26/02/2021

HARI INI, PELANTIKAN BUPATI BANYUWANGI DI GRAHADI SURABAYA

 



Banyuwangi, Merdekanews.net---Bertempat di Gedung Grahadi Surabaya , seluruh Kepala Daerah terpilih pada Pilkada Serentak Desember 2020 lalu,  hari ini (26/2/2021) akan di lantik oleh Gubernur Jatim,  Khofifah Indar Parawansah . Pelantikan serentak ini menjawab teka teki publik pasal nya selama ini isu yang berkembang bervariasi . Seperti hal nya pelantikan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih , Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan H Sugirah akan di lantik oleh Gubernur Jatim pukul 13.30 Wib dalam sesi tahap II di Grahadi Surabaya.


Berdasar info yang di dapat merdekanews.net bahwa pelantikan itu tidak saja melantik Kepala Daerah terpilih ,  akan tetapi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten/Kota serta Propinsi akan di ikut di lantik.  (Anw) 


25/02/2021

Forkopimda Jatim Silaturahmi dan Takziayah ke Pondok Pesantren Annidhomiya, Pamekasan

 


PAMEKASAN, Merdekanews.net. -----  Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jawa Timur Khofirah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G Sudihartawan dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Kamis (25/2/2021), Silaturahmi sekaligus Takziyah serta mengucapkan bela sungkawa atas musibah Bukit setinggi 70 meter di dekat Pondok Pesantren Annidhomiyah di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan longsor dan menimpa asrama santriwati.


Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, didampingi Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim menyebutkan, bahwa sangat prihatin dan berduka atas peristiwa yang menimpa tanah longsor di Pondok Pesantren (Ponpes) yang mengakibatkan 5 (lima) Santriwati meninggal dunia karena tertimpa tebing yang longsor.


Dari peristiwa ini, setidaknya ada 3 (Tiga) kamar yang tertimpa longsor, sehingga menyebabkan 5 (Lima) santriwati meninggal dunia, 2 (Dua) santriwati masih dirawat di Rumah Sakit.


"Saya (Gubernur Jatim) bersama Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim, mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya, atas musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Annidhomiyah. Yang menyebabkan duka mendalam," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (25/2/2021) sore.


Selain mengucapkan bela sungkawa, Forkopimda Jatim, juga memberi bantuan.


Diberitakan sebelumnya, Bukit setinggi 70 meter di dekat Pondok Pesantren Annidhomiyah di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Pada hari Rabu (24/2/2021) dini hari lalu terjadi longsor.


Peristiwa ini menyebabkan 5 (Lima) santriwati meninggal dunia. Dua diantaranya masih dirawat di Rumah Sakit. Peristiwa ini terjadi, saat hujan lebat terjadi di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.


Berikut identitas 5 santriwati yang meninggal dunia akibat timbunan longsor:


1. Rubiatul Adhawia (14 asal Desa Poreh , Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang.

2. Siti Khomariyah (16) asal Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.

3. Santi (14) asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

4. Nur Aziza (13) asal Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember

5. Nabila (12) asal Desa Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.( misdi) 


Polres Lumajang Amankan Remaja Viral Berjoget



Lumajang,Merdekanews.net --- - Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Kanit Pidek Satreskrim Ipda Ahmad Fahri, S.Tr.K. pada hari ini Kamis (25/2/2021) menjemput sekelompok remaja dirumahya di daerah Klakah untuk dibawa ke Polres Lumajang dimintai keterangan terkait aksi joged viral medsos yang dilakukannya di simpang 4 Toga kemarin Rabu (24/2/2021). 


Paursubbaghumas Bagops Polres Lumajang Ipda Shinta mengatakan sekelompok remaja ini berjumlah 5 orang, 2 perempuan dan 3 laki-laki, kelimanya warga Klakah Lumajang. 1 orang perempuan pelajar SMA, 1 orang perempuan Mahasiswa dan 3 orang laki-laki sebagai karyawan sebuah cafe. 


