Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

22/01/2022

Bupati Ikfina Fahmawati Memutasi 23 Pejabat di Lingkungan Pemkab Mojokerto

     

         Mojokerto, merdekanews.id -  21 / 01 / 2022   Resmi di Lantik 23 pejabat  Oleh  Bupati   Ikfina Fahmawati di dampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra secara resmi melantik sebanyak 23 orang pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Jum’at, (21/01) siang, di Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto.

        Penandatanganan berita acara pelantikan dan sumpah jabatan, diwakili oleh Bambang Wahyuadi dan Arie Jacob Manuhutu.

        23 pejabat yang dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, masing-masing terdiri 12 orang pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 4 orang administrator, dan 7 orang Camat.

        Dalam sambutannya, Bupati Ikfina meminta para pejabat yang dilantik untuk bekerja dengan semangat yang tinggi dan bertanggung jawab sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di lingkungan instansi masing-masing.

        “Tunjukkan kinerja terbaik, Dedikasi dan Loyalitas dalam bekerja untuk memberikan layanan publik yang berkualitas,” tegasnya.

       Bupati juga mengapresiasi kepada tim penilai kinerja ASN Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPP SDM) Kabupaten Mojokerto, beserta panitia seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan seluruh prosedur dengan melalui seleksi terbuka.

        “Semoga pejabat yang dilantik hari ini dapat menjalankan peran barunya dengan penuh tanggung jawab, serta berkontribusi maksimal dalam pembangunan Kabupaten Mojokerto dalam segala bidang,” ungkapnya.

        Lanjut Ikfina, untuk melanjutkan Visi dan Misi Kabupaten Mojokerto, perlu adanya sinergitas antar berbagai pihak dilingkup Pemkab Mojokerto, menurutnya, tantangan pembangunan Pemkab Mojokerto semakin berat, terlebih pada masa pandemi Covid-19.

        “Oleh karena itu saya mohon dukungan dan kerjasama yang baik dari pejabat yang hari ini dilantik dalam rangka terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Maju, Adil dan Makmur melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

       Ikfina juga mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik untuk menghindari sikap dan perbuatan tercela yang menyimpang dari kejujuran dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.    “Tanggung jawab para pejabat memang berat, namun saya yakin semua melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik,” terangnya.

        Sementara itu, dalam kegiatan prosesi mutasi dan rotasi kali ini, Ikfina menegaskan, tidak ada pemungutan uang dalam bentuk gratifikasi atau suap.

        “Apabila ada yang meminta panjenengan yang dilantik hari ini, saya mohon integritas untuk berani bersikap dan menolaknya, karena kita bersama-sama berkomitmen untuk bisa mencegah terjadinya korupsi dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.

        Berikut, daftar lengkap beberapa nama pejabat yang dilantik di lingkungan Pemkab Mojokerto. Antara lain :

  1. Amat Susilo dari Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) beralih menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
  2. Bambang Wahyuadi dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beralih menjadi Sekretaris DPRD.
  3. Arie Jacob Manuhutu dari Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat beralih menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
  4. Muhammad Ridwan dari Camat Mojosari beralih menjadi Kepala Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari).
  5. Poedji Widodo dari Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat beralih menjadi Inspektur.
  6. Rahmat Suharyono dari Kepala Bagian Pemerintahan Sekertariat Daerah beralih menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2).
  7. Rinaldi Rizal Sabirin dari Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda beralih menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
  8. Siswadi dari Inspektur Pembantu Wilayah IV Inspektorat beralih menjadi Asisten Administrasi Umum.
  9. Try Raharjo Murdianto dari Camat Ngoro beralih ke Kepala Dinas Sosial (Dinsos)
  10. Ulum rohmat rokhmawan dari Direktur RSUD. RA. Basoeni beralih menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)
  11. Yudha Akbar Prabowo dari Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu beralih menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
  12. Zaqqi dari Kepala Bidang Pengadaan Barang dan Jasa Setda beralih menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
  13. Amsar Azhari Siregar dari Camat Mojoanyar beralih menjadi Camat Pungging.
  14. Dedy Muhartadi dari Inspektur Pembantu Wilayah II Inspektorat beralih menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Setda.
  15. Agus Subyapto dari Camat Trawas beralih menjadi Camat Pacet.
  16. Mokh. Malik dari camat Pacet beralih menjadi Camat Mojoanyar.
  17. Mujib dari Camat Pungging beralih menjadi Camat Mojosari.
  18. Sugeng Nuryadi dari Camat Bangsal beralih menjadi Camat Ngoro.
  19. Liyantoro Sugeng Wijaya dari Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) beralih menjadi Camat Bangsal.
  20. Sugondo dari Sekretaris Kecamatan Dlanggu beralih menjadi Camat Trawas.
  21. Yuni Laili Faizah dari Kepala Bidang Produksi Perikanan Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) beralih menjadi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda.
  22. Yudiansyah dari Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, beralih menjadi Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda.
  23. Malik Ridwan dari Kepala Seksi Perikanan Budidaya Dinas Pangan dan Perikanan beralih ke Kepala Bidang Produksi Perikanan Dinas Pangan dan Perikanan yang di Lantik Bupati ikfian  fahmawati dan wakil bupati Al barra  siang tadi (srih)

11/09/2020

Adu Kuat Modal Parpol dan Massa



 Jember,kabarejember.com 

Menurut Kun Wazis, dosen komunikasi politik Fakultas Dakwah IAIN Jember, mengerucutnya  tiga kanidat  yang sudah resmi mendaftar di KPUD Jember pada 4-6 September 2020 lalu  Jember 2020 memberikan pesan komunikasi politik terbelahnya kekuatan politik dalam Pilkada Jember pada dua kutub besar, yakni modal suara dari partai politik dan dari rakyat. Pasangan H. Hendy Siswanto dan KH. Muh. Balya Firjaun Barlaman  (H. Hendy-Gus Firjaun) bermodalkan 28 kursi dari  5 partai politik yang mengusung dengan akumulasi sekitar 637.308 suara. Pasangan H. Abdussalam, SE dan Ifan Ariadna Wijaya, S.Kom. (Salam-Ifan) diusung 6 partai politik di DPRD dengan kekuatan 22 kursi atau estimasi 587.644 suara. Sedangkan dari jalur perseorangan, pasangan Hj. dr. Faida, MMR-Vian Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) memiliki modal suara dukungan sebanyak 146.867 suara. Jika dipetakan dengan modal suara masing-masing, maka akan muncul  distribusi massa politik sebagai berikut: 

1. H. Hendy Siswanto dan KH. Muh. Balya Firjaun Barlaman  (H. Hendy-Gus Firjaun)

Parpol pengusung :

a. Partai Nasdem (8 kursi; 174.165 suara)

b. Partai Gerindra (7 kursi, 200.209 suara)

c. PKS (6 kursi, 103.107 suara)

d. PPP (5 kursi, 91.373 suara)

e. Partai Demokrat (2 kursi, 68.454)

      Total : 28 kursi, 637.308 suara


2. H. Abdussalam, SE dan Ifan Ariadna Wijaya, S.Kom. (Salam-Ifan)

Parpol pengusung;

a. PDIP (7 kursi, 172.871)

b. Partai Golkar (2 kursi, 74.499)

c. PAN (2 kursi,  49.608)

d. Partai Berkarya (1 kursi, 31.362)

e. Perindo (2 kursi, 67.126 suara)

f. PKB (8 kursi, 192.178 suara)

