31/05/2019

Ribuan GTT Pemkab Jember Terima THR



Jember, kabarejember.com
Tahun ini, ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Jember mendapatkan tunjangan hari raya ( THR)  dari Pemerintah Kabupaten Jember. Pemberian tunjangan itu disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat bertemu dengan sekitar 617 GTT di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat 31 Mei 2019.

Sebelum mengumumkan THR tersebut, bupati menjelaskan bahwa 617 guru yang diundang merupakan guru yang akan dimutasi per 1 Juni 2019. "Hal ini perlu dilakukan supaya GTT tetap bisa mengajar, tetap bisa mendapat surat penugasan, karena dilakukan pengisian formasi yang ada," terang bupati.

Mutasi tersebut akibat adanya guru CPNS yang masuk di sekolah dan mengisi formasi yang diampu oleh GTT.  Selain itu, mutasi ini dilakukan karena sebelumnya belum mendapatkan kesempatan untuk pindah tugas ke sekolah yang lebih dekat dengan domisili.

Selanjutnya, bupati menjelaskan bahwa tahun ini semua GTT yang mencapai lebih dari 5.000 orang mendapatkan tunjangan hari raya (THR). Tunjangan ini telah dituangkan dalam peraturan bupati. Pada tahun 2018 THR ini belum bisa terealisasi. Tahun ini menjadi momen pertama kali GTT di Kabupaten Jember mendapat THR.

Besaran THR yang diterima oleh GTT sebesar satu kali honor, yang diambilkan dari dana Program Pendidikan Gratis (PPG) pada APBD Kabupaten Jember.
Lebih jauh bupati menjelaskan, GTT selama ini telah mendapatkan honor, mendapatkan tunjangan bagi yang bertugas di luar domisili, mendapatkan BPJS Kesehatan dan Ketenagajerjaan. Semua ini telah direalisasikan pada tahun 2018. Salah seorang GTT bernama Arin Tyas Palupi mengaku senang dengan kondisi GTT saat ini. Ia mengaku ada beberapa perubahan.

Perubahan yang dirasakannya salah satunya bisa bekerja di sekolah dekat dengan domisili. Ia sebelumnya mengajar di Kecamatan Bangsalsari kemudian dimutasi ke Desa Pecoro, Rambipuji, yang menjadi domisilinya. "Alhamdulillah, selama dapat SP dekat dengan domisili di rumah," tutur perempuan yang sedang hamil ini.

Ia juga merasakan honor yang diterimanya saat ini mengalami perubahan yang cukup baik. "Sekarang sudah lebih baik dari yang dulu, sekarang sudah ada perubahan," kata Arin.

Kebahagian perempuan yang telah mengabdi selama 14 tahun ini semakin lengkap dengan mendapatkan THR dari bupati. Ia menerima sebesar Rp. 700 ribu. "Sebelumnya juga tidak dapat THR. Tahun ini dapat THR tujuh ratus ribu sesuai zona," pungkas Arin. (Mia/ulu/hms)

Limbah Keramik Bisa Jadi Bahan Baku Beton Berkualitas


Jember, Kabareskrim.com
Indonesia di bawah pemerintahanan Presiden Joko Widodo mencanangkan pembangunan infrastruktur di segala bidang. Pembangunan infrastruktur yang masif ini tentunya memerlukan pendukung di segala sektor. Contohnya pembangunan jalan, gedung, dan jembatan memerlukan beton, dan beton memerlukan semen.

Makin banyak pembangunan infrastruktur artinya makin banyak beton dan semen yang dibutuhkan dengan kualitas yang baik. Dan ternyata, beton berkualitas baik bisa dibuat dari limbah keramik, seperti temuan trio mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember angkatan 2018, Mochammad Miftahis Surur, Cierio Yuhanata dan Cahyani Wulandari.

“Setiap pembangunan infrastruktur pasti butuh beton yang bahan baku utamanya dari semen. Makin banyak pembangunan infrastruktur maka artinya butuh makin banyak semen, padahal produksi semen juga punya dampak negatif mulai dari kerusakan alam hingga polusi udara.

Di lain sisi, pembangunan infrastruktur terkadang juga membongkar atau merenovasi bangunan lama yang menghasilkan limbah, salah satunya limbah keramik untuk lantai. Nah limbah keramik ini sulit diurai di alam. Untuk itu kami berusaha memberikan alternatif pembuatan beton berkualitas dengan bahan limbah keramik untuk mengurangi bahan semen yang dibutuhkan, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” tutur Cahyani Wulandari yang didapuk sebagai ketua tim yang mereka beri nama ID Logawa 2019.

