Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyuwangi. Tampilkan semua postingan

31/01/2022

PT ASDP Layani LDF Rute Banyuwangi - Lombok, NTB

        Banyuwangi, merdekanews.id - Sejak 26/12/2020 silam PT ASDP Ketapang,  Banyuwangi melayani penyebrangan Long Distance Ferry (LDF) dari Banyuwangi ke pelabuhan Lembar Lombok, NTB. Pelayanan khusus LDF itu di siapkan 3 jam pada siang hari . Seperti yang terekam media ini , KM Parama Kalyani Batam milik Ferry tengah bersandar di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi . Pihak PT ASDP menjelaskan bahwa wsatawan yang hendak bepergian naik kendaraan pribadi menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini bisa langsung menyeberang dari Banyuwangi, Jawa Timur.

        Kapal feri akan berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi langsung menuju Pelabuhan Lembar di Lombok . rute tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan konektivitas Jawa-Nusa Tenggara Barat. Dari total tujuh kapal, termasuk swasta beroperasi di jalur baru tersebut, ASDP akan melayani dengan KMP Portling VII.

        Adapun, jarak tempuh kapal dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan lembar adalah 125 mil atau sekitar 201 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 12,5 jam. (Anw)

29/01/2022

FISIK JALAN TENGAH KOTA BANYUWANGI BERLOBANG

Banyuwangi, merdeka
Beberapa ruas jalan di bawah kewenangan Kabupaten Banyuwangi terlihat sudah rusak dan ber lobang . Cukup membahayakan bagi pengguna jalan terlebih lalu lintas nya tergolong ramai. Seperti contoh fisik jalan tepat berada di kawasan  traffig light Pier Tenden, perempatan Kampung Ujung,  Banyuwangi di beberapa titik ruas jalan nya berlobang dan kerap pemakai jalan terjebak hampir jatuh . konfirmasi merdeka, Sabtu pagi (29/1/2022) kepada Dinas PU CKPR Kab Banyuwangi menyikapi kondisi tersebut, Kabid Bina Marga,  Ebta mengatakan bahwa pihak nya sejak kemarin sudah melakukan pemeliharaan jalan yang berlobang dengan cara tambal sulam ."mohon di pahami pihak PU hanya bisa melakukan kegiatan seperti itu,  mengingat terbatas nya anggaran " pungkas Ebta kepada Merdeka.  (Anw)

FISIK JALAN TENGAH KOTA BANYUWANGI BERLOBANG

 
Banyuwangi, merdeka
Beberapa ruas jalan di bawah kewenangan Propinsi Jawa Timur yang ada di Kota Banyuwangi terlihat sudah rusak dan ber lobang . Cukup membahayakan bagi pengguna jalan terlebih lalu lintas nya tergolong ramai. Seperti contoh fisik jalan tepat berada di kawasan  traffig light Pier Tenden, perempatan Kampung Ujung,  Banyuwangi di beberapa titik ruas jalan nya berlobang dan kerap pemakai jalan terjebak hampir jatuh .(Anw)

19/01/2022

Limbah Sampah Cemari Perairan Ketapang


Limbah Sampah Cemari Perairan Ketapang,  Banyuwangi

        Ketapang,  merdekanews.id - Pantai selat Bali terutama di perairan Ketapang,  Banyuwangi sering kali tercemari oleh limbah sampah non organik . Asal limbah sampah itu belum di ketahui , apakah sampah itu dari sampah rumah tangga warga Ketapang atau sekitar nya yang ikut terbuang pada aliran air menuju ke laut ataukah sampah dari penumpang KM (kapal motor). 

        Fakta itu lah yang perlu di sikapi oleh pihak terkait seperti PT ASDP Ketapang – Gilimanuk maupun instansi terkait untuk mengambil langkah tegas jika di temukan pelanggaran membuang sampah non organik seperti plastik di buang sembarangan terlebih  ke laut . Dengan kondisi seperti itu sangat membahayakan ekosistem laut .

     Karena problem sampah, bukan menjadi masalah nasional lagi melainkan menjadi permasalahan tingkat internasional. Banyak negara yang mengeluhkan jumlah sampah plastik yang terus meningkat dan perilaku pembuangan sampah yang berakhir di laut.

        Hal ini disebabkan oleh peningkatan pemakaian plastik pada semua sisi kehidupan sehingga produksi plastik terus meningkat. Selain produksi yang tinggi, pengelolaan dan pembuangan sampah yang belum strategis menyebabkan penumpukan jumlah sampah plastik di laut semakin banyak.

