27/04/2019

Jember Jadi Kabupaten Pertama Tuan Rumah Konser Kebangsaan


Jember, KaJe
Kabupaten Jember menjadi kabupaten pertama yang menjadi tempat konser kebangsaan yang digelar LPP RRI.
RRI ingin memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia, bahwa ada satu kota yang memiliki bupati yang dicintai rakyatnya karena program-programnya, kata M Rohanuddin.
Dalam kesempatan Gala Dinner bersama Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, Jumat 26 April 2019, Direktur Utama LPP RRI ini menjelaskan, sebelumnya konser kebangsaan digelar di ibu kota provinsi, seperti Jakarta, Surabaya, Samarinda.
Bagi Rohanuddin, Jember memiliki banyak perguruan tinggi. Jember juga banyak pesantren. Ini menjadi sebuah rangkuman yang bisa dikenalkan kepada masyarakat Indonesia.
"Konser kebangsaan di Jember tidak menyalahi aturan. Saya akan mengambil kota Jember sebagai kota satu-satunya dari kabupaten yang diangkat sebagai tempat dari konser kebangsaan ini," tegasnya.
Di hadapan para punggawa konser kebangsaan, Rohanuddin menyatakan konser ini adalah sarana untuk mempersatukan bangsa. "Merah putih, satu kesatuan dikumandangkan dari Jember untuk Indonesia," tuturnya di Pendapa Wahyawibawgraha.
Ia juga mengungkapkan, untuk pertama kalinya, satu-satunya bupati yang akan berpidato di RRI adalah Bupati Jember Faida, yang akan menyampaikan pesan, program, dan bagaimana membangun daerahnya menjadi besar.
Pidato ini akan disiarkan ke seluruh Indonesia yang akan didengar oleh masyarakat Indonesia. "Bupati adalah kehormatan bagi RRI karena ibu lahir dari rahim RRI, bersuara di RRI, dan teruslah bangkit bersama," Rohanuddin.
Konser Kebangsaan ke-11 tahun 2019 ini akan digelar di Alun-alun Jember, Sabtu malam 27 April 2019. Berbagai pertunjukkan dihelat di konser yang bertajuk Damai Negeri untuk Ibu Pertiwi.
Bupati Jember Faida mengungkapkan, Jember tepat menggelar Konser Kebangsaan. Sebab, Jember memiliki keunikan atas budaya dan bahasa.
Yakni budaya dan bahasa antar-Jawa dan Madura serta beberapa suku lainnya, sehingga menjadi Kota Pandhalungan
Konser Kebangsaan ini, di mata bupati juga sebagai sarana silaturahim. Konser ini diharapkan dapat menjadi penyatu semangat, penyatu jalinan silaturrahim. "Karena sejatinya konser kebangsaan misinya adalah memperkuat NKRI," papar Faida. (Mia/Mul/fra/hms)

26/04/2019

ASN Jadi Agen Netralisir Sisa Sisa Perbedaan



Jember, KaJe
Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi agen yang sangat penting untuk menetralisir kondisi di masyarakat apabila masih ada sisa-sisa perbedaan pendapat terkait pilihan dalam Pemilu 2019.
Ini disampaikan Direktur Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Direktorat Jendral Politik Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Dr. Prabawa Eka Soesanta,  S.Sos., MSi., Jumat 26 April 2019.
Dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Jember itu, Prabawa mengajak ASN kembali memahami tiga fungsi yang dimilikinya.
Tiga fungsi yang dimaksud ialah ASN sebagi pelaksana publik, pelayan publik, dan pemersatu NKRI, jelasnya di Pendopo Wahyawibawagraha.
Prabawa berharap ASN menyadari keberadaannya dalam tiga fungsi itu, kemudian menjadi corong pemerintah ke masyarakat.
Dengan pembinaan ini, Dirjen Politik Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri ingin memastikan bahwa ASN kembali ke kehidupan sehari-hari sebelum pemilu. Melayani masyarakat, dan pembangunan di tingkat masyarakat berlangsung dengan baik.
"Ini suatu kegiatan rutin yang dilakukan di banyak tempat. Kegiatan yang sebenarnya juga dilakukan sebelum pemilu," ungkapnya.
Kegiatan ini juga untuk memastikan ASN tahu cara mengatasi perbedaan yang terjadi di masyarakat.
Di penghujung pengarahannya, Prabawa berpesan supaya ASN menjadi diri sendiri, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan
"Mari kita membangun Jember dengan cara Jember. Mari kita gali nilai-nilai positif yang ada di Jember, sebagai nilai-nilai positif Indonesia. Berikan pemahaman yang berbeda, biarkan tempat lain belajar dari Jember," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pemimpin untuk membina ASN yang merupakan garda terdepan pelayanan publik dan pembangunan.
Masih akan ada sesi berikutnya, pembinaan yang akan diisi oleh Pak Dirjen Polpum, kata bupati kepada ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Jember.
Bupati berharap ASN kembali menyadari bahwa ASN memang aparat sipil yang mempunyai hak, kewajiban, dan pengaturan tata tertib yang berbeda dengan non ASN. (Mia/Mul/ags/hms)