       Total : 22 kursi, 587.644


3. Hj. dr. Faida, MMR-Vian Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian)

a. Surat dukungan 2020: 146.867

   Total Suara:  146.867 suara


Jika dikalkulasi dengan modal politiknya, pasangan H. Hendy-Gus Firjaun unggul dibandingkan Salam-Ifan dan Faida-Vian dengan logika politik, suara yang didulang oleh partai politik itu utuh, tidak pecah, dan akan mempertahankan loyalitas suaranya kepada pasangan kandidat. “Secara kuantitatif, dari modal suara, pesan komunikasi politiknya dapat dikatakan H. Hendy-Gus Firjaun unggul jika dilihat dari sisi modal politik saat pertama kali mendaftar. Tetapi, konstestasi politik tidak hanya bermodalkan kekuatan suara banyak, tetapi strategi politik yang dimainkan oleh ketiga pasangan dan mesin politiknya akan menentukan kemenangan akhir pada Pilkada langsung serentak pada 9 Desember 2020 mendatang,” ujar alumnus doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Bandung ini. 

Kemampuan H. Hendy-Gus Firjaun sejak September hingga Desember nanti benar-benar diuji dalam merawat soliditas massa pendukung Parpol. Komunikasi politik tim suksesnya juga akan mendapatkan tantangan dalam strategi politik menjaga loyalitas massa. Tarik-menarik akan semakin kuat karena perebutan suara diantara sesama pendukung pasangan. “Sebab, dengan budaya patronase politik yang kuat di Jember, figur politik yang memiliki daya tarik politik akan dimaksimalkan oleh masing pasangan. Saat intensitas tarik menarik itu kuat, massa politik dapat saja berubah persepsi politiknya sehingga dapat merubah pilihan politiknya,” ujar mantan Jurnalis ini. 

Berbeda lagi ketika dilihat dari pengalaman partai politik dalam berkonstetasi politik. PDI Perjuangan membuktikan dalam Pilkada langsung tiga kali berturut-turut (2005, 2010, dan 2016) dapat memenangkan pertarungan politik bersama dengan tim sukses dan pendukung parpol lainnya. Pasangan MZA Djalal-Kusen Andalas yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada serentak pertama kali di Jember pada tahun 2005 silam berhasil menang hingga bertahan sampai dua periode. “Demikian juga, pada Pilkada 2016, pasangan dr. Hj. Faida, MMR dengan Drs. KH A. Muqit Arief yang diusung oleh PDI Perjuangan, berhasil memenangkan Pilkada di Jember dengan perolehan suara sebanyak 525.519 pemilih,” ungkap Kaprodi KPI Pascsarjana IAIN Jember ini. 

Dengan pengalaman ini, PDI Perjuangan dan tim partai pendukungnya bisa menggerus pasangan H. Hendy-Gus Firjaun. Mengapa? Karena ada basis massa yang cukup besar yang akan diperebutkan dua pasangan ini, yakni massa ormas nahdliyin yang terpolarisasi di partai dengan komunikator politik berlatar belakang NU. “Misalnya, Gus Firjaun yang menjadi pendamping H. Hendy adalah berlatar belakang pesantren dan putra Rais Aam PBNU KH Ahmad Siddiq yang didukung PPP yang massanya banyak Nahdliyin. Sedangkan PKB yang memiliki basis massa Nahdliyin mendukung pasangan Salam-Ifan tentu akan semakin terpolarisasi, bukan mengkristal pada satu pasangan,” katanya. 

Lalu, bagaimana dengan pasangan Faida-Vian? Karena petahana, posisi sejak awal sudah “ditakutkan” oleh sejumlah partai di DPRD Jember. Oleh karena itu, 11 partai politik di dewan sepakat untuk mengusulkan satu pasangan untuk melawan petahana jika ingin mendapatkan kemenangan. “Koalisi yang digagas oleh lintas partai politik di dewan sebenarnya wajar karena sebagai wakil rakyat, posisi petahana memiliki kekuatan politik tersendiri, salah satunya jaringan birokrasi dan loyalitas massa yang diakumulasikan dalam persyaratan perseorangan itu,” katanya. 

Apalagi, dalam pendaftaran 6 September lalu, Faida-Vian didampingi KH Muqit Arief, pengasuh Pondok pesantren Al Falah Silo Jember yang saat ini masih menjabat wakil bupati Jember, mendampingi Bupati Faida. Jika posisi KH Muqit masih berada di kubu Faida karena kehadirannnya mendampingi Faida dalam pendaftaran di KPUD Jember representasi pilihan politiknya, maka kekuatan KH Muqit juga akan mampu menarik massa politik kepada Faida-Vian. “Ini akan memperkuat asumsi kecemasan partai politik yang sejak awal ingin mengalahkan petahana melalui koalisi bersama partai di dewan,” katanya. 

Majunya Faida-Vian dari jalur independen ini memang membentuk wacana publik bahwa kekuatan rakyat tidak sepenuhnya terwakili melalui kursi di DPRD. Lolosnya Faida-Vian dalam persyaratan pendaftaran di KPUD Jember sekaligus meneguhkan bahwa  sebagian masyarakat Jember menghendaki perubahan melalui jalur non-parlemen. “Narasi inilah yang dikhawatirkan oleh politisi di DPRD Jember sehingga mereka bersepakat untuk melawan petahan. Apalagi, komunikasi politik antara bupati Faida dengan DPRD Jember berjalan kurang baik, maka kekuatan suara partai dan suara independen akan dipertaruhkan dalam PIlkada nanti,” tegas alumunus FISIP Universitas Jember ini. 

Karena merupakan kristalisasi beragam kepentingan politik, maka  wajar saja jika ketiga pasangan itu memiliki optimisme dalam memenangkan kompetisi politik Pilkada Jember. Dalam pertarungan politik, sah-sah saja mereka mengklaim kemenangan karena tidak semua strategi politiknya diungkap kepada publik. “Dari sisi kredibilitas kandidat, ketiga paslon memang layak menang, karena modal suaranya memenuhi syarat di KPUD. Selanjutnya, adu cerdik para kandidat ini akan ditimbang dan dipilih berdasarkan pemikiran cerdas rakyat Jember, yang jumlah pemilihnya 1 juta lebih,” tegasnya

Dengan demikian, ketiga pasangan calon berhak mengklaim maupun mengkalkulasi suara rakyat sebagai modal politik untuk memenangkan pilkada.  Mengapa demikian? Strategi komunikasi politik ketiga paslon selama masa kampanye dan merawat kekuatan politiknya pada hari H pencoblosan akan ikut menentukan pergeseran pemilih di Jember. “Berdasarkan fenomenologi politik yang kaji sejak kuliah di FISIP Unej tahun 1993 hingga saat ini, dinamika politik Jember sangat cair. Belum tentu, misalnya partai mayoritas di DPRD itu berhasil memenangkan pertarungan politik,” ujar Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascsarjana IAIN Jember ini. 