Ditemui di Kampus Fakultas Teknik (31/5) ketiganya lantas melanjutkan penjelasannya.  “Dari kajian pustaka yang kami lakukan, keramik banyak mengandung silika, bahan yang memiliki daya rekat yang tinggi, tahan panas dan memiliki kekerasan yang baik sehingga cocok sebagai subsitusi semen dalam pembuatan beton bermutu baik,” ujar Miftahis Surur.

Untuk diketahui, beton bermutu baik atau Self Compacting Concrete (SCC) dicirikan dengan salah satunya mampu mengalir memenuhi seluruh ruangan cetakan padat tanpa ada bantuan pemadatan manual, serta tahan mendapatkan tekanan atau tidak mudah retak.

Dalam proses pembuatannya, ketiganya mencampurkan limbah keramik yang sudah dihaluskan ke campuran pembuatan beton SCC yang terdiri dari semen, pasir, kerikil, air dan zat adiktif. “Dalam skala laboratorium kami membuat penelitian dengan menambahkan limbah keramik secara bervariasi pada bahan pembuatan SCC. Dari pengujian, ternyata campuran limbah keramik seberat 200 gram dengan semen tiga kilogram yang paling cocok dalam pembuatan SCC. Ini artinya mampu mensubstitusi atau mengurangi semen sebanyak sembilan persen,” kata Cierio Yuhananta.

Beton buatan ketiganya ternyata memenuhi kriteria beton bermutu baik atau SCC. Hal ini terbukti saat uji slump, beton dengan tambahan limbah keramik tadi ketika dituang di plat,  hanya meluber seluas 62 centimeter persegi hingga 64 centimeter persegi. Padahal batasan luber maksimal untuk SCC adalah 80 centimeter persegi, ini membuktikan beton yang mereka  kembangkan memenuhi syarat. Biaya pembuatan beton SCC menggunakan limbah keramik juga lebih murah. Jika umumnya pembuatan beton SCC untuk per meter perseginya mencapai 782 ribu rupiah, maka beton SSC dengan limbah keramik hanya butuh biaya 751 ribu rupiah.

Kreativitas ketiganya mendapatkan apresiasi, terbukti karya tim ID Logawa 2019 berhasil menjadi juara video favorit dalam National Concrete Competition (Nacoco) 2019 yang digelar oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto bulan Maret 2019 lalu. Ajang Nacoco tahun ini mengambil tema inovasi beton yang ramah lingkungan.

“Tentu perlu penelitian lanjutan agar dihasilkan berapa komposisi limbah keramik yang paling pas dan paling ekonomis untuk menggantikan semen dalam pembuatan beton SCC, sehingga temuan kami bisa diaplikasikan di skala industri. Harapannya, limbah keramik yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Mochammad Miftahis Surur yang diiyakan kedua koleganya. (mia/iim/hms)

Hepinar, Helm Pintar Mahasiswa Tegalboto Juara di Malaysia


Jember, kabarejember.com
Masih ingat Hepinar, Helm Pintar yang dapat mendeteksi lelah dan kantuk pemakainya ? Helm pintar karya mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember ini kini mendapatkan penghargaan di ajang International Invention and Innovative Competition (IIIC) 2019 di Malaysia yang digelar oleh Mediate Nexus and Nuture a Fast (MNNF) Network tanggal 27-28 April 2019 lalu. Karya ketiganya mendapatkan medali perak dalam ajang yang melombakan penemuan kreatif di kalangan mahasiswa di kawasan ASEAN.

Menurut ketua tim Hepinar, Kukuh Priambodo, keikutsertaan mereka di Malaysia berawal dari masukan yang diberikan oleh dewan juri saat mereka berlaga di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2018 lalu.

 “Di ajang PIMNAS 2018 Hepinar gagal mendapatkan juara, salah satunya karena dinilai memiliki efek negatif radiasi bagi pemakai, kemudian sistem fuzzy logic-nya masih perlu penyempurnaan. Jadi sepulang dari ajang PIMNAS 2018 kami berusaha memperbaiki helm pintar kami. Setelah dirasa sudah oke kami jajal untuk ikut di ajang  IIIC dan alhamdulillah mendapatkan medali perak,” ujar Kukuh yang mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik ini.

Kukuh bermitra dengan koleganya sejurusan, Malikul Fanani dan Iklil Sulaiman dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Mereka bertiga ditemui di lantai dasar gedung CDAST hari Jumat (31/5).

