Diskominfo Jember Lakukan Edukasi Belajar Jarak Jauh


Jember, Kabarejember.com
---- Setelah World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akhirnya menyatakan wabah virus korona atau Covid-19 sebagai pandemi. Alasannya, virus ini terus menyebar cepat hingga ke wilayah yang jauh dari pusat wabah. 

Karena  itu, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten langsung bertgerak cepat, yaitu melakukan edukasi siswa didalam kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh.  Bagi sebagian besar guru, kelas jarak jauh ini masih hal baru. Kelas jarak jauh ini untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, yang telah menjadi menyebar luas  di Indonesia.
Untuk itu, para guru memanfaatkan aplikasi pesan whatsapp (WA) untuk menyelenggarakan kelas jarak jauh. Sebenarnya ada fasilitas yang lebih memudahkan untuk menyelenggarakan kelas jarak jauh tersebut.
Ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Smart City pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Rudi B. Prakoso.
“Sistem belajar jarak jauh ini menggunakan fasilitas dari google, yaitu Google Classroom,” terang Rudi, Sabtu, 21 Maret 2020.
Alamatnya di classroom.google.com. Pada google classroom ini, guru dan siswa cukup mempunyai akun gmail untuk bisa menggunakan fisilitas tersebut.
Sistem belajar jarak jauh itu telah disosialisasikan di beberapa sekolah. Salah satunya di Al Baitul Amien Jember.
Para guru wali kelas SD dan SMP di sekolah ini mendapat bimbingan untuk membuat kelas, mengundang guru mata pelajaran, mengundang murid untuk gabung melalui kode kelas.
Mereka juga dibimbing untuk membuat materi, kuis atau soal ulangan. Soal ujian tersedia dua model: soal pilihan ganda dan isian.
Demikian juga dengan penilaian tugas sampai menjadwal pelajaran yang akan diberikan keluar dalam kelas jarak jauh itu.
Di fasilitas ini juga disediakan pembatasan waktu untuk memberikan jawaban kuis. Pembatasan ini berjalan secara otomatis. Lewat waktu yang ditentukan, siswa tidak bisa mengirim jawaban.
“Bahkan secara bersama-sama guru dan siswa bisa berinteraksi secara langsung mengenai materi yang sedang tayang,” terangnya.
Dari sisi siswa di rumah, lanjut Rudi, mereka bisa mengerjakan tugas dalam bentuk teks langsung menjawab pada aplikasi, menfoto hasil pekerjaannya, atau menggunakan layanan video recording langsung dari aplikasi. (tim/hms)

Post a Comment

0 Comments