Menurut pria kelahiran Pacitan ini, penentu kemenangan itu setidaknya dipengaruhi beberapa indikator. Pertama, kredibilitas komunikator politik, dalam hal ini figur kadidat. Ketiga paslon harus diakui memiliki kredibilitas yang cukup baik di mata pendukungnya, baik dukungan rakyat secara langsung maupun di mata partai politik.  Kredibilitas ini jika terjaga secara baik hingga pemilihan akan melahirkan loyalitas suara yang susah digerus. Kedua, strategi meraih dukungan politik yang ditampilkan selama merawat pendukungnya. Ketiga paslon ini memiliki basis massa yang kompetitif karena melakukan pendekatan politik secara langsung kepada rakyat dan melalui jembatan partai politik. “Faida-Ivan memiliki strategi jaringan birokrasi dan relawan, Hendy-Gus Firjaun jaringan pengusaha dan pesantren, sedangkan Salam Ifan strategi jaringan pengusaha dan mewakili kalangan milenial,”  ungkapnya

Ketiga, saluran komunikasi politik yang digunakan untuk membangun integritas diri paslon terhadap masyarakat Jember. Media massa maupun media sosial masih menjadi sarana efektif untuk memperkuat basis dukungan massa. Pihaknya yakin “peran politik digital” akan berlangsung lebih seru di tengah-tengah Pilkada yang dibayang-bayangi Pandemi Covid-19 di Jember yang masih belum menunjukkan angka menurun. “Tentu tidak hanya media massa maupun media sosial, media komunikasi politik secara interpersonal, yakni bertemunya massa dengan paslon dalam bentuk public relation politik akan menentukan loyalitas dukungan ketiga paslon,” ungkapnya. 

Memang jika dikalkulasi dengan suara kekuatan politik parlemen, menyebarnya suara partai politik kepada dua paslon, yakni H. Hendy-Gus Fijaun dan Salam-Ifan akan menguntungkan suara Faida-Ivan karena target partai politik dalam setiap pertarungan politik adalah menang. “Itu juga sangat bergantung bagaimana mesin partai politik itu bekerja. Memang dalam sejumlah kasus pilkada, calon independen memiliki kemungkinan kecil menang, meskipun ada juga yang berhasil. Jika ini ditetapkan, bekerjanya mesin politik partai akan mempengaruhi menang tidaknya suara pasangan independen,” jelasnya. 



16/06/2020

Tanggapan Anggota DPR RI Charles Meikiyansyah Terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2021


Jakarta,kabarejember.com
--Kerangka kerja ekonomi makro Indonesia mengalami koreksi akibat adanya pandemi yang melanda seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Pada tahun 2021 mendatang pemerintah terlihat serius untuk mengelola dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, dengan berfokus kepada upaya-upaya pemulihan ekonomi serta reformasi masalah fundamental ekonomi jangka menengah panjang.

Menurut Charles Meikyansyah anggota DPR RI, bahwa kerangka kerja ekonomi makro Indonesia disusun dengan mempertimbangkan dampak dari Covid-19 yang berdampak kepada perekonomian nasional.

"Salah satu sektor perlu mendapatkan perhatian pemerintah adalah sektor pertanian, yang merupakan sektor terbesar yang berpengaruh terhadap hajat hidup masyarakat Indonesia," terang anggota dewan dari partai Nasdem.

Charles menjelaskan, bahwa pada masa Pandemi Covid-19 terjadi penurunan kesejahteraan petani, yang dapat dilihat berdasarkan Data Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang mengalami penurunan.

Penurunan NTP sebesar 102,09 atau turun 1,22 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP terjadi karena adanya penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt), yaitu sebesar 1,08 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,14 persen.

Data NTUP  pada Maret 2020 menunjukkan adanya penurunan sebesar 102,90 atau turun 1,18 persen dibandingkan dengan NTUP bulan sebelumnya.

Berkaca pada data tersebut penting untuk pemerintah memperhatikan kesejahteraan petani dengan cara melakukan intervensi kebijakan yang berpihak kepada petani.

Dijelaskan anggota DRR RI dari Dapil IV bahwa,  NTP dan   NTUP berdampak tidak baik terhadap petani, khususnya di tengah perlambatan ekonomi di tengah pandemi saat ini. " Dalam kondisi krisis seperti sekarang ini, kita perlu memiliki keberpihakan terhadap kelompok rentan," jlentreh Charles.

Apalagi kata dia, mengingat dari penduduk kita di Indonesia, berpofesi sebagai petani. Data dari Food Agricultural and Organization (FAO) tahun 2018 menunjukkan bahwa 93 persen mayoritas petani Indonesia adalah petani kecil (smallholder farmers).

Hingga saat ini masih terdapat 88 kabupaten/kota rentan pangan, sebagaimana dilansir oleh Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) pada tahun 2018 lalu.

Sebagian besar daerah rentan pangan tersebut terletak di wilayah timur Indonesia. Masalah ini semakin serius dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengancam perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Langkah strategis harus dilakukan untuk memastikan daerah-daerah rawan pangan bisa melewati masa pandemi ini dengan keadaan yang baik, tanpa adanya permasalahan di sektor pangan.

Oleh karena itu, produksi pertanian untuk mencukupi kebutuhan di daerah-daerah rentan pangan. Tentu jalur distribusi (supply-chain) dipastikan agar tidak ada kendala dalam distribusi kebutuhan pangan.

Kebijakan yang tepat di sektor pertanian sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi, misalnya dengan cara pembelian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang kemudian berdampak terhadap produksi yang meningkat. Keberhasilan Kementerian Pertanian dalam menjaga performa baiknya sangat berpengaruh terhadap ekonomi nasional.

" Misalnya kita bisa melihat data Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan 1 tahun 2020 tumbuh positif 12,84 persen (y on y) dibandingkan triwulan 1 tahun 2019 lalu, sebesar 12,65 persen. Meski hanya tumbuh 0,02 persen, PDB Pertanian adalah ketiga terbesar kontribusinya bagi PDB nasional di triwulan 1 tahun 2020," ungkapnya.

Pertumbuhan dan kontribusi ini tentu harus diapresiasi di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini.
Agar sektor pertanian tetap tumbuh secara positif di masa yang rentan ini akibat Covid-19, pemerintah harus tetap bisa mempertahankan performa yang baik di sektor pertanian, terutama untuk memberikan bantuan kepada petani.

Untuk yang sangat penting adalah menjaga kesejahteraan petani tetap baik di tengah pandemi, melalui peningkatan NTP dan NTUP. (tok/iza)

10/05/2020

Polsek Puger Bubarkan Mancing Mania


Jember, kabarejember.com
 - Tanpa mengenal lelah Polsek Puger terus melakukan  berbagai kegiatan dalam upaya memutus dan mencegah penyebaran covid-19. Diantaranya adalah polsek Puger membubarkan acara mancing pada hari Minggu(10/05) siang di kolam pemancingan milik Farid, di dusun Darungan desa Jambearum Kecamatan Puger.

Sekitar jam 10.00 wib,  Bhabinkamtibmas desa Jambiarum bersama piket SPKT polsek Puger melaksanakan patroli antisipasi kewilayahan. Sasaran yang dituju adalah kolam pemancingan milik Farid yang sedang ramai oleh  pemancing. Di lokasi kolam pemancingan saat itu diperkirakan ada sekitar 40 pemancing mania yang sedang asyik memancing.