     Pemakaian plastik sebagai kemasan makanan dan minuman tidak dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Plastik merupakan bahan polimer  sintesis yang murah didapat serta sangat praktis dalam penggunaannya.

       Penggunaan plastik yang tidak dapat dihentikan menyebabkan terjadinya penumpukan sampah plastik di sungai dan berakhir di laut. Menurut Indonesia Solid Waste Association/INSWA (2017), produksi sampah plastik di Indonesia sekitar 5,4 juta ton per tahun, sementara belum ada data akurat mengenai jumlah  pencemaran sampah di perairan Indonesia. (Anw)

Pemberitahuan Instalasi Pengelolahan Air (IPA) Wilayah Kota Denpasar

 




28/09/2021

DPU PENGAIRAN DAMPINGI TEAM VERIFIKATOR PUSAT , KUNJUNGI SUNGAI KALI LO

 


Banyuwangi, merdekanews.id

Kebersihan DAS (Daerah Aliran Sungai) di Banyuwangi tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja namun lebih kompleks menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat .

Kebersihan yang di maksud adalah mengontrol prilaku masyarakat terhadap aliran sungai dengan mewujudkan lingkungan sungai yang sehat , menjaga kondisi sungai bersih otomatis menjaga pengolahan limbah dan sampah agar tidak mencemari aliran Sungai.

Apalagi aliran Sungai itu menjadi salah satu destinasi wisata.

Keinginan tersebut muncul saat Team Penilai Banyuwangi Sehat dari Team Verifikator Pusat terdiri dari Trisno Subarkah, SKM (Ditkes Kemenkes RI) , Dewi Ratih (Ditkesling Kemen PPN/Bappenas) , Rusdi Thahir ST (Kementrian Koperasi RI), dan DR drh Sugiarto (Kemenkes RI DIT PPTVZ) yang di dampingi Team Pemda Banyuwangi terdiri dari, Ir H Guntur Priambodi Kepala Dinas PU Pengairan , DPU Cipta Karya, Bappeda dan Dinas Lingkugan Hidup saat mengunjungi keberadaan Sungai Kali Lo di kawasan Letkol Istiqlah, Banyuwangi , Selasa siang (28/9/2021).

Tujuan penilaian Banyuwangi sehat itu, tak lain melihat kondisi sungai Kali LO di mana konsep nya berbasis pariwisata dan keberadaan DAS Kali LO itu berada di tengah perkotaan Banyuwangi .

namun meski berada di tengah kota, Team Penilai Banyuwangi Sehat dari pusat mengatakan bahwa pihak nya sangat mengapresiasi inovasi yang di lakukan DPU Pengairan Kab Banyuwangi dalam mewujudkan infrastrukture berbasis pariwisata, dan bisa di jadikan destinasi pariwisata dan meng edukasi masyarakat untuk hidup sehat dengan cara menjaga sungai tetap bersih. Selain mengedukasi, ungkap Team Verifikator Pusat bahwa dengan berbasis pariwisata tersebut secara tidak langsung mendongkrak perekonomian mikro masyarakat sekitar sungai, cara nya dengan memanfaatkan lahan yang ada sesuai peruntukan nya bagi destinasi pariwisata. (Anw)

DPU PENGAIRAN DAMPINGI TEAM VERIFIKATOR PUSAT , KUNJUNGI SUNGAI KALI LO

 


Banyuwangi, merdekanews

Kebersihan DAS (Daerah Aliran Sungai) di Banyuwangi tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja namun lebih kompleks menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat .

Kebersihan yang di maksud adalah mengontrol prilaku masyarakat terhadap aliran sungai dengan mewujudkan lingkungan sungai yang sehat , menjaga kondisi sungai bersih otomatis menjaga pengolahan limbah dan sampah agar tidak mencemari aliran Sungai.

Apalagi aliran Sungai itu menjadi salah satu destinasi wisata.

Keinginan tersebut muncul saat Team Penilai Banyuwangi Sehat dari Team Verifikator Pusat terdiri dari Trisno Subarkah, SKM (Ditkes Kemenkes RI) , Dewi Ratih (Ditkesling Kemen PPN/Bappenas) , Rusdi Thahir ST (Kementrian Koperasi RI), dan DR drh Sugiarto (Kemenkes RI DIT PPTVZ) yang di dampingi Team Pemda Banyuwangi terdiri dari, Ir H Guntur Priambodo Kepala Dinas PU Pengairan , DPU Cipta Karya, Bappeda dan Dinas Lingkugan Hidup saat mengunjungi keberadaan Sungai Kali Lo di kawasan Letkol Istiqlah, Banyuwangi , Selasa siang (28/9/2021).

