18/06/2020
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNEJ Gelar Webinar Nasional, Agile Audit Dimasa Pandemi Covid-19
JEMBER,kabarejember.com
--- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (UNEJ) menggelar Webinar dengan tema “Agile Audit Di Masa Pandemi”. Acara yang dilaksanakan secara daring dengan Keynote Speaker Ketua Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia sekaligus Ketua MAKSI UGM Prof. Dr. Abdul Halim, MBA, Ak,CA. Panitia juga menghadirkan tiga narasumber yaitu Associate Director Deloitte Abdiansyah Prahasto, MBA., CIA, Ketua Umum Ikatan Alumni STAR BPKP Muhamad Panjiwinata, SE, M.Si., CRMP, CSEP, Serta Koordinator S2 Akuntansi Universitas Jember Dr. Siti Maria Wardayati., M.Si.,Ak.,CA.,CPA.,CSRS.,CRMO.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng Rektor Universitas Jember (17/06/2020).
“Dunia auditor tentu bukan sesuatu yang asing bagi suatu organisasi atau perusahaan, karena dari aktifitas ini akuntabilitas tim manajemejn dapat diukur sehingga memberika kepercayaan pada stakholder organisasi tersebut.” ungkap Rektor dalam sambutan pembukaan webinar ini.
Ia mengatakan, proses audit dimasa normal dengan masa kedaruratan seperti pandemi covid-19 adalah sesuatu yang berbeda, tetapi keduanya tidak bisa meningalkan efektivitas dan kualitas auditnya.
Menurutnya, webinar ini menjadi menarik karena dilihat dari temanya Agile Audit Di Masa Pandemi. Agile bisa dimaknai dengan pola pikir atau kebiasaan dalam mengindentifikasi masalah atau peluang, bergerak menindaklanjutinya, dan melakukan keduanya secara iteratif tanpa henti dan dengan periode yang singkat.
Sementara itu, dihubungi setelah acara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember M. Moqdad mengatakan berdasarkan laporan resmi BPK dua tahun yang lalu ada temuan 9499 masalah akibat ketidakpatuhan dari peraturan perundangan yang berlaku yang memunculkan potensi kerugian Negara sebesar 35 Triliun. K ini disebabkan beberapa penyebab antara lain karena kelemahan system pengendalian intern, kurang taat terhadap undang-undang, adanya SPI yang lemah, adanya penganggaran yang tidak efektif dan efisien yang berdampak pada kerugian Negara.
Oleh sebab itu, yang paling penting dari proses audit itu adalah tindak lanjut. Ia menambahkan hasil-hasil temuan BPK ini harus ditindaklanjuti oleh objek audit baik dari pemerintahan ataupun dari perusahaan untuk taat pada aturan yang berlaku.
Selanjutnya, M. Moqdad menyampaikan tema yang diambil dari webinar ini menjadi relevan jika melihat dari temuan BPK. Seminar ini untuk membekali para peserta dengan tambahan wawasan audit.
Perlu diketahui, seminar ini diikuti oleh Mahasiswa dan stakeholder. Pada saat pelaksanaan terpantau diikuti 1000 peserta melalui zoom cloud meeting dan 1800 viewer di youtube. (mia/is/hms)
Prof. Nizam: Belajar Tidak Harus Di Kelas
Jember, kabarejember.com
---Kebijakan kampus merdeka pada intinya adalah dalam rangka menyiapkan generasi unggul yang siap memasuki dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja. Dalam kebijakan kampus merdeka ini akan memberikan ruang belajar yang sangat luas kepada para mahasiswa.
“Ruang belajar menjadi semakin luas karena belajar tidak lagi harus selalu di dalam ruang kelas dan di kampus saja. Mereka (mahasiswa) bisa mengambil hak untuk belajar di program studi lain dalam satu kampus dan bisa juga belajar diluar kampus mereka.”
Pernyataan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof. Ir. Nizam, M.Sc. DIC, Ph.D, saat menjadi narasumber dalam acara webinar dengan tema “Kampus Merdeka, Merdeka Belajar Dalam Tatanan Normal Baru” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember melalui aplikasi zoom, (17/6).
