23/04/2019

Warga Harus Turut Perangi Sampah


Lumajang, KaJe
( 22 April 2019 ) Sampah merupakan masalah bersama. Peran serta masyarakat adalah kunci keberhasilan untuk memerangi masalah sampah tersebut. Hal itu diutarakan Ketua TP PKK Kab. Lumajang Musfarinah Nuryatin Thoriq, M. Pd., saat Sosialisasi Pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), di Desa Sumberjo, Kecamatan Candipuro, Senin (22/4/2019).

"Penyelesaian masalah sampah bukan hanya pada Pemerintah saja, melainkan juga keikut sertaan masyarakat, sebagai kunci keberhasilan untuk memerangi sampah," katanya.

Ny. Musfarinah mengungkapkan, bahwa, faktor penyebab utama rendahnya pengurangan sampah, adalah kurangnya peran serta masyarakat dalam mengelola sendiri, seperti pengolahan sampah organik maupun anorganik.

Dilihat dari hasil Evaluasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Lumajang pada 2018, kegiatan pengurangan sampah tergolong rendah, yaitu 3,7% atau 15.200 Ton per tahun. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya sampah yang masuk ke TPA tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Ny. Musfarina mengatakan, bahwa, pihaknya akan terus mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah melalui program, "Merak Berlipstik" (Mengajak Rakyat bersihkan Limbah Plastik).

Ia menghimbau,  agar warga masyarakat, berperan aktif memerangi sampah yang ada di lingkungan maaing-masing.

Ia berharap, dengan adanya Sosialisasi tersebut, para peserta dapat mensosialisasikan kepada warga lain, untuk  mengurangi dan mengolah sampah plaatik dengan baik.

"Mengelola sampah plastik sangat penting. apabila pengolahan sampah dapat dikelola dengan baik. Itu bisa menjadi sumber hasil perekonomian tersendiri bagi masyarakat," jelasnya. 

Tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. dengan pengelolaan sampah menggunakan sistem 3R. (suatman)

Komisi B DPRD Jember Temui Puluhan Aktivis PMII


Jember, KaJe
Aksi demonstrasi yang digelar puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Jember (PC PMII Jember) pada senin siang (22/4) diawali dengan orasi di depan gedung DPRD Jember.

Aksi yang memperjuangkan nasib saluran irigasi pertanian masyarakat yang hendak dibelokkan PT. Imasco Asiata tersebut mendapat respon dari Komisi B DPRD Jember, Kholil Asyari.

"Saya atas nama pribadi dan lembaga DPRD Komisi D, siap terlibat aktif dalam penyelesaian persoalan PT. Imasco dan masyarakat puger. yang kedua, mengawal AMDAL sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang ketiga, akan mempertemukan pihak2 terkait dengan PT. Imasco dalam waktu dekat." ujar Kholil Asyari.

Selain membawa tuntutan perihal saluran irigasi yang terancam dibelokkan, aktivis PMII Jember juga menuntut adanya kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses dokumen AMDAL, serta menolak rencana pembuatan 17 sumur bor yang dikhawatitkan akan berdampak kekeringan dan mengganggu aktivitas cocok tanam para petani di daerah Puger Kulon dan Puger Wetan. (UR)

Aktivis PC PMII Jember Gelar Aksi


Jember, KaJe
Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  menggelar serangkaian aksi pada senin siang (22/4). Aktivis PMII Jember mempersoalkan perihal upaya PT. Imasco Asiata yang hendak melakukan pembelokan saluran irigasi, hal tersebut ditentang keras oleh masyarakat puger kulon dan puger wetan yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, dikarenakan pembelokan saluran irigasi tersebut akan rawan tertutup oleh tanah yang terbawa oleh air hujan, sehinga akan berdampak buruk pada sekitar 300 hektar lahan sawah milik masyarakat di daerah Puger Kulon dan Puger Wetan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Faizal, Korlap Aksi yang juga mengakui adanya solusi lain yang ditawarkan oleh PT. Imasco Asiata namun hal tersebut tidak dipandang sebagai suatu solusi bagi masyarakat.

"Ada satu solusi yang ditawarkan oleh pihak PT, yakni penggalian 17 sumur bor. Penggalian sumur bor tersebut akan sangat dalam sekali, apabila ini sampai dilakukan juga, masyarakat puger yang terdampak akan mengalami kekeringan, utamanya mereka yang banyak berprofesi sebagai petani. Jadi, aspirasi yang kami bawa hari ini adalah menuntut upaya pembelokan saluran irigasi tersebut dihentikan." Ujar Fendi.

