21/03/2019
TK Kemala Bhayangkara 23 Lumajang Dilengkapi Taman Lalu Lintas
Lumajang, KaJe
Sebagai tempat pertama kali anak kecil mengenal dunia pendidikan, sudah sepatutnya orang tua tak boleh salah pilih dalam memasukkan buah hatinya dimana anak mereka disekolahkan. Karena alasan tersebutlah, Kepolisian Republik Indonesia juga ikut berpartisipasi membentuk karakter anak sejak kecil dengan membangun TK Bhayangkari dibawah Yayasan Kemala Bhayangkari.
Hari ini (Rabu, 20 Maret 2019) AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH selaku Kapolres Lumajang yang juga didampingi oleh sang istri Ibu Yani Arsal hadir dalam acara tasyakuran HUT TK Kemala Bhayangkari 23 yg ke 54 yang bertempat di gedung TK Kemala Bhayangkari Lumajang Jl. Musi, Jogotrunan, Lumajang. Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan kegiatan peresmian penambahan ruang kelas.
Sebanyak 3 ruang baru telah dibangun, serta telah siap dipakai guna menambah daya tampung siswa TK yang semakin tinggi peminatnya dari kalangan masyarakat Kabupaten Lumajang untuk menyekolahkan buah hatinya di TK tersebut. Bukan tanpa alasan memang jika para orang tua lebih menyekolahkan anaknya di TK tersebut.
Karena cukup memadainya untuk para siswa tumbuh dan berkembang. Ditambah di dalam lingkungan TK tersebut juga dilengkapi taman lalu lintas, sebagai dasar mengenalkan peraturan-peraturan lalu lintas dijalan, yang dengan sendirinya akan membentuk jiwa disiplin para para siswa sejak usia dini. Kegiatan pengenalannya seperti permainan, tapi memberikan dampak yang siknifikan dalam pembentukan karakter anak-anak didik di TK kemala Bhayangkari ini.
Hingga saat ini, jumlah siswa didikan TK Bhayangkari Lumajang sendiri adalah sebanyak 206 murid dan 13 orang tenaga pendidik. Jumlah tersebut dipercaya akan terus meningkat, mengingat 3 buah ruangan hari ini telah selesai diresmikan oleh Kapolres Lumajang.
Dalam sambutannya, Kapolres Lumajang mengatakan bahwa perlunya membentuk kedisiplinan anak sejak dini. “saya salut di TK ini ada taman lalu lintas. Karena Kelak jika anak-anak ini sudah dewasa nanti, akan banyak waktu yang dihabiskan di jalanan. Bahkan ada banyak orang yang menghabisakan separuh waktu dalam sehari untuk terus berada di jalanan.
Maka dari itu, tambah dia, sejak sedini mungkin kita harus membiasakan buah hati kita patuh dan disiplin terhadap peraturan lalu lintas. "Saya harap, dengan adanya taman lalu lintas di area TK Bhayangkari Lumajang ini, sifat serta sikap disiplinnya akan tumbuh, karena terbiasa disiplin dalam berlalu lintas dijalan, dan semua ini sudah tertanam sejak dari TK,” ucap Arsal.
Ibu Yani Arsal Sahban selaku Ketua Bhayangkari Lumajang juga menambahkan, pembentukan karakter terhadap anak lebih mudah ketimbang membentuk karakter orang dewasa. “Kita ibaratkan para murid ini adalah selembar kertas kosong, jadi kita lebih mudah mewarnainya dengan sikap yang positif. Dengan demikian kebiasaan positif sejak dini tersebut dapat di implementasikan hingga dewasa kelak. Saya harap para siswa yang menimba ilmu di TK Bhayangkari Lumajang kelak, dapat menjadi panutan banyak orang dan mampu berbakti kepada nusa dan bangsa," pungkas istri Kapolres Lumajang tersebut. (Suatman
Tim Siaga Bencana Polres Lumajang Bersama Elemen Buka Jalur Tertutup Longsor
Lumajang, KaJe
Jalur Lumajang Malang jurusan Ranupani, Watu tulis, Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, sekitar pukul 14.30, Selasa (20/03/2019) terjadi longsor bervolume panjang ±20 meter tinggi 3 meter dan lebar ±7 meter.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah ini membuat akses jalan sementara tertutup, namun dengan sigap Tim Siaga Bencana Polres Lumajang beserta Kodim 0821 Lumajang, Babinsa Koramil Senduro, TRC-PB BPBD KABUPATEN LUMAJANG, Relawan Ranupane Senduro, TNBTS Lumajang dan Masyarakat Ranupani bahu membahu untuk dapat segera membuka jalan yang tertutup tanah longsor.
