29/12/2020

Meski Kondisi Politik Tak Nyaman, Politisi Asal PKB Ini Terus Berbuat untuk Konstituen

 



Jember,kabarejember.com 

- Menjadi seorang wakil rakyat (anggota dewan) dan berharap bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat menjadi cita-cita luhur banyak anggota dewan yang terpilih mewakili daerah pemilihannya masing-masing. Dengan  melalui jalur parlemen inilah mereka akan memperjuangkan hak-hak rakyat. 



Harapan besar  dan keinginan baik itu ternyata tidak selalu berjalan mulus. Seperti yang dirasakan oleh H. Gufron, politisi dari PKB asal Dapil 4 Kabupaten Jember ini, semenjak 14 bulan lalu terpilih menjadi anggota dewan tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memberikan kontribusi yang signifikan kepada konstuenya.


"Ya ini rialita yang harus kita terima, ketika komunikasi antara eksekutif dan legislatif tidak berjalan normal bahkan tersumbat, banyak kepentingan masyarakat terabaikan, mereka hanya bisa mengeluh dengan keadaan yang ada namun tidak banyak yang bisa diperbuat," ujarnya.


Persoalan jalan balung-Kemuning bisa dikatakan persoalan klasik di wilayah selatan, jalan yang melintasi 3(tiga) Kecamatan dan beberapa Desa ini selalu dukeluhkan oleh masyarakat, menjadi langganan banjir saat musim penghujan, jalan penuh lubang hingga membahayakan pengguna jalan bahkan sudah sering terjadi kecelakaan, minimnya lampu penerangan jalan serta kondisi jalan yang tidak lagi sesuai dengan keperluan saat ini terus menjadi persoalan yang belum ada jawabannya.


Namun pasca Pilkada tanggal (9/12) lalu, ada harapan besar dari masyarakat untuk bisa melihat hubungan antara eksekutif dan legislatif rukun dan membawa keberkahan bagi masyarakat Jember. Rencana kerja Bupati terpilih yang memprioritaskan pembangunan insfrastruktur diawal masa jabatannya sangat tepat sekali dengan kebutuhan masyarakat, khususnya soal jalan.


"Ini yang kami harapkan, sebuah komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif terbangun, sehingga pembangunan di Kabupaten Jember berjalan dengan normal, dan akan berdampak positif kepada masyarakat luas," ujarnya.


Terbatasnya anggaran tidak menyurutkan semangatnya untuk terus hadir dan memberikan asas manfaat bagi masyarakatnya, hari ini H. Gufron juga hadir untuk memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat peduli lingkungan (Kemalingan)untuk melakukan pemasangan jaring di seputar jembatan balung bagi mencegah kebiasaan warga membuang sampah ke sungai.


Dengan dana swadaya, kepedulian warga balung terhadap lingkungan ini mendapat dukungan penuh H. Gufron yang juga mantan kepala Desa Balung Lor beberapa periode ini, kesulitan tidak membuat sosok dewan yang satu ini berhenti melangkah untuk terus hadir dan berbuat baik kepada masyarakatnya.


Bersama tim tehnis Provinsi, dan kelompok masyarakat peduli lingkungan, pak Dewan yang satu ini langsung mengechek kondisi dan keberadaan sampah-sampah yang ada di sepanjang jembatan, tidak hanya itu kegiatan pada tengah hari tersebut sekaligus melakukan pengukuran di sisi kiri dan kanan Jembatan bagi memastikan rencana kegiatan sukses dilaksanakan.


"Ini adalah usaha kami untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang buang sampah ke sungai, sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat luas betapa pentingnya menjaga lingkungan, karna kalau bukan kita yang peduli siapa lagi," ujar Ahmad Yani selaku skertaris Kemalingan.


Kami bersukur sekali, kepedulian kami terhadap lingkungan ini, khususnya jembatan balung mendapat support dari pak Gufron selaku anggota dewan yang kebetulan warga balung, kami yakin upaya kami akan berjalan sukses. "Kepada masyarakat sekitar, mari kita jaga bersama jembatan kita ini," pungkasnya.


