Komunitas Peradilan Semu IAIN Jember Gelar Milad ke-3



Jember, KaJe
Bertempat di Gedung D Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAIN)  Jember, Komunitas Peradilan Semu Fakultas Syariah menggelar acara milad yang ke-3 pada Jum'at (5/4/2019).

Opening Acara Milan Kompres yang ketiga merupakan serangkaian acara yang dimulai sejak tanggal 5 hingga 8 April 2019. Acara opening Anniversary. KOMPRES dibuka pada tanggal 5, kemudian dilanjut dengan agenda lomba debat pada sabtu (6/4/19), kemudian esok harinya (7/4/19) adalah pelaksanaan lomba peradilan semu, serta malam puncak penganugerahan untuk pemenang lomba.

Acara milad ketiga tahun Kompres yang bertema Born To Shine and Destined to be Champion tersebut memang sarat akan makna visioner.

"Bagaimana dialektika itu dibentuk dalam suatu acara debat hukum, tema yang kita angkat dalam acara ini harapannya adalah supaya Kompres bisa lebih bercahaya dan bersinar pada ranah lokal dan internasional di masa mendatang" ujar M. Abdul Rouf, selaku ketua umum Kompres IAIN Jember dalam sambutannya.

"Tujuan Kompres dibentuk 3 tahun lalu pada 2016, kami bersama-sama di Lab Syariah kala itu, mendirikan Komunitas Peradilan Semu. Supaya para mahasiswa-mahasiswi Fakultas Syariah dan para sarjana bisa memiliki kompetensi yang baik dalam bidang  praktek hukum. Baik sebagai hakim, notaris, konsultan hukum, paralegal lain-lainnya." ungkap Martoyo, S.H.I, M.H, Ketua Kalab. Fakultas syariah dalam sambutannya.

Sedangkan Rina Suryanti,  S. H. I M.Sy, selaku pembina Kompres berharap acara Milad Kompres bisa melahirkan para praktisi hukum yang bermoral dan ber-intelektual.

"Semakin semangat menjadi calon praktisi hukum yang bermoral dan ber-intelektual. Jadi, intelektual saja tidak cukup tetapi mereka juga harus bermoral. Itu harapan dari kami selaku pembina Kompres." Ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ana Laela selaku mantan Ketua Kompres, yang berpandangan bahwa acara debat hukum pada Milad Kompres sangat bagus dalam menggali potensi mahasiswa fakultas syariah.

"Dengan acara ini, kita ingin tahu berapa anak yang berani untuk debat hukum, dan berapa anak yang sudah matang di tingkat peradilan semu." ujarnya.

Serangkaian acara lomba dan debat yang dihelat dalam tataran internal mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jember tersebut mendapatkan sambutan positif dari peserta.

"sangat antusias, dari kegiatan ini mampu menambah kemampuan akademis, serta wawasan dan ilmu dari mahasiswa di Fakultas Syariah." ujar Faizul, mahasiswa semester 4 dari Program Studi Hukum Pidana Islam. (UR) 

Post a Comment

0 Comments