Langsung ke konten utama

Diduga Salahi Prosedur, ALIANSI L3GAM Kritik Keras Komisi III DPRD Probolinggo Terkait Penggunaan Gedung Dewan Untuk Kepentingan Proyek




PROBOLINGGO, Merdekanews.id 
Sikap Aliansj L3GAM terhadap kinerja wakil rakyat dikursi DPRD Kabupaten Probolinggo semakin keras ditunjukkan setelah adanya temuan bahwa gedung DPRD dijadikan mess pekerja proyek pemasangan lift. Langkah L3GAM ini ditunjukkan dengan mengirimkan surat protes ke Komisi III DPRD setempat.

Seperti diketahui bahwa para pekerja menempati ruang di lantai atas gedung dan menggunakan listrik serta air milik kantor dewan selama pengerjaan proyek berlangsung.

Humas Aliansi L3GAM, H. Luthfi Hamid, menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam pengawasan aset negara oleh lembaga legislatif.

> “Gedung DPRD adalah kantor resmi negara. Ketika gedung itu disalahgunakan menjadi tempat hunian pekerja, itu menandakan fungsi pengawasan Komisi III benar-benar lemah dan tidak berjalan,” tegas H. Luthfi, pada Minggu (16/11/2025).

Ia menambahkan bahwa kontraktor memang keliru memanfaatkan fasilitas pemerintah, namun Komisi III tidak bisa berdalih tidak tahu.

> “Tidak mungkin pekerja bisa tinggal di ruangan dewan tanpa ada unsur pembiaran. Jika tidak tahu, berarti pengawasannya buruk. Jika tahu dan diam, berarti ada pelanggaran etik,” ujarnya.

H. Luthfi Hamid menegaskan bahwa ALIANSI L3GAM siap mengambil langkah lebih jauh jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari Komisi III.

> “Kami akan melaporkan seluruh anggota Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo ke Badan Kehormatan. Mereka wajib dimintai pertanggungjawaban atas kelalaian dan dugaan pembiaran ini,” tegasnya.

Menurutnya, Badan Kehormatan memiliki mandat untuk menilai apakah terjadi pelanggaran kode etik, kelalaian jabatan, atau tindakan yang merendahkan martabat lembaga.

> “Jika mengawasi gedungnya sendiri saja mereka tidak mampu, bagaimana mereka mau mengawasi proyek pembangunan di seluruh Kabupaten Probolinggo?” kritik H. Luthfi.

Kasus penggunaan gedung DPRD sebagai mess pekerja kini menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas, etika, dan tata kelola aset negara. Publik menunggu langkah tegas dari DPRD, terutama Komisi III, untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...