Upaya masyarakat ini mendapat respon positif dari pihak Provinsi, melalui tim tehnis yang turun langsung ke lokasi kegiatan menyampaikan " kegiatan masyarakat ini searah dengan program Provinsi, jadi kita sangat apresiasi sekali dan akan mendukung kegiatan ini," tuturnya.


Upaya warga ini sebenarnya mengantisipasi kebiasaan warga membuang sampah sembarangan di sekitar jembatan rangka di balung ini, secara tidak langsung jembatan ini akan lebih terawat.


Dengan adanya kontruksi pagar nantinya, harapanya masyarakat punya kesadaran untuk tidak membuang sampah ke jembatan atau ke sungai, harapanya seperti itu," tegas Fardian selaku staf tehnis provinsi.


Sementara H. Gufron sendiri ketika ditemui usai kegiatan menyampaikan, kegiatan ini berawal dari aspirasi masyarakat yang menginginkan jembatan balung ini tidak dijadikan pembuangan sampah.


Kami sangat bangga sekali dengan upaya masyarakat ini dan harus kita support, apalagi mereka ini adalak konstuen saya, dengan adanya gerakan ini kita berharap bisa menjadi contoh untuk daerah lain nantinya.


Dalam pemasangan pagar di jembatan ini nanti tidak akan mengubah atau mengurangi keaslian bentuk jembatan dan ini sudah kami konsultasikan dan koordinasi dengan pihak PU Provinsi, Alhamdulillah beliau-beliau itu sangat senang sekali dengan upaya warga masyarakat yang peduli kepada lingkumgan.


Insya Allah dalam waktu 2 bulan kedepan, pekerjaan akan segera dimulai dan akan dikawal terus oleh pihak PU Provinsi, karna bagaimanapun jembatan ini milik Provinsi kita harus izin dan mintak petunjuk bagaimana pemagaran yang baik dan berdaya tahan lama.


Meski menggunakan dana yang bersumber dari swadaya masyarakat, Gufron yakin kerja mulia tersebut akan terlaksana dengan baik dan sukses, bahkan jika nanti dananya mentok, sebagai wakil rakyat yang berangkat dari Dapil 4 dirinya siap untuk menyelesaikan karna ini merupakan bentuk pengabdian dan tanggungjawabnya kepada masyarakat.


Sempat ada kirisauan dari panitia, bagaimana kalau dana yang digalang tidak mencukupi?. Saya tegaskan "kita jangan pesimis, kita harus optimis, kalaupun mentok bukan urusan panitia itu menjadi tanggungjawab saya," tegas Gufron. (mon) 

Putus Penyebaran Covid-19, PMI Jember Semprot Disinfektan di Tempat Wisata dan Pelayanan Publik




Jember,kabarejember.com 

 - Ditengah pandemi yang tren nya terus meningkat di Kabupaten Jember, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember terus melakukan penyemprotran disinfektan menggunakan kendaraan gunner.


Penyemprotan dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Jember. Ketua PMI Kabupaten Jember E. A. Zaenal Marzuki,SH,MH menjelaskan, pada hari ini Senin 28 Desember 2020 melakukan penyemprotan di Kecamatan Ambulu.



"Hari ini kita lakukan penyemprotan di Kecamatan Ambulu dan ini adalah kecamatan yang ke 19 dilakukan penyemprotan," ujarnya. 


Menurutnya, penyemprotan ini dilakukan karena untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 dan di targetkan seluruh kecamatan di Jember selesai di semprot pada Januari 2021.


"Penyemprotan ditargetkan hingga Januari 2021 dan selesai dilakukan diseluruh kecamatan di Jember," imbuhnya.


Sementara itu, karena kondisi saat ini menjelang pergantian tahun 2021 pihaknya melakukan penyemprotan juga di ruang pelayanan publik, tempat wisata dan tempat lain yang sering menjadi kunjungan masyarakat.


"Kita semprot juga tempat wisata dan tempat lainnya," tutupnya. (Heri/afa/muk/ale/hms) 


28/12/2020

AJI Jember Desak Kepala Daerah Terpilih untuk Perbaiki KIP

 


Jember,kabarejember.com 

---Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  Jember mendesak kepala daerah terpilih di Pilkada Serentak 2020 agar menciptakan keterbukaan informasi publik (KIP). 