Tujuan penilaian Banyuwangi sehat itu, tak lain melihat kondisi sungai Kali LO di mana konsep nya berbasis pariwisata dan keberadaan DAS Kali LO itu berada di tengah perkotaan Banyuwangi .

namun meski berada di tengah kota, Team Penilai Banyuwangi Sehat dari pusat mengatakan bahwa pihak nya sangat mengapresiasi inovasi yang di lakukan DPU Pengairan Kab Banyuwangi dalam mewujudkan infrastrukture berbasis pariwisata, dan bisa di jadikan destinasi pariwisata dan meng edukasi masyarakat untuk hidup sehat dengan cara menjaga sungai tetap bersih. Selain mengedukasi, ungkap Team Verifikator Pusat bahwa dengan berbasis pariwisata tersebut secara tidak langsung mendongkrak perekonomian mikro masyarakat sekitar sungai, cara nya dengan memanfaatkan lahan yang ada sesuai peruntukan nya bagi destinasi pariwisata. (Anw)

13/09/2021

SEJAK PPKM, LAKA LANTAS DI BANYUWANGI TURUN, MD NAIK

 


Banyuwangi, Merdeka News.net : Kebijakan PKM darurat dan Level 4 dan 3 yang di ambil Pemerintah pusat dalam menahan laju Covid19 , terhitung sejak 3 Juli hingga 30 Agustus 2021 ber imbas pada kejadian Laka Lantas di wilayah hukum Polresta Banyuwangi . Laka Lantas mengalami angka penurunan,   

di mana rata rata kejadian Laka sebelum PPKM dalam sebulan mencapai 60 kejadian, dengan korban meninggal 6 orang. Namun sejak PPKM di berlakukan, tercatat kejadian Laka Lantas di Banyuwangi dalam sebulan mencapai 45 kejadian, hanya saja, kejadian MD (meninggal dunia) mecapai 8 orang. “benar, angka kejadian Laka lantas di Banyuwangi mengalami penurunan sejak PPKM di berlakukan 3 Juli 2021 silam “ beber Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Akhmad Fani Rakhim kepada Merdeka , Kamis(26/8/2021).

Kondisi tersebut di picu kemungkinan besar, enggan nya masyarakat ber aktifitas malam dari pukul 18.00 Wib karena seluruh LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) jalan Poros Kota Banyuwangi padam sejak PPKM , sehingga jalanan lengang . (Anw)

02/08/2021

TANDONISASI, STRATEGI DPU PENGAIRAN BANYUWANGI ATASI KEKURANGAN AIR SAAT KEMARAU

 


Banyuwangi, merdekanews.net

Slogan jangan“air” terbuang percuma, bisa jadi itu ungkapan tepat DPU Pengairan Kab Banyuwangi yang kini tengah di gagas yang di sebut Tandonisasi . Pasal nya melihat fakta pada Musim Kemarau II (MK II) debit sumber air di Banyuwangi sempat turun. Tepat nya tahun 2019 lalu, debit sumber air turun 50 persen. Namun, kondisi itu kini sudah lebih baik jika dibandingkan kondisi pada tahun sebelumnya, dimana debit sumber mata air turun hingga 60 persen.

“Artinya upaya-upaya yang telah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan dalam rangka pemenuhan kebutuhan air sedikit demi sedikit sudah terpenuhi,” ucap Tjatur Nugraha Kabid Pembangunan dan Pengembangan DPU Pengairan Kab Banyuwangi kepada Merdekanews.net via whatsap ,Senin(2/8/2021).

Pembangunan embung-embung lapangan dan konservasi yang telah dilakukan Dinas PU Pengairan sedikit demi sedikit sudah memperbaiki daerah tangkapan air jelasnya , Sehingga sumber air berangsur-angsur kembali normal.

Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian ( small farmreservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan saat musim hujan. Seperti Tandon Karangdoro, Tegal Sari yang kini sudah di manfaatkan masyarakat setempat. Air yang ditampung tersebut, selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang.

Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air ( waterharvesting) yang berfungsi sebagai tempat penampungan air drainase saat kelebihan air di musim hujan, dan sebagai sumber air irigasi pada musim kemarau.

Sementara pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujan yang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air, dan menjadi sumber air irigasi pada musim kemarau.

“Secara operasional sebenarnya embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman ataupun ternak di musim kemarau dan penghujan,”beber Tjatur.

Tujuan pembuatan embung atau tandon untuk pertanian, lanjutnya untuk menampung air hujan dan aliran permukaan pada wilayah sekitarnya, serta sumber air lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.

