Gus Sholah : Ummat Islam Harus Kuasai IPTEK




Jember, kabagrent.com
Al Quran yang diturunkan di bulan Ramadhan bagi ummat Islam bukan hanya pedoman yang mengatur tujuan di akhirat, namun juga memberikan petunjuk kehidupan di dunia, termasuk mengajarkan kepada kita mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Buktinya terdapat kurang lebih delapan ratus ayat di Al Quran yang terkait IPTEK, dan hanya 150-an ayat saja yang membahas mengenai hukum. Sayangnya justru lebih banyak buku dan kitab yang membahas mengenai ayat di Al Quran tentang hukum, dibandingkan dengan buku dan kitab yang membahas ayat di Al Quran yang mengkaji IPTEK. Oleh karena itu ummat Islam dan bangsa Indonesia harus menguasai IPTEK agar mampu mandiri.

Pendapat ini disampaikan oleh KH. Sholahuddin Wahid pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng sekaligus Rektor Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Jombang saat memberikan sambutan pada acara penyerahan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum) dari BPPT kepada Pondok Pesantren Tebu Ireng, penandatanganan kerjasama (MoU) antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Pondok Pesantren Tebu Ireng, sekaligus penandatanganan kerjasama antara BPPT dengan Universitas Jember di Madrasatul Quran Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang (28/5). Kyai yang akrab dipanggil Gus Sholah ini lantas menjelaskan kebijakan Pondok Pesantren Tebu Ireng yang membuka SMA Pesantren Sains (Trensains) sebagai salah satu usaha untuk menyiapkan santri yang juga piawai dalam menguasai berbagai bidang IPTEK.

SMA Trensains Tebu Ireng mengadopsi kurikulum pesantren dan nasional, sementara pembelajarannya mengedepankan dialektika antara agama dengan sains. Harapannya akan menghasilkan lulusan yang memiliki Iman dan taqwa sekaligus menguasai IPTEK. Untuk itu kami mendukung kerjasama antara Pondok Pesantren Tebu Ireng dengan berbagai pihak seperti BPPT dan perguruan tinggi, jelas Gus Sholah. Dalam kesempatan ini BPPT menyerahkan fasilitas Arsinum bagi Madrasatul Quran Tebu Ireng sebagai awal kerjasama di bidang penerapan IPTEK di lingkungan pondok pesantren. Sementara itu kerjasama antara Universitas Jember dengan BPPT fokus pada kerjasama antara Fakultas Teknik dengan berbagai pusat teknologi yang ada di lingkungan BPPT. Penandatanganan kerjasama antara Universitas Jember dengan BPPT dilakukan oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember dengan Kepala BPPT Hammam Riza.

Sementara itu dalam sambutannya, Moh. Hasan menyambut gembira kerjasama dengan BPPT, pasalnya Kampus Tegalboto saat ini tengah serius mengembangkan berbagai program studi terutama di bidang yang terkait Science, Technology, Enggineering, and Mathematic (STEM) seperti Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Program Studi Teknik Perminyakan, Program Studi Teknik Pertambangan. Apalagi Universitas Jember sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti sebagai perguruan tinggi dengan keunggulan di bidang Bioteknologi di bidang pertanian, perkebunan dan kesehatan.

Kedua, Universitas Jember yang semula hanya ada di Jember kini telah hadir di Bondowoso, Lumajang dan Pasuruan, tentunya kami dituntut untuk turut mengembangkan potensi tiap daerah. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan di bidang IPTEK khususnya BPPT yang memiliki keunggulan memiliki pengalaman panjang dalam penerapan teknologi di masyarakat di berbagai bidang, ujar Moh. Hasan. Dalam kesempatan penandatanganan kerjasama ini Rektor Universitas Jember didampingi oleh Dekan Fakultas Teknik, Entin Hidayah.

Sementara itu Kepala BPPT mendukung kerjasama yang terjalin diantara BPPT dengan Universitas Jember, pasalnya pengembangan IPTEK di sebuah negara akan maju jika didukung oleh lembaga pendidikan seperti PTN maupun pondok pesantren sebagai penyedia dan pembina sumber daya manusia. Kerjasama dengan berbagai pihak di bidang pengembangan IPTEK sudah sesuai dengan program BPPT yang ingin menjadikan IPTEK sebagai penghela perekonomian Indonesia. Semoga penandatanganan kerjasama kali ini membuka peluang kerjasama yang lebih luas di berbagai bidang, baik dengan Universitas Jember maupun dengan pondok pesantren, imbuh Hammam Riza. (Mia/iza/iim)     

Post a Comment

0 Comments