Ira Rachmawati, Ketua AJi Jember periode 2020-2023 menjelaskan, keterbukaan informasi publik adalah salah satu unsur dalam kehidupan berdemokrasi dan menjadi kewajiban bagi setiap pemerintahan daerah, agar masyarakat bisa turut mengontrol jalannya pemerintahan. 


“Kita tidak mungkin membicarakan pemerintahan yang bersih (good governance) tanpa diiringi oleh keterbukaan informasi publik. Sudah satu dasawarsa perjalanan Undang-Undang Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tapi prakteknya di daerah belum sesuai harapan,” papar Ira Rahmawati, Ketua AJI Jember periode 2020 – 2023 melalui siaran persnya pada Senin (28/12),


Dalam konteks Kabupaten Jember misalnya, AJI Jember menyoroti perihal indeks keterbukaan publik yang selama lima tahun terakhir selalu menempati peringkat paling buncit dibanding daerah-daerah lain di Jawa Timur.


Berdasarkan survei tahunan yang dilakukan Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2018, Jember menduduki peringkat ke 27 dalam hal keterbukaan informasi publik, diantara total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.


Keterbukaan informasi publik di Jember kian memburuk ketika pada tahun 2019, KI Provinsi Jawa Timur tidak bisa memberikan penilaian.


Sebab, Pemkab Jember tidak mengembalikan Self Assessment Questionnaire (SAQ) yang diberikan KI Provinsi Jatim kepada pihak pemkab.


Tak hanya di Kabupaten Jember, AJI Jember yang sudah berdiri sejak tahun 2006 ini juga meminta pemerintah kabupaten di wilayah Tapal Kuda juga memperhatikan keterbukaan informasi publik,


AJI Jember sendiri memiliki cakupan kerja di lima daerah yaknu Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.


Selain itu AJI Jember juga meminta agar pemerintah kabupaten tidak melakukan intervensi terhadap independensi media.


“Praktik  intervensi ini kerap terjadi. Dengan intervensi melalui iklan, media kesulitan untuk melakukan kerja jurnalistik yang independen. Sehingga media yang seharusnya mendorong transparansi kebijakan publik serta menjadi kontrol ssoail, justru menjadi sarana kapitalisasi dan pencitraan dari kepala daerah. Padahal, iklan media tersebut bersumber dari dana publik. Ini tentu menjadi ironi,” papar Ira.


Untuk mengawal transparansi publik di daerah, AJI Jember juga berencana untuk mendorong peran aktif lembaga non-pemerintah yang lain.


“Kita perlu bersama-sama dengan elemen masyarakat yang memiliki kepedulian, untuk bersama-sama mengawal transparansi kebijakan pemerintah daerah,” papar Ira.


AJI Jember juga mengajak seluruh pekerja media untuk bersama-sama mengawal kebijakan publik di masa pandemi, dengan tetap taat pada protokol kesehatan.


“Peran media yang kritis dan konstruktif, sangat dibutuhkan untuk mengawasi jalannya kebijakan pemerintah dalam mengatasi dampak dari pandemi. Selain untuk mencegah penyimpangan, kontrol media juga penting untuk mendorong kebijakan pemerintah yang tepat dan efektif di masa pandemi,” lanjut Ira. 


Ia juga meminta agar jurnalis taat untuk menerapkan protokol kesehatan perlu ditekankan, untuk meminimalisir resiko jurnalis terpapar covid-19.


“Jurnalis dibutuhkan publik untuk bersama-sama menghadapi dampak pandemi. Karena itu kita mengajak rekan-rekan semua untuk senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan dengan senantiasa menjalankan protokol kesehatan,” papar jurnalis kompas.com ini.


Ira Rahmawati bersama Muhammad Faizin Adi Permana, terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Jember dalam Konferensi Kota (Konferta) yang digelar pada Sabtu (26/12/2020).


Saat ini, AJI Jember sedang menyusun kepengurusan yang baru. Salah satu yang menjadi perhatian adalah  dibentuknya Divisi Perempuan dan Kelompok Marginal pada kepengurusan AJI Jember 2020 – 2023.


