30/04/2023

Antisipasi Kemancetan, Satgas Kamseltibcar Patroli Turjalin


Lumajang, Merdekanews.id Satuan Tugas (Satgas) keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) lantas Ops Ketupat Semeru 2023 Polres Lumajang melakukan patroli di daerah rawan macet dan laka lantas di seputaran Alun-Alun dan jalan Pelita Lumajang, Sabtu (29/4/2023) malam.

Hal ini dilaksanakan agar terwujudnya Kamseltibcar lantas di wilayah Kabupaten Lumajang pada kegiatan Operasi Ketupat Semeru 2023.

“Kegiatan rutin Patroli dan pengaturan arus lalu lintas difokuskan pada rawan laka,macet kususnya jalan raya Klakah untuk mencegah kemacetan dan laka lantas,” Kasatgas Kamseltibcarlantas Satlantas Polres Lumajang, Ipda Didit Ardiana Abdillah.

Di samping patroli dan gatur lalin, anggota Kamseltibcarlantas Polres Lumajang juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas serta mematuhi peraturan dalam berlalu lintas di jalan raya.

“Kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna jalan raya serta mencegah timbulnya gangguan Kamseltibcar dan tindak kriminalitas di daerah hukum Polres Lumajang,” tandasnya.

Polres Lumajang Intensifkan Pengamanan di Sejumlah Objek Wisata Selama Libur Lebaran


Lumajang, Merdekanews.id Polsek Lumajang mengamankan objek wisata yang terdapat di wilayah Kabupaten Lumajang selama libur Idul Fitri 1444 Hijriah.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, personil Polres Lumajang di tempatkan  di lokasi wisata yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang seperti Wisata Pantai Watu Pecak, Pantai Wot Galih, Pemandian Selokambang, Pemandian Tirtosari, dan hutan bambu.

"Kami siap memberikan pengamanan, pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat khususnya wisatawan yang datang berlibur," kata Kapolres Lumajang AKBP Boy Jekcson Situmorang melalui Kasi Humas Ipda Novandy Helda Prasetya.

Ipda Novandy menyampaikan, situasi objek wisata wilayah Kabupaten Lumajang mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah saat musim libur Lebaran.

"Pengamanan dilakukan secara maksimal untuk menekan kerawanan Kamtibmas seperti aksi kejahatan, kemacetan, maupun potensi kecelakaan bagi pengunjung,” jelasnya.

Novandy juga mengimbau kepada pengelola dan pengunjung objek wisata tetap memperhatikan aspek keselamatan seperti orang tua mendampingi anak saat sedang bermain di pantai.

“Pengamanan di tempat wisata kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan liburan,” ujarnya.

Petugas kepolisian juga melakukan patroli di sekitar lokasi wisata guna memastikan keamanan sekaligus memberikan imbauan kepada pengunjung agar berhati-hati saat menikmati liburan.

Satgas Preventif Polres Lumajang Patroli Antisipasi 3C dan Pantau Debit Air di Biting



Lumajang, Merdekanews.id Satgas Preventif Operasi Ketupat Semeru 2023 Polres Lumajang terus meningkatkan kegiatan patroli di wilayah Kabupeten Lumajang.

Patroli malam dilakukan secara hunting untuk antisipasi 3C serta memantau debit air di Dusun Biting pasca banjir.

“Patroli ini dalam rangka cipta kondisi antisipasi tindak kriminalitas berupa C3 (curat, curas, dan curanmor), balapan liar dan kejahatan jalanan lainnya. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman melakukan aktifitas saat malam hari,” kata Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Novandy Helda Prasetya.

Ipda Novandy menuturkan, patroli tersebut menyasar ke sejumlah titik diantaranya Jalan Desa Kuterenon, Dusun Biting, Desa Selok Besuki, dan jalan Lintas Timur.

"Selama kegiatan patroli hunting system tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas, dan debit air di sungai Biting normal tidak ada kenaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kegiatan ini sebagai upaya polri memberikan ketertiban dan keamanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa nyaman menjalankan aktifitas sehari-hari.

"Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Satgas Preventif dalam menjaga dan mengatisipasi tindak pidana yang terjadi sehingga tercipta nya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," pungkas Ipda Novandy

Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Jatigedong Masih Menyisahkah Misteri


Jombang, Merdekanews.id - Pemeriksaan dugaan penyelewengam dana Bumdes Jatigedong Tahun Anggaran 2020, terus bergulir. Pasalnya, laporan yang dimasukkan LSM LPHM sejak tahun 2021, masih menyisakan misteri dan bermacam pertanyaan. Sebut saja aksi saling lempar antara penyidik dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Jombang dengan Inspektorat Jombang.
Semula, kabar yang beredar kasus dugaan penyelewengan dana 588 juta tersebut karena hasil laporan LPHM ke unit Tipikor. Namun seiring berjalannya waktu, saat Kepala Inspektorat Abdul Majid Nindyagung dan inspektorat pembantu (Irban) bidang Investigasi dan beberapa staf di ruang rapat lantai dua gedung inspektorat, akhirnya tabir dugaan penyelewengan dana Bumdes Jatigedong mulai terkuak. Saat dikonfirmasi, Irban Eko Prasetyo mengaku sebelum ada laporan dari LSM LPHM, sudah terdapat aduan dari pihak Pemdes Jatigedong untuk memeriksa seluruh cash flow neraca keuangan di Bumdes Jatigedong. 

"Jadi sebelum kami dimintai pihak Polres Jombang dalam hal ini Unit Tipikor pada tanggal 21 November 2021 lalu, kami sudah melakukan auditing ke Bumdes Jatigedong," papar Eko Prasetyo.

Bahkan eko mengakui, ada beberapa kesalahan dalam sistem pelaporan neraca keuangan. Sehingga angka 588 juta itu terdapat tumpang tindih antara pengeluaran dan piutang. Namun secara keseluruhan terdapat angka yang belum dilaporkan termasuk beberapa item yang seharusnya tidak boleh dilakukan pengurus Bumdes dan Pemdes Jatigedong. Diantaranya dana Bumdes dipinjam Pemdes Jatigedong, untuk perbaikan mobil siaga desa, THR, dana covid, hingga perbaikan gapura dan lain-lain.

"Seluruh bukti kuitansi ada banyak ya (sambil menunjukkan fotocopy puluhan kuitansi)," jelas Eko diamini beberapa staf auditor perempuan yang lain.

Namun ironisnya, saat didesak tentang pengembalian dana ratusan juta tersebut, Eko berdalih bahwa kewenangan inspektorat hanya audit saja sebagai APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah). Selebihnya soal dana yang konon katanya dikembaikan oleh pihak Bumdes dan Pemdes yang juga sempat meminjam uang hingga 200 juta lebih, itu adalah kewenangan Penyidik Unit Tipikor. 

"Kami hanya memeriksa dan membantu perbaikan pelaporan keuangan sesuai dana yang dilaporkan sejumlah 588 juta tersebut. Kami tidak bisa melacak apakah benar dana-dana yang dilaporkan LSM LPHM  telah dikembalikan oleh pihak Pemdes Jatigedong dan beberapa perangkat dan pengurus Bumdes," urai Eko. 

Sementara itu Ketua LSM LPHM PANDAWA Jombang Cucuk Wahyu Riyanto yang merasa janggal dengan proses penyelidikan dugaan bancakan dana Bumdes Aneka Usaha Desa Jatigedong kembali menemui Unit Tipikor Polres Jombang dan Inspektorat Jombang.

Kepada sejumlah awak media, Sabtu (29/4/2023)Cucuk mengungkapkan, hanya mendapatkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) yang ke-13. Ironisnya, dalam surat tersebut Penyidik Unit Tipikor menyebutkan tidak ditemukan penyelewengan, tetapi hanya kesalahan administrasi. Sehingga berkas hasil audit dikembalikan ke inspektorat selaku APIP. Padahal dana sebesar 588 juta yang diduga jadi bancakan tersebut, jelas-jelas diakui para pengurus Bumdes, perangkat Desa Jatigedong saat diperiksa para auditor Inspektorat. 

"Apakah dana yang sudah diambil tidak sesuai mekanisme keuangan dan pertanggungjawaban, kemudian setelah dikembaikan uang yang dijadikan bancakan itu, apakah bisa menghilangkan unsur pidananya? Kalau saya tidak melaporkan dana 588 juta tersebut, jelas uang hasil CSR dengan PT CJI Ploso Jombang akan raib," ungkap Cucuk dengan nada tinggi.

Tak sampai disitu saja, Cucuk mengaku sudah mendatangi kantor inspektorat Jombang. Kebetulan ditemui langsung oleh kepala inspektorat Abdul Majid Nindyagung dan beberapa staf bidang investigasi. Cucuk mempertanyakan pada auditor terkait dengan dugaan  penyelewengan dana Bumdes Jatigedong. Termasuk mekanisme pengembalian uang yang diduga telah diselewengkan. Salah satunya terkait dana pajak senilai 90 juta rupiah yang belum dibayarkan oleh Bumdes Jatigedong ke Kantor Pajak Pratama Jombang. Bahkan soal keabsahan dana yang dianggap mal adminitrasi, pihak inspektorat tidak tahu menahu sejauh mana uang yang dikembalikan benar-benar sudah diterima pihak Bumdes atau belum.

