Langsung ke konten utama

Proyek Rp38,8 M Di Jalan Soekarno Hatta Kota Probolinggo Tuai Sorotan Diduga Asal Jadi dan Tak Sesuai Spesifikasi Teknis


Probolinggo, Merdekanews.id
Proyek pembangunan yang berlokasi di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Probolinggo, dengan nilai anggaran mencapai Rp38,8 M. Yang anggarannya  Dari APBN Anggaran Tahun 2025. Waktu Pelaksanaannya Selesai 99 Hari Kalender tersebut, Diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar teknis yang semestinya. Sejumlah kalangan, mulai dari media hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM), menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilai asal jadi dan amburadul.

Ironisnya Pekerjaan tersebut baik Yudit maupun Kanstin itu dalam keadaan retak tapi dipaksakan untuk Dipasang sehingga di situ jangka panjangnya berkurang yang pasti ini proyek sembrono yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Penyedia Jasa.

Selain itu, dalam proses penyambungan antar-Yudit, tidak ditemukan penggunaan lem perekat khusus, yang seharusnya menjadi bagian dari prosedur pengerjaan. “Padahal, dalam RAB-nya, pengadaan bahan perekat tersebut sudah dianggarkan,” ungkap salah satu pemerhati infrastruktur yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut, sejumlah bagian dari proyek tersebut juga menunjukkan retakan dan kerusakan dini, termasuk pada konstruksi kanstin dan beberapa saluran yang tampak tidak rapi serta banyak mengalami pecah atau retak. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pengerjaan dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan kualitas.

Sejumlah aktivis LSM dan jurnalis di Probolinggo menilai bahwa proyek bernilai besar seperti ini seharusnya dikerjakan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat. Mereka mendesak agar pihak terkait, terutama dinas atau instansi pelaksana dari tingkat provinsi, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksana proyek di lapangan.

“Dengan nilai sebesar itu, masyarakat berhak mendapatkan hasil yang baik dan sesuai spesifikasi. Tapi yang terlihat justru pekerjaan yang sembrono dan cenderung asal-asalan,” ujar salah satu aktivis LSM yang turut meninjau proyek tersebut.

Proyek yang seharusnya membawa manfaat besar bagi masyarakat Kota Probolinggo ini kini justru menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi, kualitas, dan akuntabilitas pelaksanaannya. Publik berharap agar aparat pengawasan, baik dari inspektorat maupun lembaga hukum, dapat turun tangan menelusuri dugaan adanya kelalaian dan pelanggaran teknis dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Awak media berusaha mengkonfirmasi kepada pelaksana itu selalu menghindar terus kemudian termasuk PPK-nya pun juga tidak bisa ditemui betapa sulitnya Untuk konfirmasi ini sehingga berita ini tetap tayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...