"Menurut pengakuan salah satu orang dari mereka sebagai kreator konten, mereka melakukan aksi joged itu untuk menghibur pengguna jalan, juga untuk membuat konten youtube yang tengah mereka garap. Namun aksi tersebut sempat viral di media sosial dan tentunya meresahkan masyarakat karena dilakukan di zebra cross persimpangan jalan." ujar Shinta


"Setelah dimintai keterangan oleh Satreskrim dan kelimanya mengakui perbuatannya, serta dilakukan pembinaan oleh Satlantas dalam hal ini langsung dibina oleh Kasatlantas AKP I Putu Angga Feriyana, S.H., S.I.K., M.H." imbuhnya


Kasatlantas AKP Putu Angga mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan edukasi dan pembinaan kepada yang bersangkutan agar kedepannya tidak melakukan joged tiktok atau giat lain yang berbahaya di jalan raya. Karena di lampu merah berpotensi kecelakaan, mungkin di sisi lain yang sudah hijau saat penegndara melintas melihat joged yang bersangkutan sehingga konsentrasi terpecah dan berpotensi laka lantas.


"Kami juga himbau agar kedepannya bisa membuat konten baik itu video maupun lainnya yang lebih positif, mengedukasi dan bermanfaat untuk masyarakat. Jadi jangan sampai terkesan anak-anak muda ini terlihat tidak terdidik." ucap AKP Angga


Orang tua dari anak-anak ini pun juga turut dipanggil di Polres untuk menjemput putra putrinya, dan juga diberikan himbuan oleh Paursubbaghumas Ipda Shinta agar lebih mengawasi putra putrinya dalam membuat konten-konten kreatif serta bijak dalam menggunakan medsos.


Kelima remaja ini menyampaikan permohonan maafnya dan tidak akan mengulangi perbuatannya serta menandatangani pernyataan bermaterai yang telah dibuatnya. (Misdi/hms) 

Kadiv Humas Polri Beberkan Kinerja Virtual Police

 


JAKARTA,Merdekanews.net -- Kepolisian Negara Republik Indonesia terus berupaya memantapkan kinerjanya dalam memelihara Kamtibmas. 


Hal ini sesuai dengan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor lima yakni pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas. 


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan mengatakan Virtual Police hadir sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibmas khususnya di ruang digital agar bersih, sehat dan produktif. 


Menurut Irjen Raden Argo, Virtual Police juga merupakan kegiatan Kepolisian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang opini atau konten yang dianggap berpotensi melanggar tindak pidana. 


"Melalui Virtual Police, kepolisian memberikan edukasi dan pemberitahuan bahwa apa yang ditulis ada melanggar pidana, mohon jangan ditulis kembali dan dihapus," kata Raden Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/2). 


Perwira tinggi Polisi kelahiran Sleman Yogyakarta ini menjelaskan bagaimana Virtual Police ini menjalankan tugasnya yaitu peringatan Virtual Police kepada akun yang dianggap melanggar tidak subjektif melainkan lewat kajian mendalam bersama para ahli. 


Adapun prosesnya ialah, ketika di suatu akun ditemukan tulisan atau gambar yang berpotensi melanggar pidana. Kemudian petugas menscreen shoot unggahan itu untuk dikonsulrtasikan oleh tim ahli yang terdiri dari ahli pidana, bahasa dan ITE. 


"Apabila ahli menyatakan bahwa ini merupakan pelanggaran pidana baik penghinaan atau sebagainya maka kemudian diajukan ke Direktur Siber atau pejabat yang ditunjuk di Siber memberikan pengesahan kemudian Virtual Police Alert Peringatan dikirim secara pribadi ke akun yang bersangkutan secara resmi," jelas Raden Argo. 


Peringatan dikirimkan melalui Direct Message atau DM. Tujuannya, ungkap Argo, pihak kepolisian tidak ingin pengguna media sosial tersebut merasa terhina dengan peringatan yang diberikan oleh pihak kepolisian melalui Virtual Police. 