Perempuan Miliki Peran Dalam Kehidupan Bermasyarakat


Jember, KaJe
Perempuan memiliki perannya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, perempuan perlu berdaya agar tidak menjadi beban berat.
Hal itu disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan di Ruang Kuliah Terpadu IAIN Jember, Jum'at 26 April 2019.
Dalam dialog yang mengangkat tema Peranan Perempuan dalam Pembangunan itu bupati mengatakan perempuan dan laki-laki memiliki peran masing-masing.
Perempuan dan laki-laki harus menjadi diri sendiri dengan mengambil peran dan mengasah diri agar  bermanfaat dalam membantu diri sendiri dan orang lain.
Perempuan di Indonesia jika tidak diperdayakan sama sekali, masih kata bupati, maka perempuan hanya akan menjadi beban dan tanggungan saja.
"Padahal perempuan juga bisa mandiri tanpa perlu meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, sebagai istri, sebagai ibu," terangnya.
Perempuan hanya perlu diberi kesempatan untuk pendidikan dan berkarya, imbuh perempuan berlatar belakang dokter ini.
Di Jember, lanjutnya, peran perempuan dalam pemerintahan didorong dan diberi kesempatan yang sama dengan laki-laki.
Dan akhirnya, di Jember lebih banyak lagi perempuan yang menjabat sebagai kepala dinas, sekretaris maupun kepala bidang.
"Regulasi tidak membatasi perempuan untuk berkarya. Dan, secara manajerial, kompetensi yang menentukan apakah mereka layak atau tidak," ujarnya.
Di Bumi Pandhalungan ini, pemerintah juga menggelar kegiatan yang diangkat khusus untuk para perempuan. Seperti asuransi kesehatan bagi ibu hamil, job fair khusus perempuan dan difabel.
Menjawab pertanyaan peserta dialog, bupati mengungkapkan keputusannnya untuk menjadi Bupati Jember karena dapat menolong lebih banyak masyarakat, khususnya perempuan.
Dialog kebangsaan digelar oleh LPP RRI Jember. Peserta dialog dari berbagai kalangan pendidikan, baik perguruan tinggi maupun seklah menengah atas di Kabupaten Jember. (Mia/Mul/fra/hms)

Program Pro Rakyat Bupati Faida Diapresiasi Amdin


Jember, KaJe
Mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin) memberikan apresiasi kepada Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. Apresiasi disampaikan langsung oleh para mahasiswa saat acara coffee break di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat 26 April 2019.
Respon positif dari mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu muncul karena sambutan luar biasa dari bupati kepada mereka, yang sedang mengikuti Rakernas Amdin di IAIN Jember.
Dede Adistira asal UIN Ar-Arraniry Aceh, mengatakan, bahwa datang ke Jember adalah sebuah tekat yang besar dengan tujuan melihat seperti apa wajah Jember
"Kami senang karena kami disambut baik dan masyarakatnya juga ramah-ramah," kata Dede Adistira.
Mahasiswa asal UIN Ar Raniry Aceh ini mengaku datang ke Jember dengan tekad untuk melihat seperti apa wajah Jember.
Ia juga mengaku terkesan dengan penyampaian bupati sejak pembukaan Rakernas Amdin di IAIN Jember, saat pengajian di Al Qodiri, hingga acara ngopi bareng.
"Saya melihat program bupati ini sangat pro kepada rakyat. Insyaallah saya akan menyampaikan kepada bupati saya supaya bisa sama-sama seperti di Jember," ujarnya.
Dede mengatakan, inilah peran mahasiswa dakwah, yaitu menyampaikan yang terbaik kepada kabupaten lain karena Kabupaten Jember bisa menjadi contoh bagi kabupaten lainnya. "Karena program-program Bupati dan Wakil Bupati Jember bisa ditiru kabupaten lain," imbuhnya.
Atas kepedulian bupati terhadap peserta Rakernas Amdin, Dede menyampaikan terimakasih kepada Bupati. "Saya yakin ibu bisa membawa Jember menjadi lebih baik, karena saya melihat sangat kagum dengan Jember."
Sementara itu, mahasiswa IAIN Purwokerto, Khusnul Rizki Shilfani mengatakan, kedatangannya ke Jember menjadi sangat luar biasa karena dari pembukaan hingga acara coffe break didampingi terus oleh bupati.
"Baru pertama kali dari pembukaan sampai hari ini disambut sama bupati yang cantik. Itu benar-benar luar biasa, membuat saya terinspirasi," cetusnya.
Kiki menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, karena jarang pelayanan pemerintah daerah seperti Kabupaten Jember.
"Kami tidak akan lupa apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jember. Saya akan apresiasi ini dan saya jadikan motivasi yang nantinya di Purwokerto jika menjadi tuan rumah bisa lebih dari ini," katanya.
Bupati sendiri menyatakan bahwa mahasiwa yang tergabung dalam Amdin bukan mahasiswa biasa. Mereka adalah mahasiswa dakwah yang punya spirit besar untuk berorganisasi.
Orang nomor satu di Jember ini juga berpesan kepada mahasiswa untuk bertemu dengan kepala daerah masing-masing guna menyampaikan rekomendasi hasil rakernas.
"Siapa tahu kepala daerah akan menyambut baik dan senang, sehingga dapat bermanfaat bagi kepala.
"Kalian sejatinya hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai upaya mempersatukan dan memperkuat NKRI sesuai dengan studi kalian masing-masing,"  tutur Bupati Faida. (Mia/Mul/bbg/hms)