Alat berat bergerak menuju lokasi dengan pengawalan personel TRC-PB karena proses pembersihan manual kurang efektif serta hanya berhasil membuka ruang agar R2 dapat melintas. Untuk selanjutnya Tim Siaga Bencana Polres Lumajang melakukan penutupan jalur dan menyarankan jalur alternatif melalui jalur selatan yakni Piket nol untuk masyarakat yg akan menuju Malang dikarenakan semua stake holder yg terlibat ingin segera membuka jalur ini tanpa hambatan dan agar jalur dapat segera dilalui kembali.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memberikan keterangan terkait hal ini yaitu “Alhamdulilah tidak ada korban dalam bencana alam kali ini meski longsor menutup jalan kurang lebih sejauh 20 Meter, Tetapi dengan gotong royong semua elemen baik dengan cara manual maupun dengan bantuan alat berat berhasil mengurangi volume longsor dan jalur akan segera dibuka kembali. Saat ini saya sudah mendapat laporan jalur tersebut sudah bisa dilalui karena alat berat sudah diturunkan di titik terjadinya longsor dan jalur Lumajang Malang Via Ranupani dapat dilalui seperti sediakala kembali. Namun saya himbau kepada masayarakat agar berhati-hati karena derasnya intensitas hujan membuat area licin dan perlu konsentrasi penuh dalam perjalanan. Jalur Malang Lumajang Via Ranupani dapat dilalui baik R2 maupun R4 sudah dapat melintasi jalur tersebut," ujar Arsal. (Suatman)
20/03/2019
Wabup Indah Bacakan Nota Penjelasan Bupati di Depan DPRD Lumajang
Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., (Bunda Indah), membacakan Nota Penjelasan Bupati terhadap LKPJ Kepala Daerah tahun 2018, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang, di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Lumajang, Rabu (20/3/2019) pagi.
Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lumajang, Sugiantoko itu, drngan Agenda Penyampaian Nota Penjelasan Bupati terhadap LKPJ kepala daerah tahun 2018.
Agenda Rapat Paripurna lainnya, adalah Persetujuan Dewan terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023.
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menyampaikan bahwa LKPJ tahun 2018 merupakan laporan hasil pelaksanaan program / kegiatan Pemerintah Kabupaten Lumajang tahun 2018, sekaligus pelaporan tahun keempat dari pelaksanaan Perda nomor 11 tahun 2018 tentang Perubahan atas Perda nomor 01 tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lumajang tahun 2015-2019.
Wabup mengungkapkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang tahun 2018 sebesar 5,02 persen atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,16 point dibandingkan tahun 2017 dengan laju inflasi sebesar 3,17 persen.
"Kondisi tersebut dipengaruhi oleh semakin membaiknya kondisi perekonomian yang berdampak positif pada dunia usaha," ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Daerah benar - benar memprioritaskan bidang pendidikan, karena merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Oleh karena itu, "Pemerintah Daerah telah memberikan tambahan dana operasional bagi sekolah negeri dan swasta di luar dana BOS APBN, sehingga sudah mampu mencukupi kebutuhan operasional sekolah," jelasnya.
"Saya dan Bupati bersyukur persetujuan ini belum terlambat, mudah-mudahan pembahasan yang sudah dilakukan oleh eksekutif dan legislatif, serta Pansus 1 DPRD Kabupaten Lumajang yang telah memberikan persetujuan terhadap Raperda RPJMD 2018-2023, semoga dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kami berjanji akan melaksanakan Perda ini dengan amanah," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Khusus I DPRD Kabupaten Lumajang, H. Asmu'i Aziz, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tujuan dari laporannya adalah untuk memberikan informasi dan sekaligus dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan serta acuan bagi pimpinan DPRD dalam mengambil langkah dan kebijakan ke depan. Untuk itu, dokumen RPJMD Kabupaten Lumajang tahun 2018-2023, merupakan rancangan dokumen perencanaan Kabupaten Lumajang, yang memuat visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
"Dokumen Raperda RPJMD Kabupaten Lumajang tahun 2018-2023 telah dilakukan pembahasan oleh Pansus I DPRD Kabupaten Lumajang dan dicapai kata sepakat dengan beberapa penyempurnaan," pungkasnya (suatman)
Bupati Faida Lepas 15 Atlit Renang
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. melepas keberangkatan 15 atlet renang yang akan berlaga di Kejuaraan Renang Pelajar se-Jawa Timur tahun 2019.