Aksi dan penyampaian aspirasi yang dilakukan di gedung DPRD Jember, kemudian dilanjut dengan long march menuju kantor Pemkab Jember, serta Pendopo Kabupaten. aktivis PMII Jember sempat melakukan teatrikal sebagai refleksi persoalan yang sedang mereka perjuangkan, namun Bupati Jember tidak dapat menemui dan menanggapi beberapa tuntutan yang dibawa puluhan demonstran aktivis PMII Jember.

PMII Jember menuntut untuk dihentikannya upaya saluran irigasi yang akan dilakukan oleh PT. Imasco Asiata, penolakan upaya pembangunan 17 sumur bor serta keterbukaan informasi AMDAL untuk diakses oleh masyarakat, mengingat aktivis PMII Jember telah berupay mengakses dokumen AMDAL pada Pusat Pengelolaan Informasi dan Dokumen (PPID), namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Kami akan tetap berkomitmen bersama masyarakat, tetap berkomitmen memperjuangkan hak masyarakat. Fakta yang kami temukan, utamanya adalah kekeringan, ada juga satu kampung yang terkena penyakit TBC." pungkas Fendi, Korlap aksi. (UR)

22/04/2019

Bupati Lumajang Monitoring UNBK di SMPN 1 dan MTsN



Lumajang, KaJe
(22 April 2019)-- Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019. Senin (22/4/2019).

Di hari pertama pelaksanaan UNBK SMP/MTs ini, Bupati yang akrab dengan panggilan Cak Thoriq itu meninjau SMPN 1 Lumajang dan MTsN Lumajang.

Dalam peninjauan itu, Cak Thoriq didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Lumajang, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Para Staf Ahli Bupati, dan Plt. Kepala Dinas  Pendidikan Kabupaten Lumajang.

Saat dimintai keterangan, Cak Thoriq menyampaikan, tidak ada permasalahan dalam pelaksanaan UNBK, tahun ini.

"Saya memantau langsung pelaksanaan UNBK ini. Saya melihat secara teknis, tidak ada masalah. Fasilitas, kesiapan-kesiapan, kemudian jaringan, juga tidak ada masalah," ujanya.

“Setiap tahun pasti ada perkembangan yang bagus tentang fasilitas dan sarana.

 Untuk melengkapi sarana dalam melengkapi sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer ini progresnya bagus, komputer sudah tersedia, sarana yang lain, jaringan, server sudah tersedia, sudah sesuai progres yang diharapkan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Pendidik Kabupaten Lumajang, Drs. Winadi, M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah 100% siap. Namun demikian, dalam kondisi di lapangan masih ada beberapa sekolah yang menggabung. Winadi mengapresiasi semangat dari masing-masing sekolah untuk menyelenggarakan UNBK secara maksimal.

 "Motivasi dari sekolah sudah luar biasa, termasuk siswa.Penerapan UNBK ini punya keyakinan bisa menyesuaikan sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada total 127 sekolah telah menggunakan sistem UNBK meskipun 43 diantaranya masih menggabung di sekolah lain.

“Tetapi dari 43 itu, mereka sudah mempunyai komitmen, bahwa tahun depan sebagian besar sudah menyiapkan, karena memang diupayakan tidak pinjam,” pungkasnya (adv/atman)

