08/11/2021

Bicara Gender di IAWP, Kapolri: Polwan di Indonesia Sudah Jadi Jenderal dan Duduki Posisi Risiko Tinggi



NTT - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka The 58 Th International Association Of Women Police (IAWP) Training Conference di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/11/2021). Indonesia menjadi Negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut sejak tahun 1958.


Dalam sambutannya, Sigit membahas soal kesetaraan gender yang dimana, terdapat stereotip bahwa institusi Kepolisian hanya dianggap sebagai pekerjaan bagi kaum pria. Namun, Sigit menekankan saat ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah memberikan ruang kepada para Polisi Wanita (Polwan) untuk mendapatkan hak kesetaraan gender.


"Di Polri kami tentunya berikan ruang untuk itu. Dan saat ini kurang lebih ada tiga Jenderal yang ada di jabatan-jabatan tertentu di Mabes Polri. Dan juga ada beberapa posisi atau jabatan di level operasional yang berisiko tinggi. Ini pun juga ditempati oleh rekan-rekan Polwan," kata Sigit. 


Pemberian ruang tersebut, dikatakan Sigit, lantaran sosok Polisi wanita memiliki peran dan kontribusi yang luar biasa bagi organisasi Polri khususnya dalam mendukung reformasi kultural menjadi Polisi yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.  


"Polwan memiliki kepekaan gender yang lebih baik dalam meningkatkan respon terhadap kejahatan berbasis seksual dan gender, meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, membangun kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan legitimasi lembaga-lembaga penegak hukum," ujar mantan Kapolda Banten ini. 


Menyadari peran strategis wanita di Kepolisian, Sigit menegaskan bahwa saat ini, Polri telah berkomitmen untuk menciptakan institusi Kepolisian yang inklusif bagi semua golongan termasuk perempuan. Dalam hal ini, perubahan kultur berbasis gender di internal kepolisian akan memiliki dampak terhadap sistem penegakan hukum pada umumnya. 


"Jika kita mau mengubah pandangan diskriminatif terhadap perempuan, kita harus memulai dari menyelesaikan permasalahan stereotip di bidang profesi kita yaitu keamanan dan penegakan hukum," ucap eks Kabareskrim Polri itu.


Oleh sebab itu, Sigit memastikan, Polri telah seiring dengan kebijakan Pemerintah soal pengarusutamaan gender. Dalam menerapkan kebijakan itu, Korps Bhayangkara dewasa ini telah melakukan implementasi nyata yang berorientasi gender. 


"Terhadap masyarakat, kantor Kepolisian di Indonesia telah, menyediakan ruang laktasi dan ruang pemeriksaan khusus bagi perempuan dan anak serta dilengkapi dengan fasilitas yang ramah disabilitas," tutur Sigit.


Khusus di internal Polri, Sigit menyebut, Polwan saat ini telah diberikan kesempatan yang sama dalam hal rekrutmen, pendidikan, pelatihan, dan jabatan yang setara dengan Polisi laki-laki. 


"Saat ini, Polwan Indonesia telah menduduki jabatan operasional yang strategis di Kepolisian dan jabatan yang high risk seperti pada misi perdamaian dunia, Densus 88 Antiteror, dan pasukan Brigade Mobile. Polri telah memberikan panggung dan kesempatan yang sama untuk berkarya pada Polri sesuai dengan tema acara ini “Women at the Center Stage of Policing”," papar Sigit. 


Oleh karena itu, dengan adanya acara IAWP ini, Sigit berharap Polwan di Indonesia mampu meningkatkan kerjasama dengan polisi-polisi wanita lainnya diseluruh dunia.


"Polwan dari Indonesia dan Polwan negara lain tentunya dalam kegiatan ini yang akan di bicarakan adalah bagaimana Polwan dan seluruh polisi di dunia perjuangkan kesetaraan gender. Tentunya juga bagaimana saling tukar-menukar informasi dan hal lain seperti pengalaman penting. Dan tentunya ini akan baik untuk masukan di dalam peningkatan kesetaraan gender," kata Sigit.