"Kalau mengenai mekanisme pengembaliannya kami tidak tahu persis dan kami tidak pernah melihat secara langsung uang-uang pengembaliannya. Kami hanya berdasarkan dari bukti kuitansi (sambil menunjukkan setumpuk kwitansi).  Serta keterangan bahwa masih ada dana-dana lain yang memang belum dikembalikan. Semisal seperti uang masker senilai 40 juta rupiah, keuntungan jual masker 16 juta dan kekurangan dari 588 juta sejumlah 11 juta yang dipinjam pihak Pemdes Jatigedong," papar mantan Kabag Hukum Setkab Jombang. 

Bahkan mengenai pajak, inspektorat menyatakan hingga saat ini belum dibayarkan ke Kantor Pajak Jombang. Berdasarkan laoran tim auditor, lanjut Agung, pihak Bumdes berjanji akan segera mengurus NPWP.

"Tapi uangnya masih ada sejumlah 90 juta rupiah, tapi itu di luar kewenangan kami. Soal uang pajak yang belum dibayarkan Bumdes Jatigedong, bisa ditanyakan ke kantor pajak Pratama," pungkas Agung.

Ironisnya, keterangan terbuka dari pihak inspektorat Jombang saat dikroscek ke Rifinardi Direktur Bumdes Jatigedong justru sebaliknya. Ia mengatakan, pajak Bumdes Jatigedong sebesar 90 juta sudah dibayarkan ke Kantor Pajak Jombang. Namun tidak bisa menunjukkan bukti pembayaran pajak dan kapan dibayarkan.

Bahkan melalui pesan Whats App, saat ditanya tentang laporan pengeluaran keuangan tahun 2020, pajak tahun 2020 dan Dana Pokmas yang tidak ada laporannya,  Rifinardi hanya menjawab dengan kalimat singkat berbunyi
"Pajak sdh terbayar
Lap melalui komisaris
Uang pokmas pengelola yg tahu,"ungkap Rifinardi melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu secara terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App, Kepala Desa Jatigedong sekaligus Komisaris Bumdes ST Junaidah terkait dugaan penyelewengan dana 588 juta tersebut, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban sama sekali. (Tim/Mac)

Polres Lumajang Intensifkan Pengamanan di Sejumlah Objek Wisata Selama Libur Lebaran


Lumajang , Merdekanews.id Polsek Lumajang mengamankan objek wisata yang terdapat di wilayah Kabupaten Lumajang selama libur Idul Fitri 1444 Hijriah.

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, personil Polres Lumajang di tempatkan  di lokasi wisata yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang seperti Wisata Pantai Watu Pecak, Pantai Wot Galih, Pemandian Selokambang, Pemandian Tirtosari, dan hutan bambu.

"Kami siap memberikan pengamanan, pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat khususnya wisatawan yang datang berlibur," kata Kapolres Lumajang AKBP Boy Jekcson Situmorang melalui Kasi Humas Ipda Novandy Helda Prasetya.

Ipda Novandy menyampaikan, situasi objek wisata wilayah Kabupaten Lumajang mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah saat musim libur Lebaran.

"Pengamanan dilakukan secara maksimal untuk menekan kerawanan Kamtibmas seperti aksi kejahatan, kemacetan, maupun potensi kecelakaan bagi pengunjung,” jelasnya.

Novandy juga mengimbau kepada pengelola dan pengunjung objek wisata tetap memperhatikan aspek keselamatan seperti orang tua mendampingi anak saat sedang bermain di pantai.

“Pengamanan di tempat wisata kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan liburan,” ujarnya.

Petugas kepolisian juga melakukan patroli di sekitar lokasi wisata guna memastikan keamanan sekaligus memberikan imbauan kepada pengunjung agar berhati-hati saat menikmati liburan.

Bau Sampah Sudah Meresahkan Masyarakat Di Kelurahan Sepancar, Diduga ( DLH ) Dinas Lingkungan Hidup TutupMata." (Kabupaten Oku)




Baturaja - Media Merdeka News'Id Oku, 30/4/2023. Warga  menyoroti sampah yang berserakan di jalan lintas sumatera (kabupaten oku). Sampah yang dibiarkan menumpuk itu menimbulkan bau tak sedap dan meresahkan masyarakat yang mau sholat di langgar A Taqwa, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon.

Pantauan awak media merdeka news di lokasi, RW 03/RT 07, RT 06. Tumpukan sampah berada di sepanjang jalan di kelurahan spancar lawang kulon, Kecamatan baturaja timur.
Terlihat sampah plastik berserakan di salah satu jalan, Sampah yang berserakan didominasi sampah plastik rumah tangga dan adapula sampah basah.