Kadispendik Pantau Langsung UNBK SD dan SMP




Jember, KaJe
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dr. H. Edy Budi Susilo M.Si. memantau berlangsungnya Ujian Sekolah Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMP dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk SD, pada hari Senin, 22 April 2019.
Peninjauan dilakukan di empat sekolah secara berurutan meliputi SMPN 2 Jember, SDN Jember Lor 3, SDN Slawu 3, dan SMPN 7 Jember. Hari ini Kabupaten Jember siap melaksanakan Ujian Berbasis Komputer untuk tingkat SLTP dan Ujian Berstandar Nasional untuk tingkat SD baik Negeri maupun Swasta, terangnya.
UNBK untuk SMP akan berlangsung tanggal 22-25 April 2019 dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Sedangkan untuk USBN tingkat SD berlangsung pada tanggal 22-24 April 2019 dengan mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA
Dari hasil pemantauan, Edy mengatakan, persiapan yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir berjalan dengan baik. SOP juga telah dijalankan. Kita sudah ada SOP, sehingga siapa berbuat apa, tahapannya bagaimana, itu sudah dijalankan, katanya.
Dan saya melihat sejauh ini dari SMPN 2 hingga SMPN 7, saya pikir ini menjadi simpling, karena tim kita juga bergerak memonitoring, seluruh pejabat struktural untuk menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP, imbuh Edy.
Persiapan pelaksanaan ujian ini juga menggandeng PLN dan jaringan internet dengan pihak Telkom. Koordinasi dengan PLN sebagai upaya untuk tidak ada pemadaman selama berlangsungnya UNBK.
Kalau toh misal ada pemadaman, kita sudah antisipasi. Misal hari ini di SMP 7 disiapkan genset dengan kapasitas 50.000 watt, jika sampai terjadi pemadaman listrik hanya dalam 2 menit langsung bisa dihidupkan, sekaligus juga berkoordinasi dengan pihak telkom supaya tidak terputus jaringannya, jlentrehnya.
Untuk SD yang masih berbasis kertas, naskah ujian sudah didistribusikan mulai hari Jumat ke Polsek setempat di 31 Polsek di Kabupaten Jember. Pagi ini sudah diditribusi ke sekolah sesuai gugus tugas yang dibagikan dalam keadaan masih tersegel.
Lembaga sekolah yang menyelenggarakan UNBK sebanyak 560 SMP, terdiri dari 335 SMP negeri dan MTS negeri / swasta sebanyak 225. Jumlah siswa yang menjadi peserta sebanyak 35.154 siswa
Sementara untuk sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, lembaga yang menyelenggarakan sebanyak  1.429 lembaga, dengan jumlah peserta keseluruhan 38.677 siswa.
Mengenai UNBK, sesuai dengan komitmen Pemerintah Daerah, tahun ini kita siap melaksanakan UNBK 100 persen di Kabupaten Jember. Dari total 560 Lembaga semuanya sudah siap untuk menyelenggarakan itu, tegasnya.
Namun, untuk memulai menyelenggarakan 100 persen, diakui Edy, masih belum semua perangkatnya lengkap. Terdapat tiga kategori, yaitu 52 sekolah mandiri, dengan peralatan lengkap sekaligus prasaranya.

Sedangkan untuk yang tidak memiliki perangkat lengkap, tergolong kategori menggabung atau gabung. Seperti di SMP 7, terdapat dua SMP yang menggabung yaitu SMPN 15 dan SMPN 4 Sumberjambe. Sejumlah 20 siswa SMPN 15 dan 29 siswa SMPN 4 Sumberjambe, ini gabung pelaksanaannya, jelasnya.
Bagi mereka yang menggabung dibagi menjadi tiga sesi, yang semua dikendalikan dari pusat.
Untuk kategori menumpang, jelas Edy, SMP  meminjam sarana ke SMA yang memiliki sarana.  “Nanti harapannya, ketika mereka lulus, mereka sudah familiar, maka mereka juga bisa menjadi siswa di SMA itu. Jadi, pola sinerginya seperti itu, ungkapnya.
Rincian lembaga yang menyelenggarakan UNBK yakni 180 SMP N/S menyelenggarakan secara mandiri, 95 lembaga menggabung, dan 60 lembaga menumpang. Sedang MTs N/S, terdapat 200 yang mandiri, 21 menggabung, dan 4 menumpang.
Bagi peserta yang berhalangan mengikuti ujian dengan alasan yang bisa ditolerir dapat mengikuti ujian pada tanggal 28-29 April 2019. (mia/mul/bbg/hms)

