Lumajang ,Merdekanews.id Suasana dini hari di Dusun Sukosari, Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang
Saat sebagian besar warga masih beristirahat, personel Polsek Tempursari justru bergerak menyusuri ruas-ruas jalan dan kawasan permukiman dalam kegiatan Blue Light Patrol untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 00.15 WIB itu difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (3C). Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan di lokasi yang berpotensi menjadi arena balap liar.
Lampu rotator biru yang menyala dari kendaraan patroli menjadi penanda kehadiran polisi di tengah masyarakat. Personel tidak hanya berkeliling, tetapi juga berhenti di beberapa titik untuk mengamati situasi lingkungan serta memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di kawasan permukiman, petugas menyempatkan diri berdialog dengan warga yang masih beraktivitas. Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya tindak kriminal maupun aktivitas yang mencurigakan.
Pendekatan dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Tempursari membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Polisi menilai keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, terutama pada malam hingga dini hari yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi.
Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan patroli malam merupakan kegiatan rutin yang terus diintensifkan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan di wilayah hukumnya.
"Blue Light Patrol kami laksanakan secara rutin pada jam-jam rawan. Kehadiran anggota di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan," kata Iptu Sukirno.
Menurutnya, patroli tidak hanya difokuskan pada jalan raya, tetapi juga menyasar kawasan permukiman, lokasi yang minim penerangan, hingga titik-titik yang berpotensi digunakan sebagai arena balap liar.
"Selain mengantisipasi kejahatan 3C, kami juga melakukan pemantauan terhadap lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul anak-anak muda pada malam hari untuk mencegah balap liar maupun aktivitas lain yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Iptu Sukirno menambahkan, patroli yang dilakukan personelnya juga mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dengan masyarakat. Cara tersebut dinilai efektif untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi kamtibmas sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga.
"Kami mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Partisipasi masyarakat sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif," ungkapnya.
Polsek Tempursari memastikan bahwa agenda Blue Light Patrol ini akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Strategi ini menjadi bagian dari komitmen Polsek Tempursari untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari gangguan ketertiban, guna mendukung kondusifitas wilayah hukum Kabupaten Lumajang secara luas.
"Kami tidak akan kendor. Patroli ini akan terus kami rotasi ke berbagai wilayah di Tempursari agar seluruh masyarakat merasakan kehadiran Polri, sehingga tercipta Harkamtibmas yang mantap," tutup Iptu Sukirno.

0 Comments