Kenang Jasa Pahlawan, Kapolres dan Jajaran Polres Lumajang Melakukan tabur bunga di TMP



Lumajang, kabarejember.com
(04/07/2019) ---Hari Bhayangkara adalah peringatan lahirnya Kepolisian Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Dalam peringatan hari Bhayangkara ke 73, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH beserta jajaran Polres Lumajang melakukan ziarah ke makam pahlawan.

Kapolres menyempatkan diri menabur bunga. Ada 3 tokoh pejuang yang terkenal di Lumajang yaitu Mayor Jenderal Imam Soedja’i, Kapten Kyai Ilyas dan Iptu Jamaari. Iptu Jamaari sendiri berasal dari Institusi Kepolisian. Perlu diketahui bahwa beliau salah satu pahlawan Lumajang  yang cukup dikenal sehingga di abadikan menjadi nama jalan yang berada di Kelurahan Jogotrunan Kec. Lumajang.

Kepahlawanannya dikenang masyarakat Lumajang karena pada masa perjuangan tahun 1947, Iptu Jamaari memimpin Polisi Istimewa (sekarang Brimob) beserta rakyat Lumajang untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Beliau menghembuskan nafas terakhir seusai tertembak di dadanya saat terkepung pihak lawan di sekitaran daerah Tumpeng.

  Selain diambil sebagai nama jalan, bekas medan tempur pasukan Bhayangkara di bawah pimpinan Iptu Jamaari dibangun sebuah monumen di Desa Tumpeng untuk mengenang kegigihan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan.

  Dalam kegiatan tersebut, Kapolres AKBP M. Arsal Sahban juga menyempatkan mengirim doa kepada seluruh pejuang yang telah gugur mendahului. Ia menjelaskan, apa yang dikisahkan oleh para veteran perjuangan ini, tentu menjadi nilai yang sangat bermakna bagi semua. "Cerita perjuangan yang dikisahkan tentang perjuangan dan pertempuran mengusir penjajah dulu, tentu hal yang sangat luar biasa untuk kami ingat. Jasa besar itulah yang menjadi nilai bermakna sebagai pegangan bagi kami untuk bisa meneruskan perjuangan beliau-beliau ini," ujarnya.

  Lebih lanjut, Kapolres juga mengingatkan kepada pemuda agar memaknai perjuangan para pahlawan. Dia berharap, para pemuda saat ini tak terlena dengan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu. "Saat ini saatnya kita mewarnai kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Jangan tanyakan apa yang telah diberikan negara kepadamu, namun pertanyakan apa yang telah kita berikan kepada bangsa ini,” pungkas Arsal. (Suatman )

Post a Comment

0 Comments