Tantangan Peradapan Manusia Pada Fenomena Perubahan Iklim


Jember, kabarejember.com 
----Salah satu tantangan peradaban manusia pada masa sekarang dan mendatang adalah terjadinya fenomena perubahan iklim yang berdampak luas pada hampir semua sendi kehidupan masyarakat. Pertanian adalah salah satu sektor yang paling terdampak oleh fenomena perubahan iklim dengan ditunjukkan oleh turunnya produktivitas tanaman budidaya. Di sisi lain, populasi penduduk dunia yang bertambah padat juga semakin menambah kompleksitas permasalahan di sektor pertanian.  Semakin padatnya populasi penduduk dunia berarti semakin bertambahnya tekanan untuk mewujudkan ketercukupan kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) maupun jenis-jenis kebutuhan manusia yang lain (kebutuhan sekunder). Salah satu upaya untuk menghadapi tantangan semakin meningkatnya kebutuhan pangan manusia di saat kondisi iklim global yang tidak menentu adalah dengan memanfaatkan bioteknologi pada bidang pertanian melalui penerapan teknologi rekayasa genetika.
Teknologi rekayasa genetika telah berkembang sangat pesat, dan manfaatnya di bidang pertanian secara nyata dapat dirasakan melalui produk rekayasa genetika (PRG) yang dihasilkan. PRG berupa galur-galur tanaman transgenik seperti tanaman tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim atau tanaman dengan produktivitas yang tinggi telah dihasilkan. Universitas Jember (UNEJ) melalui kolaborasi penelitian bersama PTPN XI telah berhasil merakit dan melepas varietas tanaman tebu tarnsgenik tahan kekeringan. Galur-galur tanaman tebu transgenik dengan kandungan gula yang tinggi maupun tahan serangan virus juga sedang dalam tahapan pengujian.  Namun, varietas tanaman PRG untuk dapat dimanfaatkan harus melalui serangkaian pengujian terkait dengan kemanan pangan, pakan dan lingkungan.
Timbulnya kekhawatiran akan bahaya yang mungkin ditimbulkan bagi kesehatan manusia maupun keamanan lingkungan merupakan alasan utama timbulnya pro dan kontra di dalam masyarakat tentang penggunaan tanaman PRG untuk tujuan pemenuhan kebutuhan pangan maupun sebagai bahan tanam pada usaha budidaya pertanian. Keraguan akan keamanan tanaman PRG akan tetap ada selama jaminan keamanan masih belum bisa diberikan. Maka dari itu, bukti keamanan tanaman PRG yang dihasilkan dari serangkaian pengujian ketat untuk keamanan pangan, pakan, dan lingkungan perlu diberikan untuk menghilangakan keraguan masyarakat akan keamanan tanaman PRG.

Dalam rangka mengangkat topik keamanan PRG, Center for Development of Advanced Science and Technology (CDAST) Universitas Jember bekerja sama dengan United States Department of Agriculture (USDA) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada tanggal 10 – 12 Juli 2019 akan menggelar seminar internasional dan workshop dengan tema “Agricultural Biotechnology and Biosafety”. Diharapkan dari acara seminar dan workshop ini menjadi ajang tukar penngetahuan dan pengalaman agar semakin memperjelas status tanaman PRG yang telah dikembangkan di Indonesia. Rangkaian acara yang akan dilaksanakan akan diisi oleh beberapa pembicara dari negara Amerika Serikat, Filipina, serta pembicara domestik dari kalangan peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, serta praktisi pertanian. Sedangkan audiens dari kegiatan ini adalah dari kalangan peneliti, akademisi, dan para pembuat kebijakan. (mia/iza/hms) 

Post a Comment

0 Comments