Petugas dari Polsek Puger secara humanis dan tegas langsung membubarkan acara memancing. Para pemancing langsung dibubarkan dan dihimbau untuk langsung pulang ke rumah masing-masing  supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Sementara pemilik kolam di bawa ke Polsek Puger untuk membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan tidak akan membuka kembali kolam pemancingan. (her)

17/03/2020

Komunitas Republik Ngapak Jember Siap Dukung Faida-Vian


Jember, Kabarejember.com 
---- Berdiri sejak lima tahun yang lalu tepatnya tahun 2015
dengan anggota 235 orang yang aktif, Ismed Thoriq Ketua Pos Wilayah Republik Ngapak Jawa Timur mengungkapkan kepada media Selasa (17/3) di salah satu cafe di Jember. 

Menurut Thoriq, pihaknya telah sepakat untuk mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Faida dan Vian yang maju lewat jalur independen. 

"Bagi kami mendukung Bunda Faida tidak bisa diganggu gugat, karena Bunda dalam melaksanakan pemerintahan tetap mengutamakan warga tidak mampu," ujarnya. 

Masih kata Thoriq, termasuk dalam pelayanan  publik baik adminduk dan juga perijinan lancar dan tidak ada hambatan apapun. 

"Kesempatan berkarya bagi komunitas kami berjalan dengan lancar dan aman," katanya. 

Thoriq juga menambahkan bahwa pihaknya dalam  waktu dekat akan mengadakan bakti sosial dengan anggota lainnya. 

"Namun karena adanya himbauan pemerintah agar menunda kegiatan yang mengundang massa karena virus corona jadi d tunda akhir bulan," tuturnya. 

Thoriq berharap dukungan yang diberikan untuk pemenangan Faida- Vian dapat berguna saat Pilkada pada bulan September mendatang.(tim/*) 

25/01/2020

Pilkada Semakin Dekat, Faida - Vian Mulai Hangatkan Suhu Politik


Jember, Kabarejember.com
---- Waktu pilkada semakin dekat.Para bakal calon Bupati maupun Wakil Bupati sudah mulai ambil ancang ancang dengan mengenalkan mereka kepada masyarakat dengan memasang gambar ditempat tempat yang dipandang strategis.Begitu pula dengan Pasangan Bakal Calon Bupati Faida - Vian, mulai melakukan pemanasan mesin politiknya. Mereka, berikhtiyar menjemput rekom rakyat. Meski demikian, pasangan ini tak menutup diri dengan partai politik.

Seperti yang disampaikan juru bicara Faida - Vian, Rully Efendi, Kamis (23/1) di Hotel Meotel. Kepada sejumlah wartawan, dia mengaku pihaknya sudah melakukan konsolidasi dari sejumlah relawan tingkat kecamatan dan desa, melakukan penggalangan dukungan jalur independen.

"Kami tidak menutup komunikasi dengan partai politik. Bahkan ibu Faida dan Mas Vian, sebelumnya juga sudah mendaftar ke beberapa partai politik. Namun arus dukungan rakyat, tidak bisa kita bendung. Keinginan rakyat mengusung kembali bu Faida, kami konsilidasikan dengan sebaik mungkin," paparnya.

Diakui Rully, sebelumnya para relawan tanpa dikomando, sudah langsung mengumpulkan KTP dukungan. "Jumlahnya sangat signifikan. Ini membuktikan, bahwa banyak rakyat Jember menghendaki bu Faida dua periode," tuturnya.

Saat ditanya langkah cepat menentukan pasangan sebelum rekom partai turun, disampaikan Rully bahwa Faida dan Vian, dijodohkan dalam satu frame politik yang sama. "Mas Vian memiliki kesamaan niatan mengapdi kepada masyarakat Jember. Mas Vian cinta duafa, anti korupsi, dan tentu siap bekerja keras untuk kemaslahatan masyarakat Jember," ujarnya.

Bagi Rully, ini menjadi keunggulan Faida dalam menjaga ideologi pemimpin. Katanya, dalam menentukan pasangan, harus mengedepankan chemistry dan hati nurani. "Seperti dengan pak kiai Muqit. Ya, Mas Vian memiliki kesamaan dengan pak kiai. Karenanya, ibu langsung ngeklik," akunya.

Demikian yang disampaikan putera sulung Faida, Akmal. Dia menyampaikan, bahwa Vian dan keluarganya bukan baru kenal. Bahkan, ibunda Vian sudah bersahabat lama dengan uminya Faida. "Kekuarga kami kenal baik dengan keluarga mas Vian," akunya.

Kata Akmal, keluarga besar Faida, merestui dan percaya Vian bisa menemani Faida melanjutkan kepemimpinannya. Terlebih, sosok Vian dikenal sebagai pemuda yang memiliki integritas tinggi, sama-sama anti korupsi. "Kami yakin, Mas Vian bisa menemani ibu dengan baik. Seperti persahabatan saya dengan Mas Vian," pungkasnya. ( Mul )

07/12/2019

Petahana Tetap Kokoh, Meski 'Dikeroyok' Bacabup Cowok


Jember, Kabarejember.com
----Mendekati pemilu kada (Pilkada) Kabupaten Jember suasana suhu politik mulai menghangat . Terlihat dipinggir jalan sudut desa dan pelosok serta kota sudah banyak dipampang  baliho gambar bakal calon bupati (Bacabup) Jember. Begitu juga Lembaga Survei Ipol Indonesia, juga tidak mau ketinggalkan untuk menyemati publik yang tengah mewarnai demokrasi di Jember ini ikut merilis hasil surveinya untuk Pilkada Jember.

Sejumlah bakal calon bupati yang mendaftar melalui DPC PDIP Jember, diuji tingkat keterpilihannya. Hasilnya, meski "dikeroyok" bakal calon bupati cowok, petahana dr. Faida , posisi nya di hasil survei masih jauh mengguli bacabup yang bermunculan.

Data yang survei Ipol Indonesia, dr. Faida mampu meraup hingga 184 poin. Sekitar tiga kali lipat di atas runner up, Hendy Siswanto, yang hanya 67 poin. Sedangkan Djoko Susanto, yang digadang-gadang dapat dukungan penuh mantan Bupati MZA Djalal, hanya meraup 31 poin.

Kemudian di posisi ke empat, ditempati kandidat milenial mantan Ketua KPUD Jember, Achmad Anis, dengan 28 poin. Mengejutkan, posisi kelima ada nama Kusbandono, disabilitas yang meraih 26 poin. Posisinya, di atas mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Jember yang juga Ketua Lesbumi NU, Rasyid Zakaria dengan 19 poin saja.

Abdus Salam, yang balihonya sudah sejak lama menyebar di pelosok Jember, hanya ada di posisi ketujuh dengan poin 17. Sedangkan Haidar Ulum, Kader PDIP yang kini menjabat Sekretaris Banteng Muda Indonesia, meraup 11 poin. Kemudian, Zulkifli, mantan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang kemarin kalah Pilkades Sukowono, hanya mampu mengantongi 10 poin.