Disisi lain, Sigit mengapresiasi kegiatan IAWP ini diselenggarakan di Indonesia. Menurutnya, ini membuktikan ke seluruh dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan event internasional yang aman, damai dan sehat di tengah Pandemi Covid-19. 


Indonesia menempati peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan dan pengendalian Covid-19. Keberhasilan yang harus dipertahankan ini, tentunya berkat kerja keras Pemerintah, TNI, Polri, Dinkes, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat.


"Tentunya kebanggan kita semua dan ini juga tentunya berkat kerja keras seluruh teman-teman baik Polisi, TNI, Dinkes seluruh relawan elemen yang terlibat. Sehingga kita mampu kendalikan laju Covid-19. Saat ini angka-angka sangat bagus positivity rate kita dibawah 1. BoR kita dibawah 4 persen semua ada di posisi jauh dari angka yang ditetapkan oleh WHO ini harus kita pertahankan," ujar Sigit. 


Dengan kesuksesan acara IAWP ini, Sigit memastikan, event internasional lainnya yang akan diselenggarakan di Indonesia tentunya akan bisa berjalan dengan baik secara keamanan serta faktor kesehatan. 


"Kita harapkan setelah rangkaian kegiatan ini selesai, laju angka pertumbuhan Covid-19 bisa dikendalikan dan kita bisa laksanakan event internasional yang lain. 


"Dan kita harapkan even ini menjadi moment bagi kita tunjukan pada dunia bahwa Indonesia mampu kendalikam laju Covid-19 dan kita mampu laksakakan event internasional di tengah situasi Pandemi Covid-19 dan angka-angka tetap bisa kita kendalikan dan seluruh rangkaian acara aman lancar dan sehat," harap Sigit.


Untuk diketahui, jumlah peserta yang mengikuti acara pembukaan dan seluruh rangkaian acara konferensi berjumlah 980 peserta. Adapun rinciannya secara langsung dihadiri peserta Internasional sebanyak 39 peserta dari 12 negara dan 2 organisasi internasional serta dari Indonesia sebanyak 407 peserta dengan mengikuti ketentuan protokol Kesehatan. 


Selain itu dihadiri secara online oleh peserta internasional sebanyak 235 peserta yang terdiri dari 39 negara dan Indonesia sebanyak 299 peserta.

Ning Ita Tegaskan Germas Menjadi Tanggung Jawab Bersama



Mojokerto-Merdekanews. net– Gerakan Masyarakat (Germas) hidup sehat harus diterapkan di kota Mojokerto karena program ini sangat berpengaruh terhadap nilai suatu daerah. Untuk itu, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab di panggil Ning Ita menegaskan bahwa Germas menjadi tanggung jawab bersama lintas sektoral.


Hal ini disampaikan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari saat acara Koordinasi Lintas Sektor Dalam Rangka Mendorong Germas Tingkat Kota Tahun 2021 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Raden Wijaya, Jl. Raden Wijaya No. 42 Kota Mojokerto pada Senin (8/11/21).


Dalam kesempatan ini, Ning Ita selain menekan pentingnya kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi perilaku atau budaya sehari-hari kepada masyarakat, ia juga menekankan tentang penanganan stunting.


Perlu diketahui, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.


Menurut Ning Ita meski angka stunting di Kota Mojokerto masih jauh dari batas provinsi dan nasional namun hal ini sangat disayangkan. Karena sebagai wilayah perkotaan, di setiap wilayah Kota Mojokerto telah terjangkau semua sarana prasarana berbeda dengan wilayah pedesaan. Oleh karena itu penanganan stunting perlu perlu menjadi perhatian utama dalam Germas.