"Diharapkan dengan adanya Virtual Police dapat mengurangi hoax atau post truth yang ada di dunia maya. Masyarakat dapat terkoreksi, apabila membuat suatu tulisan atau gambar yang dapat membuat orang lain tidak berkenan dan untuk menghindari adanya saling lapor,"tambah Raden Argo. 


Disisi lain, Raden Argo menepis kekhawatiran beberapa pihak dengan adanya Virtual Police mempersempit kebebasan masyarakat di ruang digital. 


"Polri tidak mengekang ataupun membatasi masyarakat dalam berpendapat namun Polri berupaya untuk mengedukasi apabila melanggar pidana, Sampai saat ini ada 4 akun yang sudah diberikan peringatan melalui Virtual Police," pungkas Raden Argo.(red)

SENIN INI SMPN I BANYUWANGI GEBER PTM

 



Banyuwangi, Merdekanews.net

Senin,  1 Maret 2021 mendatang,  SMPN 1 Banyuwangi memastikan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) . Sebanyak 873 siswa nya yang sudah mendapatkan ijin dari orang tua akan mengikuti proses PTM tersebut . “ kami terapkan 30 % dari total seluruh siswa nya mengikuti PTM dan satu ship,  sedangka 70% nya secara daring “beber Kasek SMPN I Banyuwangi ,Supriyadi Spd kepada merdekanews.net , Kamis (25/2/2021) . 

Sekolah kata dia sudah mengatur pola aturan prokes meliputi titik droping saat siswa datang di antar oleh orang tua hingga di jemput . Tidak saja titik droping,  di kelas pun sekolah menempatkan pengawas, tujuan nya agar siswa tidak mempunyai waktu berkerumun di dalam kelas dengan teman nya .”kami terapkan 5 M yang ketat dan itu sudah mendapat persetujuan stoke holder sekolah “papar nya. 


Dalam PTM yang akan di geber Senin itu ,  sekolah juga tidak mengharus kan siswa nya untuk ikut PTM jika yang bersangkutan tidak memperoleh ijin dari orang tua nya dengan catatan, tetap mengikuti daring (PJJ). 


Supriyadi berharap bahwa perlu dukungan orang tua siswa untuk mengantar dan menjemput siswa nya agar upaya sekolah dengan memberlakukan prokes yang ketat tidak terbuang percuma, karena bila  mengantar dan menjemput kendor maka di khawatirkan berkerumun dan itu bakal ber implikasi  ancaman covid19 . “kami mohon dukungan penuh orang tua siswa agar siswa yang mengikui PTM untuk di antar dan di jemput. “pungkas nya. (Anw)

Kapolres Lumajang Bersama Forkopimda, Ulama, Dan Santri Ikuti Pencanangan Gerakan Santri Bermasker Secara Virtual

 


Lumajang,Merdekanews.net. -----Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K.,M.Si mengikuti kegiatan pencanangan Gerakan Santri Bermasker secara serentak di wilayah Jawa Timur melalui virtual video conference, Kamis (25/2/2021) dimulai pukul 11.00 s/d 11.37 Wib bertempat di ruang vidcon Polres Lumajang alamat Jalan Alun - alun utara Lumajang.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K.,M.Si, Dandim 0821 Lumajang LETKOL INF Andi A. Wibowo, S.Sos., M.I.Pol, Kasubbag Kesra Pemkab Lumajang Agus Budi H (Mewakili Bupati Lumajang), Kasi Intel Kajari Lumajang Ferdy Siswandana. S.H. M.H (mewakili Kajari Lumajang), Kasi PD Pontren Kemenag Kab Lumajang DR H A Mustain Billah (mewakili Kepala Kemenag Kab Lumajang), Ketua Rois Syuriah PCNU Kab Lumajang sekaligus Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Ds Banyuputih Kidul Kec Jatiroto Kab Lumajang KH RA Husni Zuhri, Ketua PCNU Kab Lumajang Ust Mas'ud, Wakil Ketua MUI Kab Lumajang H M Nur Sjahid, Ketua Yayasan Ponpes Miftahul Ulum Ds Banyuputih Kidul Kec Jatiroto Ust Maksum, Ketua Yayasan Ponpes Kyai Syarifuddin Ds Wonorejo Kec Kedungjajang KH DR Abdul Wadud LC, M.E.I, Kasat Intelkam Polres Lumajang AKP Hari Akriyanto, Santri dari Ponpes Kyai Syarifuddin sebanyak 3 org.