Seperti yang telah diketahui, ketiganya menciptakan helm pintar atau Hepinar yang dapat mendeteksi kelelahan dan rasa kantuk pada pemakainya. Hepinar dilengkapi sensor otak dan sensor denyut nadi. Hepinar juga dilengkapi fasilitas pengurang kecepatan secara otomatis karena terkoneksi dengan sepeda motor.

Bahkan, jika pemakai Hepinar mengalami kecelakaan, maka perangkat yang ada di helm pintar secara otomatis akan mengirimkan pesan pendek (SMS) posisi pemakai Hepinar ke kerabat si pengendara. Harapannya kerabat pengendara motor bakal tahu posisinya dan segera mengusahakan pertolongan. 

“Perbaikan besar yang kami lakukan adalah pemasangan lapisan alumunium di dalam helm untuk mengurangi radiasi. Dari pengukuran yang kami lakukan, tingkat radiasinya hanya lima mikrotesla, lebih kecil dari radiasi telepon genggam. Kedua, kami memperbaiki sistem fuzzy logic-nya sehingga lebih akurat saat mengukur denyut otak dan denyut nadi sebagai salah satu tanda kelelahan dan rasa kantuk,” imbuh Iklil Sulaiman.

Perbaikan yang mereka lakukan ternyata membawa hasil, terbukti dengan medali perak yang mereka bawa ke Kampus Tegalboto. Sementara medali emas diraih oleh tim Universiti Teknologi Mara Malaysia, sedangkan medali perunggu disabet tim Universitas Sumatera Utara.

Uniknya, Hepinar menjadi perhatian para peserta lainnya di ajang International Invention and Innovative Competition (IIIC) 2019. “Dewan juri bertanya akan dijual dengan harga berapa Hepinar ini ? Ada juga kolega dosen, peserta lainnya serta staf Petronas Malaysia yang berkunjung ke meja kami. Mereka tertarik dengan inovasi kami. Yang paling tertarik yah dari Petronas, bahkan meminta alamat surat elektronik kami sebab ingin tahu lebih lanjut terkait Hepinar,” cerita Malikul Fanani.

Selanjutnya, ketiganya berniat mengajukan hak paten atas Hepinar, dan menjalin kerjasama dengan produsen kendaraan bermotor. Paten perlu mengingat inovasi mereka sudah diminati oleh beberapa pihak. “Kami ingin mengajukan inovasi kami ke produsen kendaraan bermotor, pasalnya Hepinar ini terkoneksi langsung dengan sepeda motor, bahkan sepeda motor tidak bakal bisa dinyalakan jika tidak memakai Hepinar hingga meminimalkan pencurian kendaraan bermotor,” pungkas Kukuh Primabodo. (mia/iim/hms)

"Komandan H” AntarkanTrio Mahasiswa Fakultas Kedokteran Juara di Malaysia


Jember, kabarejember.com
Ternyata pengalaman dan pelajaran yang didapat kala mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) berguna dalam perjalanan akademis trio mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember, Yuli Lusiana Sari, Herlin Karismanigntyas, dan Ferry Fitriya Ayu Andira. Saat mengikuti KKN mereka mengamati bahwa masih banyak anak di pedesaan yang terkena penyakit diare.

Sebagai calon dokter, insting mereka lantas tergerak untuk meneliti dan mencari solusi atas kasus ini. Ternyata penyakit diare yang menyerang anak-anak diakibatkan gaya hidup tidak sehat. Lantas terpikir di benak ketiganya membuat aplikasi game yang mampu memberikan pemahaman akan penyakit diare yang diberi nama Komandan H alias “Kenali dan Obati Masalah Diare Anak Dengan Herbal”. Dan berkat Komandan H, mereka bertiga meraih medali emas di ajang International Conference On Recent Advances in Medical Science di Malaysia.

“Kebetulan saya mendapatkan lokasi KKN di Jember, sementara Herlin di Asembagus, yang memiliki permasalahan yang sama, yakni banyak anak yang kena diare,” tutur Yuli Lusiana Sari memulai ceritanya saat ditemui di Kampus FK (31/5).

Menurut Yuli, begitu panggilan akrabnya, penyakit diare berkembang gegara anak-anak tadi masih buang air sembarangan, mandi di sungai yang kotor, makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu, atau makan jajanan yang tidak bersih. “Lalu muncul pemikiran bagaimana mendidik mereka agar paham mencegah penyakit diare, tapi dengan medium yang menyenangkan. Akhirnya muncul ide menggunakan aplikasi game yang umumnya disukai anak-anak,” timpal Herlin Karismaningtyas. Aplikasi game yang kemudian mereka namakan Komandan H.

