Langsung ke konten utama

"Komandan H” AntarkanTrio Mahasiswa Fakultas Kedokteran Juara di Malaysia


Jember, kabarejember.com
Ternyata pengalaman dan pelajaran yang didapat kala mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) berguna dalam perjalanan akademis trio mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember, Yuli Lusiana Sari, Herlin Karismanigntyas, dan Ferry Fitriya Ayu Andira. Saat mengikuti KKN mereka mengamati bahwa masih banyak anak di pedesaan yang terkena penyakit diare.

Sebagai calon dokter, insting mereka lantas tergerak untuk meneliti dan mencari solusi atas kasus ini. Ternyata penyakit diare yang menyerang anak-anak diakibatkan gaya hidup tidak sehat. Lantas terpikir di benak ketiganya membuat aplikasi game yang mampu memberikan pemahaman akan penyakit diare yang diberi nama Komandan H alias “Kenali dan Obati Masalah Diare Anak Dengan Herbal”. Dan berkat Komandan H, mereka bertiga meraih medali emas di ajang International Conference On Recent Advances in Medical Science di Malaysia.

“Kebetulan saya mendapatkan lokasi KKN di Jember, sementara Herlin di Asembagus, yang memiliki permasalahan yang sama, yakni banyak anak yang kena diare,” tutur Yuli Lusiana Sari memulai ceritanya saat ditemui di Kampus FK (31/5).

Menurut Yuli, begitu panggilan akrabnya, penyakit diare berkembang gegara anak-anak tadi masih buang air sembarangan, mandi di sungai yang kotor, makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu, atau makan jajanan yang tidak bersih. “Lalu muncul pemikiran bagaimana mendidik mereka agar paham mencegah penyakit diare, tapi dengan medium yang menyenangkan. Akhirnya muncul ide menggunakan aplikasi game yang umumnya disukai anak-anak,” timpal Herlin Karismaningtyas. Aplikasi game yang kemudian mereka namakan Komandan H.

“Seringnya masyarakat meminum obat antibiotik jika terkena diare padahal tidak semua penyakit diare harus diobati dengan antibiotik. Karena jika pengobatan diare dengan antibiotik tidak terkontrol, bakal mengakibatkan resistensi. Di lain sisi, penyakit diare sering diremehkan, padahal jika pasien sampai mengalami dehidrasi maka berpotensi membawa kematian,” kata  Ferry Fitriya Ayu Andira.

Ketiganya akhirnya memilih pengobatan herbal untuk pengobatan diare mengingat sebenarnya obat untuk diare sudah cukup tersedia di alam Indonesia seperti kunyit, lengkuas, daun jambu biji dan lainnya. Di dalam aplikasi game Komandan H, anak-anak diajak mengenal apa itu penyakit diare, tanda-tanda penyakit diare, cara menangani penyakit diare hingga cara meramu obat herbal untuk penyembuhan penyakit diare.

Aplikasi game Komandan H yang mereka gagas kemudian dicoba pada siswa SDN 02 Tegalgede Jember. Hasilnya, banyak siswa yang tertarik memainkan aplikasi game ini, apalagi bisa diatur akan bermain sendiri atau berkelompok. “Komandan H kami susun seperti permainan monopoli, dimana siswa atau kelompok siswa berlomba menuju garis akhir dengan terlebih dahulu menjawab soal yang diberikan secara bertahap,” ungkap Yuli.

Dan hasilnya menggembirakan, banyak siswa yang tertarik memainkan Komandan H, sehingga diharapkan pengetahuan mereka akan penyakit diare pun muncul. Termasuk pengetahuan meramu obat herbal untuk penyakit diare.

Hebatnya karya ketiganya yang diberi judul “The Impact of Conseling Using “Komandan H” Educational Game Through Gadgets to Children’s Knowledge and Interest of Herbal Medicine for Diarrhea at 02 Tegalgede Elementary School, Sumbersari Distric, Jember Regency, Indonesia” menyabet medali emas dalam ajang yang digelar oleh The International Institute of Engineers and Researcher (IIER) Malaysia pada 18 dan 19 Mei 2019 lalu. Trio mahasiswa FK Universitas Jember ini menyisihkan peserta lain dari China, Thailand, Malaysia, dan negara Asia lainnya.

Untuk menyelesaikan penelitian ini, ketiga mahasiswa FK Universitas Jember yang tengah menjalani kesibukan program Ko-Assistensi ini membutuhkan waktu tiga bulan. Untungnya ketiganya sudah terbiasa meneliti sebab tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian SRCR FK Universitas Jember. Semenjak tergabung dalam UKM Penelitian SRCR kemampuan meneliti mereka semakin terasah. “Menurut dewan juri, penelitian kami dipandang pantas mendapatkan medali emas karena aplikatif dan solutif sehingga bisa disebarluaskan,” kata Herlin diiyakan oleh kedua koleganya. (mia/iim/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...