Pelaksanaan Ujian Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kab. Mojokerto

 


MOJOKERTO, merdekanews.id Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Wakil Bupati Muhammad Albarraa, Pj Sekdakab Himawan Estu Bagijo, Kepala Regional II BKN Surabaya, Asisten 3, Kepala BKPP dan OPD terkait, mengawasi langsung pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kabupaten Mojokerto, Minggu (3/10) siang di Gedung Stikes Bina Sehat PPNI. 


Ujian dibagi menjadi 3 sesi dengan jumlah peserta lolos administrasi sebanyak 969, dikurangi satu orang karena terdeteksi positif Covid-19. Khusus peserta tersebut, akan mengikuti ujian susulan dengan penjadwalan ulang Badan Kepegawaian Negara (BKN). 


Tiga sesi SKD diatur dengan pembagian 235 peserta ujian sesi 1 (tidak hadir 19), 234 peserta untuk sesi 2 (tidak hadir 20), dan sesi 3 dengan jumlah peserta 233 orang (tidak hadir 32). Tata pelaksanaan SKD dijalankan dengan protokol kesehatan Covid-19 ekstra ketat. Dimulai dengan cuci tangan, cek suhu badan, pemilihan meja register sesuai pengumuman, validasi berkas meliputi KTP, kartu peserta, sertifikat vaksin, bukti rapid antigen berlaku 1x24 jam/ Swab PCR 2x24 jam, dan surat deklarasi sehat dari akun SSCASN masing-masing peserta, pin ujian, proses pengenalan wajah, penitipan barang, pemeriksaan detektor logam, ruang isolasi, hingga peserta disilakan masuk untuk ujian. Pendaftaran dimulai dari pukul 06.00, dan pelaksanaan ujian dimulai pada pukul 08.00 sampai selesai. 


Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dalam arahannya berpesan kepada para peserta agar melaksanakan ujian dengan jujur. Secara tegas, bupati menyebut kejujuran adalah salah satu hal paling mendasar yang wajib dimiliki seorang ASN yang benar. 


"Peserta harus jujur. Laksanakan ujian ini dengan percaya diri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tahun ini, Kabupaten Mojokerto mengeluarkan kebijakan baru untuk sistem kepegawaian. Yakni menguatkan dasar paling penting yang harus dimiliki seorang ASN. Yaitu integritas, profesionalitas, dan pengabdian," tegas bupati.


Heru Purwaka Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya, juga berpesan untuk peserta yang nantinya lolos ujian seleksi CPNS agar bisa membawa perubahan bagi Pemerintahan Kabupaten Mojokerto.


"Seleksi dilakukan sebanyak 3 tahapan. Tentunya tidak hanya usaha saja yang dilakukan, tapi ada juga doa yang mengiringi. Saya harap untuk peserta yang lolos hingga tahap akhir nanti, bisa membawa perubahan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto ke depannya," kata Heru Purwaka.  


Terpisah saat menemui awak media, Bupati Ikfina kembali menegaskan bahwa pelaksanaan ujian ini dilakukan dengan komitmen pemerintahan yang bersih, akuntabel dan transparan. Komitmen ini juga berjalan baik dengan era digitalisasi, dimana masyarakat juga bisa ikut memantau. 


"Saya selalu menekankan agar tidak mudah terpengaruh pada pihak atau oknum tidak bertanggung jawab. Misalnya menjanjikan kemudahan lolos tes CPNS ini. Percaya kepada kemampuan diri sendiri, akan selalu lebih baik. Semua kesuksesan pasti ada prosesnya. Dalam seleksi CPNS kali ini, Pemerintah Daerah benar-benar menjaring SDM berkompeten dan berkualitas," harap bupati.(jekyridwan)

Post a Comment

0 Comments