28/02/2019

Gara Gara Uang Rp 200 Ribu, Remaja Ini Dianiaya

Lumajang, KaJe
Polres Lumajang berhasil mengamankan seorang perempuan yang melakukan tindak pidana penganiayaan, Rabu (28/02/2019). Penganiayaan itu, mengakibatkan luka serius LAILATUL FITRIA alias ALI (20) warga Dusun Jambearum Desa Rumabang Pakem Kecamatan Pasru jambe Kabupaten Lumajang.

Kasus itu berawal dari uang sebesar Rp. 200.000 membuat pelaku berinisial  NPD (15), warga Dusun Curah lekong Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Saat itu bermaksud menagih uang yang dipinjam korban, tapi tiba tiba berubah menjadi tindak penganiayaan. Ini dikarenakan pelaku yang geram karena dirinya tidak dihiraukan oleh korban yang asik bermain telepon genggamnya. Sontak saja, pelaku menendang telepon gengam tersebut kemudian mencakar wajah korban yang membuatnya terjatuh dan kepala korban terbentur dinding anyaman bambu yang mengakibatkan mendapat luka jahit di bagian kepala.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu tanggal 27 Februari 2019, sekira pukul 11:300 dan tersangka tertangkap  Pada hari Rabu 27 Februari 2019 sekira pukul 21:00. Pelaku inisial NPD ditangkap saat berada di warung kopi dekat lampu merah mboreng yang tepatnya di Jalan lintas timur Kec. Lumajang Kab. Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menyesalkan kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi karena uang senilai Rp. 200.000 malah harus berurusan dengan pihak kepolisian." Memang benar jika emosi sudah mengendalikan pikiran kita akan gelap mata dan tidak dapat melihat apa imbas dari perbuatan yang telah kita lakukan. Namun setiap masalah dapat diselesaikan melalui jalur hukum. Karena itu kami akan menyelesaikan perkara ini melalui pemeriksaan lebih lanjut kepada korban dan pelaku," terangnya.

Pelaku dijerat pasal 351 tentang  Penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 450.000. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (Suatman)

Warung Bakso Ludes Dilalap Si Jago Merah


Jember, KaJe
Warung bakso di Dusun Darungan Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, ludes terbakar , sekitar pukul 02.00 wib, Kamis (28/02/2019). Akibatnya, isi warung yang ada di dalam tak berhasil diselamatkan.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan,  sekitar pukul 02.00 wib, pak Feri pemilik warung bakso tersebut meninggalkan warung untuk melaksanakan sholat. Setelah beberapa menit kemudian, pak Feri kembali ke warung. Belum sampai di warung, warga sekitar sudah  ramai memadamkan api.

Diduga, api berasal kompor gas yang kondisi nyala ditinggal pak Feri sholat ngowos ( bocor, red). Karena percikan api tersebut api merembet ke barang barang mudah terbakar yang ada di warung tersebut. " Saya tinggal sholat, kemungkinan api berasal dari kompor gas yang ngowos. Ketika ngowos itu, percikan api merembet ke barang barang," ujar pak Feri lirih.

Akibat kebakaran di warung bakso tersebut  pak Feri penjual bakso mengaku  kerugian yang diderita sekitar Rp 10 jutaan. Sementara itu, menurut  tokoh masyarakat, Toriman, apabila  menghidupi kompor gas jangan sampai ditinggal, karena bisa berakibat fatal  seperti yang terjadi di warung pak Feri. (nik/Mia))

Wabup Indah Tekankan Minat Baca Dimulai Sejak Dini


Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M Si., mengatakan, bahwa minat baca harus diawali sedini mungkin. Hal itu, disampaikan ketika membuka Pameran Buku tahun 2019, di Gedung Kesenian dr. Sudjono, Kamis (28/2/2019) pagi.

Pameran Buku kali ini,  bertemakan, " Literasi Untuk Kesejahteraan Masyarakat, Menjadikan Masyarakat Lumajang Hebat".

Lebih jauh Wakil Bupati, menyampaikan, bahwa buku merupakan cendela dunia, karena dengan membaca buku dapat mengetahui isi dunia. Untuk itu, anak-anak harus dilatih untuk suka membaca buku sejak usia dini. Ia berkeinginan agar tahun depan kegiatan seperti ini pemerintah dapat memfasilitasi lebih baik lagi.

