Kota Mojokerto - Merdekanews. Id Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto pemerkan inovasi "Curhat Ning Ita" dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) 2022 yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 25 hingga 28 Juli 2022, di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Dalam pameran yang diikuti oleh 29 kabupaten dan 9 kota di Jawa Timur ini, Diskominfo Kota Mojokerto juga mengusung design Majapahitan sesuai dengan salah satu program prioritas Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terkait pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

"Salah satunya yang kami tampilkan adalah 'Curhat Ning Ita' yaitu layanan pengaduan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung melalui 8 kanal yaitu Whatsapp, Instagram, Facebook, Twitter, Website, Sms, Aplikasi Lapor.id, atau datang langsung," ujar Kepala Diskominfo Kota Mojokerto Santi Ratnaning Tias. Selasa (26/7)

Lebih lanjut ia menuturkan, kegiatan ini merupakan forum strategis dengan seluruh elemen dan perwakilan Diskominfo di Jawa Timur untuk berkolaborasi menyampaikan strategi komunikasi dan strategi informasi publik.

"Senang sekali Diskominfo Kota Mojokerto tahun ini dapat berpartisipasi dalam even yang luar biasa yaitu JKF 2022, melalui even ini kami bisa berkumpul dengan Diskominfo di seluruh Jawa Timur, berkolaborasi menyampaikan strategi komunikasi dan strategi informasi publik," imbuhnya.

Sebagai informasi, Dalam kegiatan tahunan ini, terdapat berbagai rangkaian diantaranya meliputi forum infrastruktur TIK, workshop literasi digital, forum wali data, festival pertura, sosialisasi pembinaan KIM secara digital, rakor span lapor, workshop kehumasan, hingga workshop TIK. 

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka JKF 2022 pada Senin (25/7) malam berharap melalui kegiatan ini mampu menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat transformasi digital. 

Dengan mengangkat tema "Optimis Jatim Bangkit dan Akselerasi Transformasi Digital", JKF 2022 diharapkan bisa meningkatkan produktivitas, efektivitas dan juga transparansi dari seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan.

"Tentu harapan kami, JKF 2022 ini bisa meningkatkan produktivitas, efektivitas dan tentunya transparansi dari seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan," ujarnya. 

Seiring dengan berjalannya transformasi digital di wilayah Jawa Timur, masyarakat bisa mengakses layanan dengan lebih mudah, murah dan cepat. Selain itu, diharapkan juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan ke pemerintah.adv/yn.

Post a Comment

0 Comments