Perkuat Sinergitas, Kapolres Lumajang Gelar Sambang Tokoh di Yosowilangun.


LUMAJANG , Merdekanews.id Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus konsisten mengedepankan pendekatan humanis untuk menjaga stabilitas wilayah. Hal ini dibuktikan oleh Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., yang turun langsung menyambangi para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Yosowilangun.

Langkah proaktif ini bukan sekadar kunjungan formalitas belaka. Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Resor Lumajang tersebut merupakan bagian dari strategi cooling system atau sistem pendinginan suasana. Tujuannya jelas: memastikan akar rumput tetap tenang dan kondusif melalui dialog terbuka yang menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan kepolisian.

Didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang, AKBP Alex Sandy mengawali perjalanannya dengan mengunjungi kediaman sejumlah tokoh berpengaruh di wilayah tersebut. Suasana hangat dan kekeluargaan tampak menyelimuti setiap pertemuan, di mana diskusi mengalir tanpa sekat birokrasi yang kaku, menciptakan ruang komunikasi dua arah yang sangat efektif.

Dalam dialog tersebut, AKBP Alex Sandy menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) adalah sebuah ekosistem yang membutuhkan partisipasi aktif semua pihak. Beliau menggarisbawahi bahwa deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya informasi dan kepercayaan dari tokoh masyarakat setempat.

"Keamanan bukanlah komoditas yang bisa diwujudkan oleh Polri sendirian. Ini adalah hasil dari kolaborasi harmonis antara aparat dan seluruh elemen masyarakat. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa Polri tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga pendengar yang baik bagi keluh kesah warga," tegas AKBP Alex Sandy di sela-sela kegiatannya.

Respon positif pun mengalir dari para tokoh di Yosowilangun. Mereka mengapresiasi kerendahan hati jajaran pimpinan Polres Lumajang yang bersedia "turun gunung" untuk mendengar langsung realita di lapangan. Kehadiran fisik aparat di tengah masyarakat dinilai secara psikologis mampu meningkatkan rasa aman sekaligus mengikis stigma negatif terhadap institusi kepolisian.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan kemitraan yang berkelanjutan. Dengan terciptanya harmonisasi yang solid antara penegak hukum dan tokoh masyarakat, visi untuk mewujudkan Kabupaten Lumajang yang aman, tenteram, dan damai bukan lagi sekadar slogan, melainkan realita yang dirasakan oleh seluruh lapisan warga.

Post a Comment

0 Comments