Menurut Prof. Nizam, implementasi dari kebijakan kampus merdeka akan semakin mendekatkan sektor industri dengan perguruan tinggi. Karena menurut Prof. Nizam, dalam kebijakan kampus merdeka ini mahasiswa diperbolehkan melakukan magang di tempat-tempat industri selama maksimal dua semester yang nilainya setara dengan 40 SKS.
“Sementara ini magang yang berjangka pendek kurang dari 6 bulan sangat tidak cukup untuk memberikan pengalaman dan kompetensi industri bagi mahasiswa. Perusahaan yang menerima magang pun menyatakan magang dalam waktu sangat pendek tidak bermanfaat, bahkan mengganggu aktivitas di Industri,” imbuh Prof. Nizam.
Oleh karena itu Prof. Nizam berharap, dengan durasi magang selama dua semester mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja di industri atau dunia profesi nyata. Sehingga saat lulus nanti mereka siap masuk dunia kerja.
“Dengan magang 1 sampai 2 semester, maka mahasiswa mendapatkan pengalaman yang cukup. Pun demikian dengan industri, mereka akan mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya bisa langsung di-recruit, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal,” jelas Prof. Nizam.
Sementara itu Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menyampaikan, sebenarnya selama ini Universitas Jember telah melakukan praktek kampus merdeka. Magang industri misalnya, beberapa program studi telah mewajibkan mahasiswa magang di tempat-tempat industri.
“Seperti halnya FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Fakultas Teknik. Hanya saja selama ini durasinya memang berkisar 40 hari saja. Jadi tinggal disesuaikan saja masalah durasi dan konsep yang ada dalam kebijakan kampus merdeka,” ujar Iwan sesaat setelah mengikuti paparan materi dari Prof. Nizam.
Menurut Iwan, dalam menerapkan konsep merdeka belajar diperlukan banyak penyesuaian. Oleh karena itu menurut Iwan, perguruan tinggi perlu membangun konsep kurikulum yang baik terkait penerapan merdeka belajar di kampus masing-masing.
“Alhamdulillah Universitas Jember sudah selesai menyusun panduan implementasi merdeka belajar. Target kami semoga bisa kami implementasikan pada semester gasal tahun ajaran 2020/2021,” tutup Iwan. (mia/moen/hms)
Protokol Kesehatan,Desa Pulo Bagikan BLT Tahap Kedua
Lumajang, Kabarejember.com
-- Di tengah pandemi covid -19, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah mengucurkan dana untuk masyarakat terdampak.
Seperti halnya Desa Pulo , Kecamatan Tempeh , Kabupaten Lumajang melakukan pembagian Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Tahap 2 dari Kementerian Sosial.
Sebanyak 149 penerima bantuan tersebut ,tak luput pakai masker warga tetap menjaga jarak dengan yang lain.
Kamis ( 18/06/2020 ) ,di temui Topik News , Neli selaku kepala desa Pulo mengatakan ,”Dalam pembagian BLT ini kita tetap mengedepankan protokol kesehatan ,serta kami berharap semua jenis bantuan dapat membantu meringankan beban hidup sehari – hari ,serta bisa di gunakan seperlunya tidak untuk kemewahan ,” tegasnya.
” Alhamdullah pembagian bantuan ini bisa berjalan lancar , dan saat pembagian warga juga terlihat antusias sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang tidak di inginkan ,dan kami juga menerapkan protokol kesehatan ,” imbuh Neli.
Di tempat lain Camat Tempeh, Bpk. Hendro yang juga menghadiri proses pembagian tersebut , juga menghimbau dan berharap agar bantuan tersebut di gunakan dengan sebaik- baiknya dan semoga wabah ini cepat berakhir dan aktifitas pekerjaan bisa kembali normal.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan wabah Corona segera berakhir sehingga kita semua bisa kembali beraktivitas secara normal kembali,” harapnya.