Ipol Indonesia juga merilis nama Sekretaris DPC PDIP Jember, Bambang Wahyoe, yang hanya meraih 9 poin. Posisinya, ada diurutan ketiga dari belakang. Namun dia masih di atas Dwi Arya Nugraha 7 poin dan Abdul Kholiq, dosen Fisip Unej dengan 6 poin. ( Mul )

24/08/2019

Bupati Dukung GePe Ormas MKGR Wujudkan Perempuan Bebas Finansial


Jember, Kabarejember.com
-----Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mendukung GePe Ormas MKGR untuk mewujudkan perempuan bebas finansial. Dukungan itu diberikan Bupati saat menghadiri pelantikan pengurus GePe Ormas MKGR Jember di salah satu hotel di Jember, Sabtu, 24 Agustus 2019.

“Saya mendukung kegiatan yang menggerakkan perempuan, karena semakin banyak perempuan aktif dalam ormas maka akan semakin banyak sinergi yang bisa dilakukan di tengah masyarakat,” kata Bupati.

Karena itu, Bupati berpesan kepada pengurus baru untuk segera menyusun program kerja. “Saya mendukung karena salah satu targetnya adalah bebas finasial, antikemiskinan,” ungkap perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember ini.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, anggota maupun binaan GePe bisa mendapatkan bantuan modal agar tumbuh sebagai basis ekonomi kerakyatan.

“Jadi bisa mengajukan kredit modal usaha sampai 25 juta tanpa agunan, dengan rekomendasi dari ketua dan jaminannya adalah usaha itu sendiri,” ungkapnya.

Bupati berharap, kedepan ada kegiatan sinergi yang mengambil bagian dari program Pemerintah dalam menyelesikan masalah di tengah masyarakat bersama-sama.

“Mari, bersama Pemerintah Kabupaten Jember, menjadi solusi dalam menyelesikan masalah masyarakat,”

Bupati berpesan, karena tidak selamanya bisa menjadi pengurus, maka senyampang masih menjadi pengurus supaya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat.

Sementara itu, Ketua panitia pelantikan GePe Ormas MKGR, Indi Naidha, menyampaikan, dalam kegiatan pelantikan ini juga melaksanakan donor darah, pemutaran film anak dalam program penguatan karakter anak, serta santunan anak yatim.

“Kami membiasakan untuk mengundang dan memprioritaskan anak yatim dalam acara apapun untuk kepentingan anak-anak yatim,” pungkasnya. (mul/mia/hms)

05/08/2019

Ultah Putri Tercintanya, Bos Jember Tak Gendong Gelar Jalan Sehat Dihibur Orkes Dangdut



Jember, Kabarejember.com
 --  Pagi yang cerah, warga Dusun Kaliwining Desa Subo Kecamatan Pakusari Kabuputen Jember, tengah menikmati udara segar. Ditengah tengah aktivitas pagi itu,  ribuan warga antusias  mengikuti event jalan sehat bertempat di depan halaman rumah Icha (Siti Marisa), Acara itu dihelat  oleh H.Agus Suhartono yang akrap  dikenal "Bos Jember Tak Gendong", Minggu (4/8/2018)

Kegiatan tersebut dalam rangka hari ulang tahun (Ultah)  putrinya Icha / Siti Marisa yang sekaligus perkenalan sebagai calon kuat Kepala Desa Subo sebagai penantang incumben.

Ketika dikonfirmasi awak media,  H Agus Suhartono mengatakan, acara ini tujuannya untuk menghibur semua warga Subo dan sekitarnya, sekaligus bagi-bagi beras 5 kiloan. “Harapan saya  kedepannya jikalau putri saya terpilih dan ditakdirkan menjadi kepala desa subo kecamatan Pakusari, saya akan membagi - bagikan beras seperti ini sekaligus akan memberikan hiburan untuk semua masyarakat desa subo tiap tahunnya.  artinya tidak tebang pilih,  "akan kami buktikan bahwa Icha/ Siti Marisa bisa dan mampu untuk mengemban amanah untuk rakyat desa subo dan menjadi sosok pemimpin yang baik, maka dari itu mohon doa dan dukungannya semoga putri tercinta saya semuanya akan kami ini terpilih pada saat Pilkades serentak mendatang, kalau seandainya nantinya anak saya terpilih untuk pembagian beras dengan cara pemerataan dan seluruh warga masyarakat desa subo akan kami maksudkan. katanya dengan nada tinggi

Kepada awak media Rusmiati (34) tahun, merasa senang dengan acara ini. sosok pemimpin seperti Ica bisa menghibur dan mengerti keinginan rakyat. “Insyaallah kalau seperti ini terus masyarakat Desa Subo subur makmur,” ujar Rusmiati dengan serius.

Acara jalan sehat ini dihibur oleh Orkes Dangdut dan artis - artis yang tidak asing lagi di musik dangdut kalangan kota Jember, Banyuwangi, Bondowoso, yang acaranya dimulai pagi sampai selesai.

Acara Orkes dangdut dilanjut pada malam hari berupa tambahan hadiah menarik untuk jalan sehat dengan kupon gratis yang sudah dibagikan kepada semua peserta, (SALAM 2 JARI). Artinya semua masyarakat Desa Subo betul - betul dihibur oleh keluarga besar H. Agus Suhartono.

Hiburan Orkes Dangdut  dilaksanakan oleh H.Agus Suhartono untuk putri tercintanya yang mencalonkan kepala desa subo, bukan hanya dihibur pada siang hari saja, melainkan dilanjut hiburan Orkes Dangdut pada malam hari. Tampak ribuan warga Subo dan sekitarnya berbondong - bondong menghadiri hiburan Orkes dangdut.

Agar pelaksanan Orkes berjalan lancar dan damai, tampak aparat  keamanan dari kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Pakusari, bersama Kanit Reskrim, Kanit intel dan jajarannya beserta Danramil dan jajarannya, anggota satpol PP juga ikut sebagai keamanan di acara hiburan Orkes Dangdut yang diadakan Bos Jember Tak Gendong demi putri tercintanya Icha / Siti Marisa. SALAM 2 JARI. (Erwin)

23/07/2019

Antusias Wanita Jadi Anggota Banser Meningkat


   Jember, Kabarejember.com
----Mendekati pelaksanaan Konferensi Wilayah ( Konferwil ) ke 14, animo  wanita menjadi anggota  Banser (Barisan serbaguna) kian meningkat. Karena itu,  pengurus wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur mulai mewadahi dalam satuan khusus wanita dengan nama Detasemen Wanita Banser ( Denwatser). Bahkan, melalui momentum Konferwil ke 14 di Malang, Denwatser Jatim mendesak  DPW GP Ansor untuk segera mengusulkan Peraturan organisasi (PO) Denwatser, sehingga keberadaannya diakui.

       Menurut Kasat Denwatser PW GP Ansor Jawa Timur, Nofi Hidayati, sebagai wanita yang lahir dalam kultur NU, juga berkeinginan berhikmat di NU.  Sebab, selama ini jarang ada wanita yang ikut  Banser. Padahal, warga Nahdiyin itu, tidak hanya laki-laki. Apalagi NU mempunyai badan otonom yang semua anggotanya wanita seperti Muslimat, Fatayat dan Ikatan pelajar putri Nahdlatul ulama ( IPPNU).