Di sisi jalan tersebut tampak sampah yang terdiri dari kantong plastik yang berisi kotoran ayam, karung bekas, pempes bekas, dll nya. Situasi itu menimbulkan aroma bau tidak sedap di lokasi  lingkungan musholah, dan sekitarnya.

Seorang warga sepancar  bernama yuli (48) tahun, Mengatakan sampah itu sudah menumpuk lebih kurang dua bulan. Petugas Kebersihan tidak melakukan pengangkutan/pengambilan sampah tersebut yang berada di kelurahan sepancar lawang kulon, Kecamatan baturaja timur kabupaten oku."


Senada warga setempat berharap sampah tersebut segera dibersihkan, Oleh dinas lingkungan hidup (DLH) yang ada di wilayah kabupaten Oku. Hal tersebut dianggap mengganggu kerusakan lingkungan dan minimnya jaminan kesehatan dari pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak oleh bau sampah tersebut."


Keluhan tersebut dilontarkan sejumlah masyarakat yang bermukim di sekitar tempat berserakan sampah, yuli (48) warga kelurahan spancar lawang kulon Kecamatan baturaja timur. Mengaku sangat terganggu dengan bau sampah yang berserakan dan numpuk, di pinggir jalan lintas  yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

"Apa lagi saat ini musim hujan, lanjutnya, membuat bau sampah semangkin tak karuan  kondisi itu mamacu kekhawatiran yuli sebagai warga.

Dia takut bau sampah tersebut mendatangkan penyakit seperti inpeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kepada warga, selain itu lalat-lalat yang ada di sampah meyerbu ke pemukiman warga.

Maka dari itu kami berharap kepada dinas terkait, (DLH) yang ada di kabupaten Oku, agar dapat mengaktualisasikan sampah tersebut... ungkapnya."   Red ( Jhony ) media merdeka news id.

29/04/2023

Jadikan Ajang Silaturrohim Bersama Gibran Sebagai Wujut Kometmen Dalam Mendukung Jokowi


Solo,Merdekanews.id
 – Komitmen Tapal Kuda Nusantara (TKN) untuk terus mengawal dan loyal terhadap Joko Widodo (Jokowi) hingga saat masih berjalan. Hal ini seperti dilakukan oleh Ketum TKN Prasetyo Eko Karso yang hadir dalam pertemuan para sukarelawan pendukung Jokowi – Gibran di Pendapa Loji Gandrung – Solo, Jumat (28/4). 

TKN bersama sejumlah ratusan Relawan Jokowi – Gibran melakukan silaturahmi dan konsolidasi yang secara langsung dihadiri 
oleh Gibran Rakabuming Raka. 

Pertemuan berlangsung sekitar 15.50 WIB dilakukan dengan paparan dari sukarelawan dan penyampaian aspirasi perwakilan organisasi sukarelawan.

Secara khusus Gibran Rakabuming mengumpulkan relawan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. ” Kita ngumpulin relawan se-Jawa Tengah dan Jawa Timur di Loji, nanti ikut makan ya. Nanti jam 3 sore ya,” katanya.

Disinggung soal apakah relawan yang hadir adalah bagian dari relawan capres PDIP, Ganjar Pranowo, Gibran enggan menjawab. “(Relawan Ganjar?) Relawan Jateng dan Jatim. Relawan bisa apa saja dalam berpolitik,” katanya.

Dia menegaskan bahwa pertemuan ini hanyalah untuk momen silaturahim di bulan Syawal. “Halal bihalal silaturahim tok,” ujarnya

Gibran menegaskan, akan ada 100 relawan yang hadir. Namun, hanya perwakilan atau ketuanya yang hadir. “Yang datang ketua-ketua tok. Seratus orang nanti, (relawan siapa) wis (cukup),” tegasnya

Pernyataan tegas juga disampaikan Ketum TKN Prasetyo Eko Karso "Kami tetap menunggu komando dari Bapak Jokowi. Tegak lurus sesuai perintah Jokowi,” ujarnya di sela-sela pertemuan dengan ratusan anggota sukarelawan pendukung Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Eko ini, hal yang sangat logis jika pihaknya hingga saat ini tetap komitmen menjadi relawan jokowi, melihat kinerja beliau sangat nyata, untuk itu kami hadir untuk mengawal program-program hingga lapisan paling bawah.

"Atas dasar itulah kami tetap satu komando manut arahan Bapak Jokowi, kami berharap Presiden RI 2024 mendatang adalah sosok yang mampu dan nyawiji kepada kemauan bangsa dan negara untuk Indonesia lebih maju dan berdaulat,” tegas Eko.