"Semangat untuk semuanya. Jaga kesehatan, jaga pola makan, agar memberikan yang terbaik dalam perlombaan nanti," kata bupati saat melepas di Pendapa Wahyawibawagraha Jember.
Dalam kesempatan tersebut, bupati memberikan langsung uang saku untuk para atlet renang sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah.
Sementara itu, Plt. Kabid Olahraga Dispora Jember, I Made Seputradana, S.IP, M.M, menyampaikan, bahwa bupati melepas atlit renang di Kejuaraan Renang Pelajar se Jawa Timur 2019.
"Ini menunjukkan bahwa bupati sangat peduli terhadap perkembangan keolahragaan di Jember, katanya usai pelepasan, Selasa, 19 Maret 2019. Bupati melepas atlet renang pelajar yang berjumlah 15 orang serta 3 ofisial .
Perlombaan berlangsung di Surabaya, tepatnya di kolam renang KONI Jawa Timur, yang akan berlangsung tanggal 21-24 Maret 2019.
Dukungan pemerintah, lanjutnya, sesuai dengan yang tercantum di anggaran Pemerintah Kabupaten Jember. Selain uang saku, dukungan lainnya yakni dukungan logistik akomodasi.
"Atlet diberangkatkan dan bupati menyerahkan sendiri uang sakunya, katanya.
Dukungan uang saku dan logistik akomodasi , lanjutnya, sesuai dengan anggaran yang disediakan. Tanpa potongan sepersen pun. Utuh diterima langsung oleh atlet yang bersangkutan.
Pelatih renang, Arifin Andiwoki menyampaikan, dengan memberangkatkan sekitar 15 atlet maka target yang akan dicapai pada perlombaan ini ialah 3 emas, 2 perak dan perunggu.
"Pelatihan sudah hampir setiap hari. Juga ditargetkan sekitar 15 atlet renang akan ikut kejuaraan Porprov," jelasnya. (Mia/bbg/fra/hms)
Berikut Nomor Lomba yang diikuti atlet renang Jember :
1. KU 1 (16-18 th) = 1 putra, 2 putri
2. KU 2 (14-15) = 1 putra, 2 putri
3. KU 3 (12-13) = 2 putra, 4 putri
4. KU 4 (10-11) = 1 putra, 1 putri
5. KU 5 (9 th kebawah) = 1 putra.
Seorang IRT Nekat Gantung Diri
Jember, KaJe
Seorang perempuan nekat memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri terjadi di Desa Kasiyan Kecamatan Puger Kabupaten Jember, Selasa sore (19/3/2019). Bahkan , kejadian itu sempat mengagetkan warga setempat.
Korban yang diketahui bernama Linda warga rt 02 rw 03 dusun krajan desa Kasiyan Kecamatan Puger itu ditemukan Suaminya sepulang kerja dalam keadaan tak bernyawa dengan leher terjerat menggelantung pada seutas tali
Sontak dengan kondisi kaget dan takut Komar Suami Korban yang menemukan awal kaget dan menjerit histeris tolong...tolong....sontak tetangga yang berdampingan rumahnya mendengar menghampirinya dan melihat komar menunjukkan Korban dalam keadaan menggatung.
Karena takut, Salah satu tetangga melaporkan kejadian tersebut ke Perangkat desa setempat sebelum melaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Puger Polres Jember.
Menurut tetangga korban yang akrab disapa Sode, Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab gantung diri wanita beranak satu tersebut, sebab satu jam sebelum Peristiwa (gantung diri) itu terjadi korban terlihat biasa biasa saja.
" Seperti tak ada tanda - tanda korban mempunyai masalah, kalau dia punya masalah, memang korban (Linda) terkadang jiwa terganggu ( Strees), kadang kadang dia gak ada tertawa sendiri dan Mencoba Bunuh diri berkali kali tapi sempat kepergok warga " ungkapnya.