     "Karena itu, perlu ada petugas yang mengamankan para wanita yang berasal dari wanita.  Apalagi untuk menjadi anggota Denwatser tidak serta merta karena harus menempuh jenjang pelatihan tertentu," terang Novi.

      Hal senada disampaikan anggata Denwatser Sidoarjo, Hamdiyah, kehadiran Denwatser ini, bisa dimanfaatkan mengawal Bu nyai yang berada dalam komunitas wanita.  Banser  biasanya sungkan mengawal Bu nyai.

    Selain itu, Denwatser digunakan menampung wanita yang ingin berhikmat di NU  yang tidak bergabung Fatayat Dan muslimat. Karena itu, dia berharap konferwil ke 14 GP Ansor Jawa Timur  itu bisa memfasilitasi  Denwatser untuk mengusulkan Peraturan organisasi Denwatser, meski demikian, Ia berharap Denwatser tetap berada di bawah komando BANSER.

      Sementara Komandan satuan koordinator wilayah, Dansatkorwil Banser Jawa Timur  Yunianto Wahyudi, Satkorwil baru menampung aspirasi para sahabatku,  Denwatser.  Namun hingga saat ini masih belum mempunyai PO.

      Ia berjanji menyusun PO Denwatser untuk dibawa dalam forum musyawarah koordinasi Nasional  Banser. Namun sebelumnya, pihaknya masih akan tabayun dengan para ulama NU, karena Banser itu milik badan otonom NU khusus laki-laki.

     Namun persoalan tersebut akan dibahas di luar konferwil. Dia menjelaskan sudah ada 15 cabang GP Ansor di Jawa Timur yang sudah terbentuk Denwatser dan perlu mendapatkan perhatian.
      Konferwil GP Ansor XIV, akan digelar di Malang  Minggu 28 Juli 2019 di pondok pesantren Sabilur Rosyad Gasek Malang yang diasuh ketua PWNU Jawa timur, KH Marzuki Mustamar. ( Iza/Mia)
   

25/05/2019

100 Hari Kerja Khofifah, PMII Jember Layangkan Tuntutan



Jember, kabarejember.com
Puluhan aktivis  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember menggelar demonstrasi serta pada Jum'at siang (24/5) di Gedung DPRD Jember.
Demonstran PMII Jember mempersoalkan tuntutan perihal sikap tegas dari Gubernur Jatim, Khofifah, terkait sejumlah proyek industri ekstraktif yang ditengarai berdampak buruk pada Ekologi dan masyarakat, hal tersebut berdasarkan visi misi Gubernur Khofifah, yakni Nawa Bhakti Setya, dimana dalam salah satu poin isinya, Gubernur berupaya melakukan integrasi dengan berbagai elemen termasuk di dalammya yakni potensi 51 titik ESDM.
"Salah satunya yakni poin Jatim Harmoni. Gubernur berupaya melakukan Integrasi berbagai elemen yang termasuk di dalamnya, potensi 51 titik ESDM." Ungkap Baijury, Korlap aksi ditengah-tengah aksi demonstrasi.
Tuntutan PMII Jember tersebut berdasarkan data dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang mencatat sekitar 608.193 Hektare lahan hutan di Jawa Timur sedang dalam kondisi krisis akibat aktifitas eksploitasi pertambangan.
Setelah itu, PMII Jember juga menuntut adanya revisi dari Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda RTRW) yang telah menetapkan beberapa wilayah di Jawa Timur menjadi kawasan peruntukan pertambangan, namun kawasan tersebut mayoritas masuk dalam kawasan agroindustri dan agropolitan.
Dalam tuntutannya yang terakhir, PMII Jember menuntut agar Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Setiajit, guna diberhentikan dari jabatannya.
"Sejak dari pemerintahan Gubernur Soekarwo, Setiajit selalu berupaya melakukan manuver kerja yang mendukung  pertambangan. Masih saja terus melakukan upaya eksploitasi, tidak ada solusi lain," ungkap Baijury.
Pada wilayah di Kabupaten Jember sendiri terdapat beberapa titik area pertambangan, Baijury berharap titik pertambangan tersebut bisa menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan berharap tidak untuk di eksploitasi. (Ulu/mia)

17/05/2019

Ketua PSHT Jember Himbau Anggotanya Tak Lakukan People Power




Jember, Kabarejember.com
Acara buka bersama (Buber) yang digelar di halaman Polres Jember pada rabu sore (15/5), digelar dalam rangka menjalin dan merekatkan silaturahmi antar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember pasca agenda pemilu pada 17 April lalu.
Acara buka bersama tersebut turut dihadiri oleh Ketua Cabang PSHT Jember, Sujono yang menegaskan serta menghimbau kepada seluruh anggota PSHT di Kabupaten Jember agar tak terlibat dalam gerakan People Power.
"Ketua Cabang PSHT bersama pengurus, mengharapkan kepada anggota PSHT se Kabupaten Jember untuk tidak melakukan people power," ujar Sujono secara tegas.
Gerakan people power belakangan ini santer dikabarkan akan dilakukan guna mencari keadilan serta menolak kecurangan yang terjadi dalam agenda besar nasional yakni Pemilu pada 17 April 2019 lalu. (Ulu)

KH. Umar Khotib : People Power Tak Boleh, The Power of Love Boleh


Jember, Kabarejember.com
Acara buka bersama (Buber) yang dihelat oleh Kapolres Jember, Kapolres Jember AKBP.  Kusworo Wibowo SH., S.I.K., MH pada Rabu sore (15/5) kemarin digelar dalam rangka menjalin kedekatan dan kesolidan antar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember pasca pemilu pada 17 April lalu.
Bertempat di halaman Polres Jember, acara buka puasa bersama turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta tokoh agama, salah satunya adalah KH. Umar Khotib yang memberikan himbauan pada masyarakat Jember supaya tak perlu mengerahkan people power pada 22 mei mendatang.
"Warga jember, serta Indonesia pada umumnya. Saya berharap, kita sebagai warga negara yang baik hendaknya menjaga persatuan dan kesatuan dengan mengutamakan kerukunan, serta menghindari people power. People power gak boleh, the power of love boleh," ujar KH. Umar Khotib.
Selain itu, KH. Umar Khotib juga turut mendoakan supaya negara Indonesia menjadi negara yang aman, berkah dan barokah. (Ulu)

Ketua PCNU Jember : Tak Perlu Lakukan People Power



Jember, Kabarejember.com
Ketua PCNU Jember,  KH. Abdullah Syamsul Arifin turut hadir dalam acara buka bersama yang dihelat di Polres Jember pada Rabu sore (15/5), sekaligus memberikan tausyiah keagamaan dihadapan ratusan elemen masyarakat yang hadir sebagai tamu undangan.
Dalam acara buka bersama yang dihelat dalam rangka menjalin kerekatan silaturahmi antar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember pasca pemilu, KH. Abdullah Syamsul Arifin juga turut menghimbau kepada masyarakat supaya tak melakukan gerakan people power.

"Terkait dengan akan diadakannya gerakan yang mengatasnamakan mencari keadilan dan menolak kecurangan, dengan melibatkan masyarakat, yang disebut dengan gerakan people power. Kami memandang hal tersebut tak perlu dilakukan, karena justru akan memecah belah bangsa," ujar Ketua PCNU Jember.

