot-Bulog Teken MoU, Wali Kota Harap Lebih Bersinergi

 


Probolinggo, MerdekaNews.id: Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menerima kunjungan Kepala Pimpinan Bulog Sub Divre VIII Probolinggo M. Ramadan dan rombongan, Kamis (4/11) siang, di rumah dinas Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman.

Dalam kunjungan itu juga dilaksanakan penandatangan kerjasama tentang ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga pangan di Kota Probolinggo.

Begitupun dengan keberadaan pemerintah, yang harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud dari kewajiban pemerintah terhadap warganya.


Sedangkan di sisi lain, lanjutnya, Bulog sebagai penyedia harus bersedia membantu, mensupport dan bersinergi dengan pemerintah sehingga kolaborasi yang baik, bisa tercipta dan diwujudkan.


Wali kota menambahkan, sejak awal kemunculan pandemi yang ditetapkan sebagai bencana non alam, pihaknya begitu concern terhadap upaya-upaya yang harus dilakukan, utamanya bagi warga terdampak.



Ia pun lantas menyinggung arahan dari Kementerian Sosial yang berdasar pada instruksi Presiden di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Perum Bulog diharapkan dapat menyiapkan beras sebanyak 200.000 ton beras cadangan pemerintah untuk tambahan bantuan sosial.


Ia mengingatkan, apabila kondisi pandemi akibat Covid-19 berkepanjangan, maka bantuan tadi bisa diajukan ke Provinsi.


“Disinilah peran pemerintah yang dikatakan harus hadir tadi. Karena yang terdampak (pandemi), bukan hanya golongan menengah ke bawah. Kalangan menengah ke atas pun, terdampak,” tuturnya.


Dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) Wali Kota Habib Hadi berharap akan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.


“Semoga kehadiran Bulog dibawah kepemimpinan Pak Ramadan, dapat membawa suasana baru, terobosan baru dan inovasi atau ide-ide baru juga. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan, dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Pimpinan Bulog Sub Divre VIII Probolinggo M. Ramadan mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan wujud usaha bersama untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dilakukan oleh Bulog.


Dadan, pria itu akrab disapa, menuturkan, kedaulatan dan kemandirian pangan merupakan arah dan target kebijakan ketahanan pangan yang terus dilakukan pemerintah.


Ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan merupakan tiga pilar utama ketahanan pangan yang terus diperjuangkan pemerintah.


“Dengan memanfaatkan kompetensi dari kedua belah pihak, kami yakin dapat menjaga pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga,” tegasnya.


Pria yang sebelumnya bertugas di Mataram itu menerangkan, kedatangannya ini adalah ajang silaturrahim yang baru terealisasi sejak penugasannya ke Kota Probolinggo sekitar 2 bulan lalu.


Selain itu, pihaknya membawa misi untuk melakukan kesepakatan bersama terkait penanganan bantuan beras bagi masyarakat Kota Probolinggo.


“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk menangani bantuan masyarakat terkait beras. Ini amanah yang harus dijalankan dan dijaga,” tutupnya. (Hms)

30/10/2021

HUT F-Wamipro, Tingkatkan Kepedulian Sosial



Probolinggo, Merdeka News - ​Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-Wamipro) menggelar Hari Jadinya ke-8 di Kantor Sekretariat, Kamis (28/10/2021).


Hadir dalam acara tersebut, Kepala Diskominfo mewakili Wali Kota Probolinggo, perwakilan Kodim 0820 serta perwakilan Polres Probolinggo Kota.


Ketua F-Wamipro Zuhri menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran pimpinan Pemkot Probolinggo serta mitra F-Wamipro yang selama ini mendukung kegiatan-kegiatan Forum. 


"Alhamdulillah, hari ini Forum Wartawan Mingguan Probolinggo genap berusia 8 tahun. Hingga saat kita masih eksis dengan kegiatan-kegiatan besar baik diskusi maupun kegiatan lainnya," ujar Zuhri.


Dalam kesempatan tersebut, Zuhri sempat mengisahkan kembali sejarah terbentuknya wadah wartawan yang diberi nama F-Wamipro.


"Nama F-Wamipro akan tetap saya pertahankan walaupin ada saja yang ingin mengganti nama komunitas wartawan ini. Puluhan permintaan melalui Whatsaap agar nama F-Wamipro diganti, dengan dalih saat ini media online lebih mendapat kepercayaan publik," ujarnya.