Bupati Kunjungi Pasar Yang Telah Direhab



Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan kunjungan kerja ke pasar yang telah direhap untuk memastikan pedagang bisa segera menempati pasar baru.
Tiga pasar yang dikunjungi bupati Minggu pagi, 14 April 2019, bersama sejumlah pejabat itu yakni Pasar Kreongan, Pasar Gebang, dan Pasar Mangli.
Kita pastikan datanya, supaya nanti waktu pindahan supaya tidak jadi huru hara, kata bupati kepada sejumlah wartawan di Pasar Mangli.
Kunjungan kerja ini juga untuk memastikan nantinya tidak ada pedagang berebut kios baru. Bupati juga memastikan tidak ada jual beli kios kepada pedagang.
Bupati menegaskan tidak menolerir bagi oknum yang melakukan praktek jual beli kios baru.
Setelah melihat tiga pasar itu, bupati menilai perlu skenario agar perpindahan tersebut juga menjadi momen untuk menata pasar tradisional lebih rapi.
Supaya pindahnya tidak sekedar pindah, tetapi ditata lebih rapi, jelasnya.
Penataan kios-kios dibagi khusus sesuai dengan jenis dagangannya, sehingga masyarakat mudah mencari kebutuhannya.
Jika mau mencari onderdil di sebelah mana, dan sayur sebelah mana. Jadi ada plot khusus. Penataan ini dilakukan sesuai dengan jenis. Contoh seperti tadi (di Pasar Gebang, red) ada toko onderdil, itu kan tidak cocok bersebelahan sama sayur, katanya.
Selain bangunan baru dan penataan pedagang, langkah selanjutnya adalah perbaikan manajemen pasar. Hal ini diantaranya meliputi kebersihan, pengelolaan, maupun retribusi.
Jaman sudah modern, pakai e-retribusi. Nanti ini semua pedagangnya punya kartu pedagang supaya hari itu bayar hari itu terdata,
Dengan e-retribusi diharapkan tidak ada keterlambatan setor. Diketahui pula data pedagang yang belum bayar. Saat ini masih uji coba retribusi di tiga pasar.
Pengelolaan sampah harus juga diperbaiki, supaya bangunan yang baru tidak kembali menjadi kumuh.  Nanti kita bina lebih lanjut, imbuhnya.
Dari 12 pasar tradisional yang direhab pada tahun 2018, ada sekitar sembilan pasar yang dinilai sudah siap untuk dilakukan perpindahan. Pada tahun 2019 akan melanjutkan rehab untuk 15 pasar tradisional lainnya.
Perpindahan pedagang dari tempat penampungan sementara ke kios baru akan dilakukan setelah pemungutan suara atau Pemilu 2019.
Dalam kunjungannya, bupati mengajak berbincang para pedagang. Salah seorang pedang emas di Pasar Mangli mengaku sejak pembangunan pasar baru banyak pembeli yang datang.
Tidak hanya dengan pedagang. Di Pasar Gebang bupati mengajak ngobrol seorang tukang becak. Tukang becak itu pun menawari bupati untuk naik becaknya.
Nggak apa-apa ta, tanya bupati merespon tawaran tukang becak itu.
Ya nggak apa-apa, Mbak, jawab bapak tukang becak itu, yang disambut tawa orang di sekitarnya. Meski banyak yang tertawa, tukang becak itu terus saja berbicara dengan bupati. (Mul/Mia/hms)

Bupati Berharap UMKM Jadi Pilar Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga



Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyebut saat ini tantangan perempuan di Jember adalah bagaimana UMKM perempuan menjadi pilar pilar ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Hal ini disampaikan bupati dalam acara  memperingati Hari Kartini 2019 yang dikemas dalam Modern Women Empowerment Indonesia di halaman BRI Jember.

Acara ini diisi dengan line dance oleh bupati dan anggota Dharma Wanita Persatuan Pemkab Jember yang memakai pakaian ala Kartini.

Perempuan, lanjut bupati, harus menjadi motor penggerak perubahan perilaku bertransaksi dan menjadi motor untuk inklusi keuangan dengan menggunakan kartu transaksi.

"Karena pola perilaku transaksi ini paling efektif dimulai dari ibu-ibu rumah tangga, dan hari ini BRI melakukannya bersinergi dengan kartini kartini kita," bupati, Minggu, 21 April 2019.

Bupati pun mendorong perempuan untuk berbagi peran dalam berorganisasi dan ekonomi.

"Sudah benar UMKM Perempuan ikut berorganisasi, ikut bersinergi dan Pemda mendorongnya akan lebih mudah, melalui Kredit Usaha Rakyat sampai 25 juta tanpa jaminan, sehingga ibu-ibu mendapatkan bantuan permodalan yang meringankan," bupati.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember Iriane Mirfano menyampaikan, berbicara tentang Hari Kartini, masa sekarang Kartini berbeda dengan Kartini jaman dahulu.

"Hal ini dibuktikan dengan adanya wanita wanita di Indonesia yang juga memiliki kemampuan yang sama, bisa sejajar dengan kaum laki-laki tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai wanita, melayani suami dan sebagai ibu dari anak-anaknya," ulasnya.