26/03/2019

Polisi Gadungan Bawa AIRSOFTGUN Diamankan



Lumajang, KaJe
Propam Polres Lumajang mengamankan salah satu warga Desa Kunir, Kabupaten Lumajang yang ditengarai mengaku sebagai anggota Polri. Pria tersebut diketahui bernama Arifin (28) dan beralamat di Desa Kunir Lor RT 19 RW 3 Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang.

  Penangkapan pelaku sendiri bermula dari laporan warga yang merasa curiga dengan gerak gerik pelaku yang mengaku sebagai anggota Polres Lumajang tersebut. Diketahui, memang Arifin berada di rumah Dofir, warga Dusun Parasgowang Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh yang saat itu punya hajatan khitan putranya. Mendengar Laporan tersebut, Propam Polres Lumajang yang juga dibantu oleh anggota Polsek Tempeh mendatangi lokasi yang dimaksud.

  Benar saja, saat petugas datang pelaku sedang berada di tengah undangan dengan menggunakan celana kempol, kaos polisi coklat serta menggunakan sandal jepit. Arifin pun digelandang ke Mapolres Lumajang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

  Dari tangan tersangka sendiri, petugas mengamankan berbagai macam atribut Polri, diantaranya : 1 stel seragam polisi PDL Kempol ( baju, celana, kaos, Kopel, Hoster, sepatu laras), 2 buah topi/pilkep polisi, serta 1 pucuk Soft gun jenis Revolver berikut 4 buah amunisi Soft gun.

  Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH dikonfirmasi melalui sambungan telfon juga membenarkan penangkapan polisi gadungan di wilayahnya. “Iya benar, tadi propam Polres Lumajang memang menangkap warga yang mengaku sebagai anggota Polres Lumajang. Dan memang benar, setelah didatangi ternyata pemuda yang bernama Arifin tersebut adalah warga sipil yang sengaja membeli pakaian polisi untuk kepentingan tertentu. Sampai saat ini juga masih kami selidiki apakah ada motif pemerasan ataupun yang lain yang mendasari pelaku menyamar sebagai anggota Polri ini” ungkap Arsal.

  Lebih lanjut, Kapolres juga menghimbau kepada warga untuk lebih berhati hati dengan orang yang mengaku sebagai anggota Polri. “Kadang memang warga sipil sulit membedakan polisi gadungan atau asli. Yang jelas jika memang mulai meminta uang atau semacamnya, perlu diwaspadai. Apalagi bagi kaum perempuan, biasanya modus para polisi gadungan ini selain untuk mencari uang juga agar mempermudah mencari kenalan perempuan dan dijanjikan akan dinikahi. Silahkan melapor ke polsek terdekat untuk memastikan orang tersebut adalah anggota Polri atau bukan," pungkasnya. ( Suatman)

Pencuri Motor di Halaman Masjid Ditangkap Tim Cobra Lumajang


Lumajang, KaJe
Masih ingat sebuah video yang sempat viral !. Yaitu 2 pelaku pencurian kendaraan bermotor di halaman masjid Al-Kaursar karena pelaku menggunakan sarung, tampak di CCTV seperti perempuan yang menggunakan mukena.

Kejadian ini dilaporkan tanggal 16 maret 2019 oleh korban ke pihak Kepolisian. Tampak dari CCTV  terpantau Kedua orang pelaku tersebut bermoduskan sebagai jamaah sholat subuh di masjid Al Kautsar Desa Sumberjo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.

Dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku menggunakan sarung dengan corak kombinasi biru bermotif batik garis untuk mengelabui warga yang seakan-akan jamaah sholat subuh. Namun dalam aksinya tidak berjalan mulus karena kamera CCTV yang terpasang di Masjid Al Kautsar merekam aksi mereka.

Bermodalkan kunci T kedua pelaku berhasil membawa kabur 1 unit kendaraan bermotor honda Beat tahun 2011 warna merah Nopol : N-3449-ZT Noka  An. SULISTYAWATI Alamat Dusun Sekar Putih Rt. 02 Rw. 01 Desa  Sumberjo Kecamatan  Sukodono KabupateLumajang.

Tersangka bernama MUHAMMAD YUSRON (38), warga  Dusun Tegalsari Desa Mangunsari Kec Tekung Kab. Lumajang dan ABDUL HOLIK Alias KOMBET Dusun Tegalsari Desa Mangunsari Kec Tekung Kab Lumajang (tertangkap dan diproses dalam perkara lain oleh Polres Jember).