Sat Resnarkoba Polres Lumajang Bekuk 3 Pelaku


Lumajang, KaJe
 (26/04/2019) Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil meringkus 3 orang tersangka yang sedang pesta Shabu. 3 org tersangka tersebut ditangkap di Desa Kunir Kidul Kec. Kunir Kab. Lumajang pada Tanggal 25 April 2019 sekira pukul Jam 21.00 Wib.

Di lokasi penangkapan ditemukan barang bukti Shabu dengan berat 1,74 gram dan 1,52 gram beserta alat hisap berupa bonk.

3 orang tersangka tersebut atas nama
1. NUR HASAN (31 th) Alamat Desa Kunir Kidul Kec. Kunir Kab. Lumajang dan di Dusun Besuki Desa Nguter Kec. Pasirian Kab. Lumajang.
2. EKO PURWANTO (24 Th) Dusun Ketangi Desa Kunir Lor Kec. Kunir Kab. Lumajang.
3. M. ALI ROHMAN (31 Th) Dusun Sumberdawe Desa Kunir Kidul Kec. Kunir Kab. Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menkonfirmasi pengungkapan tersebut " Kami berhasil mengungkap pesta Narkoba. 3 orang pelaku kami tangkap dalam pesta shabu tersebut. Saat ini saya perang terhadap Narkoba dilumajang. Narkobalah sebagai penyebab timbulnya kriminalitas di Lumajang. Bagi masyarakat yang memiliki informasi tentang pengedar maupun pengguna narkoba, laporkan kepada kami" terang Arsal.

Kasat Resnarkoba AKP Priyo Purwandito SH menambahkan" saya bersama tim akan mendalami kasus berikut guna menangkap pengedar Shabu yang menjadi distributor ke tangan para tersangka tersebut" ujar Priyo.

Ketiga tersangka dijeral pasal 112 ayat 1 Sub. 127 ayat 1 huruf a UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan. ( Suatman)

Warga Diharapkan Tanggap Bencana


Lumajang, 26 April 2019 --- Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperwati, M. Si., (Bunda Indah) menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan tanggap apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Hal tersebut diutarakan saat bertindak sebagai pembina Apel pada Gladi
Lapang atau Evakuasi Bencana Alam Tsunami 2019, Jum'at (26/4/19).

 Gladi Lapang kali ini dilaksanakan di dua titik, yaitu di Dusun Dampar Desa Bades dan di Lapangan Desa Bades Kec. Pasirian.

Nampak hadir pada kegiatan tersebut, Jajaran Anggota Forkopimda Kab. Lumajang, Asisten Pemerintahan Setda Kab. Lumajang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim.

Wabup mengungkapkan, bahwa Gladi Lapang atau Simulasi
Evakauasi bencana alam tersebut, merupakan bentuk pelatihan kepada masyarakat, supaya waspada dan tanggap setiap saat dalam mengahadapi bencana Alam.

Menurutnya, simulasi ini sangat penting bagi masyarakat, untuk melatih diri apabila seolah-olah bencana alam terjadi. Bahkan, agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menanggapi bencana alam.

"Ini wajib diantisipasi dan ini harus dimiliki oleh semua warga masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana," ujarnya.

Ia meminta, kepada BPBD Kab. Lumajang untuk segera merespon cepat, apabila terjadi bencana alam. Hal itu bertujuan, untuk memberi rasa aman terhadap masyarakat, supaya tidak panik apabila dilanda bencana alam.