“ Jadi kita berupaya bagaimana saat kelebihan air, sebisa mungkin air ini ditahan dalam permukaan tanah dan tidak cepat terbuang ke laut,” kata Tjatur.

Keberadaan embung atau tandon dalam aktivitas pertanian, akan menampung air di musim hujan dan digunakan untuk pengairan tanaman di musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas lahan terutama lahan tadah hujan terutama tanaman di musim kemarau.

Dengan demikian, kata dia akan membuka peluang untuk menanam tanaman, terutama tanaman hortikultura pada musim kemarau dilahan tadah hujan. Serta tersedianya air untuk supply irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, perkebunan semusim dan peternakan.

“Embung atau tandon ini juga akan mencegah atau mengurangi luapan air di musim penghujan dan menekan risiko banjir, karena tertampungnya air hujan serta memperbesar peresapan air ke dalam tanah sehingga menjaga kontinuitas sumber air bersih di daerah tersebut,”.

Mengingat Banyuwangi adalah salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur, maka sudah layak pembangunan sumber daya air menjadi salah satu program utama bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. “Dengan wilayah yang luas, sedangkan ketersediaan anggaran yang ada, tidak mungkin akan terpenuhi semua dalam waktu yang bersamaan. Skala prioritas tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam melaksanakan pembangunan sumberdaya air,” pungkas Tjatur menyudahi pembicaraan. (Anw)

02/07/2021

Berinovasi WUJUDKAN “MBESUK”TANPA BERSENTUHAN

Kalapas IIA Banyuwangi Wahyu Indarto


Banyuwangi,  Merdeka News :Sejak masa pandemi Covid19 mewabah, berbagai kegiatan yang sifat nya me mobilisasi masyarakat atau mengundang kerumunan, di larang oleh Pemerintah. Dan aturan itu masuk dalam kategori poin “Prokes”, aturan tersebut tak lain untuk mencegah penyebaran Covid19 di tengah tengah masyarakat. Langkah Pemerintah itu tidak hanya berlaku bagi masyarakat, akan tetapi wajib juga di patuhi lembaga lain nya.

 

 Seperti hal nya lembaga di bawah naungan Kemenkum HAM, salah satu nya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pasal nya Lapas di sebut sebut, lembaga yang paling banyak melayani banyak orang, warga binaan berikut keluarga nya . Akibat covid19,  saat ini sejumlah Lapas meniadakan jadwal kunjungan bagi keluarga warga binaan, akibat nya Lapas pun di tuntut ber inovasi agar keluarga binaan tetap bisa mengetahui keadaan keluarga nya di Lapas . sebut saja salah satu inovasi yang  bakal di wujudkan , yakni LAPAS II A Banyuwangi, dalam waktu dekat akan membangun  ruangan baru ,nanti nya di sekat lalu di lengkapi alat komunikasi semacam telpon umum guna nya untuk komunikasi antara warga binaan dengan keluarga nya saat di besuk, tanpa bersentuhan. “kami upayakan dalam waktu dekat untuk mewujudkan hal itu , hanya saja tergantung anggaran nya “ungkap Kalapas II A Banyuwangi,  Wahyu Indarto,SH.MM kepada Merdeka.net , Kamis siang (1/7/2021) di ruang kerja nya . 

Tidak hanya rencana itu ,  saat ini LAPAS memberikan keleluasaan pemakaian Video Call secara gratis kepada warga binaan.  “ada 4 unit HP Android,  yang di gunakan untuk VC terhadap keluarga warga binaan Lapas, pemakaian nya gratis” beber Wahyu.  Hanya saja pemakaian VC tersebut di waktu jam kerja.
Berdasar dari catatan yang di peroleh merdeka.net , bahwa saat ini Lapas II A Banyuwangi berpenghuni 926 Warga Binaan dengan 44 kamar , padahal Kapasitas Lapas kisaran 260 orang . 