Lebih lanjut Zuhri menyampaikan bahwa keberadaan F -Wamipro ini, tidak seharusnya dirubah karena dibalik keberadaannya ada sejarah yang tak dapat dilupakan.


"Dengan sekuat tenaga saya akan tetap mempertahankan nama F-Wamipro, karena keberadaanya memiliki sejarah. Waktu itu banyak teman teman jurnalis yang berada di Probolinggo ini menginginkan adanys wadah komunikasi antar wartawan, hingga akhirnya mendapat kesempatan bertemu Bupati Tantri untuk memberitahukan keinginan tersebut. Alkhamdulillah Bupati merestui," tutur Zuhri penuh semangat.



Sementara Kepala Diskominfo Probolinggo Kota menyampaikan pesan Wali Kota Probolinggo kepada F-Wamipro untuk selalu melakukan komunikasi dengan baik. Karena, komunikasi itu merupakan kunci menyelesaikan setiap persoalan.


"Sebelumnya, atas nama Pemerintah Probolinggo kota menyampaikan selamat ulang tahun F-Wamipro yang ke- 8. Mari, kita tingkatkan komunikasi yang baik untuk terus membangun Probolinggo menjadi lebih baik;" paparnya.


Lebih lanjut disampaikan, Pemkot Probolinhgo akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada semua wartawan yang bertugas, juga di F-Wamipro ini.


"Apapun itu, Pemerintah akan berusaha menjalin komunikasi dengan baik, intinya bicarakan baik baik;" tambahnya.


Dikesempatan terpisah setelah hajat ultah selesai, salah satu anggota aktif F-Wamipro asal Lumajang, Moh Misdi mengucapkan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun F-Wamipro yang ke 8.


"Selamat dan sukses atas pelaksanaan ultah F-Wamipro. Semoga diusianya yang ke-8 F-Wamipro semakin dewasa dan terus berjaya," ungkap Misdi, panggilan akrab wartawan Merdeka News.


Acara itu ditutup dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua F-Wamipro dan diserahkan kepada pejabat yang hadir. Untuk selanjutnya, acara diisi dengan hiburan elekton. (dik)

31/05/2021

Jalin Keakraban dan Kebersamaan di Idul Fitri, F-Wamipro Gelar Halal Bi Halal


Probolinggo, merdekanews.net ----- Momentum Idul Fitri menjadi ajang menjalin kebersamaan bagi segenap pengurus dan anggota Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-Wamipro) dengan menggelar kegiatan bertajuk “Halal bi halal”. Agenda yang berlangsung di kantor sekretariat F-Wamipro di jalan Ikan Lumba-lumba kelurahan Mangunharjo kecamatan Mayangan kota Probolinggo, Minggu (30/5) ini dihadiri oleh seluruh anggota komunitas wartawan tersebut serta mengundang sejumlah pejabat, forkopimka serta muballigh.
Menurut M. Suhri, Ketua Umum F-Wamipro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan satu bentuk kekompakan yang ditunjukkan oleh anggota dan pengurus utamanya dalam menjalin kebersamaan dalam wadah jurnalistik “Ini merupakan kegiatan yang bertujuan mengukuhkan kebersamaan terlebih dalam momen merayakan lebaran Idul fitri 1442 Hijriyyah untuk saling bermaaf maafan.”ujar Suhri dalam sambutannya.
Lebih lanjut Suhri menambahkan dengan terselenggaranya even Halal bi Halal ini setidaknya akan menambah keakraban dalam jalinan silaturahmi antar anggota. “Kita berharap dengan kegiatan ini, secara personil akan dapat menambah kedekatan termasuk saling berbagi wawasan terkait profesi kewartawanan.”tambahnya.