Di sisi lain, Wabup menyinggung faktor penyebab terjadinya bencana alam. Dikatakan bahwa, salah satu faktor penyebab terjadinya bencana alam adalah kurangnya perhatian masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, seperti misalnya, penebangan pohon secara liar.

Menurutnya, hal itu dapat menyebabkan terjadinya bencana alam, berupa tanah longsor dan banjir.

Untuk itu, Wabup menghimbau kepada masyarakat agar peduli terhadap alam dan menjaga alam dengan baik supaya terhindar dari bencana alam.

Sementara itu, Dandim 0821, Letkol, Achmad Fauzi, SE., mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan Gladi lapang tersebut. Menurutnya, kegiatan Gladi Lapang itu, dapat menumbuhkan sikap tanggap dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

"Gladi Lapang ini sangat penting ya. Karena dapat menumbuhkan sikap tanggap dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, bagaimana yang akan dilakukan masyarakat dan apa yang harus diperbuat. Jadi dengan adanya Gladi ini masyarakat bisa tahu apa yang harus mereka lakukan," ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lumajang, Ir. Teguh Widjayono, MM., melaporkan, Kesiapsagaan bencana tersebut, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dengan cara membangun partisipasi dengan semua pihak melalui kegiatan Simulasi Evakuasi Bencana Alam Tsunami.

Kegiatan Simulasi kali ini, melibatkan kurang lebih 700 peserta, terdiri dari, TNI, Polri, BPBD, TRC, PMI, mahasiswa pelajar,  Relawan PB, Dinas terkait serta warga setempat.

Pada kesempatan tersebut, Wabup beserta jajaran anggota Forkopimda menyaksikan Gladi Lapang / Evakuasi bencana alam yang diperagakan oleh TNI, Polri, BPBD, TRC, PMI serta warga setempat (suatman)

Kapolres Lumajang dan DANDIM 0821 Kawal Kotak Suara


Lumajang, KaJe
 (25/04/2019), Secara umum rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu di Kab. Lumajang sudah selesai semua pada hari ini. Kotak-kotak suara baik dari PPK secara bergantian mulai dikirim kembali dari PPK di masing-masing kecamatan ke gudang KPUD Lumajang.

Hari ini yang unik adalah Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang turut langsung mengawal kotak suara dari PPK Randuagung ke gudang KPUD Lumajang. Total ada 1020 kotak suara yang diangkut menggunakan 4 truk dengan pengawalan ketat dari TNI dan Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang dan Dandim 0821 Lumajang.
Adapun formasi pengawalan paling depan adalah Mobil patwal diikuti oleh pasukan bermotor dari team Cobra Polres Lumajang bersama anggota TNI dari Kodim 0821 Lumajang, secara berturut-turut berikutnya 4 truk yang mengangkut kotak suara, dibelakang truk ada pasukan bermotor team Cobra Polres Lumajang kemudian disusul kendaraan Kapolres dan Dandim 0821 Lumajang.

Menurut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, " Hari ini Saya dan Dandim melakukan pengawalan langsung terhadap kotak suara yang telah direkap di PPK Kecamatan Randuagung, Saya sempat mendengar adanya info tentang intimidasi kepada penyelenggara pemilu di PPK Randuagung. Saya tidak mau ambil resiko. saya dan Dandim bersama Pasukan team Cobra Polres Lumajang dan jajaran Kodim 0821 datang ke PPK Randuagung untuk mengantisipasi dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah kehadiran kami dapat menciptakan situasi yang kodusif. Saya dan Dandim juga turut langsung mengawal kotak suara dari PPK Randuagung ke Gudang KPUD Lumajang" Ujar Arsal.

Dandim 0821 Lumajang LETKOL INF Ahmad Fauzi SE, " Saya harap Lumajang tetap selalu kondusif, saya dan Kapolres tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas kalau ada yang mau mengganggu jalannya proses pemilu di Lumajang. TNI dan Polri bersinergi untuk menciptakan suasana selalu kondusif di Lumajang, NKRI HARGA MATI." Ujar Dandim.

Perlu di ketahui bahwa semua PPK dikabupaten Lumajang telah menyelesaikan Proses Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu pada hari ini kecuali kecamatan kota.
Untuk kecamatan kota sendiri terdiri dari 7 kelurahan dan 5 desa, sedangkankan yang belum menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara tinggal 2 kelurahan yaitu kelurahan Tompokersan dan Rogotrunan. Panitia penyelenggara mengusahakan kedua kelurahan tersebut dapat diselesaikan rekapitulasi penghitungan suara malam ini, sehingga besok hari jumat direncanakan dilakukan pleno tingkat PPK. ( Suatman)