Peristiwa gantung diri korban seketika menyebar di lingkungan sekitar bahkan hingga ke desa dan desa tetangga sontak warga Berdatangan kerumah korban
Nampak dilokasi kejadian Puluhan warga ramai ramai memadati Tempat Kejadian Perkara (TKP), ada yang hingga memanjat pohon hanya untuk melihat posisi dan kondisi menggantungnya korban.
Sementara Petugas dari Kepolisian sektor (Polsek) Puger yang datang beberapa menit kemudian setelah kejadian sibuk menghalau warga dari tempat kejadian serta memasang Police line (garis polisi) di sekitar rumah(sbr)
Bupati Faida Terima Kunjungan Konsulat Jepang
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menerima kunjungan Konsulat Jepang di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Selasa, 19 Maret 2019.
Dalam kesempatan itu, keduanya menjajaki kerjasama saling menguntungkan di berbagai bidang, diantaranya UMKM, pariwisata, dan pendidikan.
"Kita harus saling banyak belajar, karena Jepang ini termasuk yang bisa menginspirasi. Maju tetapi gaya persaudaraan dan tradisinya tidak jauh beda dengan Indonesia," ujar bupati usai pertemuan.
Dengan saling belajar dan saling berkomunikasi serta melihat potensi masing-masing, maka pertemuan ini adalah upaya mencari jalan untuk bisa bersinergi.
“Dan tumbuh sama-sama dengan satu kerjasama,” terang perempuan berlatar belakang dokter ini.
Bupati menjelaskan, pertemuan dengan Konsulat Jepang ini membahas rancangan untuk membuat kegiat di Jember sekaligus bisa menonton JFC tahun 2019.
"Dibuat even konferensi di Jember, sekaligus nonton. Tadi juga dibuat (rencana) pelatihan-pelatihan UMKM sekaligus belajar di Jepang, dan tukar destinasi wisata dan kelompok pengunjung belajar dan berwisata," jlentreh bupati.
Konjen Jepang, Tani Masaki, mengatakan, kunjungan dengan tujuan betemu bupati ini adalah pertama kali dilakukan pihaknya. Dan menyampaikan kegiatan kuliah umum di Universitas Jember.
Tani Masaki mengaku tertarik dan terkesan dengan ide bupati. Karena itu, ia mengaku kedepan akan berusaha mendukung dan mencari jalan kerjasama antara Kabupaten Jember dan Jepang.
"Baru ini saya menerima ide ibu Bupati. Jadi saya harus mencari dimana ada peluangnya," ujarnya.
Tani Masaki mengatakan, salah satu tema pembicaraan di Universitas Jember adalah UMKM, dengan mengenalkan UMKM di Jepang.
"Saya akan mengenalkan UMKM di Jepang dan saya harap bisa sharing informasi,"
Terkait dengan pariwisata, Tani Masaki mengatakan, Jember memiliki peluang yang besar untuk dikunjingi wisatawan luar negeri.
Setelah menonton teaser JFC tahun 2019, Tani Masaki mengusulkan agar JFC mengirim undangan keluar negeri, termasuk Jepang. “Karena ini sangat menarik,” cetusnya. (mia/ggk/ ded/hms)
Melatih Satu Ibu , Sama dengan Melatih Satu Generasi
Jember, KaJe
Memberi pelatihan kepada laki-laki mendapat hasil satu laki-laki. Tapi, kalau melatih ibu-ibu, maka satu ibu-ibu sama dengan melatih satu generasi, Bupati Jember dr. Faida, MMR. saat membuka pelatihan e-commerce bagi ibu rumah tangga.
Pelatihan yang digelar di Balai Diklat di kompleks GOR Kaliwates, Selasa, 19 Maret 2019, diikuti sekitar 40 ibu rumah tangga. Mereka diantaranya telah mengelola sebuah usaha. Namun diantaranya masih belum memiliki usaha.
E Commerce, menurut bupati, penting untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang selama ini menjadi bagian penting ekonomi kerakyatan. Dengan teknologi informasi ini, mereka bakal mampu untuk berjualan secara berjaringan.
Dengan IT, bagaimana mereka bisa merambah pasar yang tidak di depan mata dan tidak terjangkau kaki dan tangan. Serta meningkatkan omset dan meraih keuntungan lebih besar, ungkap bupati.
Pelatihan ini dimulai dari 40 orang yang diundangan langsung oleh bupati. Kedepan akan diberi lebih banyak lagi peluang. Bukan hanya dilatih. Mereka yang mau berlatih, mau mengikuti perkembangan jaman, perlu didukung lebih.