Agenda halal bi halal yang dikemas dalam bentuk sederhana ini makin bermakna ketika para anggota jurnalis yang hadir mendapat tauziah agama dari Ustadz Khoirul Anam, salah satu tokoh agama dari kecamatan Mayangan yang sengaja dihadirkan panitia. Dalam tauziahnya, mubaligh ini berpesan untuk selalu menjaga kebersamaan mengingat profesi jurnalis merupakan sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan membantu sesama dalam menyampaikan informasi.
Pelaksanaan Halal bi halal yang berlangsung pagi hingga tengah hari ini berjalan cukup lancar. Prosesi demi prosesi yang dikemas dalam kegiatan tersebut dapat dilaksabakan sesuai rencana. Selain saling memaafkan yang diwujudkan dengan berjabat tangan , acara ini dipungkasi dengan ramah tamah antar anggota dan undangan yang hadir dilokasi tersebut. (Suh/misdi) 



30/01/2021

Mengenang 2 Tahun Kepemimpinannya, Wali Kota Probolinggo Ziarah ke Makam Wawali

 


Probolinggo,Merdekanews.net  -----Dalam rangka mengenang massa kepemimpinan Wawali Kota Probolinggo yang telah dua tahun meninggal, 

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, meluangkan waktu   ziarah ke makam Wawali M. Soufis Subri.  


 Dua tahun memimpin Kota Probolinggo, Wali Kota Hadi Zainal Abidin punya kesan sendiri. Ia yang kini ‘ditinggal’ partnernya Wawali M. Soufis Subri, masih menunjukkan kesedihan ketika ziarah makam Wawali pada Jumat, 29 Januari 2021.


Ziarah makam Wawali tersebut, sebagai kegiatan awal refleksi 2 tahun kepemimpinan Handal Brillian. Sekitar pukul 06.00 WIB, Habib Hadi, sapaan akrab Wali Kota didampingi para pejabat dengan protokol kesehatan ketat, mendatangi makam yang berada di pemakaman keluarga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.



“Ziarah ke makam Wawali, merupakan rangkaian kegiatan refleksi (2 tahun kepemimpinan). Kenapa diawali ziarah? Karena Pak Wawali adalah Rekan saya selama 2 tahun ini berjalan,” jelasnya.


Sehingga, baginya wajar  jika almarhum Subri membekas di hati Wali Kota. Habib Hadi menilai sosok Subri bukan hanya ada di dua tahun kebersamaannya memimpin Kota Probolinggo. Namun, persahabatan itu telah terukir jauh sejak mereka masih anak-anak.



“Tentunya ini nuansa berbeda yang dihadapi Pemerintah Kota Probolinggo. Khususnya saya, yang pada hari ini seperti tanggal 29 sampai 30 Januari 2019, saya bersama almarhum (Subri) diberikan mandat dan amanah oleh warga Kota Probolinggo,” tambahnya.


Kendati harus berjalan sendiri, ia merasa tetap optimis. Komitmen bersama Almarhum, akan tetap ia pertahankan untuk merealisasikan program yang direncanakan. 


Pihaknya juga mengingatkan kepada para peziarah yang hadir untuk melakukan berbagai hal yang bermanfaat kepada sesamanya. Dikarenakan semua manusia tidak melihat jabatan, pangkat, miskin atau kaya, semuanya akan menghadap kepada Sang Khalik.



“Oleh karena itu selagi kita bisa melakukan suatu hal yang bermanfaat untuk warga Kota Probolinggo khususnya, manfaatkan waktu karena waktu dan kesempatan tidak akan terulang kembali. Selagi mengemban amanah ini, saya ingin mewujudkan semua yang bermanfaat untuk kemaslahatan warga Kota Probolinggo,” harapnya.


Seperti diketahui, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri meninggal dunia pada Rabu, 9 Desember 2020. Subri sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Soetomo Surabaya karena terinfeksi COVID-19.



Subri menjalani perawatan di RSUD dr Mohamad Saleh pada 22 November, dia dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya karena kondisinya menurun. Hingga kemudian kondisinya terus menurun dan meninggal dunia. (Misdi)

11/09/2020

Pemkab Launching dan Serahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro



Probolinggo,kabareprobolinggo.com 

 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bekerja sama dengan BRI Cabang Probolinggo secara resmi melaunching dan menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Kabupaten Probolinggo di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Jum’at (11/9/2020) pagi.


BPUM tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari didampingi Pimpinan BRI Cabang Probolinggo Farida Budi Wijayanti, Manager Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Probolinggo Hadi Indria serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto kepada 5 (lima) orang perwakilan UMKM di Kabupaten Probolinggo.