Kalapas IIA Banyuwangi berharap dengan jumlah yang sangat overload tersebut, warga binaan di minta mematuhi “Prokes” terutama kebersihan kamar ,pasal nya dengan cara disiplin itu sama halnya mencegah penyebaran covid19 dalam Lapas . “Alkhamdulillah,  Lapas kami aman “ ucap pria asli Solo itu kepada merdeka. terutama sekali kata dia,  keluarga warga binaan nya yang saat ini jadwal besuk nya di tiadakan,  di minta bersabar karena untuk keamanan kesehatan semua pihak menghadapi pandemi covid19, baik warga binaan, petugas Lapas dan keluarga warga binaan pungkas Wahyu. (anw)

29/06/2021

Polresta Banyuwangi Terima Penghargaan Dari Polda Jatim Kategori Operasional Terbaik

Penyerahan Penghargaan dari Polda Jatim kepada Polresta Banyuwangi


Banyuwangi,  MerdekaNews.Net :Polresta Banyuwangi baru baru ini berhasil meraih juara I dalam penilaian yang di lakukan Polda Jatim pada “Kategori Operasional POS terbaik 2021”  . Polresta Banyuwangi mampu mengungguli 79 Polres/Polrestabes Se Jatim.  Berdasar catatan Merdeka bahwa Polda Jatim memilki 646 Pos Polisi yang tersebar di 79 Polres/Polrestabes pada Kabupaten / Kota di Jatim dan hasil nya Polresta Banyuwangi meraih juara I kategori Operasional POS terbaik .
“Alkhamdulillah,  ini sebuah kerja sama yang baik,  hasil nya sangat memuaskan bagi kami, dan kami bertekad mempertahankan Kategori tersebut “ beber singkat Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Akhmad Fani Rakhim seijin Kapolresta Banyuwangi kepada Merdeka . (Anw)

05/06/2021

WAJIB TAHU!, PROSES SIM SATPAS POLRESTA BANYUWANGI CUKUP 1 JAM

 


Banyuwangi,  Merdeka News: Proses pembuatan SIM di Satpas Polresta Banyuwangi tergolong cukup kilat,pasal ny tidak lebih dari 1 jam, pemohon sudah bisa memegang Surat Ijin Mengemudi (SIM) sebagai persyaratan wajib bagi masyarakat dalam berkendara .
Lihat saja di tabel yang terpampang di lorong kantor Satpas Polresta Banyuwangi,  di tabel itu di beber secara gamblang tentang waktu yang di tempuh pemohon . Di situ masyarakat bisa membaca secara rinci bahwa untuk Pemohon penerbitan SIM Baru meliputi A, B1,  B1 Umum,  dan C memakan waktu 68 menit , sedangkan untuk pengurusan SIM Perpanjangan membutuhkan waktu hanya 8 menit .
Pelayanan super cepat ini lah yang di sebut sebut membuat kantor Satpas Polresta Banyuwangi itu seperti lengang , pasal nya kantor terbilang besar itu tak pernah sesekalipun terlihat berjubel.(anw)

01/06/2021

PROYEK DRAINASE GESARI CAPAI PROGRESS 100 %, TINGGAL PEMBERSIHAN BEKAS GALIAN

 



Banyuwangi,  Merdekanews.net ----- Proyek drainase DPU Pengairan Kab Banyuwangi yang berada di lingkungan Gesari, Kelurahan Pengantigan Banyuwangi kini mencapai progress 100% dan hanya tinggal pembersihan sisa material dan bekas galian yang di pastikan bakal selesai dalam waktu dekat.  Proyek yang di garap oleh CV Gampang Ingat dengan nilai 196.874.000 selama 90 hari kalender itu di kerjakan dengan tepat waktu sesuai kontrak dengan DPU Pengairan Kab Banyuwangi. 

Menurut Kholik selaku pelaksana CV Gampang Ingat  mengatakan kepada Merdeka via whatssap bahwa pencapaian progress 100% itu di capai dengan susah payah pasal nya di pekerjaan nya di potong  dengan puasa dan libur Hari Raya Idhul Fitri otomatis  pekerja nya libur. 

“namun Alkhamdulillah akhir nya proyek drainase ini rampung sesuai kontrak,  kini tinggal pembersihan bekas galian yang ada di jalan “ tandas Kholik. Insya Allah dalam beberapa hari ini proyek ini sudah selesai dan di serahkan ke DPU Pengairan Kab Banyuwangi pungkas nya. (Anw) 




PPKM SKALA MIKRO KEMBALI DI BERLAKUKAN PER 1 JUNI INI

 


Banyuwangi,  merdekanews.net. -----  

PPKM Mikro di seluruh Provinsi kembali di berlakukan mulai 1 sampai 14 Juni 2021. Perkantoran, Rumah Ibadah dan rumah makan diatur dengan batasan maksimal 50 persen. Sementara untuk kegiatan seni budaya di batasi sampai 25 persen dan pusat perbelanjaan hanya beroperasi hingga pukul 21.00.

Sedangkan untuk sekolah dilakukan secara daring dan tatap muka. Ujicoba tatap muka terbatas harus seizin satgas daerah. Sedangkan untuk wisata Indoor dilakukan screening tes antigen atau genose.