Reporter : Suatman
Bupati Faida:Jember Tak Perlukan Perubahan Untuk Dana Pilkada
Jember,Kabarejember.com
--Bupati Jember, dr. Faida, MMR.,
didapuk menjadi narasumber seminar virtual yang diselenggarakan Kemeterian Dalam Negeri. Itu semua tidak seperti membalik telapak tangan, tapi salah satunya atas berhasilnya bupati wanita pertama di Jember dalam
pengelolaan anggaran daerah untuk menghadapi Pilkada 2020. (16/6/2020)
Webinar yang mengangkat tema “Dukungan Pendanaan Pilkada tahun 2020” tersebut diikuti oleh para kepala daerah maupun pimpinan lembaga negara lainnya di Indonesia.
Bupati menegaskan, Pilkada menjadi tanggung jawab kepala daerah untuk menganggarkan di APBD. Anggaran itu juga perlu disiapkan untuk menghadapi situasi Covid-19.
Anggaran untuk Pilkada, jelas bupati, menggunakan mekanisme hibah daerah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Jember telah mendapatkan dana hibah tersebut.
Bupati mengajak dua lembaga tersebut untuk melakukan rasionalisasi anggaran.
Rasionalisasi itu dilakukan pada anggaran kegiatan pertemuan di luar kota, yang memang tidak mungkin dilakukan dalam situasi Covid-19. Upaya ini membuat penghematan anggaran hingga mencapai Rp. 3 miliar.
Namun, situasi wabah juga mengharuskan ada tambahan anggaran. Penambahan itu akibat ada kebutuhan tambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS).
Ada penambahan 362 TPS. Termasuk penambahan untuk honor petugas maupun pengelola TPS tambahan tersebut.
Namun penghematan masih tetap terjadi. Anggaran perjalanan dinas luar kota yang digunakan membiayai penambahan TPS dan honor petugas masih ada sisa.
“Masih ada sisa 330 juta rupiah, dan anggaran tersebut ditetapkan sebagai anggaran cadangan,” jelas bupati.
Karena itu, di Kabupaten Jember tidak memerlukan perubahan jumlah anggaran yang tertera dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) milik KPU maupun Bawaslu sebelumnya.
Terkait pelaksanaan protokol kesehatan saat pemungutan suara, bupati menjelaskan bahwa KPU dan Bawaslu telah mengajukan anggaran untuk itu.
Kebutuhan seperti alat pelindung diri, rapid test, masker, cairan pencuci tangan, dan alat pemeriksa suhu dipenuhi melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT) pada APBD Kabupaten Jember tahun 2020.
“Harus dipenuhi, ada ataupun tidak ada covid-19, supaya semua teratasi. Mudah-mudahan ini berguna buat pejabat yang mengelola keuangan daerah,” pungkasnya. ( Red / tim )
9 Pasien Sembuh Dan 0 Positif Di Kabupaten Jember
Jember,Kabarejember.com
-- Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono memaparkan pada hari ini pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 9 orang. Sedangkan tambahan yang terkonfirmasi positif tidak ada (0).
Gatot Triyono menyebut per hari ini, Rabu, (17/06/2020) total pasien COVID-19 yang sembuh di Jember mencapai 27 orang.
"Alhamdulillah, kami ucapkan rasa syukur yang luar biasa pada Allah swt atas terus bertambahnya pasien Covid-19 di Jember yang telah dinyatakan sembuh. Ini menjadi optimisme bagi kita semua bahwa pandemi Covid-19 bisa kita atasi bersama, semoga terus membaik. Yang sembuh makin banyak yang meninggal semakin menurun bahkan bisa nol," kata Gatot.
Recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien hari ini menjadi angka recovery rate tertinggi di Kabupaten Jember sepanjang pandemi Covid-19 di Jember.
Kesembuhan pasien yang cukup menggembirakan ini berkat upaya seluruh tenaga medis dan paramedis yang bekerja keras luar biasa.
Tenaga kesehatan telah bekerja keras dan ikhlas dengan kesungguhan hati memberikan yang terbaik untuk melayani dan mengobati pasien Covid-19.
Tak lupa, Bupati Jember, dr. Faida mengajak para pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah memberikan kekuatan dan kesembuhan.
Untuk data kasus positif Covid-19 hari ini, tidak ada penambahan
kasus baru. Kini, total kasus positif Jember tetap 90 kasus.
