Lumajang , Merdekanews.id Polres Lumajang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kabag Log Polres Lumajang, Kompol Eko Basuki.
Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni SPPBE Sentosa Gasindo Raya di Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, serta PT Sinar Agung Putra Abadi di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT), Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang.
Langkah ini diambil sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh elpiji 3 kilogram atau gas melon selama momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ketersediaan elpiji 3 kg di wilayah Lumajang dalam kondisi aman, bahkan mengalami penambahan pasokan dari pemerintah pusat.
“Pasokan elpiji 3 kilogram itu sebenarnya normal, bahkan dilebihi dari pusat. Saya sudah cek langsung bersama Polres dan Hiswana Migas, dan pasokan aman,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran. Banyak warga membeli elpiji dalam jumlah lebih banyak dari biasanya karena kekhawatiran tidak mendapatkan pasokan saat hari libur.
“Biasanya satu tabung, jadi beli empat sampai lima tabung. Karena takut pengecer tutup atau tidak sempat beli saat hari raya. Ini yang menyebabkan warga lain yang hanya punya satu tabung jadi kesulitan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer, pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan hingga ke lapisan bawah.
“Kapolres akan memerintahkan seluruh jajaran polsek untuk melakukan pengecekan ke pengecer. Tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh menaikkan harga,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Log Polres Lumajang, Kompol Eko Basuki, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Ia memastikan bahwa distribusi elpiji di Lumajang berjalan lancar setiap hari dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Hari ini saja sudah diberangkatkan sekitar 17 ribu tabung, sebelumnya 12 ribu tabung. Rata-rata distribusi harian mencapai 39 ribu hingga 40 ribu tabung. Jadi kami pastikan aman,” ungkapnya.
Kompol Eko juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan distribusi elpiji guna memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.
“Kami akan lakukan monitoring secara intensif, baik di tingkat agen maupun pengecer, agar distribusi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” pungkasnya.

0 Comments