Tsk Abdul Holik Alias Kombet yang juga merupakan DPO Tkp Kab.Jember telah ditangkap oleh Polres Jember pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019 sekitar  pukul 16.00 Wib.
Selanjutnya Tim Cobra berhasil melakukan pengembangan dan berhasil mendapat informasi dan selanjutnya melakukan penangkapan terhadap pelaku Tsk An.MUHAMMAD YUSRON saat berada dirumahnya yang tepatnya di DusunTegalsari Rt.14 Rw.06 Desa Mangunsari Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang.

Barang bukti berupa kendaraan bermotor yakni 1 unit sepeda motor honda beat tahun 2011 warna merah Nopol : N-3449-ZT An. SULISTYAWATI Alamat Dsn. Sekar Putih Rt. 02 Rw. 01 Desa Sumberjo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang dan tersangka diamankan di Polres Lumajang guna pemeriksaan lebih lanjut .

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH saat dikonfirmasi terkait kasus berikut mengaku alhamdulilah telah berhasil mengamankan sindikat pencurian kendaraan bermotor di TKP Halaman Masjid AL KAUTSAR Desa Sumberjo Kecamatan Sukodono Kabupatem Lumajang.

"Berkat cctv kita dapat mengenali ciri-ciri pelaku dan dari situ juga kami memiliki petunjuk untuk mengungkap bagaimana modus kedua tersangka ini dalam melakukan aksinya, yakni dengan menggunakan sarung untuk mengelabui jamaah lainnya dan kunci T yang sudah mereka siapkan untuk merusak kontak dan menyalakan kendaraan yang sudah mereka incar sebelumnya," ujar Arsal

Karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap barang barang berharga milik masing-masing karena kejahatan ada di sekitar kita dan mengintai  kelengahan warga.

Katim Cobra AKP Hasran Cobra juga menambahkan, pelaku kejahatan tidak melihat siang malang, tidak memandang pria atau wanita, dimana ada kesempatan maka mereka akan melakukan aksi kejahatan. Oleh karena itu kita harus tetap waspada dimanapun itu seperti kejadian ini. " Padahal di Masjid mereka masih nekat saja. Maka masyarakat saya harap jangan membuka peluang kesempatan untuk para pelaku kejahatan melancarkan aksinya sehingga masyarakat sendiri yang kena imbasnya,"  terang Hasran.

Tersangka diancam dengan pasal 362 KUHP karena tindak pidana pencurian dengan ancaman kurungan selama 5 tahun penjara. (Suatman)

Punya Prestasi Tingkat Nasional, Bebas Tes Masuk Program Studi Diploma Unej


Jember, KaJe
Kabar gembira bagi siswa di wilayah Besuki Raya yang memiliki prestasi akademik, non akademik, dan sosial budaya di tingkat nasional. Pasalnya mereka mendapatkan keistimewaan bebas tes masuk program studi jenjang diploma yang ada di Universitas Jember. Tidak hanya itu saja, bagi siswa yang hafal Al Quran 30 juz pun bakal mendapatkan kesempatan yang sama. Jalur baru dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jember ini dinamakan jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) jenjang Diploma 2019. Informasi ini disampaikan langsung oleh Zulfikar, Wakil Rektor I Universitas Jember saat memberikan bimbingan teknis kepada 102 orang perwakilan SMA/SMK/MA di wilayah Besuki Raya di aula lantai 3 gedung rektorat Universitas Jember (26/3).

Menurut Zulfikar, adanya jalur PMDK jenjang Diploma diharapkan membuka peluang lebih besar bagi siswa di wilayah Besuki Raya untuk mengenyam pendidikan tinggi di Kampus Tegalboto. Khususnya bagi siswa SMK yang perlu meningkatkan keterampilannya agar mampu bersaing di pasar kerja. Pembukaan jalur PMDK jenjang Diploma ini sesuai dengan kebijakan Kemenristedikti yang ingin memperkuat pendidikan vokasi di perguruan tinggi.

Rencananya, seluruh program diploma di Kampus Tegalboto secara bertahap akan menjadi Diploma IV yang didesain dengan sistem multi entry dan multi exit, dimana setiap mahasiswanya akan mendapatkan sertifikat setiap menyelesaikan setahun kuliahnya. Jadi jika ada mahasiswa yang hanya kuliah selama dua tahun karena  langsung bekerja, maka memperoleh dua sertifikat sesuai mata kuliah keahlian yang sudah ditempuhnya, jelas Wakil Rektor I yang membidangi akademik, kemahasiswaan dan alumni ini.