“Seringnya masyarakat meminum obat antibiotik jika terkena diare padahal tidak semua penyakit diare harus diobati dengan antibiotik. Karena jika pengobatan diare dengan antibiotik tidak terkontrol, bakal mengakibatkan resistensi. Di lain sisi, penyakit diare sering diremehkan, padahal jika pasien sampai mengalami dehidrasi maka berpotensi membawa kematian,” kata  Ferry Fitriya Ayu Andira.

Ketiganya akhirnya memilih pengobatan herbal untuk pengobatan diare mengingat sebenarnya obat untuk diare sudah cukup tersedia di alam Indonesia seperti kunyit, lengkuas, daun jambu biji dan lainnya. Di dalam aplikasi game Komandan H, anak-anak diajak mengenal apa itu penyakit diare, tanda-tanda penyakit diare, cara menangani penyakit diare hingga cara meramu obat herbal untuk penyembuhan penyakit diare.

Aplikasi game Komandan H yang mereka gagas kemudian dicoba pada siswa SDN 02 Tegalgede Jember. Hasilnya, banyak siswa yang tertarik memainkan aplikasi game ini, apalagi bisa diatur akan bermain sendiri atau berkelompok. “Komandan H kami susun seperti permainan monopoli, dimana siswa atau kelompok siswa berlomba menuju garis akhir dengan terlebih dahulu menjawab soal yang diberikan secara bertahap,” ungkap Yuli.

Dan hasilnya menggembirakan, banyak siswa yang tertarik memainkan Komandan H, sehingga diharapkan pengetahuan mereka akan penyakit diare pun muncul. Termasuk pengetahuan meramu obat herbal untuk penyakit diare.

Hebatnya karya ketiganya yang diberi judul “The Impact of Conseling Using “Komandan H” Educational Game Through Gadgets to Children’s Knowledge and Interest of Herbal Medicine for Diarrhea at 02 Tegalgede Elementary School, Sumbersari Distric, Jember Regency, Indonesia” menyabet medali emas dalam ajang yang digelar oleh The International Institute of Engineers and Researcher (IIER) Malaysia pada 18 dan 19 Mei 2019 lalu. Trio mahasiswa FK Universitas Jember ini menyisihkan peserta lain dari China, Thailand, Malaysia, dan negara Asia lainnya.

Untuk menyelesaikan penelitian ini, ketiga mahasiswa FK Universitas Jember yang tengah menjalani kesibukan program Ko-Assistensi ini membutuhkan waktu tiga bulan. Untungnya ketiganya sudah terbiasa meneliti sebab tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian SRCR FK Universitas Jember. Semenjak tergabung dalam UKM Penelitian SRCR kemampuan meneliti mereka semakin terasah. “Menurut dewan juri, penelitian kami dipandang pantas mendapatkan medali emas karena aplikatif dan solutif sehingga bisa disebarluaskan,” kata Herlin diiyakan oleh kedua koleganya. (mia/iim/hms)

Unej Luncurkan QuickRank


Jember, kabarejember.com
Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 memakai sistem yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembeda utama adalah peserta SBMPTN 2019 wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik.

Hasil UTBK inilah yang akan menjadi modal bagi para peserta untuk mendaftarkan diri guna memilih program studi di  PTN yang dituju. Tak pelak perubahan ini membuat peserta SBMPTN 2019 yang sudah menerima hasil UTBK bertanya-tanya bagaimana menggunakan nilai yang sudah diterima untuk memilih program studi yang diidam-idamkan.

“Kami di Humas Universitas Jember banyak menerima pertanyaan dari peserta UTBK tentang bagaimana harus memilih program studi berdasarkan nilai yang telah diperoleh, berapa passing grade program studi X, atau apakah dengan nilai seperti ini saya akan diterima di program studi tertentu,” ungkap Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember di Kampus Tegalboto (29/5).

Untuk membantu para peserta SBMPTN 2019 melakukan simulasi pemilihan program studi di PTN, UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Jember merintis aplikasi simulasi mobile QuickRank. Aplikasi berbasis android dan IOS yang dapat diunduh secara gratis ini diharapkan dapat membantu peserta untuk memprediksi peluangnya lolos dalam SBMPTN 2019.