"Saya menghimbau kepada orang tua dan guru, harus dapat meningkatkan minat membaca terhadap anak-anaknya," himbaunya.

Wabup berpesan kepada petugas perpustakaan harus dapat melayani masyarakat dengan baik. Ketika melayani jangan lupa 3S (Salam, Sapa, dan Senyum).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Kustiati, S.Sos., M.M., melaporkan, bahwa pameran buku tahun 2019 diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang bekerjasama dengan Gramedia, Jember.

Pameran buku berlangsung dua pekan, mulai tanggal 28 Februari - 14 Maret 2019. Ia mengungkapkan, bahwa tujuan pameran buku tersebut untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan bacaan bermutu, serta untuk membangkitkan kegemaran minat baca masyarakat, yang dimulai sejak usia dini. Menurutnya, ini sebagai wadah komunikasi interaktif antara peminat buku (konsumen) dengan penggiat perbukuan (penulis, toko, distributor dan penerbit buku). Namun, yang kalah pentingnya, pameran buku itu, meningkatkan budaya membaca.(Suatman)

Bupati Faida Lepas Tim Sepakbola Pra Porprov Jatim 2019


Jember, KaJe
Bupati  Jember dr. Hj. Faida, MMR., memberangatkan tim sepakbola Persid Jember yang akan berlaga di Pamekasan dalam kejuaraan pra Porprov Jatim 2019.

Pemberangkatan dari Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu, 27 februari 2019, ini untuk menandai para atlet menjalankan tugas resmi Pemerintah Kabupaten Jember.

“Mereka ini diberangkatkan untuk suatu tugas resmi dari Kabupaten Jember, mengibarkan bendera Jember untuk meraih prestasi olahraga yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu para atlet juga mendengar kabar menggembirakan dari orang pertama di Jember ini. Para atlet sepak bola yang berhasil menjebol gawang lawan akan mendapatkan reward.

“Kita bikin komitmen dengan pemain, tiap gol kita kasih berapa rewardnya, supaya menjadi penyemangat untuk anak-anak kita,” ungkap bupati.

Reward yang diberikan merupakan hadiah resmi dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk atlet.

Bupati Jember Faida menyampaikan pemberangkatan ini bukan sekedar seremonial. Namun juga merupakan momentum meneguhkan komitmen bersama untuk para atlet.

“Kita semua yang dewasa yang hadir disini harus punya komitmen yang jelas kepada adik-adik kita,” ajak bupati.

“Kita disini hadir bersama-sama untuk mendukung prestasi anak-anak kita, termasuk mendukung prestasi pemain bola andalan Kabupaten Jember,” ujarnya.

Bupati berpesan agar para atlet menjaga kesehatan fisik dan mental. Tidak melakukan tindakan yang menghambat dan mengurangi kesempatan berprestasi.

“Anak muda banyak godaannya, tapi anak muda potensinya luar biasa,” ungkap perempuan pertama yang sukses menjadi Bupati Jember ini.

Pada level kejuaraan tertentu, bupati menyampaikan akan hadir menyaksikan bersama-sama.

Mentara terkait rencana Porprov 2021, bupati menyatakan sangat terbuka untuk pelaksanaan even olahraga tersebut.

Ketua Koni Jember Abdul Haris Alvianto, mengaku telah menanamkan kepada pesepakbola Jember yang akan mewakili pra Porprov agar saat datang harus mempunyai jiwa untuk menang, semangat untuk menang, juga spirit untuk menang.

“Ditanamkan juga oleh bupati, agar mempunyai jiwa yang menang dan spirit yang menang, itu yang penting,” katanya.

Ia menjelaskan, atlet yang diberangkatkan sekitar 18 – 20 atlet, dengan target masuk final dulu kemudian bisa masuk Porprov.

Pertandingan akan berlangsung di Pamekasan selama 5 hari, dimulai sejak tanggal 10 Maret 2019.