Selain memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa di Besuki Raya untuk kuliah di perguruan tinggi, adanya jalur PMDK jenjang Diploma dapat menjadi pintu masuk bagi sekolah, untuk menorehkan prestasinya dalam rekam jejak sekolah di pangkalan data sekolah yang dikelola oleh Kemenristekdikti. Bisa jadi masih ada sekolah yang jumlah siswanya yang diterima di PTN masih sedikit, akibatnya sekolah seperti ini sulit bersaing dengan sekolah lain pada jalur SNMPTN yang seleksinya berdasar pada prestasi siswa dan prestasi sekolah.
 Nah, adanya jalur PMDK jenjang Diploma ini membuka peluang sekolah mengirimkan siswanya kuliah di Kampus Tegalboto sehingga mengangkat prestasi sekolah, imbuh Zulfikar. 

Untuk diketahui, pada tahun pertama pelaksanaan jalur PMDK jenjang Diploma, Universitas Jember menggandeng 102 sekolah lanjutan atas di wilayah Besuki Raya, yang didominasi oleh SMK sebanyak 77 SMK negeri dan swasta. Kesepakatan kerjasama antara Universitas Jember dengan pihak sekolah telah dilakukan pada tanggal 18 Maret 2019 lalu, dimana pihak Universitas Jember diwakili oleh Wakil Rektor III, sementara pihak sekolah diwakili oleh para kepala cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan kepala kantor Kementerian Agama di wilayah Besuki Raya.
 Dari Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang serta Kabupaten dan Kota Probolinggo. Diharapkan program ini bakal berkembang luas di tahun yang akan mendatang dengan melibatkan lebih banyak lagi sekolah.

Keberadaan jalur PMDK jenjang Diploma disambut baik, seperti yang disampaikan oleh Anang Dwi, guru SMAN Jatiroto Lumajang. Menurutnya, banyak orang tua siswanya yang lebih suka jika anaknya kuliah di Universitas Jember dengan alasan jarak yang tidak terlalu jauh, dan biaya hidup yang terjangkau. Kami berharap agar program seperti ini tidak hanya di jenjang diploma saja, namun juga di program sarjana sebab saya yakin akan banyak diminati siswa kami, apalagi umumnya orang tua siswa  lebih suka anaknya kuliah di Universitas Jember agar mudah pengawasannya, tutur Anang Dwi.
 
Pendaftaran PMDK jenjang Diploma dilaksanakan secara online mulai 15 April hingga 10 Mei 2019. Diteruskan dengan seleksi pada 11 Mei hingga 11 Juli 2019, dan pengumuman pada 12 Juli 2019. Proses pendaftarannya mirip jalur SNMPTN, dimana sekolah mendaftarkan terlebih dahulu siswanya yang berminat, memasukkan nilai dan kemudian memberikan PIN dan kata sandi kepada siswa untuk melakukan pendaftaran. Universitas Jember memberikan kuota 40 persen mahasiswa baru  program studi diploma melalui jalur PMDK jenjang Diploma. Lebih menariknya lagi, bagi calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur PMDK jenjang Diploma hanya membayar Uang Kuliah Tunggal saja, jadi bebas membayar Sumbangan Pengembangan Institusi, kata Zulfikar.

Untuk diketahui, ada sepuluh program studi jenjang diploma di Kampus Tegalboto, diantaranya Program Studi Diploma Perpajakan dan Program Studi Diploma Usaha Perjalanan Wisata di FISIP. Program Studi Diploma Akuntansi, Program Studi Diploma Administrasi Keuangan, Program Studi Diploma Manajemen Perusahaan, serta Program Studi Kesekertariatan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Untuk Fakultas Teknik memiliki tiga program studi diploma yaitu Teknik Elektronika, Teknik Mesin dan Tenik Sipil. Sementara satu program studi ada di Lumajang, yakni Program Studi Diploma Keperawatan. (Mia/bbg/iim/hms) 

Jokowi Ajak Pendukungnya Lawan Hoax


Jember, KaJe
Puluhan ribu masa menghadiri acara kampanye pansangan calon (Paslon)  01 Jokowi - KH Makruf Amin di JSG ( Jember sport garden) Ajung Jember Senin (24/3/2019) kemarin.

Dari pantauan media,  mulai jam 10 wib masa pendukung Paslon 01 mulai memasuki area JSG , adapun masa terdiri dari partai pendukung, alumni SMA, SMK, Aliyah  ,pondok pesantren, ormas,LMDH serta masyarakat.

Walau sempat diguyur hujan namun masa tetap bertahan sampai capres 01 Jokowidodo hadir di stadion Jember Sport Garden,turut hadir dalam acara tersebut Erik Tohir, Yeni wahid , Khofifah Indar parawansa serta dr Hj Faida MMR.

