Lumajang , Merdekanews.id Upaya rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Kecamatan Senduro terus dimatangkan melalui kegiatan koordinasi pemetaan langkah pembangunan yang digelar di Balai Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur terkait, di antaranya Kasdim Lumajang Mayor Inf. Tanuri, Danramil Senduro Kapten Inf. Bambang DM, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, serta Waka Administratur Perhutani Aris.
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kesiapan lahan serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila pembangunan Yon TP benar-benar direalisasikan di wilayah tersebut.
Kasdim Lumajang Mayor Inf. Tanuri menjelaskan bahwa pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan sekaligus mendukung pembangunan wilayah.
Menurutnya, dari sisi kebutuhan lahan, pembangunan satu batalyon memerlukan area yang cukup luas agar dapat menampung berbagai fasilitas pendukung operasional.
“Untuk kebutuhan pembangunan Yon TP ini minimal membutuhkan lahan kurang lebih seluas 50 hektare. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dengan semua pihak terkait agar proses perencanaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Mayor Inf. Tanuri.
Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani Aris menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang direncanakan untuk pembangunan batalyon tersebut.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui terdapat lahan seluas sekitar 64,72 hektare yang berpotensi digunakan. Namun di area tersebut terdapat dua kelompok tani yang selama ini menggarap lahan hutan dengan pola pembinaan berbeda.
“Di lokasi tersebut terdapat dua kelompok tani penggarap lahan hutan. Pembinaannya terbagi antara yang berada di bawah Dinas Kehutanan dan yang berada di bawah Perhutani,” jelas Aris.
Ia menambahkan, apabila nantinya lahan tersebut benar-benar divalidasi dan ditetapkan untuk pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan, pihak Perhutani pada prinsipnya tidak keberatan.
Namun demikian, harus tetap memperhatikan solusi bagi para petani penggarap yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut.
“Jika lahan tersebut nanti digunakan untuk pembangunan Yon TP, solusi yang bisa dilakukan adalah memberikan ganti rugi garap dengan cara mengalihkan ke lahan garapan baru atau relokasi ke tempat lain,” tambahnya.
Di sisi lain, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan tersebut. Ia menilai pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan dapat memberikan dampak positif bagi keamanan serta perkembangan wilayah Senduro dan sekitarnya.
Menurutnya, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pihak terkait sangat penting dalam memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Kami dari Polsek Senduro tentu mendukung rencana pembangunan ini. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan komunikasi dengan masyarakat tetap terjaga sehingga prosesnya dapat berjalan kondusif dan membawa manfaat bagi semua pihak,” ujar AKP Wahono Pudji Santoso.
Melalui kegiatan koordinasi tersebut diharapkan seluruh pihak dapat memiliki pemahaman yang sama terkait rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Senduro, sekaligus mencari solusi terbaik bagi masyarakat yang terdampak.
Dengan adanya sinergi antara TNI, Polri, Perhutani, serta pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan nantinya dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi keamanan serta pembangunan wilayah Kabupaten Lumajang.

0 Comments