“Disamping itu penanganan stunting juga merupakan upaya untuk mewujudkan generasi emas 2045. Karena jika masih ada bayi stunting terutama di wilayah perkotaan cita-cita generasi emas tidak akan terwujud”, ujarnya.


Oleh karena itu melalui koordinasi lintas sektoral ini, Ning Ita berharap semua sektor memiliki kesepakatan bersama tentang tugas masing-masing.


Sementara itu, Plt. Kepala Dinas kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) kota Mojokerto, Hariyanto SE mengatakan secara umum menyelenggarakan kegiatan untuk masyarakat pola hidup sehat dengan peran sektor lainnya.


“Tujuan ini mengupayakan menurunkan beban penyakit, menurunkan biaya pelayan kesehatan, meningkat produktivitas penduduk, menekan biaya finansial masalah masyarakat beban kesehatan”, tuturnya.  


Selain diikuti oleh ASN di Pemerintah Kota Mojokerto koordinasi pagi ini juga dihadiri oleh pihak dari Polresta Mojokerto yang diwakili oleh Kasat Binmas AKP. Anang Leo Afera dan dari Kodim 0815 diwakili oleh Pasandi Letda. Inf. Purwoko".yn.

Pembagian Nasi Bungkus, Sebagai Bukti Kepedulian Polri Kepada Sesama


 Jombang_Merdekanews.id

Jombang, Guna mendekatkan diri dengan Masyarakat, Polwan Polres Jombang membagikan nasi bungkus kepada juru parkir dan tukang becak. Ratusan nasi bungkus tersebut dibeli dari sejumlah pedagang kaki lima di wilayah Jombang Kota.


Kaurmintu Sat lantas Polres Jombang Ipda Rita Puspita Sari yang memimpin kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan bakti sosial itu bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak penerapan PPKM akibat pandemi COVID-19.



Pembagian nasi bungkus itu menyasar di lima titik, di antaranya sepanjang Jalan KH. Wakhid Hasyim, Simpang Empat RSUD Jombang, Depan Stasiun Kereta Api serta Simpang Tiga Pabrik Gula Jombang.


“Selama pandemi ini, banyak yang terdampak. Dari situ, kami membeli makanan berupa nasi bungkus dari Pedagang Kakilima untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti pengayuh becak, tukang parkir, pemulung dan masyarakat yang melintas,” kata Ipda Rita, Senin, (8/10/2021).


Ia menjelaskan, sebelum kegiatan berbagi itu dilakukan, anghota terlebih dahulu berbelanja ke pelaku UMKM seperti PKL yang jualan nasi bungkus. Nah, hasil pembelian itu kemudian dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan.


Menurut dia, program membeli dari Pedagang kaki lima tersebut merupakan bagian dari membantu pemerintah dalam menggairahkan atau pemulihan ekonomi masyarakat Jombang.


"Selain itu juga bertujuan sebagai ladang amal dan ibadah dengan berbagi kepada sesama,” jelasnya.


Tak hanya itu, menurut mantan Kaurmintu Sat Binmas Polres Jombang tersebut maksud dan tujuan berlanjutnya program itu juga menjalankan tugas polri sebagai mitra masyarakat.


“Selain itu, agar masyarakat merasakan keberadaan kami dalam berupaya melindungi mengayomi dan melayani masyarakat. Karena Polisi adalah mitra masyarakat,” tuturnya.


Sementara itu, pihaknya berupaya jika kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi dan inovasi untuk pihak lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan kegiatan tersebut tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).(rina)

Amunisi Menjelang Musim Hujan Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung Diawali Gebrakan Pembersihan Saluran Irigasi

 


Jombang_Merdekanews.id

Warga Desa Gambiran melakukan gebrakan pembersihan saluran irigasi menjelang musim penghujan sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini dilakukan masyarakat sekitar secara gotong royong yang dipandu langsung oleh Kepala Desa Gambiran (Bpk Jupri) yang mana kegiatan telah dimulai sejak tanggal 31 Oktober 2021 sampai dengan saat ini pun masih terus berlangsung.