Karen itu, lanjut orang nomor satu di Jember ini, semua peserta pelatihan berhak menerima bantuan permodalan tanpa jaminan.
Jaminannya adalah semangat yang mereka punyai, dan UMKM yang mereka punyai, produk yang mereka punyai. Pelatihn hari ini cukup menjadi jaminan bahwa mereka mendapat dukungan modal usaha dari 2,5 juta sampai 25 juta, ungkapnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Surabaya di Sidioarjo, Eka handayani, menyampaikan, BPSDMP Surabaya Kementerian Komunikasi dan Informatika pelatihan ini juga untuk mendorong segera terwujudnya Jember Smart City.
Salah satu unsur untuk meningkatkan perekonomian di Jember, dengan upaya bagaimana ibu-ibu tidak ketinggalan jaman juga gaul. Khususnya untuk e-commerce, sehingga Kabupaten Jember segera terwujud smart citynya dengan e-commerce, katanya.
Program ini bekerjasama dengan Google Jawa Timur. Google yang memberikan fasilitasi, bagaimana strategi menaikkan omset serta strategi pemasaran.
Dengan pelatihan ini, diharapkan bagi yang belum memiliki produk atau yang sudah mempunyai dapat menjual perdagangannya secara online atau sebagai resseler.
Ini ibu ibu rumah tangga hebat. Tidak hanya merawat suami dan mendidik anak, tetapi juga sebagai penopang ekonomi keluarga, ujarnya.
Memberi pelatihan kepada laki-laki mendapat hasil satu laki-laki. Tapi, kalau melatih ibu-ibu, maka satu ibu-ibu sama dengan melatih satu generasi, Bupati Jember dr. Faida, MMR. saat membuka pelatihan e-commerce bagi ibu rumah tangga.
Pelatihan yang digelar di Balai Diklat di kompleks GOR Kaliwates, Selasa, 19 Maret 2019, diikuti sekitar 40 ibu rumah tangga. Mereka diantaranya telah mengelola sebuah usaha. Namun diantaranya masih belum memiliki usaha.
E Commerce, menurut bupati, penting untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang selama ini menjadi bagian penting ekonomi kerakyatan. Dengan teknologi informasi ini, mereka bakal mampu untuk berjualan secara berjaringan.
Dengan IT, bagaimana mereka bisa merambah pasar yang tidak di depan mata dan tidak terjangkau kaki dan tangan. Serta meningkatkan omset dan meraih keuntungan lebih besar, ungkap bupati.
Pelatihan ini dimulai dari 40 orang yang diundangan langsung oleh bupati. Kedepan akan diberi lebih banyak lagi peluang. Bukan hanya dilatih. Mereka yang mau berlatih, mau mengikuti perkembangan jaman, perlu didukung lebih.
Karen itu, lanjut orang nomor satu di Jember ini, semua peserta pelatihan berhak menerima bantuan permodalan tanpa jaminan.
Jaminannya adalah semangat yang mereka punyai, dan UMKM yang mereka punyai, produk yang mereka punyai. Pelatihn hari ini cukup menjadi jaminan bahwa mereka mendapat dukungan modal usaha dari 2,5 juta sampai 25 juta, ungkapnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Surabaya di Sidioarjo, Eka handayani, menyampaikan, BPSDMP Surabaya Kementerian Komunikasi dan Informatika pelatihan ini juga untuk mendorong segera terwujudnya Jember Smart City.
Salah satu unsur untuk meningkatkan perekonomian di Jember, dengan upaya bagaimana ibu-ibu tidak ketinggalan jaman juga gaul. Khususnya untuk e-commerce, sehingga Kabupaten Jember segera terwujud smart citynya dengan e-commerce, katanya.
Program ini bekerjasama dengan Google Jawa Timur. Google yang memberikan fasilitasi, bagaimana strategi menaikkan omset serta strategi pemasaran.
Dengan pelatihan ini, diharapkan bagi yang belum memiliki produk atau yang sudah mempunyai dapat menjual perdagangannya secara online atau sebagai resseler.
Ini ibu ibu rumah tangga hebat. Tidak hanya merawat suami dan mendidik anak, tetapi juga sebagai penopang ekonomi keluarga, ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...