KH. Abdullah Syamsul Arifin menghimbau kepada seluruh masyarakat guna mengapresiasi jerih payah dari pelaksana pemilu, serta menerima apapun hasil pemilu selama tak ada hal yang dilanggar. Kalaupun ada kecurangan, KH. Abdullah Syamsul Arifin berharap supaya dilaporkan pada jalur yang konstitusonal, tanpa mengorbankan kepentingan berbangsa dan bernegara yang jauh lebih besar. (Ulu)

16/05/2019

Habib Husein Himbau Masyarakat Jember Tak Perlu Ada People Power



Jember, Kabarejember.com
Acara buka bersama yang digelar di halaman Polres Jember pada Rabu sore (15/5) turut mengundang sejumlah elemen masyarkat serta tokoh agama, salah satunya adalah Habib Husein.

Dalam acara buka bersama tersebut, Habib Husein menghimbau pada seluruh masyarakat Jember guna tidak terpancing mengerahkan people power menjelang pengumaman resmi pemilu pada 22 mei mendatang.

"Kepada seluruh masyarakat Jember, dan Indonesia pada umumnya yang cinta damai. Tidak perlu ada people power, bikin kerusuhan serta kekacauan. Setelah bumi ditata, semakin indah, jangan merusak lah," ujar Habib Husein.

Dalam keterangan lebih lanjut, Habib Husein mengingatkan tentang adanya Fatwa dari MUI Jember, bahwa pengerahan people power yang menyebabkan kerusuhan akan mengurangi pahala puasa. (Ulu)

26/04/2019

Kapolres Lumajang dan DANDIM 0821 Kawal Kotak Suara


Lumajang, KaJe
 (25/04/2019), Secara umum rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu di Kab. Lumajang sudah selesai semua pada hari ini. Kotak-kotak suara baik dari PPK secara bergantian mulai dikirim kembali dari PPK di masing-masing kecamatan ke gudang KPUD Lumajang.

Hari ini yang unik adalah Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang turut langsung mengawal kotak suara dari PPK Randuagung ke gudang KPUD Lumajang. Total ada 1020 kotak suara yang diangkut menggunakan 4 truk dengan pengawalan ketat dari TNI dan Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang.
Adapun formasi pengawalan paling depan adalah Mobil patwal diikuti oleh pasukan bermotor dari team Cobra Polres Lumajang bersama anggota TNI dari Kodim 0821 Lumajang, secara berturut-turut berikutnya 4 truk yang mengangkut kotak suara, dibelakang truk ada pasukan bermotor team Cobra Polres Lumajang kemudian disusul kendaraan Kapolres dan Dandim 0821 Lumajang.

Menurut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, " Hari ini Saya dan Dandim melakukan pengawalan langsung terhadap kotak suara yang telah direkap di PPK Kecamatan Randuagung, Saya sempat mendengar adanya info tentang intimidasi kepada penyelenggara pemilu di PPK Randuagung. Saya tidak mau ambil resiko. saya dan Dandim bersama Pasukan team Cobra Polres Lumajang dan jajaran Kodim 0821 datang ke PPK Randuagung untuk mengantisipasi dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah kehadiran kami dapat menciptakan situasi yang kodusif. Saya dan Dandim juga turut langsung mengawal kotak suara dari PPK Randuagung ke Gudang KPUD Lumajang" Ujar Arsal.

Dandim 0821 Lumajang LETKOL INF Ahmad Fauzi SE, " Saya harap Lumajang tetap selalu kondusif, saya dan Kapolres tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas kalau ada yang mau mengganggu jalannya proses pemilu di Lumajang. TNI dan Polri bersinergi untuk menciptakan suasana selalu kondusif di Lumajang, NKRI HARGA MATI." Ujar Dandim.

Perlu di ketahui bahwa semua PPK dikabupaten Lumajang telah menyelesaikan Proses Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu pada hari ini kecuali kecamatan kota.
Untuk kecamatan kota sendiri terdiri dari 7 kelurahan dan 5 desa, sedangkankan yang belum menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara tinggal 2 kelurahan yaitu kelurahan Tompokersan dan Rogotrunan. Panitia penyelenggara mengusahakan kedua kelurahan tersebut dapat diselesaikan rekapitulasi penghitungan suara malam ini, sehingga besok hari jumat direncanakan dilakukan pleno tingkat PPK. ( Suatman)

Haruskah Guruh Ismariyanto Tergeser ?


Lumajang, KaJe
Peta politik dan perolehan suara caleg di Kabupaten Lumajang pada pemilu 2019, bisa berubah. Perubahan itu bisa terjadi setelah adanya penghitungan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kecamatan, maupun yang dilakukan oleh internal parpol masing – masing dan tim sukses caleg.

Di Dapil 5 misalnya. Partai Demokrat (PD) yang asalnya dihitung dan diprediksi mendapatkan 1 kursi atas nama caleg Arif Rahman, terancam melayang tergantikan oleh caleg dari Partai Gerindra, Nur Fadilah, S.Ag.

Dengan begitu, maka jumlah perolehan kursi Partai Demokrat yang awalnya diprediksi 6 kursi melorot menjadi 5 kursi. Sementara, perolehan kursi Partai Gerindra yang asalnya dihitung dan diprediksi 7 bertambah menjadi 8 kursi, antara lain:

1. Ir. Gatot Sarworubedo . (Dapil 1 (Lumajang, Tekung, Jatiroto, Sumbersuko dan Sukodono).

2. Eko Wahyudi, SH. (Dapil 1 (Lumajang, Tekung, Jatiroto, Sumbersuko dan Sukodono)

3. Susilo Yuan Permadi (Dapil 2 (Rowokangkung, Yosowilangun, Kunir dan Tempeh)

4. Sugiyanto (Dapil 3 : Pasirian, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari)

5. Oktaviyani, SH, (dapil 4 : Gucialit, Senduro, Padang dan Pasrujambe)

6. Amin (dapil 4 – Gucialit, Senduro, Padang dan Pasrujambe)

7. Dedi Marta, SE (dapil 5 : Klakah, Randuagung, Kedungjajang, Ranuyoso)

8. Nur Fadilah, S.Ag (dapil 5 (Klakah, Randuagung, Kedungjajang, Ranuyoso).

Begitu pula di dapil 3. Data hasil rekapitulasi suara yang diperoleh saksi internal Saiful Anam (Caleg PDIP), menyebutkan, Saiful Anam lebih unggul dibandingkan caleg separtai yang diprediksi jadi.

Sebelumnya, caleg PDIP dapil 3 yang diprediksi jadi sebanyak 2 orang, yakni Musta’nul umam dan Guruh Ismariyanto. Namun, setelah dicek hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan oleh tim Saiful Anam bersama saksi-saksi yang dia miliki, perolehan suaranya lebih tinggi dibandingkan Guruh Ismariyanto.

“Berdasarkan rekap data yang kami peroleh, perolehan suara untuk tiga besar Caleg PDIP antara lain :

 Berikut Nama - Namanya

1. Musta’inul Umam : 1.590 (Pasirian), 1.146 (Candipuro), 2.836 (Pronojiwo), dan 407 (Tempursari). Total 5.979 suara

2. Saiful Anam

: 2.954 (Pasirian) (Candipuro), 23 (Pronojiwo), dan 26 (Tempursari). Total = 4.640 suara

3. Guruh Ismariyanto

 : 1.397 (Pasirian), 2.566 (Candipuro), 51 (Pronojiwo), dan 104 (Tempursari). Total = 4.118 suara.