Demi menghindari datangnya wabah penyakit dan tersumbatnya aliran irigasi akibat musim hujan yang semakin hari semakin intens dan deras. Warga Desa Gambiran melakukan gotong royong mulai dari penggalian parit, pembersihan selokan disepanjang ruas saluran Gambiran selatan RW 02 dan saluran Gambiran Utara RW 01. "Gotong royong ini merupakan tradisi warisan yang masih eksis hingga sekarang dan solusi penyelesaian pekerjaan yang dianggap mengganggu roda kehidupan sosial di lingkungan apalagi menjelang musim hujan ini masyarakat pun harus berperan aktif terhadap saluran-saluran air yang tersumbat" Ujar Kades Jupri. Dengan keterlibatan pemerintah desa Gambiran dan warga desa bersama-sama menyiapkan amunisi guna menyikapi dan menghadapi musim penghujan.


Selain bertujuan untuk membersihkan lingkungan sekitar, kegiatan ini juga bertujuan untuk membina hubungan sosial antara anggota masyarakat. Semakin baik silaturahmi terjalin maka kekompakan antar anggota masyarakat juga akan semakin meningkat. "Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas suport dan kerjasama para ketua RT/RW, Kepala Dusun, BPD, tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Desa Gambiran atas kegiatan ini" ujar Kades Jupri. (rina)

Jelang Ajang Superbike di Mandalika, Kapolri Tegaskan Soal Pencegahan Laju Pertumbuhan Covid-19

 


NTB - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (7/12/2021), menjelang pelaksanaan Asian Talent Cup dan World Superbike Championship (WSBK) mendatang.


Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung untuk memastikan pengamanan dan penanganan serta pengendalian Covid-19 berjalan dengan baik mulai dari persiapan, saat berlangsung hingga berakhirnya event internasional tersebut. 


"Beberapa hari kedepan akan dilaksanakan event internasional yang akan dilaksanakan di Mandalika, mulai kejuaraan Asian Talent Cup sampai Superbike. Tentunya ini akan menjadi ujian buat kita apakah kita mampu untuk melaksanakan event internasional, namun laju pertumbuhan Covid-19 bisa kita jaga," kata Sigit kepada wartawan usai meninjau Sirkuit Mandalika. 


Untuk mencegah laju pertumbuhan virus corona, Sigit menekankan, seluruh pihak terkait di NTB, bersama-sama dengan TNI, Polri, Dinkes, relawan, tokoh masyarakat dan agama, untuk bersinergi melakukan percepatan akselerasi vaksinasi Covid-19. Dengan akselerasi vaksinasi, mantan Kapolda Banten ini menyebut, kekebalan komunal dari virus corona akan segera terwujud. Sehingga, pelaksanaan event internasional, bisa berjalan baik dari segi keamanan dan kesehatan. 


"Oleh karena itu tentunya kami, selalu mengingatkan bahwa percepatan akselerasi vaksinasi untuk memastikan masyarakat kita memiliki kekebalan dan imunitas terhadap Covid-19," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut. 


Selain akselerasi vaksinasi, Sigit menegaskan, harus dilakukan penguatan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat. Mengingat, hal itu masih menjadi upaya untuk mencegah laju penyebaran virus corona.


"Tentunya agar prokes tetap dilaksanakan secara kuat. Sehingga kita bisa laksanakan event secara baik, laju Covid-19, bisa dijaga dan dampaknya pertumbuhan ekonomi akan semakin baik," ucap Sigit.


Sigit pun merasa optimis bahwa pelaksanaan event internasional di NTB bakal berjalan dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan. Menurut Sigit, hal itu sebagaimana kesuksesan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua beberapa waktu lalu. Kegiatan yang berjalan lancar tersebut bisa berjalan beriringan antara keamanan dan faktor kesehatan. Sehingga, tidak mengakibatkan meledaknya angka Covid-19 pasca-event nasional tersebut. 


