LSM AMPP Soroti Keresahan Masyarakat Terkait Truck Tronton, Satlantas, Dishub, dan Dinas Kesehatan Diminta Turun


Probolinggo,Merdekanews.id
Kemampuan struktur perkerasan jalan dalam menjalankan fungsinya berkurang sebanding dengan bertambahnya umur perkerasan dan bertambahnya beban lalu lintas yang dipikul dari kondisi awal apalagi apabila terdapat kendaraan dengan keadaan beban berlebih terhadap lapisan perkerasan. Kemampuan struktur perkerasan jalan dalam menjalankan fungsinya berkurang sebanding dengan bertambahnya umur perkerasan dan bertambahnya beban lalu lintas yang dipikul dari kondisi awal apalagi apabila terdapat kendaraan dengan keadaan beban berlebih terhadap lapisan perkerasan.
Menanggapi eksistensi Dump-Truck Tronton tersebut, H. Lutfi Hamid, Ketua LSM AMPP mengatakan, jika keberadaan Dump-Truck Tronton yang melewati jalan aspal yang cukup sempit dirasa sangat mengganggu pengguna jalan. Selain karena Dump-Truck Tronton tersebut berdimensi besar, muatannya juga terlihat sangat berat. Sehingga banyak keluhan Dump-Truck Tronton yang memuat material timbunan pembangunan jalan tol probowangi tersebut dalam waktu tertentu akan banyak menyisakan kerusakan jalan, dan membuat arus jalan terganggu. Selain itu, debu yang beterbanganpun sangat massif.
”Saya mendesak Satlantas Polres Probolinggo dan Dishub Kab. Probolinggo agar bersinergi melakukan pengawasan secara sangat ketat terhadap lokasi – lokasi tambang tanah urug / sirtu yang menggunakan Dump-Truck Tronton sebagai pengangkut materialnya. Jika masih ada Dump-Truck Tronton yang terlihat melintas di Kelas Jalan yang tidak sesuai, maka artinya ada pembiaran oleh oknum – oknum apara penegak hukum. Selain itu, Dinas Kesehatan Kab. Probolinggo juga harus turun untuk meninjau toxic polusi debu akibat muatan material tanah urug tersebut. Dengan demikian akan menjadi bahan Lembaga kami nanti akan mengadu ke Kapolri dan Presiden RI,” tegas H. Lutfi Hamid, Ketua LSM AMPP beberapa hari yg lalu.

Post a Comment

0 Comments