Dengan jumlah tersebut, maka ada selisih 522 suara (milik Saiful Anam).

Karena untuk dapil 3 PDIP dapat 2 kursi, dengan komposisi perolehan suara tersebut yang lolos adalah Musta’inul Umam dan Saiful Anam”, ungkap saksi dan Tim Sukses Saiful Anam.

Sementara, Saiful Anam,  menyampaikan, data yang beredar luas sebelumnya, dirinya kalah tipis dengan Guruh Ismariyanto.

Namun Bang Ipul (panggilan karibnya), memaklumi karena data tersebut masih sementara dan belum memasukkan hasil perhitungan semua TPS.

“Sementara, berdasarkan data-data yang dikumpulkan timses saya, tampaknya saya unggul cukup signifikan. Oleh karena itu saya menunggu hasil final perhitungan dari KPU. Jika hitungan dari KPU memang menempatkan perolehan suara saya di peringkat kedua setelah Umam, Insya Allah sejalan dengan data salinan C1 yang saya pegang,” paparnya optimis.

Dari awal pencalegkan, Saiful Anam memandang proses ini sepenuhnya dalam kendali Tuhan. Karena itu Ia selalu bersikap pasrah.

“Kalau jadi ya, alhamdulillah, kalau tidak jadi berarti Tuhan belum merestui”, tuturnya seraya menambahkan, data C1 yang dimiliki bisa dikroscek dan dicocokkan dengan yang ada di KPU. (woko)

23/04/2019

PKB, PDIP, dan Gerindra 'Kuasai “ Wonorejo



Lumajang, KaJe

Hasil rekapitulasi pemilu serentak 2019 di tingkat kecamatan, diperkirakan tuntas pada 26 April 2019. Akan tetapi, peta kekuatan siapa partai pemenang pemilu 2019 di Kabupaten Lumajang dan berapa jumlah kursi “empuk” yang bakal diduduki, sudah terlihat oleh masing-masing  caleg dan para petinggi parpol. Bahkan mereka sudah mengantongi data hasil penghitungan versi mereka sendiri dari saksi-saksi yang diterjunkan saat pencoblosan dan penghitungan suara di seluruh TPS.

Biasanya, hasil hitung cepat para petinggi parpol ini cukup akurat karena berdasarkan data langsung dari saksi-saksi internal mereka. Namun demikian, angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan selama rekapitulasi resmi KPU Lumajang belum dipublikasikan.

Data yang berhasil  dihimpun dan ditelusuri media ini, PKB diprediksi menggeser posisi PDIP yang sebelumnya sebagai pemenang pemilu 2014. Sedangkan posisi ketiga ditempati Partai Gerindra.

Pertama, Dapil 1 ((Lumajang, Tekung, Jatiroto, Sumbersuko dan Sukodono)PKB diprediksi mendapatkan 2 suara, Gerindra 2, PDIP 1, Golkar 1, NasDem 1, PKS 1, PPP 1, PAN 1, Hanura 1 dan Demokrat 1. Total dapil satu Lumajang 12 kursi.

Kedua, Dapil 2 (Rowokangkung, Yosowilangun, Kunir dan Tempeh) PKB 2, Gerindra 1, PDIP 2, Golkar 1, NasDem 1, PKS 1, Demokrat 2. Di dapil ini ada sisa 1 kursi yang diperebutkan Partai Demokrat dan PPP.

Ketiga, Dapil 3 (Pasirian, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari) PKB 2, PDIP 2, Gerindra 2, Golkar 1, PKS 1, Demokrat 1. Sedangkan 1 kursi lagi masih diperebutkan sejumlah caleg.

Keempat, Dapil 4 (Gucialit, Senduro, Padang dan Pasrujamber) PKB 2 kursi, PDIP 2, Gerindra 1, PPP 1 dan Demokrat 1. Sementara Golkar dan NasDem terancam kehilangan kursi.

Kelima, Dapil 5 (Kedungjajang, Klakah, Ranuyoso dan Randuagung) PKB 2, PDIP 2, Gerindra 1, NasDem 1, PPP 1, PKS 1, Demokrat 1. Di Dapil ini kursi ke 10 diperebutkan antara PKB dan PPP, sedangkan Golkar dan Hanura lagi-lagi harus legowo karena terancam kehilangan 1 kursi.

Dari prediksi tersebut, maka partai politik yang didirikan oleh almarhum Gus Dur ini akan menguasai DPRD Lumajang di Jl. Raya Wonorejo sebagai pemenang pemilu serentak 2019. Disusul kemudian PDIP (pemenang kedua) dan Partai Gerindra (pemenang ketiga). Tentu prediksi ini bisa berubah (berkurang, bertambah atau malah hangus) tergeser oleh parpol lain.(woko)

Komisi B DPRD Jember Temui Puluhan Aktivis PMII


Jember, KaJe
Aksi demonstrasi yang digelar puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Jember (PC PMII Jember) pada senin siang (22/4) diawali dengan orasi di depan gedung DPRD Jember.

Aksi yang memperjuangkan nasib saluran irigasi pertanian masyarakat yang hendak dibelokkan PT. Imasco Asiata tersebut mendapat respon dari Komisi B DPRD Jember, Kholil Asyari.

"Saya atas nama pribadi dan lembaga DPRD Komisi D, siap terlibat aktif dalam penyelesaian persoalan PT. Imasco dan masyarakat puger. yang kedua, mengawal AMDAL sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang ketiga, akan mempertemukan pihak2 terkait dengan PT. Imasco dalam waktu dekat." ujar Kholil Asyari.

Selain membawa tuntutan perihal saluran irigasi yang terancam dibelokkan, aktivis PMII Jember juga menuntut adanya kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses dokumen AMDAL, serta menolak rencana pembuatan 17 sumur bor yang dikhawatitkan akan berdampak kekeringan dan mengganggu aktivitas cocok tanam para petani di daerah Puger Kulon dan Puger Wetan. (UR)

20/04/2019

Elemen Masyarakat Jember Sepakat Menunggu Keputusan Resmi KPU



Jember, KaJe 
Kegiatan Turba (Turun Kebawah) dilakukan Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo,. SH,. S.I.K., MH pada sabtu siang (20/4) di PPK Kaliwates guna memberikan pengamanan pada proses penghitungan surat suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Selain memastikan proses pengamanan, pada jum'at malam sebelumnya (19/4), Kapolres Jember telah mengundang sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua KPU, Ketua, Ketua timses hingga ketua Parpol guna menyepakati untuk sabar dan menunggu keputusan resmi dari KPU.

"Tidak ada yang merayakan kemenangan duluan, tidak ada yang memaksakan kehendak, sampai ada keputusan resmi dari KPU," ujar Kapolres Jember tersebut.

Setelah adanya keputusan resmi dari KPU nantinya, Kapolres Jember berharap masyarakat tidak melakukan perayaan secara berlebihan, serta euforia kemenangan yang dikhawatirkan bisa mencederai pihak-pihak lain. (UR)