“Pembentukan divisi ini untuk memperkuat advokasi dalam liputan-liputan terkait perempuan dan kelompok marginal. Terlebih selama beberapa waktu terakhir, kerap terjadi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan kelompok marginal di Jember dan Banyuwangi, yang hal itu membutuhkan advokasi tersendiri,” papar Ira.


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, konferta AJI Jember kali ini digelar secara daring, dengan melibatkan anggota yang ada di Jember, Banyuwangi dan Lumajang.


AJI Jember bersama AJI Bojonegoro, merupakan AJI Kota kedua yang menggelar konferta secara daring, setelah beberapa hari sebelumnya AJI Kendari menggelar hal serupa.


“AJI Indonesia memang menekankan kepada seluruh anggotanya untuk menaati protokol kesehatan, termasuk dalam hal Konferta. Karena kita tidak ingin, ada anggota yang terpapar Covid-19 setelah mengikuti konferta jika digelar secara konvensional (luring),” ujar Abdul Manan, Ketua Umum AJI saat memberikan sambutan secara daring, dari Jakarta dalam konferta AJI Jember.


Manan mengatakan industri media menjadi salah satu industri yang cukup terdampak dari pandemi yang sudah berlangsung selama 9 bulan ini.


Kondisi ini terutama menjadi tantangan sulit bagi jurnalis dengan sistem kontributor.


“Dalam rantai industri media, kontributor adalah kelompok yang paling rentan dan pertama kali terdampak ketika terjadi krisisi media. Banyak anggota AJI yang berstatus kontributor. Ini akan menjadi tantangan kita dalam setahun dua tahun ke depan, bagaimana kita membantu jurnalis yang terdampak,” tutur Manan.


Meski demikian, Manan mengajak seluruh jurnalis untuk tidak menggadaikan idealisme dan kode etik jurnalis karena alasan krisis.


“Walau dalam kondisi sulit, itu bukan alasan untuk mengurangi profesionalisme,” papar Manan.

 

Tantangan lain di tingkat nasional bagi jurnalisme, menurut Manan adalah soal kebebasan berekspresi di masa Jokowi yang kian memburuk.


“Kita tidak terlalu optimis dengan kebebasan berekspresi di masa Jokowi ini. Tewasnya lima mahasisiwa dalam demo menolak omnibus law kemarin misalnya, sama sekali tidak ada respon dari Presiden Jokowi,” ujar jurnalis Tempo ini.  


Ancaman kebebasan berekspresi di era Jokowi ini juga seiring dengan turunnya indeks demokrasi di Indonesia beberapa waktu terakhir.


The Economist Intelligence Unit (EIU) misalnya, menyebut dalam tiga tahun terakhir, skor indeks demokrasi Indonesia terus mengalami penurunan.


Namun dalam konteks publik, Manan mengajak semua pihak untuk tidak putus asa dalam merawat demokrasi di Indonesia.


“Tetapi kita tetap harus menaruh harapan. Karena harapan adalah enegi bagi kita untuk terus berjuang,” pungkas Manan. 

(mia/afa/muk/hms )

27/12/2020

Pantai Cemara Makan Korban

 



Jember, kabarejember.com 

 -- Pantai Cemara di kawasan pesisir dusun Getem desa Mojomulyo kecamatan Puger Kabupaten Jember, Minggu siang (27/12/'20), menelan korban yang masih anak-anak.


Korban bernama Az, 9 tahun, alamat Dusun Krajan Desa Tanggul Wetan kecamatan Tanggul kab.Jember meninggal dunia karena tenggelam saat bertamasya dengan kedua orang tuanya.


Maksud kedatangan korban bersama orang tuanya untuk mengisi liburan panjang dengan menikmati keindahan pantai Cemara yang sedang viral. Tidak selang beberapa lama korban terlepas dari pengawasan kedua orang tuanya, dan bermain di pantai.


Menyadari bahwa anaknya menghilang kemudian orang tua korban berusaha mencari di keramaian pengunjung. Petugas dan masyarakat ikut melakukan pencarian, dan akhirnya tubuh korban diketemukan dalam kondisi lemas.


Kapolsek Puger, AKP Ribut Budiono ketika dikonfirmasi kabarejember.com melalui selularnya, membenarkan adanya korban tenggelam di pantai Cemara.