"Beberapa waktu lalu PON ke-XX berjalan baik dengan tetap menjaga prokes. Alhamdulillah untuk pertumbuhan Covid-19 pada saat itu betul-betul bisa kelola, sehingga tidak muncul gelombang ketiga," tutur Sigit. 


Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, bahwa Indonesia berapa di peringkat paling atas se-Asia Tenggara dalam hal menekan laju pertumbuhan virus corona. Menurutnya, itu berkat kerja keras dan kerjasama antar seluruh elemen.


"Seperti rekan-rekan ketahui atas kerja keras dari seluruh elemen TNI, Polri, gugus Dinkes, relawan, BIN dan seluruh yang terlibat sebagai vaksinator dan langkah-langkah dalam rangka laksanakan dan pengawalan prokes, maka saat ni angka kita sudah sangat bagus dibandingkan beberapa waktu lalu. Bahkan Indoensia menempati posisi pertama di Asia Tenggara dalam indeks Nikkei. Ini semua harus dipertahankan, event nasional maupun internasional," papar Sigit.


Demi memastikan pelaksanaan event internasional tersebut berjalan dengan baik dan aman, Panglima TNI dan Kapolri juga memimpin rapat pengarahan bersama dengan Forkopimda NTB. Sigit menekankan, apabila Asian Talent Cup dan WSBK bisa berjalan dengan baik, maka NTB khususnya di Sirkuit Mandalika akan siap menggelar perhelatan Moto GP 2022.


Sigit mengapresiasi Forkopimda NTB lantaran memiliki catatan progres yang baik dalam hal penanganan dan pengendalian Covid-19. Diantaranya adalah, akselerasi vaksinasi. Dalam laporan yang diterima, Sigit memaparkan bahwa, di Mataram Barat sudah mencapai vaksinasi dosisi pertama sebesar 96 persen. Sementara, Lombok Tengah di angkap 70,94 persen. 


"Langkah ini sudah cukup bagus dan berdampak pada positivity rate dan angka-angka lain. Di NTB, saya lihat semua menurun, kasus updetnya dibandingkan dengan nasional, untuk NTB positivity rate ada di bawah nasional 0,11 persen, sedangkan angka nasional sendiri 0,37 persen. Saya kira ini pekerjaan yang terlihat hasilnya. Sehingga ini juga tentunya jadi modal untuk masuk persiapkan pelaksanaan kegiatan di Mandalika," papar Sigit. 


Meski mengalami progres positif, Sigit berharap, Forkopimda NTB tetap melakukan antisipasi dan mempertahankan tren baik yang saat ini sudah ada. Hal itu demi mengantisipasi adanya risiko sekecil apapun terkait dengan lonjakan Covid-19. 


Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sigit menyebut, seluruh pihak tidak boleh lengah ataupun abai, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti gelombang ketiga Covid-19. Protokol kesehatan harus tetap disiplin, meskipun saat ini adanya penurunan asesmen terkait PPKM level yang diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat. 


"Harus cek semua rumah sakit yang ada dan antisipasi. Karena ada risiko dengan turunnya angka tersebut dan turunkan asesmen level yang berdampak banyaknya aktivitas. Dan kelonggaran ini diantisipasi jangan sampai lengah dan abai, hingga akhirnya tanpa kita sadari kita kecolongan dan muncul gelombang ketiga," ujar Sigit. 


"Pengalaman di akhir tahun selalu kita hadapi situasi seperti libur dan setelah libur angka naik. Tolong pertahankan angka yang sudah baik," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Bripka Yumawan mantan Brimob, Bhabinkamtibmas yang juga Ustazd..