Yakni, Susanti asal Desa Menyono Kecamatan Kuripan dengan usaha menjual kelapa, Supaedi asal Desa Menyono Kecamatan Kuripan dengan usaha pracangan, Noto asal Desa Wedusan Kecamatan Tiris dengan usaha service sepeda motor, Humaidi asal Desa Wedusan Kecamatan Tiris dengan usaha jual alat dapur, anglo dan cowek serta Hesim asal Desa Betek Kecamatan Krucil dengan usaha penjual baju.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Santiyono, Kabag Perekonomian dan SDA Susilo Isnadi, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait serta Camat Kuripan Rochim, Camat Tiris Imron Rosyadi dan Camat Krucil Febrya Ilham Hidayat. Launching dan penyerahan BPUM Kabupaten Probolinggo ini juga diikuti secara virtual oleh 21 camat dan perwakilan UMKM yang ada di masing-masing kecamatan.


Pimpinan BRI Cabang Probolinggo Farida Budi Wijayanti mengungkapkan BPUM ini diberikan kepada para pengusaha mikro sebesar Rp 2,4 juta untuk membantu usaha produktif yang telah dilakukan. Dimana ini juga bisa dipakai oleh ibu-ibu rumah tangga yang masih memulai usaha di masa pandemi COVID-19 maupun pekerja yang terkena PHK yang baru memulai usaha dan butuh bantuan modal usaha.


“Kami berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo untuk membantu kelancaran proses penyaluran kepada penerima BPUM. Dimana kami membuatkan rekening bagi yang belum mempunyai rekening sehingga dana itu bisa diterima dengan lancar,” ungkapnya.


Tetapi semua ini tergantung kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI yang memang menentukan para penerimanya. Karena yang diusulkan banyak sekali dan kuotanya secara nasional itu hanya 12 juta penerima BPUM.


“Mudah-mudahan ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan BPUM ini sehingga ke depan bisa dimanfaatkan untuk usaha prouktif dengan harapan perekonomian di Kabupaten Probolinggo semakin bagus. Orang-orang yang selama ini terkena dampak COVID-19 dan kehilangan pekerjaan serta merasa kesulitan bisa menumbukan usahanya sehingga ekonomi masyarakat bisa lebih baik lagi,” tegasnya.


Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan saat ini pelaku usaha mikro Kabupaten Probolinggo yang telah diajukan telah mencapai 29.469 orang calon penerima BPUM yang tentunya nanti akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Adapun kuota yang disediakan untuk bantuan ini sebanyak 12 juta UMKM untuk seluruh Indonesia.


“Penerima BPUM ini difokuskan kepada pelaku usaha mikro terdampak yang unbankable. Untuk itu, BPUM ini benar-benar menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro untuk dapat melanjutkan usahanya. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh penerima BPUM menggunakan bantuan ini dengan bijak sebagai stimulan dalam melanjutkan usaha dan jangan sampai digunakan untuk keperluan lain yang bersifat konsumtif,” katanya.


Hasyim meminta kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo agar terus melaksanakan monitoring evaluasi terhadap pemanfaatan dana BPUM agar dapat benar-benar bermanfaat menjadi stimulan dan pendorong percepatan pemerataan kesejahteraan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan BRI Cabang Probolinggo beserta segenap jajarannya yang telah berperan aktif memfasilitasi pelaku usaha mikro di Kabupaten Probolinggo dengan mengusulkan calon penerima dan menyalurkan BPUM,” jelasnya.


Lebih lanjut Hasyim mengharapkan agar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo terus melaksanakan koordinasi dengan pihak BRI Cabang Probolinggo untuk memantau pergerakan proses pencairan BPUM di Kabupaten Probolinggo.


“Saya harapkan keseluruhan proses BPUM di Kabupaten Probolinggo mulai pendataan dan pengusulan dapat berjalan lancar sehingga tidak ada kendala yang dapat menghambat proses pencairan BPUM,” harapnya.


Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan agar BPUM ini disyukuri karena bagaimanapun juga banyak UMKM di wilayah Kabupaten Probolinggo dalam masa COVID-19 ini sangat berdampak sekali. Oleh sebab itu, pihaknya sesuai petunjuk Bupati Probolinggo akan memaksimalkan semua data yang ada supaya bisa diusulkan sepenuhnya ke Kementerian Koperasi dan UKM RI.


“Harapan kami kepada penerima BPUM agar bantuan ini tidak digunakan untuk hal-hal yang konsumtif. Karena bantuan ini adalah tambahan untuk modal mereka. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk mengembangkan usahanya,” pungkasnya.(MH)