Lumajang , Merdekanews.id Ribuan warga memadati Jalan Raya Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi hingga jalanan berubah bak lautan manusia.
Namun di tengah keramaian tersebut, seorang penonton dilaporkan pingsan diduga akibat kelelahan dan pingsan.
Mengetahui kejadian itu, warga bersama anggota Polres Lumajang yang tengah melakukan pengamanan langsung memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi ke Mapolsek Senduro untuk penanganan awal.
Namun karena kondisi korban belum sadar, petugas dengan sigap membawa korban menggunakan mobil patroli ke puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengatakan bahwa pihaknya memang menyiagakan personel di sejumlah titik untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung.
“Anggota kami bersama warga membantu masyarakat yang mengalami sesak dan lemas di tengah ramainya kerumunan masyarakat yang menonton pawai ogoh-ogoh,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, korban merupakan seorang ibu warga Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, yang langsung mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
“Karena belum sadar, anggota kami segera membawa yang bersangkutan ke puskesmas terdekat menggunakan mobil patroli agar segera mendapatkan perawatan intensif,” jelasnya.
Sementara itu, pengamanan kegiatan keagamaan tersebut melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta unsur terkait lainnya.
Petugas mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Tawur Agung, arak-arakan ogoh-ogoh, hingga prosesi pengerupukan atau pembakaran ogoh-ogoh.
Sebanyak 15 ogoh-ogoh diarak mulai pukul 20.00 WIB setelah pelaksanaan salat tarawih. Rute pawai dimulai dari Pura Mandara Giri Semeru Agung, melintasi sejumlah titik di wilayah Senduro, dan kembali finish di area parkir pura sekitar pukul 23.00 WIB.
Usai arak-arakan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengerupukan sebagai simbol pembersihan diri dari hal-hal negatif menjelang Hari Raya Nyepi.
Secara umum, kegiatan berlangsung aman dan kondusif meski diwarnai insiden kecil tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan serta berhati-hati saat berada di tengah kerumunan besar.

0 Comments