Surabaya, 7 Nov 2021 - Selalu berpenampilan lugas dan sederhana dalam keseharian dalam berpenampilan, mantan Anggota Brimob Kelapa Dua Bripka Yumawan berusaha maksimal dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayahnya, sebagai seorang Bhabinkamtibmas harus tahu wilayah binaannya.


Dengan berbekal ilmu yang diperolehnya dilingkungan Nadhatul Ulama tempat ia dilahirkan, sehingga mudah mengaplikasikan ilmunya sebagai Khotif Jumat dari masjid ke masjid dan mengisi pengajian rutin di Desa Melati Kec. Mojo Kediri serta mengajar mengaji di TPA Mushola Al Mubarok di Desa Banjaranyar 02/05 Kras Mojo ini dengan mengugunakan Kitab'e ta'lim muta'alim dengan jumlah santri 20 anak yang duduk dibangku SMU/SMP tanpa dipungut biaya.


Kegiatan sebagai Khotib dan Guru ngaji dari Bripka Yumawan, Polisi kelahiran Keras Kediri ini yang sudah dikarunia 3 orang anak ini dimana anak tertuanya sedang mondok di Ponpes Ploso Mojo juga mendapatkan dukungan dari Kapolsek Mojo Iptu Pantjoro Yudo.


Dukungan dari tidak hanya dari internal Kepolisian tetapi juga mendapatkan dukungan dan apreasi dari Muhammad Mahmud Ketua PC Nadhalatul Ulama Kab. Kediri yang memberikan suport bahwa apa yang dilakukan oleh Bripka Yumawan ini adalah sangat membantu dalam memberikan pencerahan keimanan dan ketaqwaan, Bripka Yumawan merupakan aset Kepolisian yang benar-benar harus kita dukung, ujar ketua PCNU Kediri KH. Muhammad Mamum.


Kegiatan Jumatan Keliling yang dilakukan oleh Bripka Yumawan sudah dilakukan sejak 2004 silam (....)

Bripka Yumawan mantan Brimob, Bhabinkamtibmas yang juga Ustazd



Surabaya, 7 Nov 2021 - Selalu berpenampilan lugas dan sederhana dalam keseharian dalam berpenampilan, mantan Anggota Brimob Kelapa Dua Bripka Yumawan berusaha maksimal dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayahnya, sebagai seorang Bhabinkamtibmas harus tahu wilayah binaannya.


Dengan berbekal ilmu yang diperolehnya dilingkungan Nadhatul Ulama tempat ia dilahirkan, sehingga mudah mengaplikasikan ilmunya sebagai Khotif Jumat dari masjid ke masjid dan mengisi pengajian rutin di Desa Melati Kec. Mojo Kediri serta mengajar mengaji di TPA Mushola Al Mubarok di Desa Banjaranyar 02/05 Kras Mojo ini dengan mengugunakan Kitab'e ta'lim muta'alim dengan jumlah santri 20 anak yang duduk dibangku SMU/SMP tanpa dipungut biaya.


Kegiatan sebagai Khotib dan Guru ngaji dari Bripka Yumawan, Polisi kelahiran Keras Kediri ini yang sudah dikarunia 3 orang anak ini dimana anak tertuanya sedang mondok di Ponpes Ploso Mojo juga mendapatkan dukungan dari Kapolsek Mojo Iptu Pantjoro Yudo.


Dukungan dari tidak hanya dari internal Kepolisian tetapi juga mendapatkan dukungan dan apreasi dari Muhammad Mahmud Ketua PC Nadhalatul Ulama Kab. Kediri yang memberikan suport bahwa apa yang dilakukan oleh Bripka Yumawan ini adalah sangat membantu dalam memberikan pencerahan keimanan dan ketaqwaan, Bripka Yumawan merupakan aset Kepolisian yang benar-benar harus kita dukung, ujar ketua PCNU Kediri KH. Muhammad Mamum.


Kegiatan Jumatan Keliling yang dilakukan oleh Bripka Yumawan sudah dilakukan sejak 2004 silam (....)