Langsung ke konten utama

LSM AMPP Siap Laporkan Seleksi Direktur Perumdam ke KPK, Desak Bupati Probolinggo Evaluasi Panitia Seleksi




PROBOLINGGO, Merdekanews.id . LSM AMPP Siap Laporkan Seleksi Direktur Perumdam ke KPK, Desak Bupati Probolinggo Evaluasi Panitia Seleksi

PROBOLINGGO – Polemik seleksi Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo kian memanas. LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) menyatakan akan melaporkan proses rekrutmen tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dilakukan pemantauan dan pengawasan.

Ketua LSM AMPP, H. Luthfi Hamid, menegaskan bahwa langkah pelaporan ke KPK bukan tanpa alasan. Menurutnya, pengabaian kewajiban sertifikat kompetensi bagi calon direktur bukan hanya persoalan administratif, tetapi berpotensi membuka celah penyimpangan dalam proses rekrutmen jabatan strategis daerah.

“Kami akan menyampaikan laporan dan meminta KPK melakukan pemantauan terhadap proses seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura. Ini penting untuk memastikan tidak ada permainan, titipan, atau kompromi kepentingan di balik seleksi,” tegas Luthfi, Sabtu (20/12/2025).

Ia menilai, ketika standar kompetensi yang diwajibkan regulasi diabaikan sejak tahap pencalonan, maka seleksi kehilangan objektivitas dan akuntabilitasnya.

“Kalau syarat mendasar saja bisa dinegosiasikan, publik wajar curiga. Di situlah KPK harus hadir melakukan pengawasan pencegahan,” ujarnya.

Selain KPK, AMPP juga secara terbuka mendesak Bupati Probolinggo agar bersikap peka dan bertanggung jawab terhadap polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

“Bupati tidak boleh tutup mata. Ini bukan persoalan kecil. Bupati harus segera mengevaluasi Panitia Seleksi, termasuk dasar hukum yang mereka gunakan dalam menetapkan syarat calon direktur,” kata Luthfi.

Menurutnya, panitia seleksi adalah kepanjangan tangan kepala daerah. Karena itu, setiap kekeliruan tafsir hukum dan cacat prosedural dalam seleksi merupakan tanggung jawab moral dan administratif Bupati.

“Kalau pansel keliru, Bupati wajib meluruskan. Jangan sampai kesalahan ini dibiarkan dan berujung pada gugatan hukum yang justru merugikan daerah,” tambahnya.

Luthfi mengingatkan bahwa jabatan Direktur Perumdam Tirta Argapura berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan daerah dan pelayanan dasar masyarakat, sehingga tidak boleh diisi melalui proses yang cacat hukum.

“Air itu kebutuhan dasar. Kalau pengelolanya dipilih lewat proses yang melanggar aturan, maka risiko kegagalan pelayanan tinggal menunggu waktu,” tegasnya.

AMPP menyatakan akan terus mengawal proses seleksi hingga tuntas, termasuk membuka opsi langkah hukum lanjutan apabila pemerintah daerah tidak segera melakukan perbaikan.

“Kami tidak ingin seleksi ini menjadi preseden buruk. Kalau hari ini dibiarkan, besok pola yang sama akan diulang. Itu yang kami cegah,” pungkas Luthfi. – Polemik seleksi Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo kian memanas. LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) menyatakan akan melaporkan proses rekrutmen tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dilakukan pemantauan dan pengawasan.

Ketua LSM AMPP, H. Luthfi Hamid, menegaskan bahwa langkah pelaporan ke KPK bukan tanpa alasan. Menurutnya, pengabaian kewajiban sertifikat kompetensi bagi calon direktur bukan hanya persoalan administratif, tetapi berpotensi membuka celah penyimpangan dalam proses rekrutmen jabatan strategis daerah.

“Kami akan menyampaikan laporan dan meminta KPK melakukan pemantauan terhadap proses seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura. Ini penting untuk memastikan tidak ada permainan, titipan, atau kompromi kepentingan di balik seleksi,” tegas Luthfi, Sabtu (20/12/2025).

Ia menilai, ketika standar kompetensi yang diwajibkan regulasi diabaikan sejak tahap pencalonan, maka seleksi kehilangan objektivitas dan akuntabilitasnya.

“Kalau syarat mendasar saja bisa dinegosiasikan, publik wajar curiga. Di situlah KPK harus hadir melakukan pengawasan pencegahan,” ujarnya.

Selain KPK, AMPP juga secara terbuka mendesak Bupati Probolinggo agar bersikap peka dan bertanggung jawab terhadap polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

“Bupati tidak boleh tutup mata. Ini bukan persoalan kecil. Bupati harus segera mengevaluasi Panitia Seleksi, termasuk dasar hukum yang mereka gunakan dalam menetapkan syarat calon direktur,” kata Luthfi.

Menurutnya, panitia seleksi adalah kepanjangan tangan kepala daerah. Karena itu, setiap kekeliruan tafsir hukum dan cacat prosedural dalam seleksi merupakan tanggung jawab moral dan administratif Bupati.

“Kalau pansel keliru, Bupati wajib meluruskan. Jangan sampai kesalahan ini dibiarkan dan berujung pada gugatan hukum yang justru merugikan daerah,” tambahnya.

Luthfi mengingatkan bahwa jabatan Direktur Perumdam Tirta Argapura berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan daerah dan pelayanan dasar masyarakat, sehingga tidak boleh diisi melalui proses yang cacat hukum.

“Air itu kebutuhan dasar. Kalau pengelolanya dipilih lewat proses yang melanggar aturan, maka risiko kegagalan pelayanan tinggal menunggu waktu,” tegasnya.

AMPP menyatakan akan terus mengawal proses seleksi hingga tuntas, termasuk membuka opsi langkah hukum lanjutan apabila pemerintah daerah tidak segera melakukan perbaikan.

“Kami tidak ingin seleksi ini menjadi preseden buruk. Kalau hari ini dibiarkan, besok pola yang sama akan diulang. Itu yang kami cegah,” pungkas Luthfi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...