"Korban datang bersama orang tuanya ke pantai Cemara. Diduga korban lepas dari pengawasan. Polisi sudah melakukan olah TKP mengevakuasi korban ke Puskesmas Puger untuk mendapat penanganan medis, dan akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas Puskesmas Puger,"ujarnya.


AKP Ribut menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mandi di pantai. "Selain itu masyarakat dan pengunjung pantai Cemara ataupun tempat wisata lainnya agar selalu mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19."pungkas AKP Ribut. (kabul/aris/her)

25/12/2020

SKB Gelar Jumat Berkah di Masjid Al Maghfiroh

 



Jember, kabarejember.com 

 --Komunitas Seputar Kabar Balung (SKB) merupakan salah satu komunitas yang berada di wilayah kecamatan Balung kabupaten Jember yang aktif bergerak di bidang sosial. 


Salah satu agenda kegiatan rutin yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan ke masjid-masjid pada hari Jumat di desa-desa wilayah Balung setiap 2 minggu sekali disebut Jumat Berkah.


Jumat Berkah untuk kali ini, SKB berkolaborasi dengan Komunitas Pemuda Curahlele (KompaC) berlangsung di Masjid Al Magfiroh desa Curahlele, Jumat (25/12/2020), dengan membagikan makanan kepada jamaah.


Ketua SKB, cak Buarto disela kesibukannya membagikan bantuan, menyatakan sangat beruntung dan berbahagia SKB bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk berbagi dan mendistribusikan bantuan.


"Tidak hanya berhenti sampai di sini kegiatan kami, kedepannya SKB akan mengembangkan kegiatannya dalam sub bidang kesehatan dan pemberdayaan lingkungan."kata cak Buarto.


Selain itu cak Buarto juga berharap dukungan Pemerintah  dan element terkait guna membesarkan SKB supaya bisa berbuat lebih dan bermanfaat bagi sesama. (sat) 


Polisi dan TNI Sterilisasi Gereja



Jember,kabarejember.com 

----Guna antisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan bersama dan berharap kondusip dan lancar menjelang Natal dan Tahun Baru, personel Polres Jember dan TNI melakukan sterilisasi dan pengamanan 7 Gereja di kawasan kota Jember, Kamis sore, 24 Desember 2021. 

  Langkah ini salah satunya  untuk mengantisipasi  adanya aksi teror saat pelaksanaan ibadah natal di akhir Desember 2020.  

      Demikian ditegaskan Wakapolres Jember Kompol Windy Safutra saat memimpin apel Operasi lilin Semeru 2020 untuk seterilisasi dan  pengamanan Gereja  di Mapolres Jember, Kamis sore.  

      Kompol Windy juga mengingatkan seluruh anggota polres Jember dan TNI, untuk tidak lupa memperhatikan protokol kesehatan pencegahan covid 19. 

 Dia menjelaskan untuk malam natal, ada 7 Gereja yang menggelar ibadah.  Pihaknya masih menunggu jadwal dari pihak gereja untuk melakukan sterilisas.  Sebab, hari ini baru ada 7 Gereja, yang menggelar kegiatan ibadah tatap muka.  

       Windy juga meminta seluruh anggota polri untuk meningkatkan kewaspadaan supaya tidak kecolongan, seperti terjadi di daerah lain, tahun lalu," kataWindy. 

       Windy juga menghimbau,masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah/ saat liburan Natal dan tahun baru.  Hal ini untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di kabupaten Jember. Sebab, di Jember Penyebaran covid-19 masih tinggi. 

       Ia berharap masyarakat ikut andil untuk menurunkan angka Covid 19 sehingga bisa segera keluar dari Zona merah. (mia/iza/afa) 


       

Eugenia Dhea Adeline, Raih Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020







Jember, kabarejember.com 

 ----Eugenia Dhea Adeline, perwakilan dari Universitas Mulawarman Samarinda menjadi yang terbaik di ajang Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020 yang digelar oleh Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerjasama dengan Badan Pembinaaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam babak final yang digelar hari Kamis sore (24/12), Eugenia mendapatkan skor tertinggi, 4.455 sehingga berhak menduduki posisi pertama. Disusul oleh Robiatul Adawiyah dari UIN KH Ahmad Siddiq (KHAS) Jember di posisi kedua dengan nilai 4.375, dan A. Rifqi Mu’awam utusan dari Institut Seni Indonesia Surakarta di urutan ketiga dengan nilai 4.340.