Dalam pidato politiknya, mantan Walikota Solo dua periode tersebut mengatakan,  terkait isu isu politik hoax harus dilawan dan diluruskan. Diantaranya, kalo Jokowi- KH Makruf Amin jadi adzan akan dilarang,Jokowi mengatakan itu bohong, itu hoax. Dan beberapa isu hoax lainya. Melalui media sosial  maupun dor to dor harus dilawan dan diluruskan.

Acara kampanye  terbuka Capres 01 Jokowidodo  yang digelar di JSG Ajung Jember ini berjalan aman dan kondusif. (Mul/Mia)

Wabup Muqit Ajak IPNU dan IPPNU Tangkal Paham Pemecah Belah Bangsa


.
Jember, KaJe
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief mengajak Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) untuk aktif menangkal gerakan paham yang bisa memecah belah bangsa.
Masuknya paham yang bisa memecah belah bangsa itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda pada zaman sekarang ini.

Karena itu, IPNU dan IPPNU harus menjadi gerakan. Tidak hanya sekedar sebuah organisasi yang menaungi pelajar.
IPNU - IPPNU harus menjadi sebuah gerakan di kalangan pemuda yang mampu berkonstribusi dalam pemahaman berbangsa dan bernegara yang benar.

Bergerak di kalangan pemuda ini, untuk memberikan pemahaman atau pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar wabup saat menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang IPNU  IPPNU Jember di SMKN 5 Jember, Minggu, 24 Maret 2019.
Wabup pun berharap IPNU dan IPPNU mewarnai pergerakan pelajar di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Jember.

Menjadi anggota sebuah organisasi, lanjut wabup, merupakan kesempatan emas untuk mengasah kemampuan berorgansasi maupun mengasah sifat-sifat kepemimpinan.
Pemerintah Kabupaten Jember mendukung IPNU dan IPPNU mewujudkan cita-cita kepemimpinan di sekolah-sekolah di Kabupaten Jember.

Untuk itu, wabup berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Jember mau menerima dengan tangan terbuka atas kehadiran IPNU IPPNU.
Untuk itu, wabup mendukung dan akan membantu pergerakan organisasi pelajar ini.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Jember, Muhammad Ardi Wiranata menjelaskan, organisasi IPNU dan IPPNU ini merupakan dua organisasi yang berbeda.
IPNU adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau putra. Sedangkan IPPNU adalah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

Ia juga mengajak para pelajar sampai mahasiswa untuk belajar dan berjuang bersama, menghadapi era zaman sekarang yang mengalami banyak tantangan.

"Saat ini, gerakan pelajar dinantikan untuk menyongsong Indonesia. Para pelajar harus mempersiapkan dirinya dari segi ilmu agama, ilmu umum, keahlian dan lain sebagainya," ujarnya.
Berbagai macam ilmu, utamanya ilmu berorganisasi yang nanti akan bermanfaat dan menjadi bekal di dunia usaha juga industri.

Sedangkan Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Jember, Aini Viki Mardiani menjelaskan tentang pemimpin. Pemimpin atau leadership, ujarnya, adalah sosok yang memiliki peran penting dalam sebuah kelompok atau organisasi.
"Setiap orang adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya," Aini mengutip sebuah hadits riwayat Bukhari.
Saya percaya semua orang adalah sosok pemimpin. Entah sebagai pemimpin masyarakat, pemimpin keluarga, atau pemimpin bagi diri sendiri yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban diakhirat nanti," jelasnya. (Mia/ags/Mul/hms)

Pengelolaan Tambang Pasir Berujung Penganiayaan


Lumajang, KaJe
Hari ini (Senin, 25 Maret 2019) Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH turun langsung bersama Tim Cobra Polres Lumajang untuk melakukan reka ulang kejadian pertikaian yang terjadi di halaman salah satu rumah warga di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang.

  Kejadian ini sendiri bermula dari permasalahan pengelolaan lahan tambang pasir yang sebenarnya dimiliki oleh CV. Permassindo. Pada hari Jumat (8/3) sekitar pukul 20.00 wib, Pelaku atas nama Nanok Priwandono (42) warga di Desa Klakah Kecamatan Klakah mendatangi rumah korban atas nama Junaedi (Laki laki, 54 th) yang beralamat di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe, dengan membawa senjata tajam jenis pisau. Sesampai di halaman rumah korban, tersangka langsung berteriak agar korban segera keluar dari rumah. Korban pun keluar untuk menemui pelaku bersama istrinya.