Dalam sambutannya, Kapolda Jatim mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19. 


"Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19," ucapnya Kapolda Jawa Timur pada Launching Pencanangan Gerakan Santri Bermasker. 


Dalam acara ini Kapolda membagikan masker sebanyak 1.287.000 secara simbolis yang di terima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara ini. 


Tak lupa Kapolda Jatim mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jatim, para Kiai, Ulama, dan Santri atas identitas yang telah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan Pemerintah daerah, serta seluruh kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik. 


"Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada tuhan yang maha kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju," Pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta dalam sambutannya. 


Gubernur Jawa Timur, dalam kesempatan ini mengatakan bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan. 


"Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan berseiring dengan proses vaksinasi," Paparnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.


Kapolres Lumajang menyampaikan bahwa pihaknya telah mensosialisasikan Gerakan Santri Bermasker ini kebeberapa pondok pesantren di Lumajang, diantaranya di Ponpes Miftahul Ulum Jatiroto, Ponpes Kyai Syarifuddin Kedungjajang, dan Ponpes Ulul Albab Candipuro Lumajang. Dan ini akan terus dilanjutkan ke pondok pesantren yang lainnya.


"Dalam rangka mendukung program Kapolda Gerakan Santri Bermasker ini kami telah mengecek protokol kesehatan di beberapa pondok pesantren dan menyampaikan Gerakan Santri Bermasker dan akan terus kami sampaikan ke semua ponpes, dengan harapan seluruh pondok  pesantren di Lumajang mematuhi protokol kesehatan 5M guna antisipasi penyebaran Covid 19 di Kabupaten Lumajang" tutur Kapolres Lumajang.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti juga menyerahkan bantuan masker kepada pondok pesantren yang diwakili secara simbolis oleh santri Ponpes Syarifuddin Lumajang.( misdi)

Canangkan Gerakan Santri Bermasker, Wujudkan Jatim Bebas Covid-19.

 





SURABAYA ,Merdekanews.net ---- Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, launching pencanangan "Gerakan Santri Bermasker" guna memutus mata rantai covid-19 di Jawa Timur. 



Hal ini juga di dukung oleh para Kiai dan ulama, serta Forkopimda Jatim, diantaranya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto. Pangkoarmada II, Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan yang berlangsung di gedung Rupatama Polda Jatim, pada Kamis (24/2/2021). 


Pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini secara langsung di hadiri oleh Pejabat Utama Polda Jatim, KH Agoes Ali Mashuri, perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jatim, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, serta Kementerian Agama (Kemenag) Jatim. 


Selain itu, Kegiatan ini juga di ikuti oleh Kiai, maupun ulama dari seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur, dan Polres jajaran di seluruh Jawa Timur secara virtual. 


Dalam sambutannya, Kapolda Jatim mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19. 


"Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19," ucapnya Kapolda Jawa Timur pada Launching Pencanangan Gerakan Santri Bermasker. 


Dalam acara ini Kapolda membagikan masker sebanyak 1.287.000 secara simbolis yang di terima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara ini. 


Tak lupa Kapolda Jatim mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jatim, para Kiai, Ulama, dan Santri atas identitas yang telah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan Pemerintah daerah, serta seluruh kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik. 


"Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada tuhan yang maha kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju," Pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta dalam sambutannya. 


Gubernur Jawa Timur, dalam kesempatan ini mengatakan bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan. 


"Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan berseiring dengan proses vaksinasi," Paparnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (misdi)