Adapun zonasi pengendalian wilayah tingakt RT terbagi dalam empat bagian. Pertama zona hijau yang berarti tidak ada kasus positif Covid-19. Kedua zona kuning yang ditemukan kasus positif dalam 1 sampai 2 rumah saja.

Ketiga zona oranye yang dimana kasus positif ditemukan dalam 3-5 rumah. Pelacakan kontak erat, penutupan tempat bermain anak hingga penutupan rumah ibadah harus dilakukan.

Untuk Banyuwangi Hingga awal Mei 2021 ini, Kabupaten Banyuwangi masuk Zona oranye atau katagori sedang penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Jumlah pasien yang posisitif Covid-19 mencapai 6200 orang lebih. Dari jumlah tersebut 5400 lebih dinyatakan sembuh, 164 dalam perawatan dan 631 meninggal dunia. Dengan status zona oranye di Banyuwangi itu aktifitas PPKM Skala Mikro tidak begitu ketat. (Anw) 



31/05/2021

PEMBENAHAN DAN PENINGKATAN DRAINASE CARA TEPAT DPU PENGAIRAN KAB BANYUWANGI ATASI PROBLEM MASYARAKAT

 


Banyuwangi,  merdekanews.net ---  

Pembangunan Drainase yang memadai salah satu cara tepat dalam mengatasi masalah yang timbul di tengah tengah masyarakat mengingat fungsi drainase untuk mengalihkan debit air . entah air hujan lalu berakibat banjir maupun air sungai baik yang ada di perkampungan perkotaan maupun di pedesaan sehingga dengan membaik nya drainase ,otomatis mengurangi meluap nya air yang mengakibatkan banjir dan ber akibat fatal bagi sarana lain nya.  

Seperti salah satu contoh yang kini tengah di geber oleh DPU Pengairan Kab Banyuwangi salah satu kegiatan nya adalah pembenahan dan peningkatan drainase,  sebut saja di lingkungan Gesari Kelurahan Pengantigan Kab Banyuwangi. 

Saat ini di sepanjang lingkungan Gesari itu sudah memiliki drainase , dan di kerjakan oleh CV Gampang Ingat yang sebentar lagi akan di rasakan manfaat nya oleh masyarakat setempat . Lho kok?  Karena biasa nya di area itu, kerap banjir terlebih saat musim penghujan , hal itu terjadi pasal nya kala itu minim nya drainase sebagai pengalih air sehingga gampang meluap. Air meluap hingga menutupi jalan lalu mengalir ke timur ke arah jalan Batur Singotrunan , Banyuwangi dan ke jalan poros /arteri Basuki Rahmat. 

Kini drainase Gesari sudah rampung dan itu salah satu cara tepat DPU Pengairan Kab Banyuwangi untuk mengatasi masalah banjir di tengah kota. (Anw) 



24/04/2021

Ditpolairud Polda Jatim Turut Serta Dalam Pencarian KRI Nanggala-402 di Perairan Bali



BANYUWANGI,  merdekanewa.net  ---- Dirpolairud Polda Jawa Timur turut serta dalam pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada hari Rabu dini hari, tanggal 21 April 2021 di perairan Bali.


Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak terjadi saat sedang menggelar latihan penembakan senjata strategis di perairan Bali.


Dirpolairud  Koorpolairud Baharkam  Polri beserta team dan Dir polairud polda jatim beserta team melaksanakan pertemuan dengan KSAL di Kapal  KRI dr Suharso 990 dengan beberapa agenda diantaranya.


Sebelum melakukan koordinasi, sebelumnya melaksanakan buka bersama diatas KRI dr Suharso 990. Yang kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan koordinasi dengan posko utama mengenai kegiatan lanjutan evakuasi pencarian titik terakhir daripada kapal selam KRI Nanggala-402.


"Mendapatkan arahan dari KSAL untuk mengetahui situasi saat akan melakukan rencana yang akan dilakukan kedepan," kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Timur Kombes Pol Arnapi, Jumat (23/4/2021) malam.


Ditambahkan Arnapi, yang didampingi oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara menyebutkan, setelah mendapatkan arahan dari KSAL. Dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin langsung oleh Dirpolair Baharkam Polri BJP Yassin.


"Memberikan arahan pada masing masing team (team SAR Koorpolairud baharkam Polri dan team SAR Ditpolairud Polda Jatim), sambil mengecek peralatan dan sarana prasarana yang akan digunakan," tambahnya.