“Semoga mereka diberi mental yang kuat dan stamina yang bagus. Dengan menanamkan mereka harus menang. Mereka juga akan mendapat bonus yang akan menjadi komitmen bupati dengan KONI,” katanya. (Mia/fra/hms)

Lippo Jember Akan Gelar Panggon Pandhalungan Awal Maret 2019


Jember,KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. kembali menerima jajaran manajemen Lippo Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu, 27 Februari 2019. Dalam pertemuan kedua ini, bupati didampingi oleh sejumlah pejabat. Seperti Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Anas Maruf.
Kepada wartawan, Anas menjelaskan pertemuan dengan Lippo Jember untuk persiapan even Panggon Pandhalungan yang akan digelar 1 - 30 Maret 2019. Dalam kegiatan ini akan diperlihatkan berbagai kesenian khas Jember. Seperti Tari Lahbako, Can Macanan Kadduk, serta jajanan tradisional hasil UMKM.
"Ini sebuah bentuk kepedulian dari pihak manajemen Lippo untuk ikut memajukan seni budaya dan perekonomian di Jember, khususnya untuk mengangkat produk lokal Jember," Anas memberikan apresiasi.
Pelaksanaan acara yang akan berlangsung di Lippo Mall Jember ini juga akan menyuguhkan mini museum yang menampilkan artefak-artefak di Jember.
Lippo dan Pemkab Jember akan saling mendukung untuk suksesnya acara ini, karena juga untuk mendukung cinta produk lokal
Lippo mewadahi, dengan memberikan tempat untuk para pelaku UKM dengan menampilkan dan menjualnya," terangnya.
Anas pun menjelaskan teknis pelaksanaan kegiatan itu telah mencapai final, dengan arahan dari Bupati Jember.
Marketing Communication Manager, Januard CH. Erasmus pada kesempatan bertemu bupati itu kembali memberikan pemaparan kesiapan pelaksanaan kegiatan.
Januard menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember atas sambutan yang baik dan respon yang positif terhadap program Lippo yang mengangkat budaya Jember.
"Tujuan kami,  Lippo Plaza Jember ikut serta berperan aktif dalam menyukseskan apa yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Jember sendiri dalam hal pelaksanaan budaya," terangnya.
Banyak bangunan-bangunan di Jember yang menawarkan makanan modern, Januard mengatakan, jajanan pasar ini ditujukan untuk bernostalgia pada jajan masa kecil.
"Kita ingin bernostalgiakan itu lagi. Jadi kita teringat lagi dan makin cinta lagi, bahwa jajanan pasar dulu menjadi jajanan keseharian kita," ucapnya.
Pelaku usaha yang diangkat memang pelaku usaha yang jualannya memang di pasar, dengan tujuan jajanan pasar sekaligus pelaku usaha itu.
"Kita bukan cuma memberdayakan dan cuma ingin meningkatkan atau mengenalkan jajanan pasarnya tetapi pelakunya juga," tutupnya. (Mia/ags/hms)

