CWI di Jember Riset Bupati Perempuan


Jember,kabarejember.com
--Cakra Wicara Indonesia (CWI) adalah sebuah lembaga riset tentang perempuan dan politik. Lembaga ini datang ke Jember dalam rangka melakukan penelitian atau riset tentang kepala raerah perempuan. pertemuanya dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida sebagai bahan subyek penelitian.

Ketua CWI sekaligus dosen fakultas ilmu FISIP UI Ana Margaret menjelaskan, kedatanganya ke Jember khusus dalam rangka studi riset tentang kepala daerah perempuan.

Menurutnya, yang menjadi ciri khas kepemimpinan Bupati Faida adalah tentang mengangkat isu-isu kesejahteraan. "Ciri yang sangat menonjol adalah tentang prioritas kesejahteraan, "ujar Ana di Pendopo Wahywibawagraha, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, dari tahun ketahun jumlah calon kepala daerah perempuan sangat minim meskipun pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung.

Jika dilihat data-data yang ada, perempuan yang mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah sangat baik dalam hal pendorong peningkatan partisipasi politik. Namun data tersebut masih jauh di bawah data pencalonan perempuan di legislatif.

Dalam konteks itulah CWI berusaha bertemu langsung dengan kepala daerah perempuan untuk melakukan wawancara.

" Kami mencari data kekhasan perempuan dalam mencalonkan diri sebelum dan sesudah menjabat sebagai Kepala Daerah," katanya.

Pemberitaan tentang perempuan masih didominasi bias Gender, penilaian terhadap kepemimpinan seorang perempuan harus dilihat dari latar belakangnya. Contoh,  Bupati Faida sebelum menjabat adalah perempuan profesional, dirinya merupakan direktur di sebuah rumah sakit. "Semakin banyak jam terbangnya semakin baik kemampuanya dalam bernegosiasi," imbuhnya.

Maksud dan tujuan riset itu untuk dipublikasikan kepada khalayak luas agar para perempuan terdorong dan termotivasi sehingga kedepan semakin banyak yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah tidak hanya mencalonkan diri di legislatif.

Ana menjelaskan sebelum menemui Bupati Faida, bulan lalu sudah bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wali Kota Surabaya ibu Risma, Bupati Grobogan Sri Sumarni sebagai bahan subyek penelitian,"  pungkasnya.

Post a Comment

0 Comments