Sementara itu, per hari 17 / 6 / 2020 pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Jember sebanyak 200 orang. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.293 orang, sedangkan orang dalam resiko (ODR) sebabyak 37.824 orang, dan total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 2.470 orang. ( Red / tim )
-- Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono memaparkan pada hari ini pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 9 orang. Sedangkan tambahan yang terkonfirmasi positif tidak ada (0).
Gatot Triyono menyebut per hari ini, Rabu, (17/06/2020) total pasien COVID-19 yang sembuh di Jember mencapai 27 orang.
"Alhamdulillah, kami ucapkan rasa syukur yang luar biasa pada Allah swt atas terus bertambahnya pasien Covid-19 di Jember yang telah dinyatakan sembuh. Ini menjadi optimisme bagi kita semua bahwa pandemi Covid-19 bisa kita atasi bersama, semoga terus membaik. Yang sembuh makin banyak yang meninggal semakin menurun bahkan bisa nol," kata Gatot.
Recovery rate atau tingkat kesembuhan pasien hari ini menjadi angka recovery rate tertinggi di Kabupaten Jember sepanjang pandemi Covid-19 di Jember.
Kesembuhan pasien yang cukup menggembirakan ini berkat upaya seluruh tenaga medis dan paramedis yang bekerja keras luar biasa.
Tenaga kesehatan telah bekerja keras dan ikhlas dengan kesungguhan hati memberikan yang terbaik untuk melayani dan mengobati pasien Covid-19.
Tak lupa, Bupati Jember, dr. Faida mengajak para pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah memberikan kekuatan dan kesembuhan.
Untuk data kasus positif Covid-19 hari ini, tidak ada penambahan
kasus baru. Kini, total kasus positif Jember tetap 90 kasus.
Sementara itu, per hari 17 / 6 / 2020 pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Jember sebanyak 200 orang. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.293 orang, sedangkan orang dalam resiko (ODR) sebabyak 37.824 orang, dan total kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 2.470 orang. ( Red / tim )
17/06/2020
4 Warga Sidomulyo Positif DBD, PMI Jember Lakukan Fogging
Jember, kabarejember.com
- Sebanyak 40 rumah milik warga di Dusun Rowo Tengu RW.05 dan RW.06 Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, menjadi sasaran pengasapan atau fogging PMI Jember, Rabu (17/06). Pasalnya, di lokasi tersebut sudah 4 warga yang positif menderita Demam Berdarah Dengue (DBD).
Mendapati beberapa penduduknya menderita DBD, Pemerintah Desa Sidomulyo segera mengajukan permintaan fogging pada PMI Jember karena khawatir penyebaran penyakit tersebut semakin meluas. Permintaan Pemdes Sidomulyo direspon PMI dengan melakukan survei lapangan dan selanjutnya tim PMI melakukan pengasapan.
"Setelah dilakukan assessmentdi lokasi yang dilaporkan tim PMI, kami kemudian menerjunkan tim fogging. Fogging yang dilakukan PMI dalam rangka mencegah dan memberantas nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan DBD," kata Humas PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi.
Gufron menambahkan tim fogging PMI melakukan pengasapan di rumah warga yang positif DBD, dilanjutkan pengasapan ke area sekitar radius jarak 100 meter dari rumah tersebut.
"Pengasapan dilakukan berpusat pada rumah penderita DBD. Kemudian pengasapan dilakukan melingkar dari titik rumah korban DBD," terangnya.
Sementara itu menurut Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro, Wasiso mengatakan pengasapan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi meluasnya penyebaran wabah DBD di lingkungan desanya.
"Kami melakukan fogging menindaklanjuti informasi dari ketua RW yang mengabarkan adanya empat warga yang positif terjangkit DBD. Dan alhamdulillah hari ini tim fogging PMI Jember melakukan pengasapan, semoga upaya ini dapat membunuh nyamuk dewasa," terangnya.
Didampingi Babinsa, kader posyandu serta perangkat desa, Kades Wasiso juga mengatakan kegiatan fogging ini merupakan salah satu cara untuk mematikan dan memotong siklus penyebaran nyamuk aedes aegypti.
"Kami terus menghimbau kepada warga agar peduli dan menjaga kebersihan lingkungan, salah satu caranya jangan membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Wasiso menambahkan, untuk mencegah menjangkitnya DBD warga dapat melakukan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang tidak diperlukan.
"Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD, apalagi sekarang pergantian musim penghujan ke musim kemarau," ucapnya.
Kades Wasiso juga menyampaikan ucapan terima kasih atas keterlibatan Koramil, PMI Kabupaten Jember serta warga. "Sinergi seperti ini sangat bagus, tentu saya berharap kegiatan seperti ini dapat di laksanakan secara berkala," pungkasnya. (her/gee)
16/06/2020
PPL Melempem, Ribuan Buruh Tani Tak Terima Bansos
Jember, kabarejember.com
- Buruh tani yang jumlahnya ribuan di beberapa desa Kecamatan Puger tidak menerima bantuan peduli buruh tani dari Pemkab Jember. Pasalnya, mereka tidak masuk dalam daftar nama penerima bantuan Jember peduli buruh tani.
Hal ini disebabkan karena beberapa Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian tidak koordinasi dengan pihak pemerintah desa wilayahnya bekerja.
Padahal, perannya di pertanian yang paling sentral adalah mengubah pola pikir dan cara kerja para petani supaya mampu mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan teknologi pertanian. Tak heran kadang kala penyuluh pertanian harus bertindak sebagai pendidik, pemimpin, dan penasihat secara bersamaan.
Selain itu PPL juga berperan sebagai jembatan antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintahan desa. Program-program dari pemerintah yang berkaitan dengan petani tentu akan berjalan baik apabila ada sinergi antara PPL dan pemerintah desa. Peran inilah yang tidak dilakukan beberapa PPL di masa pandemi covid-19, sehingga berakibat tidak diterimanya bantuan peduli covid-19 dari pemkab jember untuk buruh tani.
Berdasar informasi yang dihimpun kabarejember.com, sejumlah PPL tidak berkoordinasi dengan pemdes. Pihak pemerintah desa tidak tahu kalau ada bantuan bagi buruh tani terdampak pandemi covid-19 dari pemerintah kabupaten Jember.
Selama ini tidak ada permintaan data buruh tani dari PPL, makanya beberapa desa hanya mendapat bantuan dalam jumlah sangat sedikit, padahal buruh tani beberapa desa di Kecamatan Puger jumlahnya banyak. (Berita terkait : //www.kabarejember.com/2020/06/ jumlah-penerima-btt-buruh-tani-di.html).
"Kami baru mengetahui adanya bantuan peduli Covid-19 bagi buruh tani pada saat pembagian bantuan sosial Jember peduli buruh tani pada Rabu (10/06). Sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau permintaan data buruh tani dari PPL. Pemerintah desa Kasiyan selalu siap menyediakan data apabila dibutuhkan," kata kepala desa Kasiyan kecamatan Puger, M Mahfud.
Mahfud mengatakan, selama dirinya menjabat kepala desa beberapa bulan lalu, PPL yang wilayah kerjanya di desa Kasiyan tidak pernah ke desa untuk memperkenalkan diri, apalagi membahas program apapun. "Saya baru mengenal dan bertatap muka pertama kalinya dengan PPL desa Kasiyan pada hari Rabu (10/06),"imbuhnya.
Pernyataan serupa dilontarkan oleh kepala desa Mojomulyo kecamatan Puger, Edi Purwanto, selama ini PPL tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa menyangkut permintaan data buruh tani untuk mengajukan bantuan Jember peduli buruh tani dari pemkab Jember, sehingga desa Mojomulyo hanya menerima 3 paket bantuan. "Kami sangat kecewa dengan kinerja PPL Desa Mojomulyo yang tidak berkoordinasi dengan desa dalam penyusunan data buruh tani, sehingga banyak buruh tani di Desa Mojomulyo yang jumlahnya diperkirakan ratusan, tidak menerima bantuan Jember peduli buruh tani dari pemkab Jember," katanya.
Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Wilayah IX Balung, Mohammad Safi'i kepada kabarejember.com menyatakan tidak semua PPL kinerjanya kurang baik. "Kami mohon maaf apabila kerja kami kurang maksimal. Kedepannya kami akan memperbaikinya dan koordinasi dengan pemerintahan desa-desa," katanya. (her)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...