Dirpolairud Polda Jatim menekankan, kembali tentang tugas serta wewenang dan tanggung jawab masing-masing personel. ( mosdi) 


10/04/2021

Polresta Banyuwangi Ungkap Senpi Rakitan dan Ringkus Empat Tersangka

 



BANYUWANGI, merdekanews.net ----- Polresta Bayuwangi ungkap senjata api (senpi) ilegal, di sebuah bangunan rumah yang berada di Jalan Nusa Indah, 57 Desa Boyolangu, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.


Pengungkapan itu dilakukan pada hari Jumat tanggal 2 April 2021 sekira pukul 15.00 WIB.


Kronologinya, pada hari jumat 2 april 2021, anggota Reskrim polresta banyuwangi melakukan penggerebekan home industri (produksi rumahan) senjata api (senpi) modifikasi ilegal.


"Polresta banyuwangi amankan satu orang tersangka yang berperan sebagai pembuat senpi rakitan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Sabtu (10/4/2021) siang.


Dari pengungkapan ini Derektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim akan memback up penuh pengungkapan senjata api (senpi) yang saat ini ditangani oleh Polresta Banyuwangi.


"Nanti di back up penuh oleh ditreskrimum polda jatim," tambahnya.


Dari penggerebekan itu, anggota Reskrim mengamankan satu orang tersangka inisial NM, (51). Tersangka akhirnya dibawa ke polresta untuk dimintai keterangan dan menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.


Tersangka sendiri di persangkaan melakukan tindak pidana membuat, menerima, memperoleh, menyerahkan, membawa, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia senjata api, amunisi, bahan peledak yang dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951.


Dari hasil pengembangan dan proses penyidikan yang dilakukan kepada tersangka pertama, polisi akhirnya kembali mengamankan tersangka lain diantaranya, IPW (48) warga Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi dan satu tersangka lain inisial CS (66) warga Kecamatan Beji Kota, Depok Jawa Barat.


"Awalnya anggota mengamankan satu tersangka, dari pengembangan kembali menangkap tiga tersangka lain," jelas Kombes Pol Arman Asmara Kapolresta Banyuwangi.


Dari pengakuan tersangka NM, dia berperan sebagai pembuat senjata api modifikasi, bahwa dia belajar membuat senpi secara otodidak yang ia pelajari melalui internet. Selain berperan sebagai pembuat senpi, ia juga sebagai perantara penjualan senpi.


Dari hasil pengungkapan ini, polisi tidak hanya mengamankan para tersangka. Juga mengamankan barang bukti diantaranya, satu senpi modif jenis M-16, satu senpi modif jenis lee-enfield, satu senpi modif M-16 singgle, dua magazine M-16, tiga magazine SS1, 53 amunisi senjata cis kaliber 22 MM, 40 amunisi tajam kaliber 7,62 MM, 160 proyektil cis, tiga buah peredam dan barang bukti yang lain termasuk alat pembuat senpi.


"Pengungkapan ini kita amankan beberapa barang bukti senpi dan amunisi dari tangan para tersangka," ungkap dia.


Sementara itu tersangka IPW sebagai pembeli dari tersangka NM, polisi mengamankan barang bukti diantaranya, satu pucuk senpi jenis M-16 modifikasi, satu pucuk senjata Rev kodif cis kaliber 22 MM, satu senpi jenis FN-Broning, satu senpi laras panjang cis kaliber 22 MM serta 111 amunisi kaliber 5,55 MM, kaliber 9 MM serta cis kaliber 22 MN dan cis kaliber 22 MM, serta dua magazine M-16 dan magazine FN-Broning.


Sedangkan dari tangan tersangka AW, yang berperan sebagai pemasok atau penjual 50 amunisi kaliber 9 MM, yang disita dari tersangka NM. Sedangkan tersangka CS berperan sebagai penjual satu pucuk senpi laras panjang cis kaliber 22 MM yang disita dari tersangka IPW.


Dari pengungkapan ini, keempat tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara. (misdi)  


Kapolresta Banyuwangi Sabet Dua Penghargaan Dari Kapolda Jatim

 


Banyuwangi,merdekanews.net ---- 

Kapolresta Banyuwangi mendapat penghargaan terkait dengan pengungkapan Uang Palsu (Upal) dari berbagai Negara senilai 4 Triliun, dan pengungkapan kasus pembuatan Senjata Api (Senpi) Rakitan. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, pada Sabtu (10/4/2021) di gedung Rupatama Wira Pratama Mapolresta Banyuwangi. 


"Saya selaku Kapolda, mengapresiasi jajaran Polresta Banyuwangi yang telah mengungkap uang palsu dan juga senjata api," Ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, usai memberikan pemaparan dan pembekalan kepada seluruh Kapolsek Banyuwangi. 