Menurut Agung Purwanto penggunaan aplikasi simulasi QuickRank cukup mudah, peserta tinggal memasukkan nomor peserta UTBK, nama, alamat email, provinsi, kabupaten serta nama sekolah.

Kemudian, peserta juga harus memasukkan nilai UTBK yang benar dan memasukkan dua pilihan program studi yang dituju. Selanjutnya aplikasi QuickRank akan melakukan simulasi berdasarkan data nilai dan jumlah pemilih yang memilih program studi tertentu, hingga muncul posisi peringkat peserta diantara sekian banyak peminat di program studi yang sama.

 “Namun perlu diingat, aplikasi QuickRank hanya sekedar simulasi, oleh karena itu bergantung pada banyaknya peserta yang menggunakan. Makin banyak peserta SBMPTN yang menggunakan aplikasi QuickRank, maka akurasinya makin tinggi,” ungkap Agung Purwanto.
 
“Dengan adanya informasi data peminat dan kuota di sebuah program studi di semua PTN di tahun sebelumnya, maka peserta dapat mempertimbangkan peluangnya akan lolos atau tidak. Misalnya saja yang bersangkutan ada di peringkat 35 sementara tahun lalu kuotanya hanya 30 kursi maka tentu harus berpikir ulang untuk mencari program studi lainnya,” imbuh Agung Purwanto lagi.

Di akhir penjelasannya, Agung purwanto menghimbau agar peserta SBMPTN 2019 yang berminat menggunakan aplikasi QuickRank agar tidak sembarangan memasukkan nomor peserta UTBK-nya. “Hanya nomor yang sudah terdaftar dalam UTBK yang bisa digunakan. Begitu pula sajian pilihan program studi pun juga sesuai dengan kelompok ujian. Jadi tidak bisa peserta kelompok ujian Soshum memilih program studi kelompok Saintek, atau sebaliknya,” pungkas Agung Purwanto. (Mia/mun/iim/hms)

Pemikiran KH Achmad Siddiq Terkait Hubungan Pancasila dan Agama Berdampak Luar Biasa


Jember, kabarejember.com
Pemikiran KH Achmad Siddiq terkait hubungan Pancasila dan agama berdampak luar biasa hingga saat ini. Pemerintah akan menyosialisasikan pemikiran ini di sejumlah tempat dengan target 100 ribu peserta.

Rencana itu tercetus dalam pertemuan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dengan Tim Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember yang membahas usulan KH Achmad Siddiq sebagai pahlawan nasional, Rabu, 29 Mei 2019 di Pendapa Wahyawibawagraha.

Dalam kesempatan itu, bupati menilai KH. Achmad Siddiq adalah seseorang yang mengawal kemerdekaan. Bukan hanya sesudah kemerdekaan, tetapi juga sebelum kemerdekaan. "Beliau juga menggalang Nahdlatul Ulama sehingga menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal di masa itu. Pemikiran-pemikiran beliau ini yang menyambungkan Pancasila dengan agama," kata bupati.

"Semangat ini harus diteruskan kepada generasi muda kita. Apalagi saat ini kondisi bangsa kita rawan masuk paham paham radikalisme," lanjutnya.

Terkait hal itu, dalam rangka persiapan memperingati bulan Pancasila Juni 2019, Pemerintah Kabupaten Jember berencana menggelar sosialisasi pemikiran KH Achmad Siddiq tentang Pancasila dan Islam.  "Pancasila dan Islam adalah salah satu hal yang tidak bertentangan," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini akan ditargetkan mencapai target seratus ribu masyarakat Jember. Untuk mencapai target itu akan ada safari sosialisasi di sejumlah tempat.
Selain itu, Bupati Jember bersama tim dan keluarga KH Achmad Siddiq akan memilih trainer untuk TOT (training of trainers) mengajarkan ajaran KH. Achmad Siddiq kepada guru-guru agama maupun guru PKN di Kabupaten Jember agar diteruskan kepada siswa-siswi dan masyarakat.

Sejarah KH Achmad Siddiq juga akan masuk dalam Museum Diorama Pancasila dan Konstitusi Pemkab Jember. Museum ini bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Satu lantai di museum itu akan diisi  tentang perjuangan pahlawan Jember, dan sejarah konstitusional, juga sekaligus kegiatan pengusulan gelar Pahlawan KH. Achmad Siddiq, dirangkai dengan persiapan pengisian museum," terangnya.