  Cekcok antara keduanya pun tak bisa di elakan. Akhirnya keduanya saling dorong hingga masuk ke teras korban. Pelaku pun memukul dengan tangan kosong korban hingga menyebabkan luka memar di bagian telinga, pangkal hidung, bibir dan perut serta kaki dari korban. Tak tinggal diam, Korban pun melawan dengan merebut pisau yang dipegang oleh pelaku, sehingga selanjutnya diamankan oleh istri korban.

  Mendengar kegaduhan, warga pun berdatangan pada saat kejadian. Akhirnya pelaku berhasil melarikan diri serta merampas kembali pisau yang sempat diamankan oleh istri korban.

  Dalam pernyataannya, Kapolres mengatakan bahwa berdasarkan investigasi memang benar motif dibalik penganiayaan tersebut akar masalahnya dari pengelolaan tambang pasir. “Dari hasil investigasi pihak kami, serta hasil rekonstruksi tadi, memang dapat disimpulkan bahwa kejadian penganiayaan ini akar masalahnya dari pengelolaan tambang pasir," ujarnya.

Ada 4 pihak kata kata Kapolres,  yang mengelola didalam lahan tambang pasir tersebut. "Dimana ada sejarah panjang dalam proses pengelolaannya diantara mereka, yang kemudian ada pihak yang merasa tidak ditepati kesepakatan-kesepakatan dulu. hal ini yang menyebabkan terjadinya konflik sampai berujung kepada penganiayaan ini,” ungkap Kapolres.

  AKP Hasran Cobra, selaku Katim Cobra mengatakan pelaku melanggar 2 pasal sekaligus. “Si tersangka ini selain melakukan penganiayaan dalam pasal 351 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara selama 2 tahun 8 bulan, juga membawa senjata tajam yang mana tercantum dalam Pasal 2 ayat 1 UU RI NO.12/DRT/1951 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun," tegas pria yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lumajang tersebut.( Suatman)

Wabup Indah Buka Sosialisasi Pemilu 2019


Lumajang, KaJe
Pemilu bukan hanya bersandar pada tugas dan integritas KPU dan Panwaslu. Tetapi merupakan kewajiban kita bersama, mendukung kesuksesan pelaksanaannya. Hal itu dituturkan Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M. Si., saat membuka Sosialisasi Pemilihan Umum serentak  2019, di Ruang Nararya Kirana Kantor Bupati, Senin (25/3/19) pagi.

Pemilu 2019 yang jatuh pada Rabu Pahing, 17 April nanti, masyarakat Kab. Lumajang dihadapkan pada pilihan 16 Politik, 2 Pasangan Calon Presiden, 109 Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, 48 orang Caleg DPRD, 138 orang Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur (Dapil V) serta 547 orang Caleg DPRD Kab. Lumajang.  Pemilu Legislatif itu, terbagi menjadi 5 daerah pemilihan (Dapil).

Bunda Indah menyampaikan, salah satu Indikator keberhasilan penyelenggaraan Pemilu adalah tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam menyalurkan hak suaranya.

"Peran dan Partisipasi masyarakat sangat penting dari sebuah pesta demokrasi, sehingga tingkat partisipasi masyarakat ini harus menjadi perhatian khusus pada Pemilu serentak 2019," ujarnya.

"Dari data secara Nasional, Fenomena Partisipasi politik masyarakat di Pemilu 2004 sebesar 84 persen, pada Pemilu 2009 tercatat sebesar 71 % dan pada tahun 2019 partisipasi masyarakat ditargetkan sebesar 77%," urainya.

Wabup Mengungkapkan, bahwa Pemetaan tingkat kerawanan di tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Desa/ Kelurahan, harus dicermati dan dijabarkan sebagai upaya antisipasi potensi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu.

Untuk itu, Bunda Indah berharap semua unsur dan Komponen yang ada di masyarakat, sampai dengan masyarakat di tingkat Desa/Kelurahan dapat membantu KPU maupun Bawaslu untuk mensukseskan Pemilu 2019.

Ia menghimbau masyarakat, supaya menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.

 "Mari kita sukseskan Pemilu 2019  Kita berpesta Demokrasi. Namanya Pesta Demokrasi, kita harus senang," katanya.

 Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kab. Lumajang, Arif Heri Kurniawan, melaporkan, bahwa  tujuan Sosialisasi tersebut untuk mewujudkan dukungan Pemerintah terhadap penyelenggara Pemilu (KPU dan Panwaslu). Itu, juga sebagai upaya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat yang ujungnya untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Sosialisasi itu digelar selama delapan hari, 25 Maret sampai dengan 1 April 2019. Sosialisasi tersebut melibatkan Camat Lurah/Kepala Desa, Ketua TP PKK Kecamatan serta dari unsur lain di Kecamatan. (suatman)