Lebih lanjut, Kapolda Jatim juga menyampaikan, hal yang dilakukan ini merupakan sarana memeberi motivasi kepada anggota yang berprestasi dalam Tugas Wewenang dan Tanggung  jawab (TWT). 


"Ini merupakan sarana memberi motivasi kepada jajaran Polresta Banyuwangi, dan tentunya juga Polres-Polres lain, untuk bisa bekerja lebih baik," tandasnya. 


Namun Kapolda juga akan memberikan penghargaan kepada Polres-polres atau satuan lain yang telah bekerja dengan baik dalam bertugas. 


"Saya juga akan memberikan penghargaan kepada Polres-polres lain maupun satuan lain yang telah bekerja dengan baik. Ini menunjukkan bahwa dinamika operasional di lapangan bisa berjalan dengan baik," pungkasnya. 


Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara mengatakan, hal ini merupakan wujud keseriusan anggota Polresta Banyuwangi dalam memberantas kejahatan, dan tindak pidana di Banyuwangi. 


"Ini merupakan bukti keseriusan kami dalam memberantas pelaku kejahatan di Wilayah hukum kami," Akunya. 


Kombes Pol Arman juga menyampaikan, terimakasih kepada bapak Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi anggotanya. 


"Terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bapak Kapolda Jatim dan ini akan menjadi semangat dan motivasi bagi kami yang ada di Polresta Banyuwangi," pungkasnya. (misdi ) 

Kapolda Jatim; Mudik Lebaran, Kita Akan Lakukan Penyekatan di 7 Titik Perbatasan

 


BANYUWANGI,,merdekanews.net ----- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara, dan Forkopimda Banyuwangi, Jumat (9/4/2021) sore, melakukan peninjauan Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi Dalam Rangka Pengecekan Kesiapan Penyekatan Arus Mudik Untuk Mencegah Penularan Covid-19.


Peninjauan ini dalam rangka melakukan pengecekan kesiapan kebijakan pemerintah terkait dengan himbauan untuk tidak melakukan mudik lebaran pada tahun 2021.


"Kami Melaksanakan Peninjauan Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi Dalam Rangka Pengecekan Kesiapan Penyekatan Arus Mudik Untuk Mencegah Penularan Covid-19," jelas Kapolda Jatim, usai meninjau pelabuhan, Jumat (9/4/2021) sore.


Ditambahkan, selain meninjau kesiapan kebijakan mudik di pelabuhan ketapang, juga melihat dan mengecek Pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam rangka penanganan Covid-19 yang ada di beberapa pos serta pelaksanaan Vaksinasi.


"Saya bersama forkopimda banyuwangi mengecek kesiapan vaksinasi dan pelaksanaan Prokes," tambahnya.


Selain itu untuk mudik lebaran pada tahun ini, akan dilakukan penyekatan yang bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 dan memastikan jalur distribusi kebutuhan pokok tetap lancar. Sementara untuk penyekatan akan dibagi menjadi tujuh rayon antara lain, Rayon Banyuwangi, Rayon Malang, Rayon Kediri, Rayon Madiun, Rayon Surabaya, Rayon Mojokerto dan Rayon Madura.


"Akan dilaksanakan sosialisasi secara masif terkait giat penyekatan yang akan dilaksanakan di Jawa Timur agar masyarakat mengetahui lebih awal," urainya.


Dalam peninjauan tersebut, selain didampingi oleh forkopimda Banyuwangi, kapolda jatim juga didampingi oleh GM ASDP Ketapang, untuk meninjau fasilitas yang ada di pelabuhan. Diantaranya, Pengecekan kesiapan Pos Digital sebagai sarana untuk memantau apabila ada kendaraan yang memasuki wilayah Jawa Timur.


"Pengecekan jalur penumpang untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, Pengecekan kelayakan kapal dan pengecekan pos penyekatan (pintu keluar ASDP Ketapang," sebutnya.


Selain itu, penyekatan sendiri bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 dan memastikan jalur distribusi kebutuhan pokok tetap lancar. Sementara untuk penyekatan akan dibagi menjadi tujuh rayon antara lain, Rayon Banyuwangi, Rayon Malang, Rayon Kediri, Rayon Madiun, Rayon Surabaya, Rayon Mojokerto dan Rayon Madura.


"Akan dilaksanakan sosialisasi secara masif terkait giat penyekatan yang akan dilaksanakan di Jawa Timur agar masyarakat mengetahui lebih awal," tutup kapolda jatim. (misdi)