Petik Laut Puger Kulon Berkonsep Sakral dan Sederhana

 


Jember, kabarejember.com - Prosesi petik laut yang digelar oleh nelayan desa Puger Kulon kecamatan Puger berlangsung religius meskipun diadakan secara sederhana dikarenakan masih dalam kondisi new normal, Kamis pagi (03/09). Tema sakral dan sederhana sengaja diusung pemdes Puger Kulon sebagai perwujudan pelestarian tradisi tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan.


Kepala Desa Puger Kulon, Nurhasan bersama istri memimpin acara kirab sesaji. Selanjutnya diikuti oleh perangkat desa, BPD, relawan covid-19, dan nelayan Puger Kulon.

Jember,kabarejember.com 

--Berbeda dengan tahun-tahun usebelumnya, kirab sesaji yang biasanya diarak keliling desa, saat ini hanya mengambil rute dimulai dari kantor desa Puger Kulon langsung menuju TPI Puger. 


Meski demikian, kesakralan tetap terasa karena dalam pelaksanaannya tidak mengurangi kebiasaan tata cara petik laut, seperti kirab larung sesaji membawa kepala sapi dan arak-arakan berbentuk rumah, jukung dan kapal laut yang akan dilarung laut Puger .


Sehari sebelum digelarnya acara inti larung sesaji, pemdes Puger Kulon mengadakan khataman Al Qur'an, pembacaan Yasin, tahlil dan doa bersama bertempat di pendopo kantor desa Puger Kulon, Rabu (02/09).


Kepala Desa Puger Kulon ,Nurhasan menyampaikan, petik laut merupakan pelestarian tradisi nenek moyang masyarakat nelayan Puger. Petik laut sudah menjadi  agenda tahunan yang dilaksanakan warga Puger yang maknanya sebagai ungkapan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang didapat selama ini di laut. 


"Petik laut kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya akibat pandemi covid-19,  sederhana tetapi sakral. Petik Laut Larung sesaji merupakan wujud syukur dari nelayan yang kesehariannya bergantung dari hasil laut."pungkasnya. (heri)

Post a Comment

0 Comments