KH. Mohammad Balya Firjoun Barlaman,  yang merupakan putra KH. Achmad Siddiq mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang telah mengapresiasi perjuangan KH Achmad Siddiq dengan memperjuangkan gelar kepahlawanannya.

"Ini merupakan penghargaan luar biasa bagi keluarga. KH. Achmad Siddiq adalah seseorang yang menghubungkan  kedudukan Pancasila sesuai dengan porsinya berkaitan dengan agama," jelas pria yang akrab disapa Gus Firjon ini.

Dengan adanya pemikiran beliau ini (Pancasila) dipahami oleh masyarakat, karena ideologi Pancasila tidak bertentangan dengan agama bahkan sejalan. Sejarah sudah membuktikan Pancasila mampu merekatkan seluruh komponen bangsa dengan berbagai latar belakang bangsa," imbuhnya.

Ia mengatakan, pihak keluarga juga akan membantu sepenuhnya apa yang diperlukan terkait dengan data-data histori termasuk sosialisasi.

Akhmad Taufiq selaku Ketua LP3M UNEJ menjelaskan, pertemuan kali ketiga dengan Bupati Jember Faida ini merupakan sinergitas luar biasa. Langkah maju yang konkret antara pemerintah, tim, dan keluarga KH Achmad Siddiq.

Hari ini tim melengkapi dokumen perjuangan KH Achmad Siddiq yang ditemukan ada dimensi perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa tahun 47," jelas pria yang juga Ketua IKA PMII Jember ini.

Pertemuan ini, lanjutnya, menyepakati agar tim merumuskan lebih baik terkait materi persiapan presentasi KH Achmad Siddiq sebagai pahlawan nasional. Akhmad Taufiq juga mengungkapkan skema program Bupati Jember Faida yang akan menindaklanjuti usulan gelar pahlawan nasional dengan sosialisasi pemikiran KH Achmad Siddiq tentang hubungan Pancasila dan agama.

Pengusulan gelar pahlawan KH. Achmad Siddiq tidak hanya sekedar capaian gelar, tetapi pasca pengusulan gelar akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi pemikiran strategis beliau, pungkas budayawan ini. (Mia/Mul/ulu/hms)

26 hafidz dan Hafidzoh Dapat Talih Asih dari Pemprov Jatim


Jember, kabarejember.com
Sebagai apresiasi, pemerintah memberikan tunjangan kehormatan kepada para penghafal Al Quran 30 juz di Kabupaten Jember.  Penyerahan tunjangan itu berlangsung di Musholla Al Ittihad Pemkab Jember, Rabu, 29 Mei 2019, oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Sedikitnya 26 hafidz dan hafidzoh mendapatkan talih asih dari Pemerimtah Provinsi Jawa Timur melalui program Huffadz Jawa Timur 2019. Dalam kesempatan hataman tadarus Al Quran di mushollah itu, wabup juga menyerahkan talih asih kepada para imam tarawih dan pembaca Al Quran.

Kepada wartawan, wabup menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penghargaan yang diberikan kepada penghafal Al Quran."Dengan  penghargaan yang diberikan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Jember, khususnya para pencinta Al Quran," ujar wabup.

Pengasuh pondok Pesantren Al Falah Silo ini berharap kedepannya ada penambahan jumlah penerima tunjangan kehormatan ini. Pemerintah Kabupaten Jember selama ini telah melakukan upaya untuk menggiatkan hafal Al Quran. Salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi penghafal Al Quran minimal 1 juz.

"Terkait para penghafal Kitab Suci itu, lebih jauh wabup berharap mereka tidak sekedar menghafalkan Al Quran.  Tetapi menerapkan perilaku yang betul-betul menggambarkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Ini untuk mewujudkan masyarakat yang qurani, mewujudkan generasi qurani.
Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa timur Sunaryo, ST. MSi. Menjelaskan, tunjangan itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada para penghafal Al-Qur'an.

Demi terwujudnya masyarakat muslim yang cinta dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Tunjangan kehormatan para hafidz dan hafidzah program Huffadz Provinsi Jawa Timur tahun 2019 diberikan kepada 26 orang hafidz dan hafidzah berupa uang sebesar Rp. 750.000,-.

Pada tahun 2019, lanjutnya, ada program dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yakni kuota bantuan tunjangan kehormatan hafidz dan hafidzah seluruh Jawa Timur mencapai 4.000.  "Mudah-mudahan di Jember ini juga melahirkan para qari dan qariah terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia," harap Sunaryo. (Mia/Mul/hms)