Waspada Potensi Tsunami, Polsek Tempursari dan BPBD Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Warga Pesisir



Lumajang , Merdekanews.id Letak geografis wilayah Tempursari yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai prioritas utama. 

Menanggapi potensi tersebut, jajaran Polsek Tempursari bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggelar sosialisasi intensif mengenai mitigasi bencana tsunami di Balai Desa Tegalrejo.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimca Tempursari, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat yang tinggal di zona rawan bencana. 

Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai deteksi dini dan prosedur evakuasi mandiri jika terjadi aktivitas kegempaan yang berpotensi memicu gelombang tsunami.

Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno menekankan pentingnya sinergi antara aparat, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman alam. 

Menurutnya, kepanikan saat bencana seringkali terjadi akibat kurangnya literasi mengenai langkah-langkah penyelamatan.

 "Kami hadir untuk memastikan bahwa masyarakat Tempursari, khususnya di Desa Tegalrejo, memiliki kesiapan mental dan pengetahuan yang cukup. Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana datang, namun kita bisa meminimalisir dampaknya melalui edukasi yang berkelanjutan," ujar Iptu Sukirno saat ditemui usai kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa anggota Polsek Tempursari akan terus melakukan pemantauan rutin di wilayah pesisir dan berkoordinasi dengan relawan bencana guna memastikan jalur evakuasi dalam kondisi siap digunakan kapan saja.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas dari BPBD Lumajang memaparkan secara detail mengenai "Golden Time" atau waktu emas untuk menyelamatkan diri setelah terjadi gempa bumi besar. 

Warga dihimbau untuk segera menjauhi bibir pantai dan menuju titik kumpul di dataran tinggi tanpa menunggu peringatan resmi jika merasakan guncangan gempa yang sangat kuat atau berlangsung lama.

Selain materi teoritis, peserta juga diberikan arahan mengenai pentingnya tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan pokok minimal untuk tiga hari.

Iptu Sukirno menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan prima untuk menciptakan rasa aman bagi warga di wilayah hukum Polsek Tempursari. Ia berharap sosialisasi ini melahirkan kesadaran kolektif sehingga Desa Tegalrejo dan sekitarnya bisa menjadi contoh Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh isu-isu hoaks yang sering muncul pasca gempa. Selalu ikuti instruksi dari pihak berwenang seperti BPBD, TNI, dan Polri. Ketenangan adalah kunci utama dalam proses evakuasi yang efektif," pungkas Kapolsek.

Post a Comment

0 Comments