Polije Komitmen Susun Amdal




Jember, KaJe
Target Tuntas Akhir April 2019
Untuk menjamin keberlangsungan proses pembelajaran dan pengembangan sarana prasarana serta kegiatan usaha produktif, sebagai bukti ketaatan hukum guna interaksi dengan para pihak baik masyarakat sekitar kampus, pemerintah, swasta dan lembaga pemberdayaan masyarakat serta dalam rangka implementasi Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, sejak Jumat (15/2) Politeknik Negeri Jember (Polije) telah melakukan konsultasi publik dan sosialisasi penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Penyusunan dokumen Amdal ditargetkan tuntas di akhir April 2019.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Sumbersari tersebut dihadiri Camat Sumbersari, Dinas Lingkungan Hidup, Danramil Sumbersari, Kapolsek Sumbersari, Lurah Tegalgede dan perwakilan warga disekitar kampus Polije.
Dalam sambutannya Direktur Polije yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Saiful Anwar, S.TP, MP menyampaikan, keberadaan Polije sudah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat berupa peningkatan ekonomi, sosial budaya serta manfaat bagi pengembangan kapasitas pengembangan kota Jember.
“Bagi Masyarakat secara langsung dapat berdampak pada peningkatan pendapatan, dengan penyewaan rumah atau kos, toko kebutuhan sehari-hari, warung makan, warnet, laundry dan lain sebagainya”, tandasnya.
Polije didirikan dan beroperasi secara penuh sejak awal tahun 1989. Sebagai kampus vokasi unggulan, Polije menjadi kawasan dengan aktivitas utama menyelenggarakan pembelajaran baik kuliah dan praktikum yang mahasiswanya berasal dari berbagai kota dari penjuru nusantara. Semua aktifitas pendidikan, sosial, budaya dan ekonomi serta lalu lintas merupakan dampak baik bersifat positif dan negatif terhadap lingkungan atau masyarakat di daerah sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengembangan Polije menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri, sebagaimana termaktup dalam visi dan misi Polije, maka Polije dituntut untuk berbenah dan berproses melaksanakan pengembangan berkelanjutan, mengikuti Master Plan Pengembangan kampus Polije  di kawasan 362.113 m2.
“Pembangunan dan lingkungan merupakan dua hal yang harus dikelola secara beriringan dan tidak dapat dipertentangkan. Setiap dampak yang timbul dari pembangunan harus dapat dikelola dengan baik demi tercapainya manfaat yang optimum”, papar Saiful Anwar.
Menurut dia, kebijaksanaan pembangunan yang saat ini dilaksanakan di Indonesia harus berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dengan tetap menjaga kelestarian fungsi lingkungan.
Penyusunan dokumen Amdal pengambangan dan operasional kampus Polije, dilakukan dengan melalui kajian detail mengenai dampak yang akan muncul dari aspek teknis, aspek sosekbud dan aspek lingkungan yang secara rinci.
Sedangkan cakupan penyusunan Amdal, meliputi : penggalian data primer dan sekunder terkait dengan wilayah studi dan hasil studi atau studi perencanaan yang ada sebelumnya, melakukan identifikasi kegiatan yang dilakukan sekarang, melakukan identifikasi lingkungan nyata di  sekitar kampus, melakukan evaluasi terhadap kegiatan penyebab dampak yang telah diprerkirakan, melakukan evaluasi kegiatan pengelolaan dan pemantauan yang telah dilakukan, melakukan analisis lokasi pengelolaan dan pemantauan yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan sampling maupun data primer lainnya yang akan digunakan sebagai data pengelolaan lingkungan yang ada.
“Target dokumen Amdal nanti berupa kerangka acuan Amdal, dokumen Amdal serta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup-Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL)”, tandas Agus Riyanto, SE, M.Si Penanggung Jawab Tim. (Mia/fra/hms)

31Anak Disyahkan Kapolres Lumajang Jadi Pocil

Lumajang, KaJe
Kapolres.Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memimpin langsung apel tradisi pembentukan Pocil di wana wisata pemandian alam Selokambang Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.

Dalam acara yang diselenggarakan sore hari tersebut, Arsal secara resmi mengesahkan sebanyak 31 anak yang akan dilatih menjadi seorang Pocil. Anak anak ini berhasil melalui berbagai  tahap seleksi yang begitu ketat serta telah menyingkirkan ratusan anak anak lain yang juga ikut mendaftar menjadi Pocil Polres Lumajang.

Kedepannya, baik dari Polres Lumajang dan Pemkab Lumajang akan menyuport anak anak pilihan dari berbagai sekolah dasar yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dalam tradisi ini, Kapolres Lumajang secara simbolis menyiram seluruh calon pocil tersebut. Dalam acara ini, Arsal menambahkan bahwa anak anak ini adalah bibit unggul yang harus dijaga bersama. Tidak semua anak anak mendapat kesempatan emas ini. Para orang tua harus bangga dan terus menyuport buah hatinya." Kami akan menggembleng mental dari putra putri orang tua sekalian, agar memiliki jiwa yang kuat serta keuletan dalam menghadapi masalah dimasa depan. Namun demikian, ini bukan lah akhir dari segalanya. Ini bukan akhir pencapaian maksimal kalian, maka dari itu jangan sampai para adik adik terlena dalam euphoria sesaat,” ungkap Arsal.

Dalam kesempatan lain, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH mengungkapkan kegembiraan nya seusai terpilihnya para pocil ini. “Jangan menganggap remeh para Pocil yang terpilih ini. Didalam jiwa mereka terkandung jiwa jiwa pemimpin di masa depan." Saya yakin, dua puluh tahun yang akan datang mereka lah yang akan menggantikan pemimpin pemimpin negeri ini. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengkader bibit unggul sedini mungkin,"  tegas Giri. (Suatman)