Dalam karya tulis ilmiahnya, Eugenia mengajukan konsep Komunitas Anak dan Pemuda Pancasila sebagai alternatif membumikan nilai-nilai Pancasila. Menurut gadis asal Tarakan ini, di era seperti saat ini perlu dicari alternatif cara kekinian menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada anak muda. “Saya mengusulkan format diskusi Pancasila untuk kalangan mahasiswa di lokasi yang memang disukai anak muda, misalnya ngopi sambil bincang filsafat Pancasila. Sementara untuk siswa SMA dan yang usianya lebih muda bisa dipakai format permainan untuk menjelaskan sejarah Pancasila,” jelas Eugenia yang tak menyangka bakal jadi nomor satu. 


Bagi Eugenia, diskusi mengenai Pancasila dalam berbagai aspek sudah menjadi kesehariannya, pasalnya Eugenia adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) FKIP Universitas Mulawarman. “Awalnya mendapatkan informasi mengenai ajang Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020 dari dosen, kemudian tertarik ikut. Apalagi saya belum pernah ke Jember. Dari empat calon peserta yang mewakili kampus kami, akhirnya saya yang terpilih mewakili Universitas Mulawarman, dan alhamdulillah jadi juara,” ujar Eugenia yang senang bisa bertemu banyak kawan dan mendapatkan pengalaman baru selama lima hari di Jember.


Untuk diketahui, ajang final Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020 diikuti oleh sepuluh peserta yang terpilih sebagai finalis dari 35 peserta dari seluruh Indonesia. Finalis lainnya berasal dari Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sumatera Lampung, Universitas Tadulako Palu, Universitas Palangka Raya, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, dan Universitas Khairun Ternate. Selama di Kampus Tegalboto, selain mengikuti proses wawancara dan pemaparan karya tulis ilmiah, mereka juga telah mendapatkan materi mengenai Pancasila dan melakukan analisis sosial. 


Selain mengumumkan para juara di tingkat mahasiswa, panitia juga menetapkan tiga pemenang di kategori Anugerah Duta Pelajar Pancasila 2020. Juara pertama dibawa pulang oleh Beni Aji dari SMAN 1 Situbondo, disusul Rifdah Hanifah dari SMAN 2 Jember dan Salsabila Fatma yang merupakan wakil dari SMAN 1 Rogojampi Banyuwangi. Sementara untuk kategori Anugerah Duta Akademisi Pancasila 2020 diberikan kepada Nanang Rakhmad Hidayat alias Nanang Garuda, dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang dikenal sebagai kolektor dan peneliti lambang Garuda. Juara kedua diraih oleh Noorachmat Isdariyanto, dosen Universitas Negeri Semarang, dan Rr. Nanik Setyowati dari Universitas Negeri Surabaya.


Dalam pidato penutupannya, Rektor Universitas Jember berharap langkah Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember yang bekerjasama dengan Badan Pembinaaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar ajang Anugerah Duta Pancasila bakal berlanjut di tahun berikutnya. “Ajang Anugerah Duta Pancasila penting, khususnya bagi generasi muda yang sudah tidak merasakan langsung suasana kebatinan proses kelahiran Pancasila. Dengan ajang seperti ini mereka diajak mendiskusikan Pancasila secara kekinian dengan harapan langkah membumikan dan melestarikan nilai-nilai Pancasila akan terjaga sehingga Pancasila akan terus lestari di nusantara,” tutur Iwan Taruna.


Rosita Indrayati, ketua panitia menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila dan memberikan penghargaan kepada tokoh dan pemuda yang konsisten dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Turut hadir dalam final Anugerah Duta Pancasila adalah Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kemenkum HAM, Prof. Widodo Ekatjahjana, para Wakil Rektor Universitas Jember, Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Andang Subaharianto, dewan juri dan undangan lainnya. Sementara dari Badan Pembinaaan Ideologi Pancasila (BPIP) diwakili oleh Sekertaris Utama, Karjono.   (mia/afan/iim/hms)